Articles in the Mix n’ Match Category
Film, Mix n' Match, TV »
Oleh: Carmen dan Alex
Media apa yang berkontribusi memupuk stereotipe bahwa lesbian merupakan makhluk predator pemangsa perempuan perawan (atau paling tidak, heteroseksual)? Sepertinya salah satu yang berperan adalah media film. Film-film tentang vampir lesbian banyak menggunakan stereotipe-stereotipe tentang mitos-mitos perilaku seksualitas lesbian sebagai predator. Menariknya, dinamika peran predator vs korban pun berubah seiring zaman, terkait gerakan perempuan di masanya.
Mix n' Match, Musik »
Oleh: Carmen
Di satu atau lain waktu, bisa dibilang nyaris semua lesbian pernah menjalani mimpi yang paling buruk. Yaitu saat ketika kita sulit untuk menerima diri sendiri, alih-alih mencintai.
Carl Gustav Jung pernah berkata, “the most terrifying thing is to accept oneself completely.” Ungkapan tersebut ditujukan secara universal, tak terkecuali kaum perempuan pecinta perempuan. Mungkin malah bagi kita, perlu keberanian lebih untuk menerima satu bagian dari diri—yaitu menerima diri sebagai lesbian.
Ada yang merasa bahwa mempunyai keberanian tersebut sangat sulit? Hmm… Bagaimana tidak sulit? Kecuali kamu memang orang yang paling beruntung, …
Gaya Hidup, Mix n' Match »
Oleh: Alex
Belakangan ini teknologi sudah merasuk ke hidup kita sehari-hari, hingga permainan pun kita melakukan permainan dengan gadget. Mulai dari penggunaan ponsel, internet, dan kini banyak yang keranjingan game di iPad atau di tablet Android. Kalau sudah main game gini, bisa-bisa kita lupa mandi, makan, bahkan lupa sama pacar (mau lesbian atau straight sama aja deh kalau kecanduan main game). Nggak jarang tuh ada yang telat janjian sama pacar karena penasaran sama game-nya atau masih tanggung.
Banyak nggak nih pembaca SepociKopi yang keranjingan main game seperti ini? Tapi sebenarnya lumayan kan …
Gaya Hidup, Mix n' Match »
Oleh: Carmen
Demam film Yes or No atau populer dipelesetin dengan Oh Yes Oh No tampaknya masih berlangsung. Paling tidak, setiap kali penulis ikutan chatting di milis, pasti ada aja kalimat sambungan peserta untuk membahas film itu. Jujur aja nih, yang kuperhatikan pertama kali saat melihat film itu adalah kehalusan kulit wajah dua aktris film Thailand yang cantik itu. Ya ampun… Mulus banget yak.
Bisik punya bisik, beberapa rekan lesbian maya tukang gosip dan tukang dandan menilai bahwa kehalusan kulit Pie dan Kim tersebut ditengarai berasal dari bedak cair maupun padat yang …
Mix n' Match, Musik »
Oleh: Alex
Menyambut Paramore yang bakal konser di Jakarta dan Bali tanggal 17 dan 18 Agustus 2011 ini, yuk kita bahas tentang lady rocker Indonesia. Ternyata yang namanya musik rock itu nggak cuma milik laki-laki lho. Sejak tahun 1970-an kita sudah punya rocker perempuan yang bersuara fantastis.
Lima lady rocker pilihan ini mewakili era tahun 1970an-2010an. Biar pembaca yang muda bisa kenalan dengan rocker gaek Sylvia Saartje dan yang pembaca *uhuk* berumur bisa kenalan sama Tantri Kotak. Yuk, kita lihat mereka… nggak perlu jadi lesbian untuk kagum pada perempuan-perempuan ini.
Sylvia Saartje
Bagi penggemar …
Film, Mix n' Match »
Oleh: Carmen
Bayangkan, kamu sedang bersantai di rumah pada siang hari yang cerah dan indah. Sambil menunggu partner yang membeli makan di luar, tak sabar rasanya menyetel DVD tema lesbian yang baru dibeli. Setelah pacar datang sambil membawa pizza kesukaan dan camilan lucu, beserta minuman dingin, diputarlah tuh film. Wah akan menjadi siang hari yang sempurna nih!
Tahu-tahu selesai film diputar, dua penonton yang sebelumnya dilanda asmara, sukses berekspresi bengong atau disertai marah-marah dan misuh-misuh. Jeleeeekkk bangeeettt filmnya…!!!
Mix n' Match, TV »
Oleh: Alex
Kisah cinta Liang Shanbo dan Zhu Yingtai ibaratnya adalah kisah Romeo and Juliet paling terkenal dari daratan Cina. Di Indonesia, mereka lebih dikenal dengan nama Sampek Engtay. Kisah pasangan kekasih yang bertemu ketika Yingtai menyamar sebagai laki-laki agar bisa bersekolah pada masa dinasti Jin telah dibuat ulang puluhan kali, bahkan ada versi Teater Koma-nya. Pemerintah Cina bahkan mengajukan kisah “Pasangan Kekasih Kupu-Kupu” ini sebagai warisan budaya Cina yang didaftarkan pada UNESCO pada tahun 2004. Apakah kisah cinta tragis ini berdasarkan kisah nyata atau tidak? Tidak ada yang tahu. Tapi …
Mix n' Match »
Oleh: Carmen
Sepanjang beberapa minggu lalu aku berkesempatan menjumpai beberapa karya seniman lokal yang berbau-bau lesbian.
1. Lagu “Cinta Terlarang”
“Masa kamu belum pernah dengar lagu legendaris dari band the Virgin iniii?!” ujarnya sambil mengguncang-guncangkan tubuhku. Aduh temanku yang tomboi tapi manis, sekuat apa pun kamu menyakiti bahuku (halah), ya kalau memang belum pernah dengar, apa mau dikata? Aku tahu berita ini rada basi dan memang akulah yang super duper kuper dan basiiii deh pokoknya, tapi coba dengar lagi lagu “Cinta Terlarang” ini! Kalau memang lagu legendaris, kapan pun akan tetap enak didengar …
Gaya Hidup, Musik, Musik, Remaja, Seni Budaya »
Oleh: Shane
“Pretty, pretty, please, if you ever, ever feel
Like you’re nothing, you are perfect to me.”
Intro dikit….
Bosen sama playlist di HP, iseng-iseng gue browsing 100 Top Chart Amerika yang kebanyakan memang jadi tren musik negara-negara berikutnya yang mengekor. Muncul sederet lagu. Gue termasuk orang yang bisa menikmati semua musik, film dan cewek. (Yang terakhir bercanda doang!). Musik apa saja bisa mampir di telinga gue. Mungkin orang bingung karena gue bisa favoritin aneka jenis musik atau ngefans band mana pun.
Mix n' Match »
Oleh: Alex
Saat ini tren terbaru di televisi setelah ajang pencarian bakat dan sulap-sulapan adalah acara kontes masak. Bahkan tiap akhir pekan acara masak tersebut menjadi trending topic di Twitter dan jadi acara yang dibicarakan lesbian-lesbian di chat room SepociKopi pada Sabtu malam. Memang saya pernah menulis tentang Koki-Koki Cantik, tapi itu kan versi impor, kini mengikuti tren budaya pop lokal saya mau menyusun koki-koki cantik Indonesia yang membuat saya lapar mata… hihihi. Yuk kita lihat siapa saja mereka.





