<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; Noktah Merah</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/category/noktah-merah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:52:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Noktah Merah: The Children’s Hour, dari Sejarah Sampai Seni Pertunjukkan</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/03/noktah-merah-the-childrens-hour-dari-sejarah-sampai-seni-pertunjukkan/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2012/02/03/noktah-merah-the-childrens-hour-dari-sejarah-sampai-seni-pertunjukkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 13:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=17850</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Apa yang terjadi ketika sepasang kepala sekolah/guru perempuan dituduh memiliki hubungan yang tidak alamiah oleh seorang murid? Cerita yang benar-benar terjadi pada tahun 1810 di Skotlandia diangkat menjadi pentas teater dan pembuatan film Hollywood selama dua kali, termasuk remake-nya. Pentas teaternya dipertunjukkan di Broadway pada tahun 1934, ditulis oleh penulis teater/screenplay Amerika yang sangat terkenal Lillian Hellman. Pertunjukkan ini berjalan selama dua tahun sebelum bergerak ke London  dan Dublin. Sepanjang sejarah teater Amerika, inilah salah satu pentas pertama yang mengangkat isu lesbianisme.
Naskah drama in, diberi judul oleh sang kreator ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/hour5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17851" title="hour5" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/hour5-192x300.jpg" alt="" width="192" height="300" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p>Apa yang terjadi ketika sepasang kepala sekolah/guru perempuan dituduh memiliki hubungan yang tidak alamiah oleh seorang murid? Cerita yang benar-benar terjadi pada tahun 1810 di Skotlandia diangkat menjadi pentas teater dan pembuatan film Hollywood selama dua kali, termasuk <em>remake</em>-nya. Pentas teaternya dipertunjukkan di Broadway pada tahun 1934, ditulis oleh penulis teater/<em>screenplay </em>Amerika yang sangat terkenal Lillian Hellman. Pertunjukkan ini berjalan selama dua tahun sebelum bergerak ke London  dan Dublin. Sepanjang sejarah teater Amerika, inilah salah satu pentas pertama yang mengangkat isu lesbianisme.</p>
<p><span id="more-17850"></span>Naskah drama in, diberi judul oleh sang kreator Lillian Hellman, <em>The Children&#8217;s Hour</em> dianggap sebagai karya klasik yang sangat terkenal. Ceritanya berdasarkan<em> true story</em> pada penuduhan dan kebohongan yang disebarkan oleh seorang anak perempuan bernama Mary Tilford. Dia menyebarkan gosip bahwa Karen Wright dan Martha Dolbie &#8211; sepasang kepala sekolah/guru &#8211; memiliki hubungan tidak alamiah. Kata &#8220;lesbian&#8221; tidak pernah diucapkan sebab pada zaman itu, lesbianisme masih belum dinamai. Walaupun tuduhan itu tidak benar, nenek Mary memercayainya sehingga menghancurkan sekolah  itu sendiri.</p>
<p>Karen dan Martha melawan Mary di pengadilan, tapi kalah. Hubungan Karen dan kekasih lelakinya, Dr. Joe Cardin terancam putus. Ketika kedua perempuan itu sedang duduk merenungi nasib kekalahan mereka, Martha mengakui perasaan cintanya kepada Karen. Bahwa tuduhan itu bukanlah bohong, melainkan benar. Karen protes terhadap pengakuan Martha. Walaupun Karen tidak memiliki perasaan yang sama kepada Martha, Karen tetap ingin tinggal bersama Martha. Martha tidak setuju, sebab dia yakin perasaannya kepada Karen adalah kehancuran bagi hidup Karen. Martha memutuskan bunuh diri.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/hour6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17852" title="hour6" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/hour6-300x184.jpg" alt="" width="300" height="184" /></a>Tentu saja pada tahun 1810, orang-orang masih belum mengerti rasa cinta yang tumbuh di antara sesama jenis, sehingga mereka takut terhadap perasaan itu. Homoseksualitas sangat dianggap tabu dan tidak benar. Perempuan tak bisa mengatakan perasaannya kepada sesama jenis. Di kota kecil, walaupun tidak ada saksi dan bukti bahwa dua kepala sekolah dan guru itu adalah lesbian, penduduknya langsung menuding dan menuduh mereka.</p>
<p>Di zaman sekarang, cerita seperti ini bukanlah cerita homoseksual modern yang mempertunjukkan kenyataan lesbian. Namun <em>The Children&#8217;s Hour</em> ini adalah penghormatan kepada kisah sejarah yang realis pada era di mana kaum lesbian tidak memiliki pilihan apa-apa atas cinta dan hidup mereka, kecuali bunuh diri atau menolak perasaan yang tumbuh itu. Ketika sang penulis naskah Lillian Hellman menyutradarai pertunjukkan ini di tahun 1952, dia mengatakan bahwa cerita ini bukan tentang lesbian, tapi tentang kebohongan yang menyakitkan.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/hour2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17853" title="hour2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/hour2-300x229.jpg" alt="" width="300" height="229" /></a>Pada tahun 1936, teater <em>The Children&#8217;s Hour</em> diangkat menjadi film dengan judul <em>These Three</em>. Lagi-lagi, naskah film ini juga ditulis oleh Lillian Hellman. Walaupun pada tahun itu, kata &#8220;homoseksual&#8221; adalah ilegal di negara bagian New York, tapi hukum seakan-akan berhasil &#8220;ditelikung&#8221; pada seni pertunjukkan ini sehingga baik teater Broadway maupun filmnya bisa melenggang dengan sukses dan menuai komen dari publik. Film ini mendapat pujian dari berbagai kalangan, termasuk media dan orang-orang penting di dunia sineas Hollywood.  Di film ini, aktris Bonita Granville yang memerankan Mary Tilford mendapat nominasi Academy Award untuk Best Supporting Actress.</p>
<p>Pada tahun 1961, film <em>These Three</em> dibuat <em>remake </em>dengan judul asli sesuai dengan pertunjukkan teaternya <em>The Children&#8217;s Hour</em>. Aktris yang sangat terkenal di zaman itu, Audrey Hepburn membintangi film ini sebagai Karen Wright. Sampai tahun 2012 sekarang, komunitas lesbian seluruh dunia, khususnya Amerika, masih merekomendasikan film ini sebagai film lesbian klasik yang layak ditonton, selain untuk mengenang sejarah homoseksual, juga sebagai tonggak pencapaian kaum lesbian dalam seni pertunjukkan.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/hour4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17854" title="hour4" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/hour4-211x300.jpg" alt="" width="211" height="300" /></a>Tahun 2011, pertunjukkan teater <em>The Children&#8217;s Hour</em> dipertunjukkan di London, dengan Keira Knightley dan Elizabeth Moss yang menjadi aktris pendukung. Setelah nyaris seratus tahun sejak peristiwa yang sesungguhnya terjadi, termasuk pertunjukkannya di pentas Broadway dan film layar lebar, teater <em>The Children&#8217;s Hour</em> di tahun 2011 memperlihatkan perbedaan yang nyata. Bagaimana isu lesbian abad 19 ditafsirkan oleh para aktris zaman sekarang? Bahasa tubuh yang dipertontonkan pada teater kali ini lebih terlihat sebagai perempuan tahun 2011 dibandingkan dengan perempuan tahun 1810, 1936, atau 1961. Beberapa dialog diperbaiki sehingga terlihat segar dan modern, juga mengubah bagaimana cinta Martha Dolbie menjadi &#8220;hadiah indah&#8221; untuk Karen. Walau akhir cerita melawan <em>happy ending</em>, pertunjukan teater <em>The Children&#8217;s Hour </em>ini masih tetap relevan menggugat hati nurani tentang kejahatan atas kebohongan,  romantisme kejujuran, dan keberanian untuk mencintai.</p>
<p>Menikmati cerita sejarah tentang dua perempuan di tahun 1810 lewat panggung teater dan teknologi layar lebar, sebagai lesbian kita kembali diajak untuk merenung tentang apa yang menjadikan kita lesbian dan apa yang kita lakukan dengan kelesbianan ini. Untuk detil filmnya, silakan lihat resensi SepociKopi film <a href="http://sepocikopi.com/2007/09/05/childrens-hour-ketika-lesbian-masih-dianggap-aib/">The Children&#8217;s Hour</a>. Lesbian, semoga hidup kita semakin diperkaya dan diinspirasi oleh berbagai seni bergenre homoseksual yang artistik dan filosofis.</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2012</p>
<p>Keterangan gambar:<br />
1. Poster teater <em>The Children&#8217;s Hour</em> untuk pertunjukkan di London tahun 2011<br />
2. Salah satu adegan film<em> The Children&#8217;s Hour</em><br />
3. Poster film <em>The Children&#8217;s Hour</em> dengan aktris Audrey Hepburn<br />
4. Poster pertunjukan teater <em>The Children&#8217;s Hour</em> oleh mahasiswa di kampus lokal</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2012/02/03/noktah-merah-the-childrens-hour-dari-sejarah-sampai-seni-pertunjukkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Virginia Woolf, Penulis Lesbian Garis Depan</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/11/25/noktah-merah-virginia-woolf-penulis-lesbian-garis-depan/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/11/25/noktah-merah-virginia-woolf-penulis-lesbian-garis-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 11:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16279</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi

The truth is, I often like women. I like their unconventionality. I like their completeness. I like their anonymity.
Kutipan ini adalah kutipan klasik dan legendaris dari Virginia Woolf, di buku esainya yang terkenal berjudul A Room of One’s One. Terlahir dengan nama Adeline Virginia Stephen tanggal 25 Januari 1882 di Hyde Park Gate, London. Dia adalah pengarang yang berasal dari Inggris.

Virginia menulis banyak sekali karya dalam bentuk novel, cerita pendek, dan kumpulan esai. Karya-karyanya dihormati sampai sekarang, karena itu Virginia ditahbiskan sebagai sastrawan modern di abad dua puluh. Novel-novelnya ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16283" title="vw" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw-222x300.jpg" alt="" width="222" height="300" /></a>Oleh: Lakhsmi<br />
<em><br />
The truth is, I often like women. I like their unconventionality. I like their completeness. I like their anonymity.</em></p>
<p>Kutipan ini adalah kutipan klasik dan legendaris dari Virginia Woolf, di buku esainya yang terkenal berjudul <em>A Room of One’s One.</em> Terlahir dengan nama Adeline Virginia Stephen tanggal 25 Januari 1882 di Hyde Park Gate, London. Dia adalah pengarang yang berasal dari Inggris.</p>
<p><span id="more-16279"></span><br />
Virginia menulis banyak sekali karya dalam bentuk novel, cerita pendek, dan kumpulan esai. Karya-karyanya dihormati sampai sekarang, karena itu Virginia ditahbiskan sebagai sastrawan modern di abad dua puluh. Novel-novelnya banyak yang terkenal, inilah beberapa di antaranya: <em>Mrs Dalloway </em>(1925), <em>To the Lighthouse </em>(1927), dan <em>Orlando </em>(1928). Virginia disebut sebagai &#8220;pembela garis depan dengan gaun ala Victoria&#8221; oleh kritikus sastra feminis, Jane Marcus.</p>
<p>Ayah Virginia bernama Leslie Stephen, yang mengedit<em> Dictionary of National Biography.</em> Ibunya, Julia Pattle Duckworth, menikah dengan ayahnya sebagai suami kedua. Salah satu kakak tiri Julia Gerald Duckworth pernah melakukan pelecehan seksual kepada Virginia saat dia remaja. Masa-masa remaja Virginia diisi dengan banyak kematian dan kegelapan depresi yang mengganggu Virginia seumur hidupnya. Ibunya meninggal di tahun 1895. Kakak tirinya Stella meninggal di tahun 1897. Ayahnya meninggal di tahun 1904 dan saudara lelakinya Thoby di tahun 1906. Virginia mulai mengalami gangguan kejiwaan pada usia tiga belas tahun sesaat kematian ibunya.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-16284" title="vw1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw1.jpg" alt="" width="247" height="250" /></a>Pada tahun 1912, Virginia menikah dengan Leonard Woolf, lelaki yang berada di kelas bawah dalam status ekonomi. Pernikahan ini adalah pernikahan yang memiliki ikatan kuat antara suami-istri. Mereka berdua mendirikan Hogarth Press, sebuah penerbitan yang menerbitkan buku-buku Virginia, T.S. Eliot, dan lain-lain. Virginia mulai aktif menjadi penulis di masa-masa ini. Karyanya masuk di koran <em>Guardian</em>, yang difasilitasi oleh Violet Dickinson.</p>
<p>Hubungannya dengan perempuan dimulai dari Violet. Mereka berdua saling tukar menukar surat dengan penuh gelora dan mengisi catatan harian tentang ketertarikan mereka satu sama lain. Gairah emosi dan seksualitas diungkapkan dalam bahasa erotisme yang sensual.  Mereka melahirkan karya sastra berdua, tapi tidak semua dipublikasikan. Kebanyakan ditulis untuk mengagung-agungkan hubungan persahabatan mereka yang sangat intim. Violet berusia dua kali lipat dari usia Virginia. Dalam tulisannya selanjutnya, Virginia mengatakan bahwa hubungannya dengan Violet membuatnya mampu menemukan jati dirinya sebagai “penulis”.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16287" title="vw4" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw4-194x300.jpg" alt="" width="194" height="300" /></a>Selanjutnya, Virginia bertemu dengan Vita Sackville-West, satu-satunya hubungan intim persahabatan Virginia dengan perempuan yang melibatkan hubungan fisik (seks) di tahun 1922. Usia mereka terpaut jauh, sama seperti hubungan Virginia dan Violet, namun kebalikannya. Virginia berusia empat puluh tahun dan Vita berusia tiga puluh tahun. <em>Affair</em> percintaan ini dimulai pada tahun 1925 dan berakhir pada tahun 1928. Selama tahun itu, Vita melakukan dua kali perjalanan ke Persia untuk mengunjungi suaminya di Tehran. Kedua kalinya, Vita pergi bersama perempuan lain yang menciptakan kecemburuan pada Virginia. Virginia semakin tidak bisa memberikan toleransi kepada Vita dan &#8220;perempuan-perempuannya&#8221;.</p>
<p>Pada tahun 1928, Virginia bersama E.M. Forster menulis surat membela Radclyffe Hall, pengarang yang menulis novel lesbian pertama kali <em>The Well of Loneliness</em>. Ini menunjukkan kompetensi Virginia sebagai feminis sejati. Virginia tidak membela Radclyffe karena novel tersebut dianggapnya berkualitas atau karena mengangkat isu lesbian, tapi karena Virginia membela hak-hak kebebasan berbicara atas nama seni.</p>
<p>Pada tahun yang sama, Virginia memberikan kuliah di Newnham And Girton College, yang menghasilkan esainya yang terkenal berjudul <em>A Room of One’s Own. </em>Virginia juga melahirkan novel berjudul <em>Orlando</em>, yang didedikasikan untuk Vita. Buku itu dianggap dunia sebagai &#8220;surat cinta terpanjang dan terindah dalam literatur klasik.&#8221; Walaupun hubungan percintaan antara Virginia dan Vita berakhir di tahun 1929, hubungan intim <a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16286" title="vw3" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw3-166x300.jpg" alt="" width="166" height="300" /></a>persahabatan mereka terus berlanjut dengan sangat baik sampai hari kematian Virginia. Tahun-tahun itu adalah tahun-tahun kesuksesan bagi dua penulis tersebut. Virginia membuat Vita &#8220;abadi&#8221; dalam sejarah sastra dunia lewat <em>Orlando</em>. Bukan itu saja, Virginia juga mewariskan tanah keluarganya, Knole, kepada Vita.</p>
<p>Karya Virginia diterjemahkan ke dalam lima puluh bahasa dunia. Virginia dianggap sebagai kreator brilyan dalam penggubahan bahasa Inggris. Istilah kritik sastra yang terkenal <em>stream of consciousness</em> (narasi yang menjelaskan pandangan karakter lewat proses pemikirannya, bisa lewat teknik monolog atau aksi-reaksi) dilekatkan dalam karya-karyanya. Ketenaran Virginia merosot setelah Perang Dunia II, namun bangkit kembali bersama kekuatan gelombang feminisme pada tahun 1970.</p>
<p>Setelah menyelesaikan naskah novelnya <em>Between the Acts,</em> Virginia terjatuh dalam kegelapan depresi lagi, sama seperti yang dialaminya ketika masih remaja. Perang Dunia II dan kehancuran rumahnya di London membuat kondisinya menjadi-jadi sehingga dia tak sanggup bekerja. Dalam surat terakhirnya untuk suaminya, Virginia mengaku dia mendengar suara-suara dan tak bisa berkonsentrasi. Dia tak ingin membuat suaminya dibebankan dengan penyakit jiwanya. Pada tanggal 28 Maret 1941, Virginia mengambil jaket panjangnya, mengisinya kantung-kantungnya dengan batu sebagai pemberat, dan berjalan ke Sungai Ouse, dekat rumahnya. Dia menenggelamkan dirinya di sungai itu. Mayatnya tak ditemukan sampai pada tanggal 18 April 1941.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-16285" title="vw2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/vw2.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>Di zaman sekarang, penelitian kepada buah karya Virginia lebih difokuskan pada topik feminisme dan lesbian. Esai berjudul <em>Virginia Woolf: Lesbian Readings </em>diterbitkan tahun 1997 oleh Eileen Barrett dan Patricia Cramer. Ada juga esai yang meneliti tentang pelecehan seksual yang dialami Virginia di masa remajanya. Buku itu berjudul <em>Virginia Woolf: The Impact of Sexual Abuse on Her Life And Work </em>oleh Louise A. DeSalvo.</p>
<p>Novel <em>The Hours </em>yang memenangkan penghargaan Pulitzer Prize ditulis oleh Michael Cunningham di tahun 1998 bercerita tentang tiga perempuan yang berasal dari tiga generasi, yang tersentuh oleh novel karya Virginia, <em>Mrs. Dalloway.</em> Pada tahun 2002, novel itu diangkat ke layar lebar dengan aktris Nicole Kidman yang beradu akting sebagai Virginia Woolf dengan Julianne Moore dan Meryl Streep. Nicole Kidman mendapatkan penghargaan Academy Award sebagai <em>Best Actress</em> di tahun yang sama lewat film tersebut.</p>
<p>Virginia Woolf rasanya pantas dinobatkan sebagai salah satu tokoh lesbian yang inspiratif lewat keteguhannya membela perempuan dan  kualitas karya-karyanya. Bukan itu saja. Cinta Virginia yang besar pada Vita tertulis di berlembar-lembar catatan hariannya, menjadi abadi dan dikenang oleh generasi selanjutnya: <em>“She shines with a candle-lit radiance, pink glowing, grape clustered, pearl hung.”</em></p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2011</p>
<p>**Artikel ini ditulis atas diskusi/pertanyaan-pertanyaan tentang Virginia Woolf di milis SepociKopi. Terima kasih buat para miliser SepociKopi yang tertarik menanggapi pahlawan lesbian Virginia Woolf.</p>
<p><strong>Keterangan gambar:</strong><br />
1. Lukisan Virginia Woolf oleh George Charles Beresford<br />
2. Potret diri Vita Sackville-West<br />
3. Novel Orlando, didedikasikan untuk Vita Sackville-West<br />
4. Surat-surat cinta Virginia Woolf dan Vita Sackville-West<br />
5. Salah satu buku esai yang membahas hubungan percintaan Virginia dan Vita</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/11/25/noktah-merah-virginia-woolf-penulis-lesbian-garis-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Depresi Lesbian, Sekarang dan Dulu</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/11/04/noktah-merah-depresi-lesbian-sekarang-dan-dulu/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/11/04/noktah-merah-depresi-lesbian-sekarang-dan-dulu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Nov 2011 04:59:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=15785</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Sebelumnya aku pernah menulis tiga artikel yang berkelanjutan tentang depresi dan hubungannya dengan merokok, alkohol, dan bunuh diri (silakan klik). Mengapa depresi? Seperti yang pernah kutulis, menurut Dr. Stephen Goldstone &#8211; yang berpraktek di New York khusus untuk kalangan gay mengatakan bahwa depresi adalah penyakit mental yang serius menimpa kaum LGBT. Riset yang dilakukan pada tahun 2000 oleh K-Y Brand Liquid mengatakan bahwa kesehatan jiwa adalah hal nomor satu yang berbahaya, setelah penyakit HIV/AIDS.
Menyadari betapa pentingnya kesehatan jiwa kaum lesbian, aku mulai melakukan pengamatan dengan serius, baik dari hubungan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/depresi1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-15792" title="depresi1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/depresi1.jpg" alt="" width="170" height="238" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p>Sebelumnya aku pernah menulis tiga artikel yang berkelanjutan tentang depresi dan hubungannya dengan <a href="http://sepocikopi.com/2010/06/02/on-depression-and-smoking/">merokok,</a> <a href="http://sepocikopi.com/2010/06/09/on-depression-and-alcoholism/">alkohol</a>, dan <a href="http://sepocikopi.com/2010/06/16/on-depression-and-suicide-tamat/">bunuh diri</a> (silakan klik). Mengapa depresi? Seperti yang pernah kutulis, menurut Dr. Stephen Goldstone &#8211; yang berpraktek di New York khusus untuk kalangan gay mengatakan bahwa depresi adalah penyakit mental yang serius menimpa kaum LGBT. Riset yang dilakukan pada tahun 2000 oleh K-Y Brand Liquid mengatakan bahwa kesehatan jiwa adalah hal nomor satu yang berbahaya, setelah penyakit HIV/AIDS.</p>
<p><span id="more-15785"></span>Menyadari betapa pentingnya kesehatan jiwa kaum lesbian, aku mulai melakukan pengamatan dengan serius, baik dari hubungan <em>interpersonal</em>-ku dengan teman-teman lesbian; interaksi/komunikasi pribadi sesama lesbian di forum, milis, maupun komen di blog, sampai dengan pernyataan dan pemikiran lesbian yang tertuang di catatan blog/twitter/facebook. Semuanya tentu saja adalah maya, karena dunia maya bagi banyak lesbian semacam <em>tube </em>atau pembuangan saluran kotoran/infeksi yang mengendap dalam hidup kaum lesbian. Selain itu, ternyata SepociKopi juga menjadi tempat bagi banyak sekali mahasiswa untuk melakukan riset/penelitiannya tentang lesbian dan kesehatan mentalnya.</p>
<p>Banyak yang mengira kesehatan mental seperti depresi adalah hal sepele, hal yang dapat diselesaikan hanya dengan mengobrol dengan sesama lesbian atau teman. Namun waspada! Depresi bisa seberbahaya penyakit kanker. Ada di dalam tubuh kita, menggerogoti, menghancurkan, dan membunuh. Depresi bisa memporakpandakan hubungan antar-teman atau antar-lesbian, bahkan menjadi luas sehingga mengganggu pekerjaan, pelajaran, tidur, makan, dan kesehatan umum, seperti diabetes atau penyakit jantung. Yang paling mengerikan: bunuh diri. Tingkat kaum LGBT bunuh diri dilaporkan tinggi dibandingkan dengan kaum heteroseksual.</p>
<p>Dari sejak zaman Romawi Kuno, depresi dianggap sebagai penyakit &#8220;tubuh&#8221; yang memerlukan penanganan medis, tak membedakannya dengan gangguan mental. Fakta ini tidak diteliti sampai dengan masa modern. Eropa pada abad 17 dan 18 menggunakan istilah &#8220;melankolia&#8221; untuk menjelaskan aneka spektrum gangguan psikis ini. Orang-orang dengan depresi terkadang terlewat begitu saja dari penanganan dokter. Pada zaman itu, orang-orang yang mengalami delusi, halusinasi, mania akan mengganggu kondisi di kota-kota Eropa yang miskin dan kotor, sehingga solusi satu-satunya adalah dengan &#8220;memenjarakan&#8221; (alias mengunci) mereka di ruang-ruang tertutup. Padahal, depresi &#8211; secara umum &#8211; adalah pembunuh yang bekerja dalam diam.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/depresi2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-15793" title="depresi2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/depresi2.jpg" alt="" width="170" height="282" /></a>Pada abad itu, bahkan dokter yang melihat dengan jelas kondisi klinis pasiennya yang sangat depresi tidak bisa berbuat apa-apa. Diagnosanya biasanya sederhana, seperti semangkuk sup ayam atau berendam di air hangat. Kadang mereka menganjurkan agar para pasiennya berlibur di pedesaan agar bisa menikmati udara yang lebih segar. Pada abad 17, Rubort Burton menulis buku yakni, <em>The Anatomy of Melancholy.</em> Burton mengatakan melankonlia bisa disembuhkan dengan diet yang sehat, tidur nyenyak, mendengarkan musik, melakukan pekerjaan, dan cuhat kepada teman. Hal ini terus berlanjut sampai ke abad sembilan belas dan dua puluh. Tidak banyak perubahan pada abad itu dalam menyelidiki penyakit kejiwaan.</p>
<p>Setelah akhir perang dunia kedua, penelitian dalam bidang kesehatan mental semakin berkembang dengan cepat. Penemuan-penemuan canggih terus menerus berlanjut, dimulai dari tahun 1928 saintis Otto Loewi menemukan <em>neurotransmitter </em>pertama kali yang dipancarkan oleh otak, bernama <em>acetylcholine</em>. Masih membutuhkan 24 tahun kemudian bagi para peneliti untuk berhasil menemukan serotonin (yang membuat manusia merasakan &#8220;bahagia&#8221;) dan dopamin (banyak fungsi, salah satunya buat manusia memiliki &#8220;motivasi&#8221;) di dalam kepala manusia. Sampai pada tahun 1980, saintis sudah berhasil menemukan 40 <em>neurotransmitter </em>di dalam otak manusia.</p>
<p>Pada tahun 1960, obat-obatan herbal mulai menunjukkan keterkenalannya bagi para penderita mental klinis. Di bidang <em>Cognitive Behavior,</em> penderita diajak untuk menyadari bahwa segala tindak tanduk dan pemikiran negatif akan menghasilkan kehancuran, sementara kekuatan pemikiran positif akan membuat pasien menjadi lebih sehat secara psikis. Sampai tahun 2011 sekarang, ilmu kesehatan jiwa masih terus menerus berkembang dan semakin diperbaiki. Sebagai ilmu yang masih &#8220;muda&#8221;, ilmu ini menarik banyak minat. Para peneliti bergerak dengan cepat, sebab manusia mati bukan saja disebabkan oleh penyakit fisik, tapi juga psikis. Penelitian dan riset bagi kesehatan jiwa bagi kaum LGBT juga mulai menunjukkan titik cahaya.</p>
<p>Sebagai kaum lesbian, kita harus kembali melihat diri kita lagi. Pelajari apa itu depresi dan bagaimana efeknya bagi kita. Lesbian yang depresi akan memiliki pemikiran atau perasaan yang tak berharga (dirinya), merasa dikejar rasa bersalah terus menerus atau penyesalan yang tiada henti, merasa tak berdaya, tak punya harapan, dan membenci dirinya sendiri. Hati-hati, lesbian, jika kita sudah mulai menyimpan pemikiran atau perasaan yang seperti itu, sadarilah, bahwa itu adalah ujung ekor dari depresi. Depresi memiliki banyak spektrum, mulai dari yang paling ringan, sampai yang paling berat sehingga mengakibatkan picu untuk penyakit-penyakit kejiwaan yang lain.</p>
<p><iframe width="300" height="233" src="http://www.youtube.com/embed/mlNCavst2EU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>Di bawah ini beberapa tanda-tanda depresi yang sudah mengendap dan menguasai seluruh kesehatan mental. Segeralah cari pertolongan profesional jika dirimu seperti di bawah ini.<br />
1. Membenci diri sendiri, membenci lingkungan sekitarnya, membenci kaum LGBT<br />
2. Merasa selayaknya mati atau dibunuh, karena menjadi lesbian adalah kekotoran/dosa yang tak bisa dihapus<br />
3. Merasa terjebak dengan situasi, putus asa, dan merasa tak punya harapan untuk mengubah nasib<br />
4. Kesepian, merasa tidak memiliki siapa-siapa, merasa tidak dicintai/mampu mencintai<br />
5. Delusi (contohnya, merasa seluruh dunia memusuhi; merasa kaum LGBT adalah kaum jahat yang akan menghancurkan dirinya, bahkan peradaban manusia), halusinasi (tidak jelas antara <em>real </em>vs <em>unreal</em>)<br />
6. Merasa tak memiliki kekuatan untuk menghargai diri sendiri, merasa terpinggirkan, tersingkirkan, ditolak oleh kaum lesbian/masyarakat</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/depresi3.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/depresi3-300x300.jpg" alt="" title="depresi3" width="300" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-15805" /></a>Sebagai lesbian, kita memiliki moral dan tanggung jawab untuk membantu lesbian lain yang mengalami depresi. Jika melihat atau mengetahui sahabat lesbian yang memiliki diagnosis seperti di atas tadi, segeralah mengingatkanya tentang bahaya penyakit kejiwaan. Bawalah dia ke situs SepociKopi untuk mendapatkan <em>support group </em>dari sesama lesbian dan menyadari bahwa dia tidak sendirian. Jika ada orang lain yang mem-<em>bully </em>dirinya, tariklah dia dari lingkungan negatif yang membuatnya semakin depresi. </p>
<p>Wahai lesbian, janganlah menganggap enteng depresi. Janganlah membiarkan depresi menjadi kronis. <em>Give Hope Save Lives. </em>Sadari jika tahu, berubahlah jika mengerti, sembuhlah jika sakit, berobatlah jika tak bisa dikendalkan lagi. Jadilah lesbian yang sehat jiwa raga; yang bahagia lahir batin; yang mencintai diri dengan penuh, yang mampu berkarya, bermimpi, bercita-cita, dan bersemangat. Ayo, lesbian, mari jadi manusia unggul yang berguna bagi diri sendiri dan sesama! Katakan ini: <em>I am crazy about myself!</em></p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2011<br />
<strong><br />
Keterangan gambar:</strong><br />
1. Foto Sigmund Freud, pemikir dan peletak dasar <em>psychoanalysis</em><br />
2. Buku <em>The Anatomy of Melancholy</em><br />
3. Mari menyelamatkan hidup</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/11/04/noktah-merah-depresi-lesbian-sekarang-dan-dulu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Gerwani, Hikayat Para Perempuan Perkasa</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/09/30/noktah-merah-gerwani-hikayat-para-perempuan-perkasa/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/09/30/noktah-merah-gerwani-hikayat-para-perempuan-perkasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Sep 2011 12:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=15019</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Dari Tanah Air, sejarah kekuatan feminisme dan lesbian sebenarnya sudah dapat dirinci dan dibaca lewat jejak-jejak langkahnya. Negeri Nusantara sangatlah luas dan memiliki sosial budaya yang sangat beragam, tentu kehidupan homoseksual juga memiliki posisinya yang unik sepanjang masa. Sayangnya, penelitian sejarah homoseksual di negara Indonesia masih sedikit dan lemah, kalau boleh dibilang nyaris tenggelam dan hilang di antara hiruk pikuk penelitian-penelitian lainnya. Literatur, esai, dan catatan tentang kehadiran sepak terjang kaum lesbian di Indonesia tidak memiliki kuantitas dan kualitas yang bersaing dengan sejarah homoseksual di negara-negara lainnya.
Menjelang perayaan 1 ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/09/gerwani1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-15021" title="gerwani1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/09/gerwani1.jpg" alt="" width="250" height="224" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p>Dari Tanah Air, sejarah kekuatan feminisme dan lesbian sebenarnya sudah dapat dirinci dan dibaca lewat jejak-jejak langkahnya. Negeri Nusantara sangatlah luas dan memiliki sosial budaya yang sangat beragam, tentu kehidupan homoseksual juga memiliki posisinya yang unik sepanjang masa. Sayangnya, penelitian sejarah homoseksual di negara Indonesia masih sedikit dan lemah, kalau boleh dibilang nyaris tenggelam dan hilang di antara hiruk pikuk penelitian-penelitian lainnya. Literatur, esai, dan catatan tentang kehadiran sepak terjang kaum lesbian di Indonesia tidak memiliki kuantitas dan kualitas yang bersaing dengan sejarah homoseksual di negara-negara lainnya.</p>
<p><span id="more-15019"></span>Menjelang perayaan 1 Oktober, ingatlah akan sejarah berdarah Republik Indonesia, empat puluh enam tahun silam. Tentang Gerakan 30 September 1965. Tentang Partai Komunis Indonesia. Tentang suatu kekuatan kolektif perempuan yang membuat penguasa terancam. Pernahkan kita mengingat nama &#8216;Gerwani&#8217; tanpa merinding di zaman Orde Baru ketika di mana pun kita berada kita selalu disuntik doktrin seram &#8220;Awas, bahaya laten komunisme!&#8221; ?</p>
<p>Ya, Gerwani. Gerwani adalah kuda hitam dalam percaturan arus naik dan turun Indonesia. Gerwani singkatan dari Gerakan Wanita Indonesia, adalah organisasi komunis perempuan di Indonesia yang tumbuh dan hidup dari tahun 1950 sampai tahun 1966. Pada tahun-tahun yang penuh dengan gejolak itu, Gerwani memiliki anggota yang sangat mencengangkan, 650,000 pada tahun 1957. Atas nama Gerwani, penguasa menuduh dan mengidentifikasikan organisasi ini sebagai bagian dan dalang perusuh pertumpahan darah besar pada tanggal 30 September 1965.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/09/gerwani2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-15022" title="Mantan anggota Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) Lestari, Sri Sulistiawati, dan Pudjiati menunjukkan buku Penghancuran Gerakan Perempuan 'Politik Seksual Di Indonesia Pasca Kejatuhan PKI disela peluncurannya di Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/09/gerwani2-300x195.jpg" alt="" width="300" height="195" /></a>Gerwani sering diidentifikasikan dengan Partai Komunis Indonesia, tapi sebenarnya Gerwani adalah sebuah organisasi independen yang merupakan campuran dari gerakan dan pemikiran sosialis dan feminis. Yang diperjuangkan termasuk isu perkawinan, hak-hak buruh, dan gelombang kekuatan nasionalisme. Singkat cerita, setelah gerakan<em> coup d&#8217;etat</em> terhadap Presiden Soekarno pada tahun 1965, organisasi Gerwani dihancurkan dan banyak anggota aktifnya dibunuh. Di bawah kekuasaan Orde Baru, organisasi ini distempel sebagai kelompok radikal perempuan yang tidak bermoral bagi keamanan bangsa. Gerwani dituduh sebagai sayap kiri yang melakukan penyelewengan (misalnya melakukan pesta seks liar, memotong kemaluan para jendral, menari telanjang pada malam G30S) dan kontra-revolusi. Sejarah ini ditulis ulang selama berpuluh-puluh tahun, masuk ke dalam seluruh sendi-sendi masyarakat saat penguasa Orde Baru berkuasa.</p>
<p>Kini, marilah kita kembali menilik Gerwani. Bagaimana geliat para perempuan di zaman itu; perempuan-perempuan dengan kekuatan dasyat dalam mengusung kesetaraan feminisme, termasuk kebebasan orientasi seksual? Pertengahan tahun 1950, enam organisasi massa perempuan melebur dalam satu wadah yang disebut sebagai Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis) di Semarang. Program utama Gerwis tentu saja adalah mempertanyakan UU Perkawinan, menggelorakan hak-hak perempuan, dan mengangkat harkat kaum buruh/tani. Di Jakarta, pada bulan Desember 1951, Gerwis mengadakan kongres pertamanya, dan mengubah nama menjadi Gerwani.</p>
<p>Gerwani menentang poligami dan memberikan pendidikan bagi perempuan. Menurut Gerwani, Indonesia harus memiliki Undang-undang Perkawinan yang prinsipnya harus monogami, salah satu program yang diperjuangkan dari sejak organisasi ini terbentuk. Gerwani juga memiliki kelonggaran bagi anggotanya yang memiliki orientasi seksual berbeda. Mereka tidak melarang jika ada anggotanya yang lesbian, namun hanya diperingatkan. Sebab pada tahun 1965, homoseksual masih dianggap penyakit jiwa.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/09/gerwani3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-15023" title="gerwani3" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/09/gerwani3-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a>Tris Metty, adalah ketua pertama Gerwis yang diganti ketika diadakan kongres pertama Gerwis Di Yogyakarta. Tris pernah menjadi ketua Rukun Putri Indonesia, salah satu organisasi perempuan dari enam organisasi yang bergabung ke dalam Gerwis. Tris terkenal sebagai lesbian karena dia sangat berterus terang tentang orientasi seksual dirinya. Ada dugaan, dia disingkirkan dari ketua karena dianggap terlalu &#8220;lantang&#8221;. Sampai sekarang, masih saja ada perdebatan tentang sikap Gerwani terhadap keberagaman seksualitasnya, namun konon disebutkan bahwa ada tiga tokoh perempuan di dalam tubuh organisasi Gerwani yang berorientasi lesbian.</p>
<p>Gerwani memulai organisasinya dari kekuatan 500 ribu menjadi 1,5 juta dan memiliki cabang hampir di semua daerah. Sampai kini, Gerwani tetap menjadi satu-satunya organisasi perempuan terbesar di Indonesia. Belum ada lagi organisasi perempuan modern yang mampu menyaingin anggota Gerwani. Gerwani juga bergabung dengan <em>World Women Democratic Federation,</em> yaitu gerakan perempuan dunia yang demokratis. Tujuannya untuk menciptakan perdamaian.</p>
<p>Gerwani membuka sekolah-sekolah untuk memberantas buta huruf di Indonesia. Seluruh kegiatan Gerwani bertujuan untuk mendidik anggotanya menjadi perempuan yang sadar politik. Perempuan-perempuan ini kemudian didorong untuk merawat dan mendidik rakyat. Pendidikan ini antara lain adalah ceramah dan pertemuan-pertemuan rutin, seperti rapat dan arisan; kursus-kursus keterampilan dan kursus pemberantasan buta huruf maupun pendirian TK Melati. Dalam situasi negara yang baru saja keluar dari perang di tahun 1950, Gerwani mengklaim telah mendirikan 1.478 TK Melati di berbagai wilayah di Indonesia.</p>
<p>Kekuatan organisasi perempuan Gerwani akhirnya menjadi menakutkan bagi peta percaturan politik Indonesia. Pertumpahan darah tak lagi terelakkan. Orde Baru lahir dengan pembunuhan dan ditutup dengan kerusuhan yang menumpahkan darah juga. Orde Baru lahir dengan penyiksaan kepada kaum perempuan dan ditutup dengan perkosaan kepada kaum perempuan juga. Gerwani dibungkam sampai pada detik ini. Bukan cuma mendapat pembredelan, Gerwani juga dicoreng dengan keburukan fitnah. Orde Baru melukiskan Gerwani sebagai perempuan yang gila seks, lesbian, keji, dan liar; perempuan yang tak bermoral dan tak mau tunduk pada lelaki.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/09/gerwani4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-15024" title="gerwani4" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/09/gerwani4-300x224.jpg" alt="" width="240" height="179" /></a>Sejak Orde Baru jatuh dan reformasi terus menerus digaungkan, sejarah yang sesungguhnya perlahan-lahan terkuak. Yang dulu hanya dibicarakan dalam bisik-bisik penuh ketakutan, kini sudah bisa didiskusikan dengan lebih lantang. Banyak peneliti, aktivis, dan politis perempuan membantu para perempuan Indonesia menoleh ke belakang dengan cermin yang lebih jernih. Diskusi intelektual, seminar, pembuatan film, pembelajaran akademik tentang latar belakang politik PKI, seksualitas dan feminisme pada tubuh Gerwani terus menerus mendapat tempat, memberikan sejarah baru untuk kaum muda di masa depan. Inilah kenyataannya, kebenaran yang disembunyikan dan dibunuh oleh penguasa Orde Baru!</p>
<p>Bagaimana dengan kita, kaum lesbian? Masihkah kita buta dan tuli akan masa lalu yang terjadi di tanah air ini? Masa lalu selalu faktual. Masa lalu selalu ada di masa sekarang. Masa lalu berdenyut pada cita-cita dan semangat. Sebagai lesbian, sudah selayaknya kita berutang pada masa lalu &#8211; termasuk Gerwani, untuk meneruskan cahaya yang tak pernah padam dalam diri setiap perempuan Indonesia yang ingin merdeka.</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2011</p>
<p><strong>Reference:</strong></p>
<p>1. Brenner, S.A. (1998) <em>The Domestication of Desire: Women, Wealth, and Modernity in Java</em>, NY: Princeton University Press</p>
<p>2. Oetomo, D (2009)<em> Is There a Place for Us Across the Golden Bridge?</em> Center for Minority, Gender, and Human Rights, 13 Agustus 2009<br />
Available at: http://centerforminoritygenderandhumanrights.org/archives/2009/08/13/is-there-a-place-for-us-across-the-golden-bridge/</p>
<p>3. Purwanti, F. (2011) <em>Pembuka Jalan Gerakan Perempuan</em>, majalah-historia.com [internet], 14 Maret 2011. Available at: http://www.majalah-historia.com/berita-436-pembuka-jalan-gerakan-perempuan.html</p>
<p>4. Wieringa, S. (1999) <em>Reformasi, Sexuality, Communism In Indonesia, </em>First Conference on Sexuality and Human Rights, for panel Living Genders/Sexualities in Southeast Asia. Manchester: Institute of Social Studies.</p>
<p>5. Wieringa, S. (2000) <em>Culture, Health, And Sexuality. </em>Vol. 2 no. 4, Taylor &amp; Francis.</p>
<p>6. Wieringa, S. (2002) <em>Sexual Politic In Indonesia</em>, hardcover. Palgrave Macmillan.</p>
<p>7. Wieringa, S. (2010) <em>Penghancuran Gerakan Perempuan: Politik Seksual di Indonesia Pasca Kejatuhan PKI</em>, Yogyakarta: Galang Press.</p>
<p><strong>Keterangan gambar:</strong><br />
1. Para perempuan anggota Gerwani<br />
2. Peluncuran Buku <em>Penghancuran Gerakan Perempuan: Politik Seksual di Indonesia</em> karya Saskia Wieringa<br />
3. Poster untuk pameran grafis, lukis, foto, dan film tentang Gerwani<br />
4. Penulis Saskia Wieringa bersama para tokoh pimpinan Gerwani</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/09/30/noktah-merah-gerwani-hikayat-para-perempuan-perkasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Lesbian dari Dulu Sampai Sekarang IX</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/08/05/noktah-merah-lesbian-dari-dulu-sampai-sekarang-ix/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/08/05/noktah-merah-lesbian-dari-dulu-sampai-sekarang-ix/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 07:14:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Coming Out]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=14166</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ade Rain
Januari 2000 : Lesbian Indonesia mulai memanfaatkan jejaring sosial aktif chatroom www.gay.com di Asian Women Chat (women’s floor). Rata-rata yang bergabung merupakan lesbian Indonesia yang bersekolah di luar negeri.
16 April 2000: Montpelier, VT. 19-11 suara menyetujui pasangan gay untuk membentuk &#8220;serikat sipil&#8221; yang akan memberikan mereka semua hak, dan manfaat yang tersedia di bawah hukum negara sebagai pasangan yang menikah.
30 April 2000: Washington , DC &#8211; Ribuan demonstran berkumpul di National Mall di Washington pada Minggu untuk berunjuk rasa menuntut hak-hak gay, lesbian, biseksual dan transgender.
1 Juli 2000: ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-14167" title="sembilan1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan1-213x300.jpg" alt="" width="213" height="300" /></a>Oleh: Ade Rain</p>
<p>Januari 2000 : Lesbian Indonesia mulai memanfaatkan jejaring sosial aktif <em>chatroom </em>www.gay.com di <em>Asian Women Chat</em> (<em>women’s floor</em>). Rata-rata yang bergabung merupakan lesbian Indonesia yang bersekolah di luar negeri.</p>
<p>16 April 2000: Montpelier, VT. 19-11 suara menyetujui pasangan gay untuk membentuk &#8220;serikat sipil&#8221; yang akan memberikan mereka semua hak, dan manfaat yang tersedia di bawah hukum negara sebagai pasangan yang menikah.</p>
<p><span id="more-14166"></span>30 April 2000: Washington , DC &#8211; Ribuan demonstran berkumpul di National Mall di Washington pada Minggu untuk berunjuk rasa menuntut hak-hak gay, lesbian, biseksual dan transgender.</p>
<p>1 Juli 2000: Rattleboro, VT &#8211; Di Vermon, Carolyn Conrad dan Kathleen Peterson, menjadi pasangan homoseksual pertama yang bersatu secara hukum di negara bagian tersebut.</p>
<p>7 September 2000: San Antonio, TX &#8211; Pasangan lesbian dari Houston membuat sejarah dengan mendapatkan lisensi pernikahan pertama yang dikeluarkan di Texas , di bawah hukum negara, dan salah satu dari mereka menjadi seorang pria.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-14168" title="sembilan" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan-300x272.jpg" alt="" width="300" height="272" /></a>30 November 2000: Pertunjukan perdana <em>Queer as Folk</em> dari seri Brit populer di siaran televisi kabel jaringan.</p>
<p>Januari 2001: Lesbian Indonesia mulai memanfaatkan situs jejaring Mirc untuk berhubungan satu sama lain. Mulai membuat  ruang-ruang sendiri seperti Indolez kemudian diikuti dengan Rara, Cliet, dan banyak lagi.</p>
<p>27 Januari 2001:  Oak Park, IL &#8211; Pramuka Amerika menolak piagam tujuh paket <em>Cub Scout </em>dan pasukan Pramuka karena sponsor mereka telah menentang kebijakan organisasi yang tidak memasukkan anggota dan pemimpin gay.</p>
<p>9 April 2001: Washington, DC &#8211; Scott Evertz, seorang gay, pemimpin partai Republik di Wisconsin tercatat sebagai direktur Gedung Putih Kantor Kebijakan AIDS Nasional.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-14169" title="sembilan4" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan4.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>16 Juli 2001: Pemungutan suara dengan hasil 317-208, diambil Jumat di sidang umum tahunan gereja <em>Leaders of the Presbyterian Church</em> (USA) di Louisville, Kentucky, melalui dua jam lebih perdebatan. Akhirnya mereka memutuskan untuk membatalkan hukum larangan homoseksual pada pemuka dan pendeta gereja.</p>
<p>19 Juli 2001: Pembela hak-hak gay mengatakan hukum akan memastikan bahwa pekerja tidak dapat dipecat karena operasi pergantian seks.</p>
<p>24 Juli 2001: Roanoke , VA &#8211; Ronald E. Gay, seorang gelandangan, mengaku kepada polisi bahwa lelucon yang mengolok  nama terakhirnya telah membuatnya marah, hingga ia melakukan penembakan membabibuta pada sebuah gay bar (Backstreet Cafe di Roanoke ) yang menewaskan satu orang dan melukai lima orang lain dan seorang wanita. Gay (55 tahun) diputuskan bersalah.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-14170" title="sembilan3" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan3-198x300.jpg" alt="" width="198" height="300" /></a>27 Juli 2001 : Houston, TX &#8211; Houston Dewan Kota menyetujui peraturan melarang diskriminasi terhadap pria gay dan lesbian dipekerjakan oleh badan-badan kota.</p>
<p>28 Juli 2001: San Francisco, CA &#8211; Sharon Smith, kekasih seorang perempuan yang tewas terbunuh oleh serangan anjing, menjadi lesbian pertama diberikan kedudukan hukum secara sah yang dapat mengajukan gugatan <em>wrongful death</em> kepada pasangan yang bertanggungjawab terhadap anjing tersebut.</p>
<p>1 Agustus 2001: Berlin , Jerman &#8211; Angelika dan Gudrun mengenakan tuksedo hitam dan dasi kupu-kupu putih, bertukar cincin dan disahkan sebagai pasangan sah pertama homoseksual Jerman yang dipersatukan dengan ciuman. The new <em>Partnership Law </em>memungkinkan hak warisan dan asuransi kesehatan, tetapi tidak memberikan hak istimewa dalam kemitraan pajak seperti yang diberikan pada pasangan pernikahan heteroseksual.</p>
<p>2 Agustus 2001: Jerman &#8211; hukum itu tetap berlaku meskipun ada tekanan dari oposisi konservatif. Di bawah hukum yang baru, pasangan lesbian dan gay yang mendaftarkan hubungan mereka dapat memiliki hak waris dan dapat berbagi nama keluarga (termasuk warganegara  asing). Namun hukum tidak memberikan keuntungan pajak seperti yang diberikan kepada pasangan menikah heteroseksual serta hak untuk mengadopsi anak.</p>
<p>2 Agustus 2001: Boston, MA &#8211; Dewan Minuteman, terdiri dari 330 tentara dan 18.000 Pramuka di Greater Boston, salah satu dewan Pramuka terbesar di Massachusetts, mengizinkan <em>scoutmasters </em>gay di bawah kebijaksanaan baru &#8216;<em>don&#8217;t ask-don&#8217;t tell</em>&#8216; policy, meskipun organisasi nasional melarangan homoseksual.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-14171" title="sembilan2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/sembilan2.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>20 Agustus 2001: Miami , FL &#8211; Seorang hakim federal memutuskan bahwa hukum Florida melarang anak-anak diadopsi oleh pasangan homoseksual masih berlaku. Negara bagian ini memperlakukan hukum yang paling keras bagi hukum adopsi. Missisipi dan Utah juga memperlakukan hukum adopsi yang sama: hanya kaum heteroseksual dan sudah menikah yang diperbolehkan mengadopsi anak.</p>
<p>22 Agustus 2001: Sensus Amerika Serikat menunjukkan pasangan sesama jenis mencapai 600.000 rumah di AS. Pasangan gay atau lesbian ada hampir di setiap kabupaten.</p>
<p>11 September 2001: Seorang penumpang Mark Bingham, pada penerbangan United Airlines yang jatuh di Pennsylvania adalah salah satu penumpang (gay) yang berkelahi dan berjuang melawan pembajak teroris.</p>
<p>29 September 2001: Negara Afrika Selatan mengeluarkan hukum bahwa pasangan lesbian dan gay boleh mengadopsi anak. Parlemen Finlandia mengizinkan pasangan gay untuk mendaftarkan hukum sebagai pasangan, dengan hak untuk mendapatkan warisan properti dan hak mengunjungi pasangan di rumah sakit. Tapi hukum itu tidak mengizinkan mengadopsi anak atau berbagi nama keluarga.</p>
<p>14 November 2001: Pengadilan Mesir memenjarakan 23 orang yang dituduh menjadi bagian dari pesta seks gay di cruise yang berlayar di Sungai Nil.</p>
<p>@Ade Rain, SepociKopi, 2011</p>
<p><strong>Keterangan gambar:</strong><br />
1. Film seri <em>Queer as Folk</em><br />
2. Carolyn Conrad dan Kathleen Peterson &#8211; pasangan lesbian pertama menandatangani surat pernikahan<br />
3. Scott Evertz mengambil sumpah di Gedung Putih<br />
4. Pawai dan demonstrasi Millenium March di National Mall<br />
5. Mark Bingham dalam kenangan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/08/05/noktah-merah-lesbian-dari-dulu-sampai-sekarang-ix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Beyond Male And Female</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/07/22/noktah-merah-beyond-male-and-female/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/07/22/noktah-merah-beyond-male-and-female/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jul 2011 03:41:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pergerakan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[urban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=13820</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Tersebutlah Hermaphroditus, anak dari Dewi Aphrodite (Venus) dan Dewa Hermes (Merkurius) dalam mitologi Romawi. Dia adalah simbol biseksual dan transeksual. Digambarkan dalam lukisan seni Greco-Roman sebagai perempuan dengan alat kelamin lelaki, namanya (hermaphrodite) kini diambil sebagai istilah medis dan biologi.
Hermaphroditus dianggap sebagai dewa karena tubuhnya yang sangat cantik tapi kualitas maskulinnya yang tertanam dalam dirinya membuatnya sempurna. Namun ada pula pandangan yang mengatakan bahwa gabungan dua unsur maskulin dan feminim dalam dirinya membuatnya memiliki kualitas monster. Dalam analisis Hermaphroditus, disebutan bahwa dewa ini sering dilihat sebagai setan maupun tuhan.

Salah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/h1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13823" title="h1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/h1.jpg" alt="" width="191" height="359" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p>Tersebutlah Hermaphroditus, anak dari Dewi Aphrodite (Venus) dan Dewa Hermes (Merkurius) dalam mitologi Romawi. Dia adalah simbol biseksual dan transeksual. Digambarkan dalam lukisan seni Greco-Roman sebagai perempuan dengan alat kelamin lelaki, namanya (<em>hermaphrodite</em>) kini diambil sebagai istilah medis dan biologi.</p>
<p>Hermaphroditus dianggap sebagai dewa karena tubuhnya yang sangat cantik tapi kualitas maskulinnya yang tertanam dalam dirinya membuatnya sempurna. Namun ada pula pandangan yang mengatakan bahwa gabungan dua unsur maskulin dan feminim dalam dirinya membuatnya memiliki kualitas monster. Dalam analisis Hermaphroditus, disebutan bahwa dewa ini sering dilihat sebagai setan maupun tuhan.<br />
<span id="more-13820"></span><br />
Salah satu manusia hermaprodit yang terkenal bernama Herculine Barbin, warganegara Prancis yang lahir pada tahun 1838. Dia lahir dengan dua alat kelamin, namun dibesarkan sebagai perempuan. Ketidakmampuannya menstruasi, berpayudara (malah dia berkumis dan berbulu lebat) dan jatuh cinta dengan lawan jenis lain (lelaki) membuatnya curiga sehingga atas dorongan seorang pendeta, dia memeriksakan kondisi dirinya dengan seorang dokter. Ternyata di dalam tubuhnya, dia memiliki penis dan testis (yang tak terlihat). Setelah berubah menjadi lelaki di atas meja operasi, dia menulis memoir tentang penderitaan dirinya hidup sebagai manusia interseks. Memoirnya diterbitkan dan diangkat dalam berbagai pertunjukan teater/drama.</p>
<p>Sepanjang sejarah, manusia yang tidak jatuh pada &#8220;kategori&#8221; Perempuan atau Lelaki sering kali dianggap sebagai makhluk aneh yang hina dan mengerikan. Istilah &#8220;gender ketiga&#8221; atau &#8220;seksualitas ketiga&#8221; menjelaskan sosok manusia lain yang masuk dalam kategori bukan-perempuan-bukan-lelaki. Istilah &#8220;ketiga&#8221; berarti <em>the other</em> atau jenis yang &#8220;lain&#8221;. Menurut buku Changing Ones: <em>Third and Fourth Genders in Native North America,</em> ada bentuk-bentuk gender lain yang masuk pada kategori keempat.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/h2.png"><img class="alignleft size-full wp-image-13825" title="h2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/h2.png" alt="" width="300" height="300" /></a>Walaupun biologi sudah jelas menyebutkan bahwa secara genetik manusia masuk dalam 2 kategori (lelaki dan perempuan, atau XX dan XY), masih ada keberbedaan genetika yang memasukkan manusia dalam kategori-kategori lain, seperti XXY, YYX, XX ditambah Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH) yang membuat klitoris menjadi penis, dan XY ditambah Androgen Insensitivity Syndrome (AIS) yang membuat penis menjadi klitoris. Fakta perempuan dan lelaki tidak hanya ditentukan oleh genetika, tapi seringkali ditentukan oleh lingkungan, identitas seksual, dan karakteristik lainnya. Di beberapa budaya dan negara, gender ketiga mewakili kategori &#8220;sosok lain&#8221; di antara perempuan dan lelaki (netral) atau kategori campuran (dua-duanya) atau bahkan sosok yang bisa berganti-ganti di antara lelaki dan perempuan (bolak-balik).</p>
<p>Dalam dunia hewan, ratusan hewan memiliki lebih dari dua gender/jenis kelamin dalam satu spesis. Burung gereja misalnya, burung gereja leher putih memiliki dua jenis jantan dan dua jenis betina. Yang satu (baik jantan atau betina) memiliki garis putih, yang satu lagi memiliki garis cokelat muda. Yang garis putih (baik jantan atau betina) sangat agresif dan dominan sementara yang memiliki garis cokelat muda (baik jantan atau betina) lebih lembut dan sabar. Perkawinan biasanya terjadi antara burung yang memiliki strip putih dan strip cokelat muda.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/h3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13826" title="h3" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/h3.jpg" alt="" width="216" height="288" /></a>Bagaimana dengan manusia dan budayanya? Banyak sekali manusia-manusia yang tidak jatuh di antara dua gender perempuan dan lelaki. Salah satu penelitian antropologi yang terkenal adalah kelompok yang bernama Hijra, di India. Hijra (atau <em>eunuch </em>dalam bahasa Inggris) adalah manusia yang terlahir interseks (memiliki dua alat kelamin) atau lelaki tapi mereka dibesarkan secara perempuan, bersikap, bertingkahlaku, dan mengenakan busana/penampilan ala perempuan. Ada sekitar 5-6 juta Hijra di India. Hijra dianggap sebagai kelompok gender ketiga yang paling banyak dan paling diakui. Hijra tidak menginginkan penghilangan penis mereka dan hanya sedikit yang akhirnya melakukan operasi pengangkatan penis. Hijra tidak menganggap diri mereka sebagai lelaki yang ingin menjadi perempuan, mereka adalah gender ketiga. Jika ada yang susah mengerti Hijra, artinya ini adalah problema manusia yang akar pemikirannya tertancap kuat dari budaya dua gender/alat kelamin.</p>
<p>Bahasa Sansekerta, sama seperti bahasa-bahasa lain (contohnya Prancis) memiliki gender dalam kosakata, namun bahasa Sanseketerta juga memiliki kosakata yang bergender ketiga alias netral. Sejak tahun 2005, aplikasi paspor di India memiliki tiga kolom untuk jenis kelamin, yaitu M, F, dan E (Male, Female, Eunuch). Pada tahun 2009, pemerintah mengakui <em>eunuch </em>sebagai bagian dari manusia yang &#8220;lain&#8221;, alias gender ketiga, memiliki hak untuk mencoblos dalam pemilu dan hak-hak lainnya, tidak ada bedanya dengan warganegara lelaki dan perempuan. Sekarang, gerakan <em>social movement</em> kaum Eunuch berusaha mendapatkan pengakuan internasional atas keberadaan mereka.</p>
<p>Suku India Amerika, gender ketiga diakui sebagai manusia yang memiliki dua roh. Di Pakistan, masih banyak kaum Eunuch yang hidup di bawah garis kemiskinan dan tak mau diterima oleh masyarakat awam. Di Thailand, ada istilah bernama <em>kathoeys</em>. Ada yang menyebut <em>kathoeys </em>sebagai gender ketiga, ada juga yang menganggapnya perempuan atau lelaki. Di daratan Barat (Amerika dan Eropa), gender ketiga dipelajari di ruang-ruang universitas dan menghasilkan kajian-kajian serius <em>queer theory</em>.</p>
<p>Selain negara-negara tersebut, di belahan Asia, Afrika, dan kepulauan Karibean juga memiliki berbagai istilah untuk gender ketiga ini. Negara-negara Omen, suku Polinesia, Meksiko, Republik Dominican, Kenya, Congo, Filipina, dan&#8230; Indonesia. Di negara kita, khususnya suku Bugis di Sulawesi mengakui keberadaan gender ketiga, malah mereka memiliki lima jenis gender yang mewakili tata tertib sosial.</p>
<p>Ribuan tahun sebelum masehi, mitologi Mesopotami bercerita bahwa dewa-dewa menciptakan jenis ketiga, yaitu bukan-lelaki-bukan-perempuan. Mitologi Sumeria memiliki kisah tentang Dewa Enky yang memerintahkan Dewi Nintu &#8211; <a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/h5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13828" title="h5" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/h5.jpg" alt="" width="148" height="252" /></a>Dewi kelahiran untuk menciptakan jenis lain di antara manusia, selain lelaki dan perempuan, termasuk monster, perempuan yang tidak bisa melahirkan, dan pendeta-pendeta yang dilarang melahirkan. Suku Inca memiliki shaman (perantara manusia dan roh) yang tidak termasuk dalam gender perempuan/lelaki. Suku Maya memuja Bulan yang tidak dianggap perempuan tetapi lelaki, dengan segala ciri feminimnya. Dalam ajaran Hindu, Dewa Shiva atau Ardhanarisvara, adalah dewa dengan penampilan setengah lelaki (tubuh kanan) dan setengah perempuan (tubuh kiri)</p>
<p>Sekarang, apakah menjadi lesbian masih membingungkan karena rasa ketertarikan yang kuat ke sesama jenis lain? Ah, nggak perlu lagi dong. Dengan berbagai keragaman seksulitas dan gender di planet bumi ini, sulit membayangkan bahwa makhluk hidup di alam raya harus dipaksakan masuk dalam dua kategori saja: lelaki atau perempuan.</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2011</p>
<p><strong>Breaking news! </strong><br />
Negara Australia memperlakukan opsi gender ketiga di dalam paspornya. Berita selengkapnya:<br />
<a href="http://sepocikopi.com/2011/09/16/berita-paspor-australia-memiliki-opsi-gender-ketiga/">http://sepocikopi.com/2011/09/16/berita-paspor-australia-memiliki-opsi-gender-ketiga/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/07/22/noktah-merah-beyond-male-and-female/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Ilmu Pengetahuan Queer Studies</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/07/08/noktah-merah-ilmu-pengetahuan-queer-studies/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/07/08/noktah-merah-ilmu-pengetahuan-queer-studies/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jul 2011 03:44:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=13439</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Ilmu pengetahuan &#8211; seperti yang sudah diusung oleh SepociKopi (baca Mix &#8216;n Match Pintu Dunia Sains Interdisipliner) adalah hal yang sangat penting bagi lesbian untuk mengetahuinya. Sebab katanya knowing is believing. Sejak dulu aku kelaparan akan ilmu pengetahuan tentang lesbianisme. Atas usaha sendiri, aku memutuskan untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya.
Usaha ini perlu niat besar dan (hanya) rasa penasaranku yang terus membimbingku. Siapa yang bisa asyik tenggelam membaca sebuah buku yang halaman depannya ada tulisan ngejreng &#8216;homosexual&#8216; atau &#8216;gay&#8217; di sebuah kafe dengan santai? Atau menggendong buku-buku yang cover-nya jelas-jelas tentang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP11.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13450" title="IP1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP11.jpg" alt="" width="264" height="198" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p>Ilmu pengetahuan &#8211; seperti yang sudah diusung oleh SepociKopi (baca <a href="http://sepocikopi.com/2011/04/17/mix-n-match-pintu-dunia-sains-interdisipliner/">Mix &#8216;n Match Pintu Dunia Sains Interdisipliner</a>) adalah hal yang sangat penting bagi lesbian untuk mengetahuinya. Sebab katanya <em>knowing is believing. </em>Sejak dulu aku kelaparan akan ilmu pengetahuan tentang lesbianisme. Atas usaha sendiri, aku memutuskan untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya.</p>
<p><span id="more-13439"></span>Usaha ini perlu niat besar dan (hanya) rasa penasaranku yang terus membimbingku. Siapa yang bisa asyik tenggelam membaca sebuah buku yang halaman depannya ada tulisan ngejreng &#8216;<em>homosexual</em>&#8216; atau &#8216;gay&#8217; di sebuah kafe dengan santai? Atau menggendong buku-buku yang <em>cover</em>-nya jelas-jelas tentang homoseksual sambil mengantri di kasir Kinokuniya? Itu aku.</p>
<p>Padahal di zaman ini, ilmu pengetahuan LGBT sangat beragam, tidak melulu tentang biologi (pertanyaan tentang genetika homoseksualitas), <em>woman studies </em>(feminisme), atau psikologi. Sangat disayangkan kita hanya &#8216;tercekoki&#8217; ilmu pengetahuan LGBT yang berkisar pada tiga hal di atas. Ilmu tentang gay sudah jauh lebih luas dan memasuki banyak bidang-bidang akademi yang lain untuk dipelajari di banyak universitas terhormat dunia. Pertama-tama, penelitian LGBT memang hanya bermula pada ilmu sejarah dan literatur, namun sekarang sudah berkembang dengan sangat maju ke bidang-bidang sosiologi, antropologi, filsafat, sejarah ilmu pengetahuan, hukum, sejarah sastra, <em>queer studies</em>, linguistik, seni rupa, ilmu politik, etika, dan lain-lain. Semua ilmu ini digunakan untuk meneliti identitas, kehidupan, sejarah, dan persepsi kaum LGBT.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13451" title="IP2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP2.jpg" alt="" width="280" height="277" /></a>Marianne La France, dewan kehormatan dari Larry Kramer Initiative for Lesbian and Gay Studies di Universitas Yale berkata bahwa di zaman sekarang, ilmu pengetahuan<em> tidak lagi cuma mencari apa yang menyebabkan homoseksualitas</em>, tapi juga <em>apa yang menyebabkan heteroseksualitas dan mengapa seksualitas menjadi hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat</em>. Sejauh ini ada puluhan sertifikat dan titel (dari S1 sampai S3) diberikan atas disiplin ilmu pengetahuan tentang seks, seksulitas, dan orientasi seksual dari universitas seluruh dunia, seperti University of California, Barkeley, University of Toronto, Harvard, St. Andrews University, dan lain-lain.</p>
<p>Di Amerika, lesbian/gay studies bermula dari tahun 1970 dengan penerbitan beberapa seminar tentang sejarah kaum gay. Terinspirasi dengan gerakan kaum kulit hitam dan kebangkitan feminisme, para gay tertarik untuk menelaah dan membuka sejarah homoseksual dan tekanan-tekanan budaya yang dihadapi mereka. Segera saja ilmu pengetahuan yang masih muda ini berjodoh dengan ilmu pengetahuan lainnya, yaitu literatur. Teori homoseksualitas (<em>Queer Theory) </em>dalam sejarah dan literatur segera terbentuk pelan-pelan, menantang ilmu-ilmu sosial yang terkonstruksi di tengah masyarakat.</p>
<p>Titel S1 pertama kali dalam ilmu LGBT studies dimulai di University of California, Berkeley di musim semi 1970. Dilanjutkan dengan jenjang pendidikan yang sama di Southern Illinois, University Edwardsville dan University of Nebraska-Lincoln. Saat itu, dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan tentang LGBT, pemerintah Amerika nyaris mengeluarkan peraturan negara bagian yang melarang diskusi ilmiah tentang homoseksualitas di kampus mana pun, <a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP3.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13452" title="IP3" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP3.jpg" alt="" width="270" height="360" /></a>tapi untung rencana itu digagalkan. Harvard University sedikit terlambat memulai program LGBT studies, yaitu di tahun 1986. City College of San Fransisco berhasil mendirikan fakultas Queer Studies pertama kali di Amerika pada tahun 1989 dengan Ketua Dekan bernama Jonathan David Katz.</p>
<p>John Boswell dan Martin Duberman berhasil dengan sukses membangun Universitas Yale menjadi tempat pertukaran pemikiran intelektual tentang ilmu pengetahuan LGBT studies. Mereka menerbitkan banyak artikel dan buku tentang gay, melahirkan konferensi besar-besaran yang berhubungan dengan orientasi seksualitas di universitas, bahkan menciptakan pusat penelitian LGBT. Pada tahun 1993, sebuah perpustakaan bernama Boswell yang mengkhususkan diri pada penyimpanan buku-buku, artikel, jurnal, dan sastra LGBT didirikan.</p>
<p>Sekarang, isu LGBT tidak lagi menjadi hantu yang ditakuti tapi sudah menjadi cabang ilmu pengetahuan yang dipelajari dan diteliti di universitas. Ilmu pengetahuan selalu berhubungan dengan nalar dan akal sehat. Beberapa penelitian LGBT dalam cabang-cabang ilmu pengetahuan (secara singkat):</p>
<p><em>1. Sosiologi</em><br />
Dalam bidang ini, banyak peneliti sosiologi tertarik mempelajari &#8220;keluarga lesbian dan gay&#8221;, yaitu tentang individu-individu lesbian/gay dan anak-anak mereka. Istilah ini sering disebut dengan <em>same-sex partnership </em>atau <em>cohabiting relationship.</em> Dalam penelitian ini, istilah itu selalu digunakan untuk menjelaskan hubungan antara anggota keluarga satu sama lain. Sejak tahun 1980, keluarga lesbian dan gay sudah menjadi profil penting di masyarakat dan isu politik yang berpengaruh pada pemerintahan negara yang bersangkutan. Keluarga lesbian dan gay juga sudah menyentuh perubahan dalam konteks sosial, keragaman bentuk keluarga dan sikap-sikap berkeluarga. Peneliti juga melihat bahwa keluarga lesbian/gay mengambil porsi besar dalam mengubah istilah konsep tentang arti/makna hakiki keluarga, bentuk resmi keluarga, dan tanggungjawab, komitmen, dan kepengurusan anak.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP4.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13453" title="IP4" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP4.jpg" alt="" width="288" height="216" /></a><em>2. Filsafat<br />
</em>Dalam cabang ilmu pengetahuan filsafat, LGBT sudah masuk ke dalam ke nyaris semua sendi-sendi/cabang ilmu pengetahuan filsafat, seperti ethics (etika) dan objectivism. Ilmu pengetahuan Objectivism menerangkan bahwa kaum homoseksual tertarik pada kebebasan individu daripada kekuasaan pemerintahan. Dalam Etika, filsafat mencari jawaban atas sikap-sikap moralitas kaum LGBT di konstruksi sosial dan negara, misalnya meng&#8221;out&#8221;kan seseorang versus loyalitas kepada kaum LGBT.</p>
<p><em>3.  Antropologi</em><br />
Tingginya kepentingan <em>feminist studies</em> di antropologi memperlihatkan bahwa analisis gender dan seksualitas adalah salah satu cara untuk mengenal dan mengerti struktur sosial seperti ikatan kekeluargaan dan barter dalam perekonomian. Gay dan lesbian menambah perubahan pada struktur sosial suatu masyarakat, sehingga antropologi menggunakan terminologinya untuk mempelajari ruang gay dan lesbian di tengah budaya spesifik. The Anhropologi Research Group on Homosexuality (ARGOH) didirikan pada tahun 1970, melahirkan banyak riset-riset berharga dalam berbagai konteks kebudayaan dan kemasyarakatan.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP5.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-13454" title="IP5" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/07/IP5.jpg" alt="" width="282" height="204" /></a><em>4. Linguistik</em><br />
Linguistik adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari bahasa yang digunakan makhluk hidup. Cabang ilmu pengetahuan linguistik yang mempelajari LGBT <em>studies </em>disebut dengan Lavender Linguistik atau Bahasa Binan (khusus untuk gay dalam cabang linguistik di Indonesia). Ilmu pengetahuan ini meneliti subyek penggunaan bahasa yang sangat luas di komunitas LGBT. Bahasa &#8211; dalam konteks ini &#8211; berarti tentang praktek penggunaan bahasa, baik secara oral maupun tulisan; baik ejaan dan pengucapan; baik pemilihan, penggubahan, permainan kata dan idiom-idiom kata gaul. (Contoh subyek Lavender Linguistik yang diterapkan dalam konteks budaya lesbian Indonesia, lihat: <a href="http://sepocikopi.com/2009/05/14/bengkel-menulis-eufemisme-dan-pembunuhan-kata-dalam-lesbian/">Bengkel Menulis: Eufemisme dan Pembunuhan Kata dalam Lesbian</a>)</p>
<p>Demikian <em>sebagian </em>cabang ilmu pengetahuan yang meneliti LGBT <em>studies</em> (masih banyak yang lainnya, ini hanya informasi tentang setitik kecil pengetahuan) di ruang-ruang kampus di seluruh dunia di mana intelektualitas bergerak untuk mempelajari manusia dan alam semestanya. Ilmu pengetahuan cenderung maju sangat cepat. Penelitian, jurnal, artikel terus menerus dilahirkan. Studi satu memperkuat studi sebelumnya, atau menggantikan yang lain. Sebagai lesbian, tak layak jika kita tidak mau mengenal diri kita sendiri sementara di depan kita, pengetahuan tentang lesbian, mulai dari secara biologi (yang terdekat dengan diri) sampai ke ujung masyarakat (di sekitar kita) bertebaran dengan eloknya. Ambil setidaknya satu cabang ilmu pengetahuan tentang LGBT studies yang kelihatannya paling menarik, pelajari, dan temukan pintu-pintu pertanyaan selanjutnya di depan mata.</p>
<p>Biarlah ilmu pengetahuan menjadi obor penerang atas kegelapan jalan yang kaum lesbian hadapi. Terimalah cahaya itu, lesbian, dan tercerahkanlah.</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2011</p>
<p><strong>Keterangan gambar:</strong><br />
1. Patung simbol filsafat cabang Objectivism<br />
2. Gambar pejuang LGBT Larry Kramer, dihormati sebagai bapak<em> Queer Studies</em><br />
3. Foto City College of San Fransisco, universitas pertama yang memiliki Fakultas LGBT studies<br />
4. Perpustakaan LGBT Boswell<br />
5. Foto kampus Universitas Harvard. Biar terlambat mempelajari LGBT studies, namun Universitas Harvard memiliki kajian LGBT Studies yang lengkap.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/07/08/noktah-merah-ilmu-pengetahuan-queer-studies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Sajak-sajak Lesbian Abad 17-19</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/06/10/noktah-merah-sajak-sajak-lesbian-di-abad-17-19/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/06/10/noktah-merah-sajak-sajak-lesbian-di-abad-17-19/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 10:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12621</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Kau harus mengizinkanku pergi, Sue, sebab
aku tinggal di samudra.
Kupahami alur ombaknya.
Aku rela tenggelam
dua kali
untuk menyelamatkanmu, Sayang.
Seandainya aku bisa
menutup matamu,
agar kau tak usah
melihat gelombang air ini.
***
Jika kita jatuh cinta, apa yang kita lakukan? Kata-kata seakan mengalir menderas di kepala, mengisi setiap sekat-sekat dan sel-sel di seluruh tubuh. Ketika kalimat demi kalimat berhamburan keluar, apa yang kita hasilkan? Tentu saja, sepotong sajak. Sebait puisi yang nyerinya sepandan dengan keindahannya. Kita akan menjadi penyair.
Puisi di atas ditulis oleh Emily Dickinson, seorang penyair dari Amerika yang hidup di abad 19. Sampai pada abad ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12624" title="penyair1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair1.jpg" alt="" width="220" height="273" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p><em>Kau harus mengizinkanku pergi, Sue, sebab<br />
aku tinggal di samudra.<br />
Kupahami alur ombaknya.<br />
Aku rela tenggelam<br />
dua kali<br />
untuk menyelamatkanmu, Sayang.</em></p>
<p><em>Seandainya aku bisa<br />
menutup matamu,<br />
agar kau tak usah<br />
melihat gelombang air ini.</em></p>
<p>***</p>
<p><span id="more-12621"></span>Jika kita jatuh cinta, apa yang kita lakukan? Kata-kata seakan mengalir menderas di kepala, mengisi setiap sekat-sekat dan sel-sel di seluruh tubuh. Ketika kalimat demi kalimat berhamburan keluar, apa yang kita hasilkan? Tentu saja, sepotong sajak. Sebait puisi yang nyerinya sepandan dengan keindahannya. Kita akan menjadi penyair.</p>
<p>Puisi di atas ditulis oleh Emily Dickinson, seorang penyair dari Amerika yang hidup di abad 19. Sampai pada abad 21, delapan ratus puisinya telah dipublikasikan. Puisi-puisi Emily sangat unik, tidak cocok dengan zaman ketika dia hidup. Puisinya mengandung kalimat-kalimat pendek, tanpa diberi judul, dan memiliki irama yang tidak biasa. Banyak puisinya berhubungan dengan kematian dan kehidupan abadi, serta&#8230; ungkapan cintanya kepada seorang perempuan bernama Susan Huntington Dickinson atau dipanggilnya dengan nama Sue. Lihatlah puisi romantis di atas yang memang ditujukan kepada Susan. Ada lebih dari tiga ratus surat dan puisi untuk Susan, yang akhirnya menjadi iparnya, ditulis oleh Emily.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12625" title="penyair2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair2-166x300.jpg" alt="" width="166" height="300" /></a>Banyak sejahrawan jelas-jelas merujuk Emily sebagai lesbian, tapi sebelum kita juga menganggapnya demikian, kita harus mengenal bagaimana kehidupan abad 17-19 di belahan Eropa dan Amerika sana. Pada abad itu, perempuan yang mengungkapkan perasaan cintanya nan menggebu-gebu kepada perempuan lain dianggap sebagai ungkapan seni yang indah. Sebagian besar masyarakat menerima, menyukai, dan mendorong agar keindahan ini tetap dipertahankan. Semua ini dinamakan <em>romantic friendship</em> atau persahabatan romantis. Sepanjang Amerika, Eropa, khususnya di Inggris, dokumentasi berupa puisi, surat cinta tentang ungkapan cinta kepada perempuan dari perempuan bertebaran. Apakah ungkapan cinta ini juga dilengkapi dengan hubungan seksual dalam realitasnya tidak dijelaskan dalam catatan sastra indah ini. Perempuan yang memiliki hubungan kuat dengan perempuan lain dianggap layak, murni, dan indah; sama sehatnya seperti hubungan perempuan dan lelaki.</p>
<p>Perhatikan, di zaman ini, para penyair perempuan bermunculan. Lady Mary Wortley Montagu penulis dari kelas ningrat Inggris menulis kepada Anne Wortley, cucu pertama dari Earl of Sandwich pada tahun 1709: &#8220;&#8230;tidak ada yang lebih setia daripada diriku kekasih&#8230; aku adalah cintamu, takkan mungkin kau temukan lelaki yang sejujur diriku padamu.&#8221; Demikian juga Anna Seward, seorang penyair Inggris yang banyak menulis sajak-sajak romantis. Dia mendedikasikan banyak puisi dan syairnya kepada Honora Sneyd, sahabat perempuan tercintanya. Ketika Honora menikah, banyak sajak-sajak Anna penuh dengan kemarahan. Walaupun demikian, Anna tetap menulis tentang Honora sampai pada kematiannya, memuja kecantikan Honora dan mengagungkan keindahan hubungan percintaan dan persahabatan mereka berdua. Anna Seward juga pernah menulis puisi yang didedikasikan untuk pasangan <a href="http://sepocikopi.com/2011/04/15/noktah-merah-kisah-cinta-di-abad-17/">The Lady of Llangollen</a>.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12626" title="penyair6" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair6-245x300.jpg" alt="" width="172" height="210" /></a>Penyair, filsuf, dan feminis terkenal, Mary Wollstonecraft dari Inggris juga lekat dengan seorang perempuan bernama Fanny Blood. Dengarkan syair puisinya yang teramat indah: &#8220;Mawar akan tumbuh di kedalamanan damai payudaranya, dan masa depanku bersama Fanny menerangi hatiku. Kau takkan tahu betapa dalamnya aku mencintainya.&#8221; Sebagai seorang feminis, Mary selalu mengkritisi pernikahan sebagai kekuatan patriarki dan memiliki dampak buruk bagi perempuan.</p>
<p>Novel pertama Mary Wollestonecarft berjudul <em>Mary, A Fiction </em>(terbit tahun 1788) bercerita tentang tokoh perempuan yang dipaksa dalam sebuah pernikahan tanpa cinta untuk alasan ekonomi. Tokoh ini yang bernama sama dengannya, memuaskan hasrat cinta sejatinya di luar pernikahannya dengan seorang perempuan dan lelaki. Banyak sejahrawan menganggap novel itu adalah kisah pribadi dirinya. Novel keduanya berjudul <em>Maria </em>atau <em>The Wrongs of Women</em> (tahun 1798) tidak pernah terbit karena belum selesai. Naskah itu dianggap naskah novel yang sangat radikal, bercerita tentang seorang perempuan yang dikunci dalam rumah gila sebagai tahanan dan memiliki hubungan mesra dengan para penjaganya (perempuan).</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair5.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12627" title="penyair5" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair5-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Buku <em>Sapphistries: A Global History of Love Between Women</em> karya Leila J. Rupp (silakan beli di Amazon.com) memuat banyak catatan dan surat-surat cinta dari dua perempuan di era tersebut. Berikut ini beberapa catatan yang bisa kutulis dari halaman 133:</p>
<p><strong>Alice Baldy kepada Josie Varner (tahun 1870):</strong> &#8220;Tahukah kau bahwa jika kau menyentuhku, berbicara padaku, segenap syaraf tubuhku dipenuhi aliran listrik yang menggairahkan?&#8221;</p>
<p><strong>Angelina Weld Grimke kepada Marmie Burrell (tahun 1896):</strong> &#8220;Oh Marmie, seandainya kau mengetahui bagaimana jantungku berdenyut saat aku memikirkanmu dan saat aku memandangmu sekilas, hanya sedetik pada wajahmu yang memesona.&#8221;</p>
<p><strong>Božena Nemcová kepada Sofie Rottová (tahun 1850):</strong> &#8220;Percayalah padaku, seringkali aku bermimpi ketika matamu memandangku, aku akan tenggelam di sana. Matamu memiliki ungkapan yang sangat manis, hanya untukku, penuh pertanyaan: Božena , ada apa? Božena, aku mencintaimu.&#8221;</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair7.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-12629" title="penyair7" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/penyair7-229x300.jpg" alt="" width="160" height="210" /></a>Di abad 21 sekarang ini, kita menerima warisan puisi indah dan luar biasa ini, menjadi sebuah kenikmatan bagi pasangan lesbian yang sedang jatuh cinta. Nikmati saja puisi, syair, sajak, surat, ungkapan perasaan sayang; berikan kepada pasanganmu dengan segenap cinta. Ingatlah, puisi itu ditulis oleh perempuan lain yang hidup dua ratus tahun sebelum kita, juga pasti pernah merasakan apa yang kita rasakan: gairah cinta yang meluap-luap kepada perempuan pujaan hati.</p>
<p>Sama seperti bagaimana tulisan ini dibuka dengan puisi karya Emily Dickinson, aku akan tutup tulisan ini dari puisi Emily juga, yang ditulis dan ditujukan kepada kekasih tercintanya, Sue di tahun 1825. Selamat menikmati, lesbian.</p>
<p><em>&#8220;I gathered something for you, because you were not there, an acorn, and some moss blossoms, and a little shell of a snail, so whitened by the snow you would think &#8217;twas a cunning artist had carved it from alabaster- then i tied them all up in a leaf with some last summer&#8217;s grass I found by the brookside, and I&#8217;m keeping them all for you. You speak to me of sorrow, of what you have &#8216;lost and loved,&#8217; say rather, of what you have loved and won, for it is much, dear Susie; I can count the big, true hearts by clusters, full of bloom, and bloom amaranthine, because eternal!&#8221;</em></p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2011</p>
<p><strong>Keterangan gambar:</strong></p>
<p>1. Potret penyair Emily Dickinson<br />
2. Potret Lady Mary Wortley Montagu<br />
3. Potret Mary Wollstonecraft<br />
4. Buku <em>Sapphistries: A Global History of Love Between Women </em><br />
5. Buku <em>Letters of Anna Seward vol.6</em>, kumpulan surat-surat cinta dan pemikiran Anna Seward, edisi asli. Ada 6 volume.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/06/10/noktah-merah-sajak-sajak-lesbian-di-abad-17-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Kelebat Homoseksualitas pada Sejarah Negeri Matahari Terbit</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/06/noktah-merah-kelebat-homoseksualitas-pada-sejarah-negeri-matahari-terbit/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/06/noktah-merah-kelebat-homoseksualitas-pada-sejarah-negeri-matahari-terbit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 May 2011 13:02:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Coming Out]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11987</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Old pond&#8230;
A frog leaps in
Water’s sound 
Sepenggal haiku (puisi dalam budaya Jepang) yang sangat terkenal ini berasal dari Matsuo Basho, seorang penyair Jepang yang dihormati. Seperti membaca haiku, melangkah memasuki Jepang, kita akan merasakan keheningan dan kedamaian masyarakat dan budayanya yang kental. Walaupun sodomi terlarang sejak tahun 1873, homoseksualitas tidak pernah diberlakukan sebagai dosa di peradaban dan keagamaan Jepang.
Sejarah homoseksual Jepang di zaman kuno sangat erat berhubungan dengan sejarah homoseksual Cina kuno. Berbeda dengan budaya Barat, di Jepang, seks tidak dianggap sebagai hal yang berhubungan dengan moralitas, tapi dikaitkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Samurai_kiss.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11989" title="Samurai_kiss" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Samurai_kiss-300x211.jpg" alt="" width="300" height="211" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p><em>Old pond&#8230;<br />
A frog leaps in<br />
Water’s sound </em></p>
<p>Sepenggal haiku (puisi dalam budaya Jepang) yang sangat terkenal ini berasal dari Matsuo Basho, seorang penyair Jepang yang dihormati. Seperti membaca haiku, melangkah memasuki Jepang, kita akan merasakan keheningan dan kedamaian masyarakat dan budayanya yang kental. Walaupun sodomi terlarang sejak tahun 1873, homoseksualitas tidak pernah diberlakukan sebagai dosa di peradaban dan keagamaan Jepang.</p>
<p><span id="more-11987"></span>Sejarah homoseksual Jepang di zaman kuno sangat erat berhubungan dengan <a href="http://sepocikopi.com/2010/02/19/noktah-merah-homoseksualitas-di-zaman-kaisar-cina/">sejarah homoseksual Cina kuno</a>. Berbeda dengan budaya Barat, di Jepang, seks tidak dianggap sebagai hal yang berhubungan dengan moralitas, tapi dikaitkan dengan masalah kenikmatan, hubungan sosial, dan tanggung jawab. Di era teknologi ini, pandangan tentang homoseksual sudah berubah bagi masyarakat Jepang, tapi kesadaran tentang arti seksualitas masih tetap sama. Kegiatan seks dibedakan antara heteroseksual dan homoseksual, bukan dipisahkan berdasarkan orang yang melakukannya.</p>
<p>Beberapa referensi cinta sesama jenis tampaknya ada di sejarah Jepang kuno, tapi tidak ada yang sungguh-sungguh bisa terpercaya alias ilmiah. Salah satu alasannya karena kata <em>gay </em>itu sendiri tidak terdapat dalam istilah Jepang dahulu kala, lagi pula sulit membedakan antara ungkapan sayang kepada sahabat sama jenis dengan dengan ungkapan yang mengandung unsur seksualitas. Salah satu referensi yang sangat dipercaya ada di era Heian, sekitar abad 11.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Genji_emaki_01003_002.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-11990" title="Genji_emaki_01003_002" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Genji_emaki_01003_002.jpg" alt="" width="250" height="235" /></a><em>The Tale of Genji </em>- sastra klasik Jepang yang ditulis oleh Murasaki Shikibu, seorang bangsawan, ditulis sekitar awal  abad 11, bercerita tentang para lelaki yang tergoda dengan lelaki muda lainnya. Sastra klasik ini sering disebut-sebut sebagai novel pertama dunia, novel <em>thriller </em>yang menegangkan. Ada adegan yang bercerita tentang seorang tokoh utama yang ditolak oleh perempuan, berakhir tidur dengan adik lelakinya. Di era ini juga, banyak catatan yang mengatakan bahwa kaisar terlibat hubungan homoseksual, berhubungan dengan para kaum remaja tampan.</p>
<p>Hubungan sesama jenis dimulai ketika kehidupan biara dari para pendeta Buddha memasuki kehidupan  Jepang, yang tentu saja berasal dari Cina. Di dalam biara Buddha adalah hubungan yang bersifat kakak-adik, di mana kakak atau <em>nenja </em>(arti harafiahnya adalah &#8216;kekasih&#8217; atau &#8216;pengagum&#8217;) adalah seorang pendeta bikkhu semetara pasangannya seorang lelaki remaja (disebut dengan <em>chigo</em>). Pasangan itu diwajibkan untuk saling menghargai satu sama lain dengan serius dan menjalankan hubungan mereka dengan kepatuhan yang tinggi. Bahkan seorang <em>nenja </em>diwajibkan menulis sumpah formalnya untuk mengungkapkan satu kesetiaan dengan partnernya.</p>
<p>Ajaran Shinto atau budaya Jepang yang diintepretasikan dari ajaran Konfusius (dari Cina) tidak pernah mengatur hubungan seksual antarmanusia. Bahkan, hanya sedikit ritual dan hal-hal tabu yang dilekatkan dalam kegiatan seksual. Agama Shinto tidak pernah menjadi referensi kaum homofobia, apalagi referensi spiritual. Ihara Saikaku, penulis di era Takogawa mengatakan bahwa tidak ada wanita dalam tiga generasi dewa-dewa di agama Shinto, berarti para dewa-dewa itu sedang menikmati hubungan homoseksual satu sama lain. Inilah awal mula kata <em>nanshoku</em>, yang berarti <em>male color</em> atau kenikmatan seksual, yang sering digunakan dalam hubungan sesama jenis sebagai istilah <em>gay </em>di zaman dulu.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/samurai.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11991" title="samurai" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/samurai-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>Hubungan homoseksualitas dalam dinding-dinding biara ini berlanjut dan tersebar keluar, ke dunia prajurit. Prajurit Jepang yang terkenal sejak dulu disebut <em>samurai</em>. Samurai adalah istilah untuk perwira militer kelas elit sebelum zaman industrialisasi di Jepang. Pepatah samurai mengatakan: <em>Di antara bunga-bunga, ada sakura; di antara laki-laki, ada samurai.</em></p>
<p>Samurai sifatnya sepasang. Mereka terdiri dari lelaki muda dan lelaki tua. Lelaki tua mengambil bocah lelaki yang usianya telah ditentukan, dilatih bela diri oleh dirinya, lelaki tua yang lebih berpengalaman. Jika anak lelaki ini mengizinkan, maka mereka akan menjadi sepasang kekasih (sampai anak lelaki ini menjadi lelaki dewasa). Hubungan sesama jenis ini dilandasi sebagai hubungan persaudaraan yang kental, juga sangat ekslusif, dan satu sama lain bersumpah setia. Perilaku kesetiaan ini disebut dengan <em>shudo</em>, singkatan dari <em>wakashudo</em>, atau <em>Jalan Wakashu.</em></p>
<p><em>Jalan Wakashu </em>meliputi pengajaran lelaki dewasa mendidik si anak muda untuk mengerti arti etika prajurit, pelajaran bela diri, kode kehormatan samurai, dan menjadi contoh yang baik. Mereka juga diwajibkan untuk saling setia sampai mati, yang membuat salah satu mereka harus membela pasangannya sampai titik darah penghabisan. Dendam dibawa oleh masing-masing dari mereka apabila pasangannya disakiti oleh orang lain. Pada saat itu, hubungan seksual dengan perempuan lain terlarang. Sampai anak lelaki itu dewasa, hubungan mereka berdua pecah, walaupun bisa menjadi persahabatan sejati. Anak lelaki yang sudah dewasa itu bisa mengambil kekasih <em>wakashu </em>yang lain.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/kanaka.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11992" title="kanaka" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/kanaka-200x300.jpg" alt="" width="168" height="252" /></a>Di Jepang, tidak ada pelarangan hubungan homoseksualitas. Artinya, segala hubungan homoseksualitas adalah legal, namun tidak ada pengakuan hukum tentang hubungan ini. Pemerintahan Tokyo sudah melegalkan hukum yang melarang diskriminasi orientasi seksual pada perusahaan. Partai politik besar tidak mengangkat isu homoseksual dalam kampanyenya. Namun <a href="http://sepocikopi.com/2011/01/30/mix-n-match-politisi-lesbian-nan-hebat/">Kanako Otsuji,</a> politisi dari Osaka, <em>coming out</em> secara terang-terangan sebagai lesbian di tahun 2005 dengan meluncurkan buku autobiografinya berjudul <em>Coming Out: A Journey to Find My True Self</em>, sebagai politisi lesbian pertama, sehari sebelum mengikuti Tokyo Pride. Dia menikah dengan partnernya Maki Kimura di Nagoya pada bulan Juni 2007, padahal jelas-jelas pernikahan secara jenis belum diakui oleh pemerintah Jepang.</p>
<p>Jepang, negeri seribu sakura, adalah negeri matahari terbit. Seperti matahari terbit, demikian harapan para kaum LGBT agar keadilan orientasi seksual mendapat tempat dan tak lagi dipertanyakan. Siapa ingin pergi ke Jepang? Inilah haiku penutup, yang dirangkai oleh penulis Isaac Fitzgerald &#8211; yang diterjemahkan untuk kaum lesbian &#8211; sebagai haiku yang menyentil dan humoris, tapi bisa terasanya gemanya memantul di kepala kita. Suatu keheningan nan abadi.</p>
<p><em>It’s like straight sex: same<br />
regrets, insecurities,<br />
but with more laundry.<br />
</em><br />
@Lakhsmi, SepociKopi, 2011</p>
<p><strong>Keterangan gambar:</strong><br />
1. Lukisan di gulungan perkamen, sepasang samurai. Yang satu mengenakan kimono perempuan.<br />
2. Perkamen sastra klasik The Tale of Genji<br />
3. Foto samurai<br />
4. Foto Kanako Otsuji melakukan kampanye tahun 2007</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/06/noktah-merah-kelebat-homoseksualitas-pada-sejarah-negeri-matahari-terbit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Noktah Merah: Kisah Cinta Sepasang Perempuan di Abad 17</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/04/15/noktah-merah-kisah-cinta-di-abad-17/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/04/15/noktah-merah-kisah-cinta-di-abad-17/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2011 09:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Noktah Merah]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[partnership]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[seksualitas]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=11600</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Lady Eleanor Butler, seorang gadis yang tampan &#8211; bukan wanita konvensional &#8211; berumur 29 tahun ketika bertemu Sarah Ponsonby, gadis 13 tahun yang sensitif dan pendiam. Persahabatan mereka menjadi dekat. Sepuluh tahun kemudian &#8211; di tahun 1778 &#8211; mereka mengejutkan seluruh keluarga, Eleanor dan Sarah memutuskan kabur bersama-sama. Mereka tinggal berdua di sebuah rumah di pedesaan, Llangollen, Wales. Di sana, hubungan Eleanor dan Sarah yang terlihat janggal di masa itu berkembang, menjadi bagian dari tetangga dan kelas sosial di sana, bahkan akhirnya menjadi legenda. Ketenaran mereka berdua meluas, sehingga ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies7.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11602" title="ladies7" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies7-185x300.jpg" alt="" width="185" height="300" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p><em>Lady Eleanor Butler, seorang gadis yang tampan &#8211; bukan wanita konvensional &#8211; berumur 29 tahun ketika bertemu Sarah Ponsonby, gadis 13 tahun yang sensitif dan pendiam. Persahabatan mereka menjadi dekat. Sepuluh tahun kemudian &#8211; di tahun 1778 &#8211; mereka mengejutkan seluruh keluarga, Eleanor dan Sarah memutuskan kabur bersama-sama. Mereka tinggal berdua di sebuah rumah di pedesaan, Llangollen, Wales. Di sana, hubungan Eleanor dan Sarah yang terlihat janggal di masa itu berkembang, menjadi bagian dari tetangga dan kelas sosial di sana, bahkan akhirnya menjadi legenda. Ketenaran mereka berdua meluas, sehingga Lady Caroline Lamp (perempuan ningrat Inggris yang juga seorang novelis terkenal) dan Josiah Wedgwood (pengusaha tembikar dan investor) mengunjungi mereka, bahkan penyair Wordsworth dan Southey menulis puisi di rumah mereka. Banyak juga selebritis zaman itu yang menjadi sahabat-sahabat dekat mereka. Hubungan Eleanor dan Sarah berjalan selama 51 tahun. </em></p>
<p>***</p>
<p>Tulisan di atas adalah <em>editorial review</em> di buku biografi Lady Eleanor Butler dan Sarah Ponsonby, diterbitkan oleh penerbit Penguin Classic Biography, ditulis oleh Elizabeth Mavor. Di Amazon.com, buku ini mendapat empat bintang dari lima bintang penghargaan. Salah satu <em>review </em>dari Sunday Telegraph adalah <em>“A love affair that triumphantly defied convention.”</em></p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11607" title="ladies1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies1-300x208.jpg" alt="" width="300" height="208" /></a>Pada abad 17 dan 19, di Eropa, Amerika, khususnya di Inggris, perempuan mengungkapkan perasaan cintanya kepada perempuan lain adalah suatu tindakan yang biasa, diterima, bahkan didukung. Hubungan yang seperti itu dinamakan romantisme persahabatan, <em>Boston Marriages</em>, atau <em>“sentimental friends”</em>. <em>Boston Marriages</em> itu sendiri adalah istilah yang digunakan pada abad 19 dan 20 yang menjelaskan keadaan dua perempuan tinggal bersama, tanpa dukungan finansial dari lelaki mana pun. Tidak ada dokumentasi yang jelas apakah <em>Boston Marriage </em>melibatkan unsur seksualitas di dalamnya. Salah satu penulis terkenal di zaman itu yang disebut-sebut melakukan <em>Boston Marriage </em>adalah <a href="http://sepocikopi.com/2010/01/01/noktah-merah-sarah-orne-jewett-yang-luar-biasa/">Sarah Orne Jewett</a>, yang tinggal bareng bersama pasangan perempuannya, seumur hidupnya. Hubungan romantisme persahabatan ini akan hancur apabila salah seorang pasangan perempuan memiliki hubungan dengan lelaki lain.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies8.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11601" title="ladies8" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies8-225x300.jpg" alt="" width="158" height="210" /></a>Di antara para perempuan yang memiliki hubungan seperti itu, Lady Eleanor Charlotte Butler dan Sarah Ponsonby adalah pasangan yang paling terkenal dalam sejarah, khususnya di Inggris. Siapakah Lady Eleanor Butler dan Sarah Ponsonby? Mereka berdua adalah sepasang perempuan yang tinggal bersama selama 50+ tahun sampai pada kematian mereka, sampai-sampai mereka dianggap <em>one item</em> oleh tetangga dan sahabat-sahabat mereka, dan terkenal dengan sebutan Ladies of Llagollen.</p>
<p>Sarah Ponsonby, lahir pada tahun 1755, enam belas tahun di bawah Lady Eleanor Butler. Dia kehilangan kedua orangtuanya ketika masih kecil dan bahkan ibu tirinya. Sarah dikirim untuk tinggal bersama saudara sepupunya, Lady Betty Fownes, dan kemudian melanjutkan sekolahnya di sekolah berasrama Miss Parke di Kilkenny. Di sana, pada tahun 1768, dia bertemu Eleanor, anak perempuan paling kecil keluarga bangsawan Kilkenny. Eleanor adalah wanita cerdas dan berpendidikan tinggi dari sekolah Benedictine, menjadi pembimbing intelektual dan sahabat paling intim Sarah. Pada tahun 1773, Sarah lulus dari sekolah Miss Parke, sehingga kedua perempuan ini saling menulis surat secara rahasia dan meyakinkan diri akan tinggal bersama-sama.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11606" title="ladies3" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies3-203x300.jpg" alt="" width="170" height="252" /></a>Lady Eleanor Charlotte Butler, lahir pada tahun 1739, dari golongan ningrat Inggris, bisa berbicara banyak bahasa dengan lancar, khususnya Prancis karena memiliki pendidikan yang tinggi di Prancis. Ibunya berusaha mengirimkannya ke biara Katolik untuk menjadi biarawati, hidup membaktikan diri hanya kepada Tuhan. Sebab Eleanor sendiri sudah menyatakan kekeraskepalaannya kepada ibunya bahwa dia takkan berniat menikah kelak.</p>
<p>Daripada menghadapi kemungkinan dipaksa menikah, Eleanor dan Sarah memutuskan untuk melarikan diri bersama-sama pada bulan April 1778. Keluarga mereka mengejar dan berhasil menemukan mereka berdua. Mereka berdua juga dipaksa untuk menyerah, kemudian dipisahkan. Eleanor didorong untuk masuk biara dan Sarah diharapkan agar menikah. Kedua perempuan menolak tekanan-tekanan ini. Bahkan Sarah diancam oleh pihak calon suaminya. Eleanor dan Sarah kabur ke Wales pada tahun 1780. Di sana mereka membeli rumah di pedesaan, yang dinamakan Plas Newydd, dan tinggal di sana seumur hidup mereka.</p>
<p>Eleanor dan Sarah bertahan hidup dari penghasilan mereka yang pas-pasan. Biar begitu, mereka mendadani rumah mereka dengan ala gotic. Mereka juga menyewa tenaga tukang kebun, penjaga, dan dua pembantu. Tentu saja hidup seperti ini membuat mereka terjebak dalam utang piutang yang mengerikan, dan mereka harus meminjam uang dari teman-teman mereka.</p>
<p>Kedua perempuan berbagai ranjang, buku, penghasilan, dan jalan-jalan pagi. Mereka juga berdandan mirip satu sama lain, berbusana jaket maskulin dari atas sampai bawah dan ditutup dengan rok panjang. Mereka menandatangani semua surat-surat resmi dengan dua nama mereka. Eleanor dan Sarah memiliki anjing yang dinamai <a href="http://sepocikopi.com/2009/12/04/noktah-merah-sappo-circa/">Sappho</a>. Mereka berdua tidak pernah mau tidur terpisah, bahkan untuk semalam pun. Eleanor memanggil Sarah dengan sebutan <em>“my beloved” </em>atau “<em>my sweet love</em>”. Eleanor dan Sarah menghabiskan waktu mereka dengan belajar dan menekuni sastra supaya mendapatkan penghasilan tetap. Tetangga di sekitar mereka memanggil mereka berdua dengan sebutan “The Ladies”.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies4.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11605" title="ladies4" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies4-221x300.jpg" alt="" width="221" height="300" /></a>Beberapa tahun berlalu, kehidupan mereka meluas sampai ke luar daerah. Rumah mereka menjadi kunjungan tetap bagi para orang-orang penting, yang kebanyakan para sastrawan Inggris terkenal, seperti penyair Robert Southey, penyair William Wordsworth, penyair Percy Bysshe Shelley, penyair Lord Byron, dan novelis Sir Walter Scott, bahkan pemimpin Angkatan Darat Inggris, Duke of Wellington juga pernah menjadi tamu Eleanor dan Sarah. Tidak terlupakan novelis Lady Caroline Lamp dan pengusaha Josiah Wedgwood. Dari luar Inggris, Pangeran Hermann Von Puckler-Muskau dari Jerman turut mendatangi mereka berdua. Tak diduga, Ratu Charlotte meminta kepada Raja George III agar memberikan uang pensiun kepada Eleanor dan Sarah. Pada akhirnya, kedua keluarga Eleanor dan Sarah berdamai dan dapat menerima kebersamaan mereka.</p>
<p>Eleanor dan Sarah tinggal bersama seumur hidup, selama 50 tahun lebih. Barang-barang peninggalan mereka, seperti buku, cangkir, piring, dan lain-lainnya memiliki inisial nama mereka berdua dan seluruh surat-surat berharga yang dimiliki Eleanor dan Sarah memiliki dua tanda tangan. Eleanor meninggal pada tahun 1829 dan Sarah tak tahan hidup sendiri, menyusul Eleanor dua tahun kemudian pada tahun 1831. Rumah mereka dijadikan museum oleh Danbighshire Conty Council. Eleanor dan Sarah dikuburkan bersama-sama di Gereja St. Collen di Llangolen. Di dekat sana, ada bukit yang diberi nama Butler’s Hill untuk mengenang Eleanor. Sementara Sarah dikenang dengan The Ponsonby Arms, alun-alun tempat minum-minum dan berkumpul ala orang-orang Inggris.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies6.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-11603" title="ladies6" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/04/ladies6-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Sudah banyak debat dan argumentasi apakah kebersamaan Eleanor dan Sarah bisa dilabelkan sebagai “lesbian”. Pada saat zaman itu, homoseksual sudah beberapa kali disebut, namun untuk keluarga ningrat yang terpandang, homoseksual adalah kerahasiaan besar. Tetangga-tetangga mereka, Hester Thrale Piozzi dan Genlis mencurigai hubungan mereka. Anne Lister, penulis dan <em>traveller </em>dari Yorkshire, mencatat kasus-kasus homoseksual di sekelilingnya (termasuk hubungan lesbian dirinya sendiri) dalam diari yang ditulis dalam kode-kode khusus mengatakan bahwa dia tidak percaya hubungan Eleanor dan Sarah dianggap sebagai hubungan pertemanan biasa. <em>“Heaven forgive me, but I look within myself and doubt.” </em></p>
<p>Apapun itu, the Ladies of Llangollen, entah dianggap sebagai hidup selibat atau secara seksual, romantisme persahabatan mereka dibicarakan selama dua ratus tahun. Catatan hidup mereka juga bertebaran di sejarah, budaya, dan sastra Inggris. The Ladies of Llangollen telah lama tiada, tapi rumah yang mereka tinggali masih berdiri tegak. Bagi yang tinggal di Inggris Raya atau berniat <em>traveling </em>ke Inggris, sediakan waktu untuk berkunjung ke <em>cottage </em>indah mereka dan mengagumi betapa cinta takkan mati terbunuh waktu. Wahai para pembaca SepociKopi, semoga kehidupan mereka berdua yang rukun, setia, dan saling menyayangi menjadi inspirasi bagi seluruh lesbian.</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2011</p>
<p>Keterangan gambar:</p>
<p>1. Buku biografi Eleanor dan Sarah karya Elizabeth Mavor<br />
2. Rumah mereka berdua ketika pertama kali pindah, diberi nama Plas Newydd, tahun 1780<br />
3. Porselan cinderamata mereka berdua yang dijual di museum rumah Plas Newydd<br />
4. Salah satu koran yang mengupas kehidupan mereka berdua<br />
5. Lukisan Eleanor dan Sarah, bersama anjing mereka<br />
6. Rumah Cinta Eleanor dan Sarah setelah dipugar sekarang, dijadikan museum, layak dikunjungi oleh para lesbian</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/04/15/noktah-merah-kisah-cinta-di-abad-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

