Articles in the Noktah Merah Category
Headline, Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Apa yang terjadi ketika sepasang kepala sekolah/guru perempuan dituduh memiliki hubungan yang tidak alamiah oleh seorang murid? Cerita yang benar-benar terjadi pada tahun 1810 di Skotlandia diangkat menjadi pentas teater dan pembuatan film Hollywood selama dua kali, termasuk remake-nya. Pentas teaternya dipertunjukkan di Broadway pada tahun 1934, ditulis oleh penulis teater/screenplay Amerika yang sangat terkenal Lillian Hellman. Pertunjukkan ini berjalan selama dua tahun sebelum bergerak ke London dan Dublin. Sepanjang sejarah teater Amerika, inilah salah satu pentas pertama yang mengangkat isu lesbianisme.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
The truth is, I often like women. I like their unconventionality. I like their completeness. I like their anonymity.
Kutipan ini adalah kutipan klasik dan legendaris dari Virginia Woolf, di buku esainya yang terkenal berjudul A Room of One’s One. Terlahir dengan nama Adeline Virginia Stephen tanggal 25 Januari 1882 di Hyde Park Gate, London. Dia adalah pengarang yang berasal dari Inggris.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Sebelumnya aku pernah menulis tiga artikel yang berkelanjutan tentang depresi dan hubungannya dengan merokok, alkohol, dan bunuh diri (silakan klik). Mengapa depresi? Seperti yang pernah kutulis, menurut Dr. Stephen Goldstone – yang berpraktek di New York khusus untuk kalangan gay mengatakan bahwa depresi adalah penyakit mental yang serius menimpa kaum LGBT. Riset yang dilakukan pada tahun 2000 oleh K-Y Brand Liquid mengatakan bahwa kesehatan jiwa adalah hal nomor satu yang berbahaya, setelah penyakit HIV/AIDS.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Dari Tanah Air, sejarah kekuatan feminisme dan lesbian sebenarnya sudah dapat dirinci dan dibaca lewat jejak-jejak langkahnya. Negeri Nusantara sangatlah luas dan memiliki sosial budaya yang sangat beragam, tentu kehidupan homoseksual juga memiliki posisinya yang unik sepanjang masa. Sayangnya, penelitian sejarah homoseksual di negara Indonesia masih sedikit dan lemah, kalau boleh dibilang nyaris tenggelam dan hilang di antara hiruk pikuk penelitian-penelitian lainnya. Literatur, esai, dan catatan tentang kehadiran sepak terjang kaum lesbian di Indonesia tidak memiliki kuantitas dan kualitas yang bersaing dengan sejarah homoseksual di negara-negara lainnya.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Ade Rain
Januari 2000 : Lesbian Indonesia mulai memanfaatkan jejaring sosial aktif chatroom www.gay.com di Asian Women Chat (women’s floor). Rata-rata yang bergabung merupakan lesbian Indonesia yang bersekolah di luar negeri.
16 April 2000: Montpelier, VT. 19-11 suara menyetujui pasangan gay untuk membentuk “serikat sipil” yang akan memberikan mereka semua hak, dan manfaat yang tersedia di bawah hukum negara sebagai pasangan yang menikah.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Tersebutlah Hermaphroditus, anak dari Dewi Aphrodite (Venus) dan Dewa Hermes (Merkurius) dalam mitologi Romawi. Dia adalah simbol biseksual dan transeksual. Digambarkan dalam lukisan seni Greco-Roman sebagai perempuan dengan alat kelamin lelaki, namanya (hermaphrodite) kini diambil sebagai istilah medis dan biologi.
Hermaphroditus dianggap sebagai dewa karena tubuhnya yang sangat cantik tapi kualitas maskulinnya yang tertanam dalam dirinya membuatnya sempurna. Namun ada pula pandangan yang mengatakan bahwa gabungan dua unsur maskulin dan feminim dalam dirinya membuatnya memiliki kualitas monster. Dalam analisis Hermaphroditus, disebutan bahwa dewa ini sering dilihat sebagai setan maupun tuhan.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Ilmu pengetahuan – seperti yang sudah diusung oleh SepociKopi (baca Mix ‘n Match Pintu Dunia Sains Interdisipliner) adalah hal yang sangat penting bagi lesbian untuk mengetahuinya. Sebab katanya knowing is believing. Sejak dulu aku kelaparan akan ilmu pengetahuan tentang lesbianisme. Atas usaha sendiri, aku memutuskan untuk mencari tahu sebanyak-banyaknya.
Humaniora, Noktah Merah »
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Old pond…
A frog leaps in
Water’s sound
Sepenggal haiku (puisi dalam budaya Jepang) yang sangat terkenal ini berasal dari Matsuo Basho, seorang penyair Jepang yang dihormati. Seperti membaca haiku, melangkah memasuki Jepang, kita akan merasakan keheningan dan kedamaian masyarakat dan budayanya yang kental. Walaupun sodomi terlarang sejak tahun 1873, homoseksualitas tidak pernah diberlakukan sebagai dosa di peradaban dan keagamaan Jepang.
Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Lady Eleanor Butler, seorang gadis yang tampan – bukan wanita konvensional – berumur 29 tahun ketika bertemu Sarah Ponsonby, gadis 13 tahun yang sensitif dan pendiam. Persahabatan mereka menjadi dekat. Sepuluh tahun kemudian – di tahun 1778 – mereka mengejutkan seluruh keluarga, Eleanor dan Sarah memutuskan kabur bersama-sama. Mereka tinggal berdua di sebuah rumah di pedesaan, Llangollen, Wales. Di sana, hubungan Eleanor dan Sarah yang terlihat janggal di masa itu berkembang, menjadi bagian dari tetangga dan kelas sosial di sana, bahkan akhirnya menjadi legenda. Ketenaran mereka berdua meluas, sehingga …





