<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; Mix n&#8217; Match</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/category/mix-n-match/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:52:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Cantik Elegan 60+</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/02/05/cantik-elegan/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2012/02/05/cantik-elegan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 14:22:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[tubuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=17872</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Artikel ini kupersembahkan untuk para lesbian yang sudah, maupun yang sebentar lagi akan mencapai umur kepala enam, atau lebih. *jabat tangan dulu*
Terkadang risi saat dulu magang di kantor, melihat pekerja yang berusia &#62;50 tapi belum memasuki masa pensiun diperlakukan tidak adil. Yaitu, pada saat melakukan kesalahan, mereka diperlakukan lebih sadis (e.g., ibu itu sudah tua, kita pindah saja) dibandingkan bila kesalahan serupa dilakukan oleh pekerja yang lebih muda (e.g., ah kan masih muda, salah ya wajar). Atau saat pekerja sosial yang berusia pensiun tapi masih sangat aktif berkegiatan sosial, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/60.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17881" title="60" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/60-300x245.jpg" alt="" width="300" height="245" /></a>Oleh: Carmen</p>
<p><em>Artikel ini kupersembahkan untuk para lesbian yang sudah, maupun yang sebentar lagi akan mencapai umur kepala enam, atau lebih. *jabat tangan dulu*</em></p>
<p>Terkadang risi saat dulu magang di kantor, melihat pekerja yang berusia &gt;50 tapi belum memasuki masa pensiun diperlakukan tidak adil. Yaitu, pada saat melakukan kesalahan, mereka diperlakukan lebih sadis (<em>e.g., ibu itu sudah tua, kita pindah saja</em>) dibandingkan bila kesalahan serupa dilakukan oleh pekerja yang lebih muda (e<em>.g., ah kan masih muda, salah ya wajar</em>). Atau saat pekerja sosial yang berusia pensiun tapi masih sangat aktif berkegiatan sosial, melakukan kesalahan sedikit atau lupa sedikit, dicela kata-kata seperti “Sudah tua ya, Pak, harusnya istirahat di rumah.” Sambil tertawa memuakkan. Ugh!</p>
<p>Pernah dengar soal ageisme? Paralel dengan seksisme dan rasisme, ageisme adalah suatu sistem menstereotipe dan mendiskriminasi individu berdasarkan umur, yang sifatnya negatif. Seperti contoh pertama di atas, si ibu mengalami diskriminasi untuk diperlakukan sama seperti pegawai lainnya hanya karena umurnya; berdasarkan mitos bahwa performa saat bekerja pasti akan menurun seiring bertambahnya umur (padahal belum tentu!). Di sini ada stereotipe bahwa “semua orang berumur” masuk ke kelompok homogen yang “pasti semuanya payah&#8221;. Padahal kita tahu bahwa setiap orang itu unik. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa, untuk konteks di pekerjaan, pekerja yang lebih tua lebih dapat diandalkan, produktivitasnya sama, dan cenderung setia pada tempatnya bekerja atau kegiatan yang ditekuninya sungguh-sungguh. Di beberapa studi, hal ini berkontribusi sangat positif pada hasil profit perusahaan.</p>
<p>Yang parah lagi di contoh kedua tadi, malah si bapak mengalami kekerasan verbal berbasis ageisme. Hal ini berpotensi membikin si bapak mengalami depresi, atau merasa diri tidak berharga; paralelnya sama dengan kekerasan berbasis rasisme (<em>e.g., dasar cina</em>), seksisme (<em>e.g., kamu perempuan bisa apa sih</em>), dan heteroseksisme (<em>e.g., yang paling mulia tuh hubungan heteroseksual, tau!</em>).</p>
<p>Media pun tidak kalah mempromosikan praktek ageisme ini. Di mana-mana, standar cantik untuk mode dan lainnya adalah yang muda (plus kurus, putih dll). Perempuan tua? Ih jelek, tidak menarik, dan lain-lain. Padahal populasi tersebut adalah konsumen juga; yang patut dihargai, diakui, dan diperlakukan sama. Dan semakin berjalannya waktu (dengan makin baiknya tingkat kesehatan di seluruh dunia), populasi ini akan semakin banyak dan berjaya.</p>
<p>Poinku adalah, aku ingin menantang idealisme semu bahwa perempuan cantik muda bersinonim dengan penampilan menarik, kesuksesan, dan lebih “diinginkan” secara seksual. Tidak setuju! (hihihihi serius lho ini). Proses bertambahnya umur adalah natural, namun bukan berarti menjadi tua itu berarti menjadi tidak berguna atau tidak menarik. Setiap orang berhak untuk diperlakukan dengan baik seperti manusia lainnya. Iya, kan?</p>
<p>Dan <em>please </em>deh, sejak kapan idealisme yang tadi itu untuk kemashalahatan umat manusia? Mari kita lihat contoh-contoh perempuan yang berusia 60+ di dunia seni layar lebar, dan kiblat mereka selama menjalani karir dengan berjaya.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/meryl-streep-2010-oscars.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-17873" title="meryl-streep-2010-oscars" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/meryl-streep-2010-oscars.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Siapa yang tidak kenal Meryl Streep (1949)? Tahun ini aktris Amerika Serikat ini mendapatkan 17 kali nominasi<a href="http://sepocikopi.com/2012/01/29/mix-n-match-5-aktris-terbaik-academy-awards-2012/" target="_blank"> Academy Awards di perannya “The Iron Lady”</a>. Debut film pertamanya adalah “Julia”, film tentang lesbian yang terpisah karena perang, di mana Streep memainkan peran kecil yang menghubungkan dua pemain utama di masa lalu mereka. Ia juga pernah berperan sebagai lesbian di film &#8220;The Hours&#8221; (2002).</p>
<p>Meryl Streep terkenal pekerja sangat keras, sampai dijuluki jenius karena kebisaannya menirukan aksen-aksen British (the Iron Lady), Polish (Sophie’s Choice), Danish (Out of Africa), Italian (The Bridges of Madison County), hingga Australian (A Cry in The Dark).</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/helen-mirren.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-17874" title="helen mirren" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/helen-mirren.jpg" alt="" width="140" height="209" /></a>Aktris Inggris kawakan Helen Mirren (1945) memenangkan banyak penghargaan nasional maupun internasional, termasuk Academy Awards karena kelihaian aktingnya yang luar biasa. Gayanya yang elegan membuatnya beberapa kali memerankan peran penguasa negara. Contohnya, perannya yang masih menghantuiku saat ia bermain di “The Queen” memerankan Ratu Elizabeth II; dan di “Elizabeth I” memerankan penguasa dunia perempuan itu. Mengawali karirnya di teater, ia aktif menjadi aktris panggung di West End, bergabung bersama dua perusahaan drama terbaik di Inggris, Royal Shakespeare Company dan National Theatre. Pentas-pentasnya di Broadway juga banyak dipuji kritik. Mungkin sudah ratusan peran dilakoninya, termasuk peran lesbian di “Losing Chase” bersama Kyra Sedgwick dan “Caligula” bersama Teresa Savoy. Mungkin karena kontribusinya yang signifikan di dunia seni pertunjukan, ia juga dianugerahi gelar “Dame” (DBE) oleh kerajaan Inggris.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/sigourney-weaver-2010-oscars.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-17875" title="sigourney-weaver-2010-oscars" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/sigourney-weaver-2010-oscars.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>Penggemar film sci-fi pasti familier dengan artis cantik Sigourney Weaver (1949).<br />
Weaver, aktris Amerika Serikat, sudah dinominasikan Academy Awards selama tiga kali, salah satunya adalah dalam film &#8220;Aliens&#8221;. Ia dijuluki the Sci-Fi Queen karena sering terjun main film di genre ini, salah satunya di film Avatar sebagai dokter Grace Augustine, pemimpin proyek Pandora di fim tersebut. Beberapa kritik menyebut peran yang dia mainkan sebagai benang ajaib yang menghubungkan seluruh cerita di film. Selain itu, suaranya juga sering jadi lakon di film animasi sci-fi seperti Wall-E dan Futurama. Di usia 63 tahun ini, untuk proyek berikutnya, sutradara James Cameron (Titanic) menggandengnya lagi untuk bermain di film Avatar 2.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/catherine-deneuve-potiche.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17876" title="catherine deneuve potiche" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/catherine-deneuve-potiche-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Siapa berikutnya? Tentu saja Catherine Deneuve (1943), hahaha. Ya, ya, ya, aku penggemar beliau, jadi mungkin dimunculkan di situs ini berkali-kali. Mengapa tidak? Seperti bisa dilihat di (link) Catherine Deneuve, Lesbian Filmography, ms Deneuve sangat g<em>ay-friendly</em> dan sama sekali tidak keberatan beradegan lesbian; terutama di film &#8220;The Hunger&#8221; bersama Susan Sarandon yang menciptakan <em>cult vampir</em> tersendiri (err&#8230; lebih kece dari Twilight Saga deh pokoknya&#8230; *melirik Alex). Dia dinamakan berkali-kali sebagai salah satu perempuan tercantik di dunia, dijadikan simbol nasional Prancis selama tahun 1985 hingga 1989, dan salah satu alasan mengapa parfum Chanel no. 5 menjadi sangat terkenal di luar negerinya (ia berperan menjadi model di iklan parfum itu di Amerika). Film fantasi yang membuatnya terkenal adalah “Belle de Jour” (1967) yang super seksi dan film anyar yang dibintanginya mengisahkan soal emansipasi perempuan tahun 60-an di “Potiche” (2010).</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/isabella-rosselini.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17877" title="isabella rosselini" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/isabella-rosselini-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Masih dari Eropa, aktris Italia Isabella Rosselini (1952) terkenal karena kecantikannya yang legendaris, sampai-sampai perusahaan Lancome menjadikannya model selama 14 tahun lamanya! Rosselini adalah anak dari aktris Swedia Ingrid Bergman dan aktor Italia Roberto Rosselini. Film-film yang melambungkan namanya meliputi Blue Velvet dan Alias; dan banyak menjadi cameo di film serial televisi seperti Friends dan 30 Rock. Di usianya yang mencapai kepala enam tahun ini, ia masih aktif di kegiatan preservasi kesenian, fotografi, dan lainnya; serta memenangkan banyak penghargaan karena kegiatannya tersebut. Ia juga menulis tiga buku, membuat proyek-proyek film independen, bekerja sama dengan rumah mode Bvlgari untuk mendesain tas, dan menjadi juri di film-film festival.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/shabana-azmi-1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17879" title="shabana azmi-1" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/shabana-azmi-1-214x300.jpg" alt="" width="214" height="300" /></a>Shabana Azmi (1950) adalah salah satu aktris utama yang sangat terkenal di negaranya, India. Sejak kemunculannya pertama kali di layar lebar tahun 1974, perempuan elegan yang berwajah cantik eksotis ini banyak membintangi film-film gerakan New Wave yang banyak memunculkan isi yang lebih realistis dibanding film-film Bollywood; walaupun ia pernah juga membintangi film-film yang bukan New Wave.</p>
<p>Ratusan film sudah dilakoninya, termasuk memerankan lesbian yang beradegan seks di film <a href="http://sepocikopi.com/2011/06/26/mix-n-match-cantik-india-lesbian-twist/" target="_blank">“Fire”</a>, yang banyak diprotes masyarakat setempat. Ia juga banyak memenangkan penghargaan nasional maupun internasional sebagai seorang aktris. Di kehidupan nyata, Azmi yang muslim banyak aktif di gerakan sosial (e.g., duta besar United Nations Population Fund), keperempuanan, dan kesehatan (e.g., pendidikan tentang HIV/AIDS).</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/widyawati-ni.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17880" title="widyawati ni" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/02/widyawati-ni-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Bagaimana dengan aktris dari negeri sendiri? Ibu Widyawati (1950) yang sangat cantik dan anggun pastilah diterima dengan apresiasi baik oleh pencinta makhluk perempuan seperti kita ini. Sejak tahun 1967 ia aktif bermain film, hingga bertemu main film bersama almarhum suaminya Sophan Sophian di “Pengantin Remaja” (1971) yang melambungkan namanya. Aktris terbaik Piala Citra 1987, puluhan film sudah dibintanginya, termasuk beberapa yang terbaru “Love” (juga bersama sang suami) dan film apik “Perempuan Berkalung Sorban”. Widyawati sekarang memasuki usia 62 tahun, namun kehadirannya di layar lebar dan layar kaca selalu ditunggu penggemarnya. Errr&#8230; Seperti saya :p</p>
<p>Menginspirasi sekali, bukan, perempuan-perempuan luar biasa di atas? Mereka punya banyak talenta, independen, tidak pernah berhenti bekerja keras, dan berkarya selalu. Aku yakin banyak lesbian di luar sana yang serupa dengan mereka, di bidang yang berbeda. Nah kalau ada yang baca ini, ngaku dong ibu-ibu, bahwa Anda adalah lesbian 60+ yang selalu bersemangat setiap waktu..! *kecup hangat*</p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2012</p>
<p>Sumber:<br />
Clarke, L. H., &amp; Griffin, M. (2008). Visible and invisible ageing: Beauty work as a response to ageism. Ageing and Society, 28, 653-674<br />
Kimmel, D., Rose, T., &amp; David, S. (2006). Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender Aging: Research and Clinical Perspectives. New York: Columbia University<br />
Lewis, D. C., Medvedev, K., &amp; Seponski, D. M. (2011). Awakening to the desires of older women: Deconstructing ageismwithin fashion magazines. Journal of Aging Studies, 25, 101-109<br />
Lumme-Sandt, K. (2011). Images of ageing in a 50+ magazine. Journal of Aging Studies, 25, 45-41<br />
Rupp, D. E., Vodanovich, S. J., Crede, M. (2006). Age bias in the workplace: The impact of ageism and causal attributions, 6, 1337-1364</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2012/02/05/cantik-elegan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: 5 Aktris Terbaik Academy Awards 2012</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/01/29/mix-n-match-5-aktris-terbaik-academy-awards-2012/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2012/01/29/mix-n-match-5-aktris-terbaik-academy-awards-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jan 2012 16:31:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[aktris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=17736</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
Menjelang Academy Award bulan Februari 2012, yuk kita lihat perempuan-perempuan yang beradu akting berusaha mendapat gelar aktris pemeran utama terbaik. Tahun ini persaingan antara lima aktris hebat ini lumayan berat. Bukan rahasia lagi jika mereka yang sukses memerankan tokoh nyata secara baik, akan mendapat nominasi Oscar. Dalam lima nama ini ada dua yang berperan sebagai tokoh nyata. Saya bakalan bingung memilih siapa yang harus menang karena semuanya memiliki kualitas tersendiri. Tapi jika saya harus memilih, saya menjagokan Meryl Streep dalam The Iron Lady. Siapa saja sih kandidatnya? Mari kita ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Alex</p>
<p>Menjelang Academy Award bulan Februari 2012, yuk kita lihat perempuan-perempuan yang beradu akting berusaha mendapat gelar aktris pemeran utama terbaik. Tahun ini persaingan antara lima aktris hebat ini lumayan berat. Bukan rahasia lagi jika mereka yang sukses memerankan tokoh nyata secara baik, akan mendapat nominasi Oscar. Dalam lima nama ini ada dua yang berperan sebagai tokoh nyata. Saya bakalan bingung memilih siapa yang harus menang karena semuanya memiliki kualitas tersendiri. Tapi jika saya harus memilih, saya menjagokan Meryl Streep dalam <em>The Iron Lady</em>. Siapa saja sih kandidatnya? Mari kita lihat:<br />
<span id="more-17736"></span><br />
<strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/violadavis.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17739" title="violadavis" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/violadavis-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></strong></p>
<p><strong>Viola Davis, &#8220;The Help&#8221;</strong></p>
<p>Viola Davis adalah aktris kulit hitam kelahiran Amerika. Ia mendapat nominasi Academy Awards dalam perannya sebagai Aibileen Clark dalam film <em>The Help. The Help </em>adalah film yang diangkat dari novel Kathryn Stockett, berkisah tentang pembantu kulit hitam pada tahun 1960-an di Mississippi. Dalam film ini diceritakan nasib pembantu yang dengan susah payah membesarkan anak-anak majikan kulit putih mereka dan tidak mendapat penghargaan semestinya. Seorang gadis kulit putih kaya, Skeeter (Emma Stone) memutuskan untuk menuliskan kisah para pembantu kulit hitam ini meskipun mendapat tentangan. Film ini perempuan banget dengan tokoh utama nyaris semua perempuan dengan akting luar biasa. Direkomendasikan untuk mereka yang menyukai film tentang perjuangan perempuan.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/glenn.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17737" title="glenn" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/glenn-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a><br />
<strong>Glenn Close, &#8220;Albert Nobbs&#8221;</strong></p>
<p>Glenn Close berperan sebagai perempuan di Dublin, Irlandia pada abad ke-19 yang menyamar sebagai lelaki bernama Albert Nobbs agar bisa bekerja. Namun penyamaran ini membuat ia terjebak menjadi lelaki selama tiga puluh tahun. Film ini diangkat dari cerita pendek karya pengarang Irlandia, George Moore, <em>The Singular Life of Albert Nobbs</em>. Pada awal tahun 1980-an, Glenn Close pernah berperan sebagai Albert Nobbs dalam versi teater Off-Broadway. Sayangnya sampai sekarang saya belum menonton film ini, jadi tidak bisa berkomentar panjang. Namun melihat perempuan menjalani hidup sebagai laki-laki dan berpacaran dengan perempuan jelas <em>Albert Nobbs </em>salah satu film yang ingin saya tonton. Apalagi saya penggemar berat Glenn Close.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/rooney.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17740" title="rooney" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/rooney-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a></strong></p>
<p><strong>Rooney Mara, &#8220;The Girl With the Dragon Tattoo&#8221;</strong></p>
<p>Seperti yang sudah saya duga, <em>The Girl With the Dragon Tattoo</em> versi Amerika Serikat dengan peran utama Rooney Mara dan Daniel Craig ini tidak diputar di Indonesia. Alasannya karena sang sutradara film ini, David Fincher, tidak mau filmnya dibabat sensor padahal film ini. Padahal versi Swedia <em>The Girl With the Dragon Tattoo </em>yang diperankan oleh Noomi Rapace sempat diputar di Indonesia dua tahun lalu. Film yang diangkat dari novel karya Stieg Larsson ini berkisah tentang Lisbeth Salander <em>hacker </em>perempuan berusia 23 tahun yang bertato, bertindik, dan biseksual dalam membantu jurnalis separo baya bernama Mikael Blumvkist memecahkan kasus pembunuhan berantai. Rooney Mara bermain apik sebagai Lisbeth Salander dalam film yang penuh adegan kekerasan seks, pemerkosaan, telanjang, dan lesbian. Dan sukses film ini membuat saya menanti film keduanya, <em>The Girl Who Played with Fire </em>yang kalau di bukunya lebih menampilkan sisi lesbian Lisbeth Salander.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/meryl.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17741" title="meryl" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/meryl-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a></strong></p>
<p><strong>Meryl Streep, &#8220;The Iron Lady&#8221;</strong></p>
<p>Sejujurnya, saya agak kecewa dengan cerita film ini dan menurut saya ini bukanlah <em>biopic </em>tentang Margaret Thatcher. Ini adalah suatu kisah fiksi tentang Margaret Thatcher yang kini menderita dementia dicampur dengan catatan perjalanan hidupnya menjadi sosok perempuan kuat dunia dengan menjadi perdana menteri perempuan pertama di negara Eropa selama 11,5 tahun. Phyllida Llyod, sang sutradara adalah sutradara Inggris yang sudah <em>out </em>lesbian dan sebelumnya juga menyutradari <em>Mamma Mia!</em> dengan bintang utama juga Meryl Streep. Untungnya, film ini diselamatkan oleh akting brilian Meryl Streep. Meryl Streep menampilkan akting bintang lima sebagai mantan perdana menteri Inggris ini, yang membuat penonton terpukau dan terkesan hingga waktu yang lama. Berkat perannya sebagai Margaret Thatcher, Meryl Streep sudah meraih Golden Globe Award for Best Actress &#8211; Motion Picture Drama. Yang menurut saya amat sangat layak diterimanya.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/marylin.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17742" title="marylin" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/marylin-202x300.jpg" alt="" width="202" height="300" /></a></strong></p>
<p><strong>Michelle Williams, &#8220;My Week With Marilyn&#8221;</strong></p>
<p>Film ini mengisahkan kehidupan Marilyn Monroe selama seminggu yang diangkat dari buku karya Colin Clark, saat syuting film <em>The Prince and the Showgirl</em> pada tahun 1957. Secara mengejutkan Michelle Williams berkilau sebagai Marilyn Monroe, meskipun sulit bagi saya menerima Kenneth Branagh sebagai Laurence Olivier. Di bagian Branagh inilah, saya merasa tidak sreg. Secara keseluruhan film ini menampilkan sejenak kehidupan seorang Marilyn Monroe, yang memang layak ditonton oleh mereka penggemar aktris kontroversial ini. Atas perannya sebagai Marilyn Monroe, Michelle Williams berhasil memenangkan Golden Globe Award for Best Actress &#8211; Motion Picture Musical or Comedy.</p>
<p>Demikianlah lima perempuan hebat di Hollywood yang akan bertarung menjadi aktris terbaik. Jadi siapa favoritmu?</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2012/01/29/mix-n-match-5-aktris-terbaik-academy-awards-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Etnis Tionghoa Sumber Inspirasi</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/01/22/mix-n-match-etnis-tionghoa-sumber-inspirasi/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2012/01/22/mix-n-match-etnis-tionghoa-sumber-inspirasi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 00:16:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=17560</guid>
		<description><![CDATA[Menyambut Hari Raya Imlek Mix n&#8217; Match yang biasanya digawangi oleh Alex dan Carmen kali ini kedatangan penulis tamu yaitu Jacquier de vache yang membahas tentang perempuan-perempuan hebat Indonesia beretnis Tionghoa.
Oleh: Jacquier de vache
Menyambut Tahun Baru Imlek 23 Januari 2012 maka saya ingin berbagi mengenai keberadaan etnis Tionghoa yang sungguh buat saya pribadi sangat memotivasi saya dalam menjalani kehidupan. Buat saya pribadi, tumbuh dalam lingkungan sekitar yang beretnis Tionghoa membuat saya bisa memetik banyak pelajaran dari kehidupan mereka.

Zaman sekolah, saingan terbesar saya di kelas sudah pasti beretnis Tionghoa. Entah karena ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Menyambut Hari Raya Imlek Mix n&#8217; Match yang biasanya digawangi oleh Alex dan Carmen kali ini kedatangan penulis tamu yaitu Jacquier de vache yang membahas tentang perempuan-perempuan hebat Indonesia beretnis Tionghoa.</em></p>
<p>Oleh: Jacquier de vache</p>
<p>Menyambut Tahun Baru Imlek 23 Januari 2012 maka saya ingin berbagi mengenai keberadaan etnis Tionghoa yang sungguh buat saya pribadi sangat memotivasi saya dalam menjalani kehidupan. Buat saya pribadi, tumbuh dalam lingkungan sekitar yang beretnis Tionghoa membuat saya bisa memetik banyak pelajaran dari kehidupan mereka.<br />
<span id="more-17560"></span><br />
Zaman sekolah, saingan terbesar saya di kelas sudah pasti beretnis Tionghoa. Entah karena memang mereka memiliki otak yang lebih encer, atau memang giat dalam hal belajar, saya sering kali harus mengakui keunggulan mereka.</p>
<p>Dalam dunia kerja pun, saya menemui kalau rekan kerja saya yang beretnis Tionghoa memiliki keuletan dan daya tahan bekerja yang tinggi. Mereka juga terkenal dengan hematnya. Konteks hemat disini tidak berarti pelit lho, namun saya melihat mereka begitu cermat dalam penggunaan uang dibandingkan dengan saya yang lebih menuruti keinginan mata.</p>
<p>Namun sosok yang paling menginspirasi saya adalah partner saya. Seorang tionghoa yang menjadi tumpuan hidup keempat adiknya, hidup di tengah ketidakharmonisan keluarga, namun tetap bertahan demi adik-adiknya, mamanya tercinta, juga saya orang yang dicintainya. Salah satu prinsipnya yang tidak bisa ditolerir “Sekali tidak, tetap tidak !” nggak pake nawar. Walaupun saya harus ekstra sabar untuk hal ini, tapi jatuh bangun dirinya dalam hidup adalah sumber inspirasi terbesar saya.</p>
<p>Sudah cukup panjang-lebarnya ya&#8230; balik ke topik. Banyak sosok orang hebat dari Indonesia yang beretnis Tionghoa. Tidak hanya kaum pria, tapi juga perempuannya. Mari kita lihat sosok-sosok perempuan hebat yang menonjol dan menjadi pembicaraan karena prestasi yang dicapai atau kesuksesan yang diraihnya dalam karier, politik, seni, dan sebagainya. Antara lain:</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/maripangestu.gif"><img class="aligncenter size-full wp-image-17561" title="maripangestu" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/maripangestu.gif" alt="" width="155" height="212" /></a><br />
1. Mari Elka Pangestu</strong><br />
Siapa yang tidak kenal Ibu Mari Elka Pangestu, wanita yang lahir di Jakarta, 23 Oktober 1956 adalah wanita Tionghoa-Indonesia pertama yang memegang jabatan sebagai menteri di Indonesia. Beliau menduduki posisi Menteri Perdagangan sejak 21 Oktober 2004. Dan yang terakhir berkaitan dengan <em>reshuffle </em>Kabinet Indonesia Bersatu jilid II tanggal 18 Oktober 2011, Ibu Mari Elka Pangestu dipindahtugaskan sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Jero Wacik. Ayo siapa yang bercita-cita jadi Menteri juga? Bisa belajar lewat keberhasilan beliau.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/agnesmonica.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-17562" title="agnesmonica" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/agnesmonica.jpg" alt="" width="194" height="259" /></a><br />
2. Agnes Monica</strong><br />
Oke yang satu ini tidak perlu kita bahas panjang lebar, karena pasti banyak yang lebih mengenal sosok ini daripada saya. Bagaimana tidak, fakta membuktikan kalau sosok yang satu ini sudah mulai mendunia, sudah menjadi idola bukan saja di Indonesia. Dan kalau membahas soal Agnes Monica bersama partner saya,maka dia tidak akan berhenti memuji sosok Idola nya yang satu ini. Bernama lengkap Agnes Monica Muljoto yang lahir di Jakarta, 1 Juli 1986, memulai kariernya di industri hiburan pada usia enam tahun sebagai seorang penyanyi cilik. Kemudian menjadi artis multitalenta di jagat hiburan tanah air. Ia menyabet beberapa penghargaan bukan saja dalam industri musik, tapi juga lewat sinetron yang dibintanginya. Agnes Monica meraih penghargaan Panasonic Awards 2003 sebagai &#8220;Aktris Terfavorit&#8221; dan SCTV Awards 2004 sebagai &#8220;Aktris Ngetop&#8221;. Dan Pada bulan September 2011, Agnes berduet dengan penyanyi senior Amerika Serikat Michael Bolton pada lagu &#8220;Said I Loved You&#8230;But I Lied&#8221;. Pasti sudah banyak di antara teman-teman yang menjadikan sosok Agnes Monica sebagai sumber inspirasi.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/ClaraNg.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17563" title="ClaraNg" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/ClaraNg-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>3. Clara Ng<br />
</strong>Tokoh yang satu ini bernama lengkap Clara Regina Juana lahir di Jakarta pada Juli 1973. Beliau dikenal sebagai penulis cerpen, buku, dan novel peraih penghargaan Adikarya Ikapi selama tiga tahun berturut-turut juga nomine Khatulistiwa Award. Tidak banyak yang saya tahu dari beliau, karena jujur belum ada satu pun karyanya yang terpampang dalam deretan buku ataupun novel di rak buku saya. Saya baru mengenal sosok beliau dari rekomendasi bacaan SepociKopi. Dan beberapa minggu terakhir mencoba mengenal keberadaannya lewat akun twitter miliknya @clara_ng . Dari hasil <em>googling </em>saya akhir-akhir ini, dengan yakin saya bisa mengatakan bahwa karya-karya Clara Ng adalah karya yang sungguh sangat inspiratif. Selama sepuluh tahun terakhir, bukan hanya satu-dua karya fenomenal yang dihasilkannya tapi puluhan. Dan beberapa di antaranya bertemakan LGBT.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/ivanalie.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-17564" title="ivanalie" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/ivanalie.jpg" alt="" width="219" height="230" /></a>4. Ivana Lie<br />
</strong>Bernama lengkap Ivanna Lie Ing Hoa, yang lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 7 Maret 1960 adalah pemain bulu tangkis Indonesia era 1980-an yang terkenal dengan segudang prestasi. Walaupun sejujurnya belum pernah melihat langsung aksinya di lapangan badminton, karena era 80-an saya belum dilahirkan. Tapi saya mengenal namanya dari deretan prestasi yang dihasilkannya untuk tanah air kita tercinta, Indonesia. Tentu sosok yang satu ini patut diancungi jempol, dan menjadi panutan kita untuk berjuang mengharumkan nama bangsa dengan segala bakat yang kita miliki. Ivana Lie tidak pernah berhenti memberikan kontribusi yang berarti untuk Indonesia, di antaranya dengan mendirikan ‘Sekolah Bulutangkis Ivana Lie’, yang dikhususkan untuk melatih bibit baru atlet muda berbakat.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/nyonyameneer.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-17565" title="nyonyameneer" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/nyonyameneer-226x300.jpg" alt="" width="226" height="300" /></a>5. Nyonya Meneer<br />
</strong>Lauw Ping Nio alias Nyonya Meneer yang lahir di Sidoarjo, Jawa Timur, pada tahun 1895. Beliau adalah wirausahawan di bidang industri jamu di Indonesia. Beliau wafat pada tahun 1978. Kemudian industri ini diteruskan secara turun-temurun. Kalau membahas secara terperinci dari awal terbentuknya Industri Jamu Nyonya Meneer ini rasanya bakal panjang banget. Jadi saya mengambil inti yang bisa saya petik dari kegigihan Nyonya Meneer dalam membangun usahanya ini. Awalnya dimulai dengan meracik jamu Jawa demi menyembuhkan suaminya, kemudian keluarga, tetangga, dan orang-orang sekitarnya. Ternyata jamu racikannya sangat mujarab. Berbekal perabotan dapur biasa, akhirnya Nyonya Meneer mendirikan usaha keluarga yang kemudian terus memperluas penjualan ke kota-kota sekitar. Dan pada tahun 1919 atas dorongan keluarga berdirilah Jamu Cap Potret Nyonya Meneer yang kemudian menjadi cikal bakal salah satu industri jamu terbesar di Indonesia. Sungguh keuletan yang luar biasa. Kisah perjuangannya sangat menginspirasi kita untuk terus berusaha meraih kesuksesan yang kita inginkan.</p>
<p>Itulah beberapa tokoh perempuan beretnis Tionghoa yang ada di Indonesia, yang bisa kita jadikan sumber inspirasi. Pastinya di antara perempuan-perempuan hebat di atas, teman-teman sekalian punya tokoh Tionghoa pilihan yang dikagumi.</p>
<p>Untuk teman-teman SepociKopi juga partner tersayang, Selamat Hari Raya Imlek. <em>Gong xi fa cai!</em></p>
<p>@Jacquier de vache, SepociKopi, 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2012/01/22/mix-n-match-etnis-tionghoa-sumber-inspirasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Butch-Femme May Have its Glory, but Androgyny Wins</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/01/08/mix-n-match-butch-femme-may-have-its-glory-but-androgyny-wins/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2012/01/08/mix-n-match-butch-femme-may-have-its-glory-but-androgyny-wins/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 15:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[androgini]]></category>
		<category><![CDATA[butchy]]></category>
		<category><![CDATA[Fashion]]></category>
		<category><![CDATA[femme]]></category>
		<category><![CDATA[gaya hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=17149</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Aku akan mengawali artikel ini dengan membicarakan soal label, topik yang hangat untuk minggu ini. Secara singkat, ekspresi gender “butch-femme” menjadi bagian dari kultur lesbian di mana pun, termasuk di tanah air. Contohnya, di Amerika Serikat, visibilitas lesbian didominasi oleh ekspresi gender ini. Baru setelah gerakan feminisme tahun 1970, ada notasi bahwa ekspresi ini seperti meniru-niru peran gender tradisional (akibatnya, dicurigai menjunjung tinggi kultur patriarki dll). Sehingga pada saat yang sama, di masyarakat lesbian masa itu, sangat dianjurkan untuk menggerakkan estetika feminisme yang sifatnya androgini, meliputi interaksi sosial yang ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/poci1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17151" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/poci1-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Oleh: Carmen</p>
<p>Aku akan mengawali artikel ini dengan membicarakan soal label, topik yang hangat untuk minggu ini. Secara singkat, ekspresi gender “butch-femme” menjadi bagian dari kultur lesbian di mana pun, termasuk di tanah air. Contohnya, di Amerika Serikat, visibilitas lesbian didominasi oleh ekspresi gender ini. Baru setelah gerakan feminisme tahun 1970, ada notasi bahwa ekspresi ini seperti meniru-niru peran gender tradisional (akibatnya, dicurigai menjunjung tinggi kultur patriarki dll). Sehingga pada saat yang sama, di masyarakat lesbian masa itu, sangat dianjurkan untuk menggerakkan estetika feminisme yang sifatnya androgini, meliputi interaksi sosial yang sifatnya anti peran-peran gender terkotak-kotak macam butch-femme.</p>
<p><span id="more-17149"></span>Dalam perkembangannya, setelah masa feminisme gelombang pertama ini berakhir, ekspresi gender butch-femme muncul lagi; namun dengan konteks yang berbeda. Yaitu, kebanyakan ekspresi gender butch-femme tidak lagi dibatasi oleh macam-macam peran laten laki-perempuan seperti pada tahun 50-an. Peran gender untuk ekspresi tersebut bisa lebih kompleks dan beragam dengan segala variasinya.</p>
<p>Contoh sederhana, untuk yang beridentitas butch lesbian, kalau tahun 50-an itu dianggap “laki”-nya pasangan lesbian sehingga jadi kepala keluarga pencari nafkah dan lain-lain, di zaman modern sekarang, si butch ini bisa saja mengambil peran sebagai yang melahirkan dan mengasuh bayi hasil inseminasi (peran yang seharusnya diambil oleh “perempuan”-nya si pasangan).</p>
<p>Sama halnya, individu femme lesbian di zaman sekarang bisa saja bertindak sebagai kepala keluarga pengambil keputusan pencari nafkah utama dan powerful (lihat <a href="http://sepocikopi.com/2011/03/20/mix-nmatch-femmes-of-power/">femmes of power</a>). Atau bisa jadi peran-peran si pasangan butch-femme sangat campur aduk sehingga keduanya sama-sama berperan di entah apa pun perannya. Jadi peran-peran gender tidak selalu sejalan dengan ekspresi gender ala zaman dulu&#8211;kali ini lebih bervariasi, lebih kompleks, lebih modern (dalam arti lebih tidak terkotak-kotak).</p>
<p>Lalu apa relevansinya butch-femme ini sih sebenarnya? Nyusahin saja, mungkin itu pikiran beberapa orang. Hoho, jangan salah, bagi banyak di antara lesbian, ekspresi gender macam dikotomi butch-femme malah memudahkan dalam kelancaran proses perkembangan identitas diri hingga ke rasa afiliasi/merasa bagian dari masyarakat “suku” lesbian. Maksudku, tidak diajarkan kan caranya jadi lesbian bagaimana? Kadang-kadang hal-hal kecil yang bikin kita “beda” bisa bikin gelisah. Kok aku perempuan bisa suka makhluk perempuan dan suka bergaya macho? Dengan tahu bahwa ada subkultur “butch-ism” di budaya lesbian, ada kelegaan bahwa si “aku” bukan manusia planet pluto, tapi bagian dari kelompok “butch”&#8211;<em>hey I am not alone! </em>Begitu kira-kira yang kutangkap dari hasil-hasil penelitian maupun pengalaman teman-teman sehari-hari.</p>
<p>Dalam perkembangannya, ada ketidakpuasan pula dari dikotomi ini, sehingga ada tambahan kategori-kategori yaitu <em><a href="http://sepocikopi.com/2011/12/31/my-label-is-no-label/">no label</a></em>, <em>queer, dyke, andro</em>, sampai <em>futch</em>, dan lain-lain sesuai kesukaan masing-masing. Silakan saja, apa pun yang membikin lesbian nyaman dan sehat jiwa raga, monggo disantap sesukanya.</p>
<p>Saking kerennya subkultur-subkultur lesbian ini, di satu dekade terakhir ada gaya salah satu subkultur yang diambil oleh masyarakat luas di luar kelompok homoseksual; yaitu gaya androgini. Berasa tidak sih, resminya sejak pertengahan tahun lalu, tren gaya androgini melaju secepat peluru dari segala penjuru; dari <em>mainstream </em>dunia fashion, sampai ke ujung-ujungnya.</p>
<p>Ooo yeah, teman-teman, kenyataannya sekarang adalah, gaya subkultur lesbian diadaptasi oleh orang banyak, secara sadar atau tidak sadar. Patricia Field, <em>stylist </em>lesbian dari film seri <em>Sex and the City</em>, misalnya, banyak membawa sensibilitas gaya lesbian untuk mendandani aktris-aktrisnya dalam film tersebut. Dan semenjak itu, perempuan kota besar jadi lebih tidak ragu untuk mencampurkan gaya androgini di caranya berpakaian. Mungkin malah sejak era <a href="http://sepocikopi.com/2010/06/11/noktah-merah-coco-chanel-the-designer-and-the-revolutionary/">Coco Chanel</a>.</p>
<p>Buat banyak orang awam, fakta ini seperti memberi napas pada kebebasan ekspresi gaya, terutama dalam hal menabrak batas-batas gender. Misalnya, bagi yang <em>in the closet</em>, memakai gaya sedikit maskulin bukan berarti dicurigai lesbian; malah terkesan modern. Di sisi lain, menerapkan gaya maskulin di cara berpakaian juga ibarat mengenakan magnet bagi gaydar-gaydar yang dimiliki makhluk lesbian di sekitarnya. Fenomena yang menguntungkan, terutama bagi yang lagi cari pacar, hehehe.</p>
<p>Pertanyaan selanjutnya, bagaimana cara mengaplikasikannya? Sebagai orang awam fashion ataupun awam yang berbau-bau <em>boyish</em>, kadang agak sulit menerapkan tren ini. Malas kan kalau terlihat urakan, atau tidak cocok sama umur, dan lain-lain. Misalnya, gaya androgini yang seperti apa? <em>Manly-boyish? Pretty-boyish? Cool-boyish? </em>Atau yang seperti apa?</p>
<p>Percaya sama pepatah, semakin percaya diri, semakin terlihat menarik? Ih aku percaya banget. Semakin nyaman sama diri sendiri, bikin makin pede juga. Jadi solusinya, pilih gaya yang cocok buat kita, bukan kebalikannya. <em>Be comfortable in your own skin! </em>Misalnya, jelas-jelas aku sangat feminin dan gayaku berbusana cenderung seksi gelap/bling-bling tapi potongannya konservatif (maksudnya yang jahitannya <em>clean </em>gitu, rapi). Rada aneh kan kalau tiba-tiba maksa pakai <em>bikers jacket </em>rumbai-rumbai, yang walaupun keren dipakai Katherine Moennig, tapi sama sekali tidak keren dipakai diriku yang gayanya tante-tante ini.</p>
<p>Yang pertama kali kulakukan, biar gampang, adalah cari role model yang rada mirip “vibe”nya dengan karakter pribadi. Buatku, gayanya Amanda Moore, supermodel lesbian, kujadikan panutan untuk gaya androgini versiku. Ada sahabat-sahabatku lesbian bisa keren menerapkan gaya <em>artsy</em>-nya Tasya van Ree; atau <em>cool</em>-nya Michelle Rodriguez; atau <em>boyish</em>-nya Ellen DeGeneres. Pilih selebriti favoritmu yang bergaya androgini, yang cocok sama karaktermu!</p>
<p><em>Make-up guru </em>Lisa Eldridge juga memberikan tutorial untuk berdandan <em>pretty boyish </em>yang modern, dari panggung-panggung peragaan busana. <em>She’s awesome, check her out!</em></p>
<p><a href="http://youtu.be/0-EH0ydWrnw">http://youtu.be/0-EH0ydWrnw</a></p>
<p>Selain di keseharian, apakah gaya androgini bisa diterapkan ke acara formal? Aduh bisa banget. Dari <em>cocktail party </em>sampai kawinan. Aku sudah mencobanya terutama di musim-musim acara pernikahan akhir-akhir ini. Tahu sendiri kan, kita suka kehabisan ide mau bikin gaun apa lagi, atau jahit kebaya model apa lagi. Daripada bosan, aku memilih memakai setelan <em>suits</em>-celana panjang <em>tailored </em>warna hitam dengan kemeja putih; atau setelan <em>suits</em>-celana panjang <em>tailored </em>warna putih. <em>Clean and crisp!</em> Terkadang pakai dasi tipis. Tak lupa preferensi personalku, karena berekspresi gender femme, selalu pakai <em>high heels </em>dan lipstik natural. Teman, percaya deh, pujian (termasuk dari papaku) berdatangan dari segala penjuru secara mengejutkan, karena “beda” kali ya, di tengah perempuan-perempuan bergaun berkebaya, terlihat modern dan seksi&#8230;!</p>
<p>Keren kan subkultur lesbian yang satu ini? Apa pun ekspresi gender kita, akhirnya yang paling penting mungkin attitude! Lesbian yang keren bukan berarti cuma karena caranya berpakaian, tapi bagaimana postur dan sikapnya yang percaya diri saat beraksi menabrak batas-batas gender! Yummy!</p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2012</p>
<p><strong>Referensi:<br />
</strong>Levitt, H. M., &amp; Horne, S. G. (2002). Explorations of Lesbian-Queer Genders, Journal of Lesbian Studies, 6, 25-39</p>
<p>Myers, A., Taub, J., &amp; Morris, J. F. (1999). Beauty Mandates and the Appearance Obsession: Are Lesbian and Bisexual Women Better Off? Journal of Lesbian Studies, 3, 15-26</p>
<p>Weber, J. C. (1996). Social class as a correlate of gender identity among lesbian<br />
women. Sex Roles, 35, 271-280.</p>
<p>The Subtle Power of Lesbian Style, an article from The New York Times, http://www.nytimes.com/2004/06/27/style/the-subtle-power-of-lesbian-style.html?scp=1&amp;sq=subtle%20power%20of%20lesbian%20style&amp;st=cse&amp;pagewanted=2</p>
<p>http://www.ejhs.org/volume13/bodyimage.htm</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2012/01/08/mix-n-match-butch-femme-may-have-its-glory-but-androgyny-wins/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: The Best of 2011</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/01/01/mix-n-match-the-best-of-2011/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2012/01/01/mix-n-match-the-best-of-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2012 12:04:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Glee]]></category>
		<category><![CDATA[Grey's Anatomy]]></category>
		<category><![CDATA[Lagu]]></category>
		<category><![CDATA[pretty little liars]]></category>
		<category><![CDATA[TV]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=17030</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
Selamat Tahun Baru 2012! *tiup terompet* Tahun 2011 berlalu sudah meninggalkan jejak kenangan baik yang duka maupun suka. Namun kenangan, apa pun bentuknya selalu memperkaya kita dan ingatan kita tentang masa lalu menjadi bagian yang menjadikan diri kita sekarang. Tanpa perlu berpanjang lebar, (ini tulisannya udah panjang banget), hehehe&#8230; Yuk kita lihat kompilasi The Best of 2011 pilihan SepociKopi untuk lagu, film, buku, dan serial TV. Kenapa mereka yang terpilih? Bukan semata-mata karena isu lesbian, tapi karena juga mengusung isu perempuan dan segala keresahannya selama 2011.
Best Song
Adele – Someone ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/britt1.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/britt1.jpg" alt="" title="britt" width="300" height="210" class="alignleft size-full wp-image-17033" /></a>Oleh: Alex</p>
<p>Selamat Tahun Baru 2012! *tiup terompet* Tahun 2011 berlalu sudah meninggalkan jejak kenangan baik yang duka maupun suka. Namun kenangan, apa pun bentuknya selalu memperkaya kita dan ingatan kita tentang masa lalu menjadi bagian yang menjadikan diri kita sekarang. Tanpa perlu berpanjang lebar, (ini tulisannya udah panjang banget), hehehe&#8230; Yuk kita lihat kompilasi The Best of 2011 pilihan SepociKopi untuk lagu, film, buku, dan serial TV. Kenapa mereka yang terpilih? Bukan semata-mata karena isu lesbian, tapi karena juga mengusung isu perempuan dan segala keresahannya selama 2011.</p>
<p><strong>Best Song</strong><br />
<strong>Adele – Someone Like You</strong><br />
Lagu <em>Someone Like You </em>ini sepertinya jadi lagu wajib putar di radio sejagat raya. Bahkan menduduki peringkat no. 1 di YouTube sebagai video yang paling sering ditonton sepanjang tahun 2011.<br />
<span id="more-17030"></span><br />
<iframe width="400" height="233" src="http://www.youtube.com/embed/hLQl3WQQoQ0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><em>“Never mind I&#8217;ll find someone like you. I wish nothing but the best for you. Don&#8217;t forget me, I beg. I remember you said, sometimes it last in love but sometimes it hurts instead.”</em>Ya, sekian, inilah lagu yang bikin puluhan juta manusia nggak bisa <em>move on</em>.</p>
<p><strong>SNSD – The Boys</strong><br />
Fans K-Pop angkat tangannyaaaaa&#8230; Biarpun kalian <em>haters</em>, tapi mau nggak mau harus mengakui bahwa selama dua tahun terakhir serbuan K-Pop melanda seluruh dunia. Bahkan di Indonesia mulai banyak grup KW-nya&#8230; SNSD alias Girls Generation yang beranggotakan sembilan gadis cantik ini merupakan girl band Korea yang paling terkenal sepanjang tahun 2011. Bahkan konsernya di Singapura bulan Desember lalu sudah <em>sold out </em>hanya dalam hitungan hari sampai mereka perlu melakukan konser tambahan satu hari karena banyaknya peminat. Cekidot video klip mereka terbaru di 2011, <em>The Boys</em>. (Jangan lupa tutup mulut, jangan kelamaan menganga kagumnya, kakakkk)<br />
<iframe width="400" height="233" src="http://www.youtube.com/embed/6pA_Tou-DPI" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Glee – Rumor Has It/Someone Like You</strong><br />
Ya, ya, tahun 2011 memang tahunnya Adele dan Glee. Gabungan keduanya berarti&#8230; hits. Ketika dalam season 3 ini Glee me-<em>mashup </em>2 lagu Adele, <em>Rumor Has It </em>dan <em>Someone Like You </em>ditambah dengan cerita lesbian di dalamnya membuat lagu ini wajib jadi the <em>best song </em>2011 SepociKopi. Coba lihat dong tatapan Santana ke Brittany di menit 1:15. Saya sih udah meleleh di panggung kalau ditatap seperti itu.<br />
<iframe width="400" height="233" src="http://www.youtube.com/embed/qb7zjKkLCoQ" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>Best Book:<br />
Sing You Home &#8211; Jodi Picoult<br />
</strong><em>It&#8217;s not gender that makes a family; it&#8217;s love. You don&#8217;t need a mother and a father; you don&#8217;t necessarily even need two parents. You just need someone who&#8217;s got your back.&#8221;<br />
</em>&#8220;Sing You Home&#8221; adalah novel ke-18 dari Jodi Picoult, yang langsung menduduki no.1 <em>bestseller </em>di Amerika Serikat saat terbit awal bulan April 2011. Berkisah tentang Zoe dan Max sudah berusaha memiliki anak selama 10 tahun pernikahan mereka. Segala cara sudah dicoba hingga terakhir mereka melakukan bayi tabung. Zoe akhirnya berhasil hamil namun bayinya lahir mati ketika berusia 28 minggu. Duka yang amat dalam membuat mereka memutuskan bercerai. Zoe bertemu dengan Vanessa, memulai persahabatan hingga kemudian mereka saling jatuh cinta. Lalu masalah pun timbul ketika Zoe kepingin punya anak dan ditentang gereja Max. Buku yang akan membuat kita terharu saat membacanya. Review lengkap di: <a href="http://sepocikopi.com/2011/05/09/buku-sing-you-home-jodi-picoult/">http://sepocikopi.com/2011/05/09/buku-sing-you-home-jodi-picoult/</a></p>
<p><strong>Huntress &#8211; Malinda Lo<br />
</strong>Ini adalah novel kedua Malinda Lo, mantan <em>managing editor </em>situs lesbian afterellen.com. Masih berkutat dalam tema fantasi remaja. Malinda Lo menampilkan gagasan tentang cinta lesbian dalam novel terbarunya, <em>Huntress</em>, yang terbit awal April 2011. <em>Huntress </em>berkisah tentang petualangan dan cinta antara Kaede dan Taisin yang melakukan perjalanan mengunjungi negeri para peri untuk memusnahkan kutukan musim dingin yang membelenggu dunia mereka. Dalam perjalanan inilah kedua remaja perempuan ini mulai jatuh cinta. Kaede adalah putri penasihat raja yang terpilih ikut serta bersama rombongan pangeran muda dan para pengawalnya karena mimpi yang dilihat Taisin, sang peramal muda. Kedua karakter dalam novel ini, Kaede dan Taisin memiliki kekuatan dan kelemahan sesuai karakter masing-masing. Buat penyuka novel fantasi remaja dan ingin membaca tokoh utama lesbian, <em>Huntress </em>adalah buku yang harus dibaca. Review lengkapnya baca di: <a href="http://sepocikopi.com/2011/04/18/buku-huntress-kisah-cinta-dan-petualangan-sepasang-gadis-muda/">http://sepocikopi.com/2011/04/18/buku-huntress-kisah-cinta-dan-petualangan-sepasang-gadis-muda/</a></p>
<p><strong>IQ84 &#8211; Haruki Murakami<br />
</strong>Menurut saya, novel setebal hampi 1000 halaman ini bukan novel terbaik Murakami. Cinta pertama saya padanya tetap di <em>Norwegian Wood</em>. Tapi dalam novel yang jadi paling dinanti terbit bahasa Inggris-nya pada tahun 2011, kita bisa melihat “kecintaan” Murakami pada lesbian dengan menyertakan beberapa adegan lesbian dalam novel ini. <em>IQ84 </em>mendapat beragam review dan tidak sedikit yang kecewa, termasuk saya. Menurut saya, Haruki Murakami terlalu berusaha keras dalam novel ini. Tapi tidak menyebut <em>IQ84 </em>sebagai salah satu buku pilihan kok rasanya nggak sreg ya? Namun jika memang ingin membaca novel lesbian Murakami, <em><a href="http://sepocikopi.com/2011/06/27/buku-sputnik-sweetheart-segala-yang-terasing-dan-hilang/">Sputnik Sweetheart</a> </em>bisa jadi pilihan.</p>
<p><strong>Best TV Series<br />
Glee<br />
</strong>Season 3 <em>Glee </em>resmi menjadi season lesbian <em>Glee </em>dengan <em>coming out </em>dan penerimaan Santana (Naya Rivera) terhadap orientasi seksualnya. Jika dalam season 2, <em>Glee </em>banyak membahas <em>bullying </em>yang dialami Kurt yang gay setelah ketahuan gay, entah apa yang akan dibawa oleh Santana yang bitchy ini setelah ketahuan lesbian. Apa pun itu, serial ini menyenangkan untuk ditonton, tidak hanya isu homoseksualnya namun lagu-lagunya juga bikin kita kecanduan untuk terus menontonnya. Lebih jauh tentang Glee, bisa dilihat di: <a href="http://sepocikopi.com/2011/03/21/tv-raise-your-glass-if-youre-a-gleek/">http://sepocikopi.com/2011/03/21/tv-raise-your-glass-if-youre-a-gleek/</a></p>
<p><strong>Pretty Little Liars<br />
</strong>Serial remaja ini masuk Season 2 pada tahun 2011 dan masih menampilkan tokoh lesbian Emily Fields yang diperankan oleh Shay Mitchell. Dalam season 2 ini, isu orientasi seksual Emily makin berkembang dan kompleks. Ditambah dengan <em>coming out </em>dan homofobia di sekolah, juga penerimaan keluarganya. Sejauh ini <em>Pretty Little Liars </em>adalah salah satu seri yang lumayan oke untuk ditonton jika ingin melihat isu remaja dan segala kompleksitasnya.</p>
<p><strong>Grey&#8217;s Anatomy</strong><br />
Serial <em>medical drama </em>ini sudah masuk Season 8. Pada bulan Mei tahun 2011, serial ini mencapai puncak kelesbianannya dengan pernikahan lesbian antara dr. Callie Torres dan dr. Arizona Robbins pada season 7 dalam episode “White Wedding”. Apakah season 8 ini mereka masih layak ditonton? Tentu saja, buat mereka pecinta drama dan dokter-dokter cantik atau tampan, <em>Grey&#8217;s Anatomy </em>masih menjadi tontonan wajib.</p>
<p>Review lengkap soal TV series pilihan, bisa dilihat di: <a href="http://sepocikopi.com/2011/05/22/serial-tv-piliha/">http://sepocikopi.com/2011/05/22/serial-tv-piliha/</a></p>
<p><strong>Best Movie<br />
Daughter of Club Bilitis<br />
</strong>FTV <em>Daughters of Club Bilitis</em> tayang di KBS, Korea Selatan pada bulan Agustus 2011. Drama ini menceritakan tiga generasi lesbian berusia remaja, 30-an, dan 50-an. Inilah pertama kalinya Korea memutar drama yang menampilkan lesbian sebagai identitas seksual tokoh-tokohnya, bukan cuma tokoh tambahan. Kisahnya terpusat pada enam perempuan. Dua remaja lesbian yang masih duduk di SMA (Joo-yeon dan Yeo-gyung), sepasang kekasih berusia 30-an (Han-na dan Young-eun), dan pasangan lesbian senior (Myung-hee dan Han-ja). Tiga generasi ini mewakili lesbian dengan segala permasalahannya. Lesbian remaja berusaha menghindari gosip lesbian di sekolah. Lesbian berusia 30-an menghadapi tekanan keluarga dan lingkungan untuk menikah dengan laki-laki. Sementara lesbian 50-an yang sudah senior menghadapi masalah dengan keluarga serta kebersamaan.  Silakan menonton episode 1 dari 4-nya di:<br />
<iframe width="400" height="233" src="http://www.youtube.com/embed/aXFlYiPsguk" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>The Help</strong><br />
Ini bukan film lesbian, tapi film tentang segregasi ras antara kulit hitam dan kulit putih di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Berkisah tentang Skeeter (Emma Stone) yang pulang ke kampung halamannya di Jackson, Mississippi dan berniat menjadi penulis. Awalnya, dia mewawancarai pembantu kulit hitam di rumah sahabatnya untuk pekerjaannya sebagai kolumnis. Namun lambat laun wawancara itu berkembang menjadi isu diskriminasi warna kulit dan bagaimana nasib pembantu klit hitam di rumah keluarga kulit putih yang kaya raya. Film ini perempuan banget dengan peran utama yang nyaris semuanya perempuan. <em>The Help</em> diangkat dari novel berjudul sama karya Kathrynn Stockett yang novel debutnya ini menjadi <em>bestseller </em>pada tahun 2009 yang kemudian difilmkan dan dirilis tahun 2011.</p>
<p><strong>Sang Penari</strong><br />
Film Indonesia ini merupakan film terbaik dalam FFI 2011 yang diangkat dari novel klasik Indonesia, <em>Ronggeng Dukuh Paruk </em>karya Ahmad Tohari. Bersetting pada tahun 1960-an pada masa gejolak politik Indonesia menjelang G30S. Ini merupakan <em>remake </em>film tahun 1980-an dengan judul sama. Kini kisah cinta Srintil dan Rasus tahun 2011 diperankan oleh Prisia Nasution dan Oka Antara. Prisia Nasution juga mendapat penghargaan sebagai aktris terbaik di FFI. <em>Sang Penari </em>mengisahkan bagaimana Srintil bercita-cita menjadi sang penari ronggeng di Dukuh Paruk, yang tidak hanya sekadar menari, tapi juga harus “buka ranjang” alias menjual tubuhnya pada lelaki yang bisa membayar mahal. Srintil merupakan sosok perempuan yang harus menanggung “dosa” orangtuanya, beban desanya, juga terjebak dalam dosa politik bangsa era itu. Dan ketika PKI masuk ke Dukuh Paruk, Srintil kembali menjadi korban politik meskipun dia tak paham apa-apa. Sebuah kisah mengenaskan yang memaksa kita untuk berkaca pada masa lalu.</p>
<p>Demikian ulasan terbaik pilihan 2011. Oya, untuk film lesbian, mungkin bisa juga menonton film Thailand, <a href="http://sepocikopi.com/2011/07/11/film-yes-or-no-cinta-di-asrama/">Yes or No</a>, yang dirilis Desember 2010, jadi nggak bisa masuk The Best 2011, tapi saya yakin jadi <em>the best lesbian movie </em>di hati banyak pembaca SepociKopi.</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2012/01/01/mix-n-match-the-best-of-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Christmas Gifts For You</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/12/25/mix-n-match-christmas-gifts-for-you/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/12/25/mix-n-match-christmas-gifts-for-you/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Dec 2011 13:36:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Humaniora]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16924</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Selamat hari Natal 2011, teman-teman! Apakah kamu pembaca baru SepociKopi yang bisa dibilang nyasar di sini? Atau pembaca lama yang baru kembali dan kaget lihat tampilan baru situs ini? Ataukah penggemar setia yang selalu baca artikel baru, namun belum sempat eksplorasi situs? Atau ada yang baru baca SepociKopi cuma kalau lagi bingung mau ngapain? Apapun karaktermu, peluk cium untuk semua!
Di hari yang penuh syukur ini, aku ingin berbagi kado informasi dengan mencoba-coba memandu newbie hingga die-hard fans SepociKopi. Sejarah situs SepociKopi bisa dilihat di sini  Tentang Kami dan di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/poci3.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16927" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/poci3-300x198.jpg" alt="" width="300" height="198" /></a>Oleh: Carmen</p>
<p>Selamat hari Natal 2011, teman-teman! Apakah kamu pembaca baru SepociKopi yang bisa dibilang nyasar di sini? Atau pembaca lama yang baru kembali dan kaget lihat tampilan baru situs ini? Ataukah penggemar setia yang selalu baca artikel baru, namun belum sempat eksplorasi situs? Atau ada yang baru baca SepociKopi cuma kalau lagi bingung mau ngapain? Apapun karaktermu, peluk cium untuk semua!</p>
<p>Di hari yang penuh syukur ini, aku ingin berbagi kado informasi dengan mencoba-coba memandu <em>newbie </em>hingga <em>die-hard fans </em>SepociKopi. Sejarah situs SepociKopi bisa dilihat di sini  <a rel="nofollow" href="http://sepocikopi.com/tentang-kami/" target="_blank">Tentang Kami</a> dan di <a href="http://sepocikopi.com/2009/01/01/sejarah-kami/" target="_blank">Sejarah Kami</a>, juga para penulis adalah para pembaca sepertiku, yang di dalamnya juga ada <a rel="nofollow" href="http://sepocikopi.com/2009/03/01/penulis-tetap/" target="_blank">Penulis Tetap</a>. Di versi webnya, bisa dieksplorasi di link-link dibawah tulisan besar SepociKopi. Nah sebelum mulai, tidak lengkap rasanya memulai bagi-bagi kado Natal tanpa nyanyi-nyanyi. Carmen pengin nyanyi untukmu, diwakilkan oleh Lady Gaga, siaran langsung, lagu klasik Natal “White Christmas”.</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="315" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/gkjNtQxHWZ4?version=3&amp;hl=id_ID" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="315" src="http://www.youtube.com/v/gkjNtQxHWZ4?version=3&amp;hl=id_ID" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Secara umum, setiap artikel di majalah ini mempunyai tag-tag yang bermacam-macam di atas judul artikel (versi web), atau di bawah artikel (versi mobile). Kalau diklik, akan ditampilkan arsip-arsip untuk kategori bersangkutan. Riset pribadi untuk topik tertentu jadi mudah, bukan?</p>
<p>Nah kado versi SepociKopi yang pertama adalah tentang bacaan pengalaman hidup yang jumlahnya segudang. Ibarat di perpustakaan, bisa melaju langsung ke lorong-lorong favoritmu. Lagi ingin membaca kisah-kisah teman lesbian seperjuangan, dalam hal cinta, keluh kesah, maupun hal-hal seputar kehidupan sebagai lesbian? Ada kategori <a href="http://sepocikopi.com/category/sepocikopiana/">Sepocikopiana</a>, yang didalamnya ada kolom favorit <a href="http://sepocikopi.com/category/sepocikopiana/have-your-say/">Have Your Say</a>, sebuah kolom kesaksian pengalaman lesbian yang memetik suatu pelajaran di dalamnya; kolom <a href="http://sepocikopi.com/category/sepocikopiana/lamour/ ">L’Amour</a> yang menayangkan kisah-kisah manis seputar romantisme lesbian; dan kolom <a href="http://sepocikopi.com/category/sepocikopiana/lagak-lajang/" target="_blank">Lagak Lajang</a>, yang membahas surga dan neraka bagi sang jomblo.</p>
<p>Pengin menyantap makanan bergizi kehidupan yang memandang dunia dengan kacamata berbeda; dan rangkuman tips-tips hasil pergumulan tempaan hidup lesbian, bisa diklik kategori <a href="http://sepocikopi.com/category/humaniora">Humaniora</a>. Di dalamnya, ada kolom <a href="http://sepocikopi.com/category/humaniora/kesehatan-dan-seksualitas/ ">Kesehatan dan Seksualitas</a> yang membahas pernak-pernik kesehatan dan bumbu-bumbu rahasia seksualitas lesbian. Ada juga kolom seminggu sekali <a href="http://sepocikopi.com/category/humaniora/tajuk/">Tajuk</a>;  hangat-hangat diproduksi dari oven pemikiran redaksi.  Hasilnya? Berbuah-buah roti pesan-pesan pengingat dan penegur yang warnanya kecokelatan tanda masak, hangat, dan siap disantap di pengujung minggu. Tinggal dilumuri mentega pikiran positif yang baik jenisnya atau dicelupkan ke teh susu kesukaan sesuai konteks dan interpretasi pribadi, dikunyah deh pelan-pelan. *Nyaaam*</p>
<p>Kolom <a href="http://sepocikopi.com/category/humaniora/telezkop/">telezkop</a> biasanya mengelaborasi hal-hal sederhana yang sifatnya terjadi di keseharian lesbian; dan ditulis secara jernih oleh penulis-penulisnya. Mungkin kolom yang layak untuk diarsipkan adalah <a href="http://sepocikopi.com/category/humaniora/noktah-merah/">Noktah Merah</a>, yang mengupas sejarah-sejarah lesbian dari seluruh penjuru dunia di suatu masa; dari zaman baheula hingga sekarang. Mungkin saja di kolom ini akan ada bahasan tentang lesbian versi masa depan. Mesin waktu, <em>anyone</em>?</p>
<p>Wih&#8230; Gimana? Banyak ya santapan-santapan sehat di SepociKopi yang mengingatkan lesbian dalam langkah kehidupannya. Bahwa kita tidak sendirian (<em>please </em>deh ah, jelas tidak sendirian!) dari dulu sampai sekarang, bahwa banyak yang bisa dipetik dari pengalaman lesbian-lesbian lain, bahwa pengharapan itu selalu ada, bahkan untuk lesbian. Yang lain juga, bahwa Tuhan juga selalu menyertai di setiap langkah kehidupan kita yang lesbian. Dengan semangat Natal yang masih berkobar, lagu keren dari si cantik Lea Simanjuntak “Tiap Langkahku” mudah-mudahan bisa menguatkan teman-teman di hari yang berbahagia ini.  <em>“Tiap langkahku kutahu Tuhan yang pimpin.. Di tengah gelombang dunia menakutkan, hatiku tetap tenang teduh.”</em></p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="400" height="315" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/1njQtwwOGEc?version=3&amp;hl=id_ID" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="400" height="315" src="http://www.youtube.com/v/1njQtwwOGEc?version=3&amp;hl=id_ID" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p>Eh belum selesai lho. Kado SepociKopi juga mencakup hiburan-hiburan. Lagi ingin hiburan dan mencari sesuatu yang baru yang dilakukan teman-teman lesbian lainnya? Atau bertanya-tanya tentang <em>lifestyle</em> lesbian Indonesia?</p>
<p>Kategori <a href="http://sepocikopi.com/category/gaya-hidup/">Gaya Hidup</a> mendedikasikan diri merayakan kultur lesbian bernuansa warna-warni pelangi. Di dalamnya, ada kolom <a href="http://sepocikopi.com/category/gaya-hidup/cuci-mata/">Cuci Mata</a>, yang membawamu ke tempat-tempat paling menyenangkan, sebagai bagian gaya hidup masyarakat lesbian urban. Bergandengan, juga ada kolom <a href="http://sepocikopi.com/category/gaya-hidup/mix-n-match/">Mix n’ Match</a>, yang seperti judul kolomnya, bersinonim campur-campur dan pasang-pasang seputar gaya hidup lesbian. Ada juga kolom <a href="http://sepocikopi.com/category/gaya-hidup/traveling/">travelling</a> di mana pembaca dibawa lesbian-lesbian ke tempat-tempat indah di muka bumi.</p>
<p>Mau tahu karya-karya terbaik klasik hingga kontemporer seputar lesbianisme, atau yang dihasilkan para lesbian indonesia di muka bumi? Bisa lihat di kategori <a href="http://sepocikopi.com/category/seni-budaya/">Seni Budaya</a>. Di dalamnya, ada <a href="http://sepocikopi.com/category/seni-budaya/film/">Film</a>, <a href="http://sepocikopi.com/category/seni-budaya/puisi/">Puisi</a>, <a href="http://sepocikopi.com/category/seni-budaya/cerpen/">Cerpen</a>, hingga <a href="http://sepocikopi.com/category/seni-budaya/buku/">Buku</a>. Atau kepingin baca cerita bersambung lesbian? Harus  baca <a href="http://camilan.sepocikopi.com/">Camilan SepociKopi</a> dong.</p>
<p>Banyak yang mungkin bertanya-tanya, apa saja sih yang ada di dalam pikiran lesbian-lesbian? SepociKopi punya tag favorit <a href="http://sepocikopi.com/category/opini">Opini</a> dan <a href="http://sepocikopi.com/category/renungan/">Renungan</a>. Dan berita-berita tentang perempuan homoseksual juga ada di kategori <a href="http://sepocikopi.com/category/reportase/">Berita</a>.</p>
<p>Apa lagi ya yang bisa ku-share? Oh kalau mau lihat pesan-pesan lucu, bisa lirik plurk SepociKopi di halaman depan situs. Dan bisa diklik artikel-artikel di kanan atas “Featured”, yang secara acak menampilkan artikel-artikel yang ditulis dari beberapa tahun yang lalu. Oh, untuk mencari artikel tertentu, fitur Search yang terletak di halaman depan sebelah kanan (versi web) atau di halaman depan sebelah bawah (versi mobile) akan sangat berguna. Misalnya, mengetik “Sidney”, akan muncul ratusan artikel yang ditulis penulis bersangkutan. Bisa dicoba membaca-baca ratusan artikel yang ditulis penulis tersebut, dari ikutan mencuci mata di kios Loubutin hingga Crocs.</p>
<p>Kalau telaten, bisa lho menemukan berlian-berlian di tumpukan arsip, dari artikel-artikel kolom <a href="http://sepocikopi.com/category/seni-budaya/bengkel-menulis/">Bengkel Menulis</a> tips-tips <a href="http://sepocikopi.com/category/sepocikopiana/partnership/bumbu-rahasia/">bumbu rahasia lesbianisme</a>, hingga tulisan-tulisan <a href="http://sepocikopi.com/category/humaniora/kesehatan-dan-seksualitas/urusan-ranjang/">urusan ranjang</a>. *wink</p>
<p>Eh, apa katamu? Sudah segitu banyaknya, masih kurang puas, kurang nendang? Mau kutendang? Hihihihi. Betapa hebatnya energi para lesbian di planet SepociKopi, hingga mau inisiasi terobosan-terobosan baru untuk memuaskan dahaga pembacanya. Fitur-fitur yang sifatnya dititikberatkan di frekuensi interaksi pun ditambahkan. Ada <a href="http://asia.groups.yahoo.com/group/sepocikopi/">milis SepociKopi</a>, <a href="http://twitter.com/sepocikopi">Twitter SepociKopi</a>, hingga <a href="http://www.facebook.com/sepocikopi">Facebook SepociKopi</a>.</p>
<p>Untuk para <em>die-hard fans</em>, juga tersedia <a href="http://sepocikopi.com/download-2/desain-kaos-sepocikopi/">desain kaus sepocikopi</a>. Untuk yang fanatik dengan topik tertentu, bisa diklik tags di halaman depan SepociKopi. So far, artikel-artikel yang banyak dibuat adalah tentang <a href="http://sepocikopi.com/tag/relationship/">Relationship</a>.</p>
<p>Setelah membaca, ada gairah yang membuncah untuk ikut berbagi. Yaitu, salah satu cara mengucap syukur untuk anugerah berbagai pengalaman sukacita maupun kesedihan dalam hidup adalah dengan menulis kembali untuk teman-teman yang lain pul., Di versi web SepociKopi, bisa kirim tulisan secara langsung dengan mengklik <a href="http://sepocikopi.com/kirim-tulisan/ ">Kirim Tulisan</a> yang terletak permanen di bagian atas situs. Tidak lupa membaca <a href="http://sepocikopi.com/2009/01/14/syarat-dan-ketentuan-tulisan/">syarat dan ketentuan tulisan </a>untuk mengetahui budaya tuan rumah yang sedang ingin dikunjungi agar kunjungannya menyenangkan dan berkenan di hati.</p>
<p>Ibaratnya seperti ikut pesta besar di mana di dalamnya tersedia makanan dan hiburan berlimpah; sedangkan tamu makin lama makin banyak. Jadi mereka yang sangat senang diundang atau nyasar ikut dalam pesta, sekarang ikut turun membantu tuan rumah yang tidak pilih-pilih tamu selama bertahun-tahun lamanya. Ada yang ikut main musik di panggung, ada yang turun ke dapur bagi yang suka masak, ada yang dansa-dansa menyemarakkan suasana, ada yang menyapa tamu baru dengan karismanya, ada yang menggoda-goda perempuan cantik pengunjung pesta agar mereka betah di sana, ada pula yang sibuk ikut mengatur dekorasi Hall besar sehingga tamu-tamu makin takjub betapa bergelimangnya warna warni kegembiraan di tempat ini. Seru, bukan? Secara otomatis, kegembiraanpun jadi bertambah. Kok bisa? Ya&#8230; kan hati sudah senang, ditambah membikin orang senang kan jadi lebih senang kan hatinya?</p>
<p>Eits, jangan lupa mampir ya untuk mengisi <a href=" http://users.smartgb.com/g/g.php?a=s&amp;i=g18-00485-b3)">buku tamu</a>.</p>
<p><em>Merry Christmas, everyone!</em></p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/12/25/mix-n-match-christmas-gifts-for-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Aktris-Aktris Penerabas Batas Gender</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/12/18/mix-n-match-aktris-aktris-penerabas-batas-gender/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/12/18/mix-n-match-aktris-aktris-penerabas-batas-gender/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 13:42:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16792</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Alex
Hollywood konon kejam pada perempuan yang berumur, tapi bagaimana jika perempuan 64 tahun seperti Glenn Close bisa berperan sebagai laki-laki? Dalam Golden Globe tahun 2012, Glenn Close mendapat nominasi dengan perannya sebagai pria dalam film Albert Nobbs. Peran gender-bender seperti ini sebenarnya bukan hal baru, Barbra Streisand pernah melakukannya dalam film Yentl (1983) dan membuatnya menjadi perempuan pertama yang menjadi sutradara terbaik dalam Golden Globe. Jauh sebelum itu, Katharine Hepburn sudah menjadi lelaki dalam perannya di film Sylvia Scarlett pada tahun 1935.


Peran yang membalikkan gender ini, seperti peran-peran lelaki ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Alex</p>
<p>Hollywood konon kejam pada perempuan yang berumur, tapi bagaimana jika perempuan 64 tahun seperti Glenn Close bisa berperan sebagai laki-laki? Dalam Golden Globe tahun 2012, Glenn Close mendapat nominasi dengan perannya sebagai pria dalam film <em>Albert Nobbs</em>. Peran <em>gender-</em>bender seperti ini sebenarnya bukan hal baru, Barbra Streisand pernah melakukannya dalam film <em>Yentl </em>(1983) dan membuatnya menjadi perempuan pertama yang menjadi sutradara terbaik dalam Golden Globe. Jauh sebelum itu, Katharine Hepburn sudah menjadi lelaki dalam perannya di film <em>Sylvia Scarlett</em> pada tahun 1935.<br />
<span id="more-16792"></span><br />
<a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/barbara-streisand.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16793" title="barbara-streisand" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/barbara-streisand-300x202.jpg" alt="" width="374" height="231" /></a></p>
<p>Peran yang membalikkan gender ini, seperti peran-peran lelaki yang dimainkan perempuan juga pernah dilakukan laki-laki yang berperan sebagai perempuan. Sebut saja film-film seperti <em>Tootsie </em>dan <em>Mrs. Doubfire </em>dengan Dustin Hoffman dan Robin Williams yang harus menjadi perempuan agar bisa mendapat pekerjaan dan mengutuhkan kembali keluarga mereka.</p>
<p>Tidak hanya dalam peran nyata, bahkan film kartun Disney pun pernah melakukan peran perempuan menyamar sebagai lelaki. Masih ingat <em>Mulan</em>, kan? Atau kalau yang suka nonton film-film silat Hong Kong tahun 90-an pasti tahu betapa seringnya perempuan menyamar jadi pendekar lelaki. Atau yang paling terkenal adalah kisah Sam Pek Eng Tay. Penyamaran ini bukan berarti mereka lesbian lho, kadang nasib membuat mereka harus menyamar, misalnya harus bisa bekerja atau sekolah, mendapat peran, atau seperti yang dilakukan Angelina Jolie di <em>Salt</em>, agar bisa menyusup masuk ke Gedung Putih.</p>
<p>Berikut ini aktris-aktris Hollywood pilihan SepociKopi yang pernah berperan sebagai laki-laki dalam film mereka.</p>
<p><strong>Glenn Close – Albert Nobbs (2011)<br />
<a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/glenn-close.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16794" title="glenn-close" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/glenn-close-300x202.jpg" alt="" width="367" height="244" /></a></strong></p>
<p>Glenn Close berperan sebagai perempuan di Dublin, Irlandia pada abad ke-19 yang menyamar sebagai lelaki bernama Albert Nobbs agar bisa bekerja. Namun penyamaran ini membuat ia terjebak menjadi lelaki selama tiga puluh tahun. Film ini diangkat dari cerita pendek karya pengarang Irlandia, George Moore, <em>The Singular Life of Albert Nobbs</em>. Pada awal tahun 1980-an, Glenn Close pernah berperan sebagai Albert Nobbs dalam versi teater Off-Broadway.</p>
<p><strong>Tilda Swinton – Orlando (1992)<br />
<a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/tilda-swinton.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16795" title="tilda-swinton" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/tilda-swinton-300x202.jpg" alt="" width="370" height="257" /></a></strong><br />
Tilda Swinton mungkin aktris dengan tampilan paling androgini. <em>Orlando </em>adalah film karya sutradara feminis Sally Potter, yang diangkat dari novel Virginia Woolf, berjudul sama. Film ini adalah film yang menerabas batas gender. Tilda berperan sebagai Orlando, pria bangsawan muda yang kemudian berubah menjadi perempuan. Ratu Elizabeth I dalam film ini diperankan oleh Quentin Crisp, yang notabene laki-laki. Selain film ini, dalam film <em>Constantine</em>, film horor/thriller yang diperankan Keanu Reeves dan Rachel Weisz, Tilda Swinton juga berperan sebagai malaikat Gabriel dengan tampilan androgini.</p>
<p><strong>Cate Blanchett – I&#8217;m Not There (2007)</strong></p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/cate-blanchett.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16796" title="cate-blanchett" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/cate-blanchett-300x202.jpg" alt="" width="379" height="273" /></a></p>
<p>Menurut saya ini peran Cate Blanchett yang paling gila! I&#8217;m Not There adalah film musikal yang terinspirasi dari hidup penyanyi legendaris, Bob Dylan. Cate Blanchett berperan sebagai Jude Quinn, yang menjadi representasi Bon Dylan dalam film ini. Dia sepenuhnya berperan sebagai lelaki dalam film ini. Sejumlah aktor terkenal seperti Christian Bale, Richard Gere, dan Heath Ledger ikut berperan dalam film ini. Cate Blanchett sendiri memenangkan Golden Globe sebagai aktris pendukung terbaik, dan nominasi Oscar untuk perannya ini.</p>
<p><strong>Katharine Hepburn – Sylvia Scarlett (1935)<br />
<a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/katharine-hepburn.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16797" title="katharine-hepburn" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/katharine-hepburn-300x202.jpg" alt="" width="344" height="246" /></a></strong></p>
<p>Tampilan Katharine Hepburn dengan rambut rapi dan jas dan dasi hitam-putih ini menjadikannya sebagai ikon androgini klasik. Dia berperan sebagai Sylvia Scarlett, perempuan yang harus menyamar sebagai lelaki untuk menghindari kejaran polisi. Film karya George Cukor ini merupakan salah satu film yang sering disebut sebagai film gagal. Namun tampilan Katherine Hepburn di sini&#8230; klasik dan abadi.</p>
<p><strong>Meryl Streep &#8211; Matther Vassar</strong><br />
<a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/merylstreep.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-16798" title="merylstreep" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/merylstreep.jpg" alt="" width="500" height="314" /></a><br />
Ini bukanlah peran dalam film, tapi Meryl Streep yang merupakan lulusan Vassar University tampil di sampul depan ulang tahun Vassar ke-150 dengan menjadi Matthew Vassar sang pendiri universitas. Meryl Streep tampil dengan foto “Matthew Vassar” tahun 1861 yang menjadi ikon kampus terkenal ini. Saya sengaja memasukkan ini sebagai <em>tribute </em>untuk aktris favorit saya sepanjang masa, Meryl Streep.</p>
<p>Bagaimana? Hebat, kan, aktris-aktris ini&#8230;. Mungkin kini laki-laki di Hollywood yang harus waspada peran mereka akan diambil alih oleh aktris-aktris hebat macam ini. Buat penggemar serial Asia, silakan mampir ke: <a href="http://sepocikopi.com/2011/07/17/mix-n-match-penyamar-dalam-serial-tv-asia/">http://sepocikopi.com/2011/07/17/mix-n-match-penyamar-dalam-serial-tv-asia/<br />
</a><br />
@Alex, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/12/18/mix-n-match-aktris-aktris-penerabas-batas-gender/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Joyeux Noel, All Things French</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/12/11/mix-n-match-joyeux-noel-all-things-french/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/12/11/mix-n-match-joyeux-noel-all-things-french/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Dec 2011 09:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16651</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Happy holiday, lesbian Indonesia! Menjelang Natal tahun ini, tradisi berbagi mestinya tetap dipertahankan dong. Bersama keluarga, biasanya bagi-bagi kado, atau memotong kalkun di meja makan rumah yang hangat bersama keluarga. Dekorasi rumah pun penuh nuansa kehebohan. Ada gemerlapan lampu warna-warni menari-nari, sekeliling melihat-lihat kado yang baru akan dibuka seminggu lagi di bawah pohon Natal, mendengar boneka Santa Claus sibuk bersuara-suara Ho Ho Ho, dan kerlingan kertas-kertas mengilat warna merah-hijau terang menghiasi seantero sudut rumah. Asyik ya, sekeluarga berkumpul seperti ini, saling bercerita tertawa meledek kekonyolan masing-masing, atau mungkin malah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/poci.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/poci-199x300.jpg" alt="" title="© Copyright 2011 CorbisCorporation" width="199" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-16654" /></a>Oleh: Carmen</p>
<p><em>Happy holiday,</em> lesbian Indonesia! Menjelang Natal tahun ini, tradisi berbagi mestinya tetap dipertahankan dong. Bersama keluarga, biasanya bagi-bagi kado, atau memotong kalkun di meja makan rumah yang hangat bersama keluarga. Dekorasi rumah pun penuh nuansa kehebohan. Ada gemerlapan lampu warna-warni menari-nari, sekeliling melihat-lihat kado yang baru akan dibuka seminggu lagi di bawah pohon Natal, mendengar boneka Santa Claus sibuk bersuara-suara Ho Ho Ho, dan kerlingan kertas-kertas mengilat warna merah-hijau terang menghiasi seantero sudut rumah. Asyik ya, sekeluarga berkumpul seperti ini, saling bercerita tertawa meledek kekonyolan masing-masing, atau mungkin malah ada pertengkaran kecil yang bikin anggota keluarga yang lain tahu bahwa bahagia sekali bisa jadi bagian dari keluarga ini, meskipun ditunjukkan dengan kenakalan-kenakalan kecil yang sehat.</p>
<p><span id="more-16651"></span>Betapa beruntungnya teman-teman yang bisa berkumpul bersama keluarganya seperti itu, ya. Nah, bagaimana dengan teman-teman yang tahun ini terpaksa tidak merayakan liburan bersama keluarga? Karena merantau di negeri yang jauh dan dingin, misalnya. Atau karena satu dan lain hal terpaksa tidak bisa meninggalkan pekerjaannya barang sehari pun? Menurutku, cara menghibur diri paling mudah adalah dengan menonton film! Biar ga terlalu sedih, gitu. Jadi sediakan film banyak-banyak, bisa ajak teman-teman kumpul juga menjelang hari-H. Momen Natal berarti saatnya berbagi kehangatan. Kali ini, khusus untuk teman-teman yang merayakan Natal jauh dari keluarga, aku mau bagi-bagi info film dari negeri paling seksi, nih!</p>
<p><strong>1.Gigola (2011)</strong><br />
Kabar ter-gres dari planet lesbian, film pertama dari sutradara Laure Charpentier ini mengadaptasi novel berjudul sama yang telah lama disensor pemerintah. Film mengambil setting tahun 60-an di Pigalle, distrik di Paris yang di waktu malam berubah sibuk dengan klub-klub prostitusi, mafia bersenjata, dan penampil-penampil malam yang menubruk batas-batas gender.</p>
<p>Film ini bercerita tentang Gigola (Lou Doillon), perempuan muda yang berpakaian seperti laki-laki dengan gaya elegan, yang menggunakan karismanya untuk mendapatkan uang, status sosial, dan mencari cinta yang telah lama hilang. Dalam perjalanannya, Gigola bertemu dengan Cora, pelacur yang dibantunya untuk menjadi lebih berkelas dan populer. Odette, aristokrat tua yang sangat kaya juga mengejar-ngejar cinta Gigola dan menghadiahinya dengan berbagai macam barang berharga seperti mobil sport, dan lain-lain. Gigola juga bertemu dengan psikiater yang sangat mirip dengan kekasih pertamanya dahulu, yang menyemangatinya untuk menjadi dokter di masa belia. Konflik pun dimulai saat ia ingin mempunyai anak agar bisa membahagiakan ibunya.</p>
<p>Di sepanjang film, mata penonton dimanjakan dengan adegan-adegan teatrikalitas kuno di dunia malam gemerlapan di Paris. Dan mungkin si Gigola ini salah satu butch yang mampu melirik mataku sampai melotot karena sikap angkuh dan kelemahan-kelemahan pribadinya yang jauh dari sempurna; yang malah membuatnya tampak indah. <em>Bling bling</em> sekali! Bayangkan butch yang tak gentar memakai lipstik merah dan tetap tampak ganteng!</p>
<p><iframe width="350" height="267" src="http://www.youtube.com/embed/0c8Z6PtXqCc" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>2.Nathalie (2003)</strong><br />
Sudah nonton film <em>Chloe </em>(2004) yang dibintangi Amanda Seyfried dan Julianne Moore? Nah menurutku film <em>Chloe </em>alurnya dan ceritanya sangat mirip dengan film pendahulunya asal Prancis, yaitu Nathalie. Malah buatku film ini berkali-kali lipat lebih seksi dan lebih kena banget dibanding versi terbarunya. Sudah pernah lihat artis cantik Emmanuelle Beart, belum? Kalau Fanny Ardant, pernah dengar? Siap-siap ngefans ya :p</p>
<p>Menceritakan tentang Catherine (Fanny Ardant) yang menemukan bahwa suaminya (Gerard Depardieu) selingkuh. Catherine tidak ingin balas dendam, tapi ingin mengerti tentang pengalaman selingkuh suaminya tersebut. Ia bertemu dengan gadis malam bernama Marlene (Emmanuelle Beart) di bar yang banyak dikunjungi suaminya. Marlene bersedia menjadi “Nathalie”, gadis dengan ciri-ciri yang disukai suami Catherine. <em>Affair</em> pun tidak terhindarkan, namun melibatkan pihak yang tak disangka sebelumnya.</p>
<p>Keseksian Nathalie sangat <em>subtle</em>, tidak vulgar, dengan berdiri dan melirik saja Emmanuelle Beart sudah membawakan perannya dengan sangat baik. Fanny Ardant pun tidak kalah memukau dengan akting “risau”nya sehingga penonton juga ikut-ikut deg-degan mengikuti jalan pikiran dan perasaan Catherine. Film yang kurekomendasikan untuk yang suka nonton yang seksi-seksi karena akting pemain, bukan karena yang vulgar-vulgar. <em>By the way</em>, nginget-nginget Nathalie jadi bikin kepanasan nih! Fiuuhh&#8230;</p>
<p>(<iframe width="350" height="267" src="http://www.youtube.com/embed/o_fWYgv133U" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>3.La Tourneuse de Pages (2006)</strong><br />
Siapa di sini yang suka main piano, ngacung! Siapa yang suka lihat pianis cantik memperlihatkan aksinya, ngacung juga! Di film ini, Melanie (Deborah Francois) ingin menjadi pianis profesional untuk mengubah nasib keluarganya yang miskin. Tapi salah satu juri pada hari dia ujian, Ariane Fouchecourt (Catherine Frot) mengganggu konsentrasinya sehingga ia gagal dalam ujian tersebut&#8211;mimpinya pun runtuh. Sepuluh tahun kemudian, Melanie bekerja sebagai <em>intern </em>kantor suami Ariane, dan ia menjadi babysitter keluarga tersebut selama masa liburan sekolah. Apakah yang akan Melanie lakukan selama berada di rumah Ariane? Apakah Ariane mengenali Melanie?</p>
<p>Alur cerita film membuat kita menebak-nebak, karena sampai sesaat sebelum akhir, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin ini adalah salah satu film yang menampakkan banyak ciri-ciri khas film Prancis&#8211;tegang bercampur dingin dan elegan. Kalau suka film yang <em>creepy </em>tapi <em>chic </em>(kebayang nggak?), mungkin ini adalah film yang tepat. Salah satu film Prancis terbaik yang pernah kulihat.</p>
<p><iframe width="350" height="267" src="http://www.youtube.com/embed/fANWrJPhqWw" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>4. 8 Femmes (2006)<br />
</strong>Tema keluarga bercampur misteri sangat kental di film <em>8 Femmes</em>, dan dibintangi aktris-aktris paling cantik dari Prancis, termasuk Emmanuelle Beart dan Fanny Ardant (lagi!), dan <a href="http://sepocikopi.com/2011/05/01/mix-nmatch-deneuve-lesbian-filmography/">Catherine Deneuve</a>. Di sebuah rumah, di luar bersalju, terdengar suara tembakan dari kamar tuan rumah. Siapakah yang membunuh Marcel? Delapan perempuan yang ada di rumah tersebut mencoba untuk mengungkap misteri yang menimpa ayah, suami, ipar, anak, kakak, dan majikan mereka tersebut. Film yang semua pemerannya adalah perempuan (!) ini penuh dengan nyanyi-nyanyi, dengan kostum-kostum (untuk dipakai di rumah) yang paling cantik yang pernah kulihat! Hiburan yang cocok untuk yang malas mikir susah-susah, dan pengen terus senyum sepanjang film! Apalagi kalau lihat beberapa adegan lesbian, dan jangan lupa juga untuk lirik pameran adu akting aktris-aktris papan atas di dalamnya.</p>
<p><iframe width="350" height="267" src="http://www.youtube.com/embed/Dx_B2MnjBGo" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p><strong>5. La Repetition (2001)<br />
</strong>Ya ampun, ada Emmanuelle Beart lagi di film ini. <em>Now ladies, she is definitely the one to watch out for</em>. Kali ini ia beradu akting dengan si cantik Pascale Bussieres (pemeran film <em>When Night is Falling</em>).</p>
<p>Ceritanya tentang Louise (Pascale Bussieres) yang satu grup drama dengan Nathalie (Emmanuelle Beart) waktu mereka kuliah. Louise yang kaku di panggung bersahabat dengan Nathalie yang disukai penonton karena lucu saat memerankan apa saja di dramanya. Louise yang ternyata menyukai temannya itu cemburu dan marah besar ketika banyak laki-laki menyukai Nathalie yang <em>easy going </em>dan memutuskan untuk tidak menemui Nathalie lagi. Beberapa tahun kemudian, di kota yang berbeda, mereka bertemu kembali. Saat ini Louise sudah menikah dengan laki-laki dan ternyata ia masih menyukai Nathalie yang sekarang sudah menjadi bintang panggung ternama dan yang pacaran dengan sutradaranya.</p>
<p>Walaupun berbudget rendah, film ini jadi enak dilihat karena menonjolnya akting kedua pemain. Walaupun jalan ceritanya rada-rada bikin depresi, tapi semuanya jadi terobati karena Bussieres and Beart berakting sangat baik.</p>
<p><iframe width="350" height="267" src="http://www.youtube.com/embed/D9CJ4ES9gGU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
<p>Semoga film-film ini bisa memberikan kehangatan ekstra yang penuh kasih sukacita tahun ini! <em>Joyeux Noel</em>, teman-teman! *smooch*</p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/12/11/mix-n-match-joyeux-noel-all-things-french/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Toilet Unisex</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/12/04/mix-n-match-toilet-unisex/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/12/04/mix-n-match-toilet-unisex/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Dec 2011 12:43:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[toilet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16501</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
Masih ingat serial TV Ally McBeal? Di dalam serial TV itulah saya pertama kali melihat toilet unisex. Kemarin saya bertemu dengan sahabat saya yang transgender, male to female. Dia berpenampilan perempuan tapi jika diperhatikan baik-baik kelihatan laki-lakinya. Kami ngobrol panjang lebar lalu saya pamit sebentar ke toilet. Di dalam toilet saya membayangkan seperti apa sulitnya dia jika ingin ke toilet. Ke toilet perempuan salah, ke toilet lelaki dia juga tidak nyaman.
Saya juga ingat teman kuliah saya yang transgender, yang lebih rela menahan pipis daripada harus memakai toilet perempuan. Bahkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/unisex2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16502" title="unisex2" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/unisex2-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Oleh: Alex</p>
<p>Masih ingat serial TV <em>Ally McBeal</em>? Di dalam serial TV itulah saya pertama kali melihat toilet unisex. Kemarin saya bertemu dengan sahabat saya yang transgender, <em>male to female</em>. Dia berpenampilan perempuan tapi jika diperhatikan baik-baik kelihatan laki-lakinya. Kami ngobrol panjang lebar lalu saya pamit sebentar ke toilet. Di dalam toilet saya membayangkan seperti apa sulitnya dia jika ingin ke toilet. Ke toilet perempuan salah, ke toilet lelaki dia juga tidak nyaman.</p>
<p><span id="more-16501"></span>Saya juga ingat teman kuliah saya yang transgender, yang lebih rela menahan pipis daripada harus memakai toilet perempuan. Bahkan menunggu saya di luar toilet pun sudah membuat dia gelisah. Kadang-kadang toilet umum bisa jadi tempat yang menakutkan bagi mereka yang transgender atau superbutch. Ah, seandainya ada toilet unisex di kampus dulu pasti teman saya itu nggak perlu menderita menahan pipis atau buang air besar selama kuliah.</p>
<p>Toilet unisex bisa menghapus perbedaan gender dan jenis kelamin, yang pada akhirnya menyamakan kedudukan antara perempuan dan lelaki, juga transgender. Buang air besar maupun kecil adalah bagian sehari-hari hidup kita sebagai manusia. Coba siapa yang yang nggak ke toilet satu hari? Jika orang tidak malu untuk bernapas, seharusnya penggunaan fasilitas umum seperti ke toilet juga menjadi hal yang wajar.</p>
<p>Di banyak sekolah, toilet juga jadi tempat yang mengerikan. Banyak bully yang nongkrong di toilet dan ngobrol dengan teman se-geng-nya sehingga membuat takut pengguna yang bukan anggota geng-nya. Salah sedikit, bisa-bisa kita di<em>toyor </em>atau dikerjain di toilet. Dulu di sekolah saya, geng cewek keren berkumpul dan nongkrong di dekat wastafel, membuat gentar mereka yang biasa dibully sehingga buru-buru harus keluar atau kalau sial bisa ditabrak atau disengkat kakinya. Toilet unisex dianggap bisa mengurangi bullying di sekolah juga keributan atau perkelahian antar siswa. Di Inggris, sekolah-sekolah bahkan disarankan untuk membangun toilet unisex seperti yang ada di Shuttleworth College di Padiham ini:</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/unisex31.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-16504" title="unisex3" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/unisex31.jpg" alt="" width="226" height="170" /></a></p>
<p>Di tempat-tempat umum seperti stasiun kereta api atau restoran di beberapa negara Eropa juga di Jepang dan Korea kabarnya banyak terdapat toilet unisex. Saking biasanya, perempuan juga nggak peduli kalau ada lelaki yang sedang memakai toilet. Biasanya sih toilet unisex tidak seterbuka toilet yang dibedakan jenis kelaminnya. Toilet ini adalah lambang toilet yang ada di stasiun kereta Himeji di Jepang:</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/unisex6.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16505" title="unisex6" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/12/unisex6-300x193.jpg" alt="" width="300" height="193" /></a></p>
<p>Selain untuk kenyamanan mereka yang <em>genderqueer</em>, toilet unisex ini sebenarnya bagus lho untuk keluarga. Kemarin saya di mal kebetulan hendak masuk ke toilet ketika mendengar anak perempuan yang masih balita ingin bersama ayahnya saja untuk pipis. Si ayah sibuk membujuk anaknya agar ikut mamanya saja. Nah lo! Saya melenggang masuk toilet perempuan sementara balita perempuan itu kukuh ingin bersama sang ayah ke toilet laki-laki. Tuh, coba ada toilet unisex, pasti si papa tidak kebingungan begitu.</p>
<p>Saya pernah masuk ke toilet unisex di sebuah restoran di Jakarta, tapi otak tua saya ini lupa. Saya sudah berpikir keras tujuh hari tujuh malam tapi kok ya nggak ingat juga? Coba yuk, kita bikin <em>list </em>di komen tempat-tempat umum di Indonesia yang ada toilet unisexnya.</p>
<p>Tapi untuk sementara ini, saat kita masih di toilet satu kelamin, kalau kita misalnya melihat ada seseorang yang tidak jelas gendernya, cobalah untuk tidak kelihatan parno, lebay, atau melototi orang itu sampai dia tidak nyaman. Malahan kalau ada yang bisik-bisik nggak jelas di toilet saat melihat transgender atau butch masuk ke toilet, kita yang pelototi si penggosip itu. Karena semua orang berhak memakai toilet umum. Apa pun gendernya.</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2011</p>
<p>Foto:</p>
<p>http://www.lovelyish.com/</p>
<p>http://news.bbc.co.uk/</p>
<p>http://www.richard-seaman.com/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/12/04/mix-n-match-toilet-unisex/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Kencan Tua-Muda di Vienna</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/11/27/mix-n-match-kencan-tua-muda-di-vienna/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/11/27/mix-n-match-kencan-tua-muda-di-vienna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 13:54:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Traveling]]></category>
		<category><![CDATA[Kencan]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=16322</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Artikel ini cocok untuk yang biasanya berelasi atau ingin menjalin relasi dengan lesbian yang jarak umurnya jauh berbeda. Jadi lesbian yang merasa tersentil, kumpul-kumpul sini. Aku mau bagi-bagi tips nih untuk kencan romantis.
Tahu sendiri kan, kalau jarak umur jauh suka disindir, “Eh ngomongin apaan sih lu berdua? Emang bisa nyambung?” Atau ada yang sinis, “Udah deh lupain aja, paling dia mikir kamu anak kecil, dan paling hubungannya nggak serius.” Lainnya, “Apaan sih sama anak kecil, kamu kan udah tante-tante, nanti dia nganggep kamu membosankan lho.”
Aih orang-orang skeptis itu, berhasil ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-medium wp-image-16334" title="7vienna_graben" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/7vienna_graben-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" />Oleh: Carmen</p>
<p>Artikel ini cocok untuk yang biasanya berelasi atau ingin menjalin relasi dengan lesbian yang jarak umurnya jauh berbeda. Jadi lesbian yang merasa tersentil, kumpul-kumpul sini. Aku mau bagi-bagi tips nih untuk kencan romantis.</p>
<p>Tahu sendiri kan, kalau jarak umur jauh suka disindir, “Eh ngomongin apaan sih lu berdua? Emang bisa nyambung?” Atau ada yang sinis, “Udah deh lupain aja, paling dia mikir kamu anak kecil, dan paling hubungannya nggak serius.” Lainnya, “Apaan sih sama anak kecil, kamu kan udah tante-tante, nanti dia nganggep kamu membosankan lho.”</p>
<p><span id="more-16322"></span>Aih orang-orang skeptis itu, berhasil tidaknya relasi kan tidak bergantung umur. Plus, tahu apa mereka soal betapa menakjubkannya perempuan energik muda yang memandang kehidupan sebagai ladang berbunga, tahu apa pula mereka soal kerennya perempuan dewasa yang keibuan, seperti malaikat cantik jatuh dari langit. Mulai lebay deh, hihihihi.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/3museumsquartier.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16329" title="3museumsquartier" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/3museumsquartier-300x173.jpg" alt="" width="300" height="173" /></a>Oke, <em>back to </em>kencan. Yang paling utama tentu saja soal tempat. Bagaimanapun juga, tempat akan memengaruhi kondisi suasana kencan, juga dalam perkenalan, hingga soal nyambung-nggak nyambungnya percakapan, sampai ke level kenyamanan kedua belah pihak pada saat kencan. Hal-hal ini agak <em>tricky</em> karena kedua perempuan bisa jadi hidup di generasi yang berbeda, misalnya. Biar penggambaran tipsnya maksimal, kuambil contoh ekstrem nih soal tempat dan kondisi kencan ideal. Menurutku, tempat sangat romantis untuk dua perempuan berjarak umur jauh tersebut adalah wisata di Vienna, ibukota negeri Austria. Di peta ada di tengah-tengah benua Eropa.</p>
<p>Kenapa di sana, bukan di kota-kota lain di Eropa yang juga indah? <em>Well, </em>Vienna bisa jadi tempat yang bagus karena gaya hidup dan tata kotanya yang menarik. Di sana penggabungan antara “budaya klasik/tua” dengan “budaya modern/muda” adalah sempurna. Aaawww&#8230;. Asyik, kan?</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/2Hofburg_Palace-Vienna.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16328" title="2Hofburg_Palace-Vienna" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/2Hofburg_Palace-Vienna-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Kota Vienna tahun 2001 dinobatkan menjadi UNESCO World Heritage town. Artinya, seluruh kota itu dianggap sangat penting secara signifikan bagi kebudayaan manusia di dunia. Jadi di seluruh bagian kota, bangunan yang ada kaitannya dengan kultur dan tempat ibadah, dilindungi secara legal oleh Konvensi Jenewa. Akibatnya, kalau jalan-jalan, nyaris semua yang dilewati adalah bangunan yang cantik-cantik dari zaman dahulu kala, hanya bawahnya etalase toko, misalnya. Selain itu, yang kuperhatikan, masyarakat kota ini, tua maupun muda, punya gaya hidup yang sangat nyeni. Salah satunya, aktif berpartisipasi di acara-acara kesenian, misalnya mengunjungi konser musik, pertunjukan drama, opera, dan lain-lain. Sudah terbayang kencan seperti apa yang cocok untuk yang berjarak umur jauh? Kencan budaya, dong!</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/1belvedere-palace-schloss-belvedere.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-16327" title="1belvedere-palace-schloss-belvedere" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/1belvedere-palace-schloss-belvedere-300x158.jpg" alt="" width="300" height="158" /></a>1. Museum<br />
</strong>Kencan bisa dimulai dari jalan-jalan ke museum. Jadi nggak usah cari topik lagi, topiknya sudah dikasih sama museumnya. Jenis museumnya juga bisa macam-macam. Contoh, museum yang banyak benda-benda klasik, seperti di istana musim panas Belvedere di sana kita bisa melihat lukisan dari Gustav Klimt atau pelukis-pelukis utama lainnya, dan koleksi-koleksi kerajaan; atau di istana musim panas yang menakjubkan Schloss Schonbrunn di sana Ratu pertama di Eropa, Maria Theresia tinggal bersama keluarganya; atau di kompleks istana Hofsburg di tengah kota tempat Sisi (Princess Elizabeth) yang terkenal itu tinggal. (lihat link-link di bawah).</p>
<p>Setelah berjalan-jalan di museum yang klasik, kita bisa jalan 2 menit dari istana Hofsburg ke MuseumsQuartier, tempat kompleks museum-museum yang mengusung tema seni modern dan kontemporer. Contohnya, museum Kuntshalle mengkhususkan diri memamerkan eksibisi seni kontemporer dengan media fotografi, instalasi, video, film dan alat media baru lainnya. Dijamin akan terus ngobrol dan terkejut kalau memasuki museum Mumok dengan koleksi Viennese Actionism (bentuk seni ekstrem seni modern, seperti foto bayi yang meninggal atau foto badan telanjang dilumuri salad, sebagai bentuk aksi politik represi sosial dan seksual di kota ini tahun 1957-1968), dan koleksi lain bergaya <em>pop art, photorealism</em>, Nouveau Realisme, dan <em>minimal art</em> diperagakan.</p>
<p>Jadi sembari jalan, bisa sambil memperhatikan antusiasme kesukaan si teman kencan. Selain itu, bisa dikait-kaitkan sama topik yang personal. Misalnya, di Museum Kaiserappartements, aku menemukan piring kerajaan koleksi ratu yang bergambar dua perempuan berhubungan mesra. Jadilah langsung heboh ngobrol bahwa lesbi itu ada di mana-mana, sejak dulu kala.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/5staatsoper1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-16332" title="5staatsoper" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/5staatsoper1.jpg" alt="" width="288" height="215" /></a>2. Belanja Karya Seni<br />
</strong>Kalau kira-kira lebih suka melihat-lihat karya seni sambil bisa belanja karya seninya (lukis, patung, porselen, dll), untuk yang klasik bisa jalan-jalan ke area sekitar Naschmarkt, tempat banyak <em>chic cafes</em> dan galeri-galeri seni (misalnya, Lichterloch di Gumpendorfer Strasse 17, the Vintagerie di Plosslgasse 11, atau Galerie Rauminhalt di Schleifmuhlgasse 13). Untuk yang karya seni modern dan kontemporer, bisa jalan-jalan ke sekitar jalan Eschenbachgasse (lihat galeri Mobel atau Galerie Martin Janda), atau di Friedrichstrasse (lihat galeri Secession).</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/6konzerthaus.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-16333" title="6konzerthaus" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/6konzerthaus.jpg" alt="" width="288" height="215" /></a>3. Pertunjukan musik, drama</strong><br />
Ke Vienna tentu saja rugi kalau tidak ikut-ikut orang lokal berpartisipasi di pertunjukan seninya, sekalian kencan malam-malam. Mozart aja bilang, <em>&#8220;Vienna is the best place for my profession!&#8221;</em> Bisa dicoba melihat pertunjukan musik klasik, jazz, kontemporer, hingga musik rock di Konzerthaus. Setelah itu, untuk pengalaman unik dan berkelas, bisa dicoba ke pertunjukan opera di gedung utama Statsooper, tempat produksi opera terbaik. Kalau ragu, bisa dibaca panduan <a href="http://sepocikopi.com/2011/05/15/mix-n-match-terapi-opera/http://sepocikopi.com/2011/05/15/mix-n-match-terapi-opera/">Terapi Opera </a>untuk lesbian pemula penikmat opera. Untuk pertunjukan yang hip dan masa kini (<em>halah!</em>), bisa dilihat produksi-produksi di <em>venue </em>Volkstheater. Bisa nemuin lesbiankah di tempat-tempat ini? Ah <em>dear</em>, jangankan lesbian perorangan, ini banyak pasangan berkeliaran. Jadi, mari berjalan-jalan sambil menyantap kesenian tanpa ragu bersama komunitas lesbian di Vienna!</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/4cafesperl.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16331" title="4cafesperl" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/4cafesperl-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>4. Dinner + Acara Ngopi<br />
</strong>Kencan romantis pasti tidak jauh-jauh dari makan malam dong. Di sepanjang kota Vienna, tempat makan pun banyak yang tradisional maupun kontemporer, maupun yang gabungan. Ceritanya kan “gabungan yang tua dan muda = sempurna”, jadi pesan tersirat ini bisa diperpanjang juga ke elemen makanan. Konsistensi <em>to the max</em>! Untuk makanan tradisional Vienna, bisa dicoba <em>beisln pub </em>manapun yang menyajikan <em>wienerschnitzel </em>yang super yummy, dan <em>dessert </em>seperti <em>kaiserschmarrn </em>(pancake manis dengan raisin) atau <em>applestruddle</em>. Yum! Atau resto-resto <em>Neo-beisln </em>(yang versi lebih modern tapi tetap memakai resep tradisional ditambah inovasi) juga bisa jadi pengalaman yang berbeda. Contoh bisa dicoba resto Plachuttas Gasthaus zur Oper (di Walfischgasse 5, dekat gedung opera).</p>
<p>Sore-sore sebelum <em>dinner</em>, ngapain dong? Pengin tetep deket-deket sama teman kencan lebih lama, nih! <em>No worries, </em>teman. Untuk penyuka kopi, di Vienna, kopi adalah raja. Tradisi minum kopi sangat kental di sini. Banyak sekali kafe kopi bertebaran di penjuru kota. Untuk kafe tradisional yang melegenda, bisa dicoba Cafe Sperl, dekat MuseumsQuartier. Untuk kafe yang lebih modern di area sama, bisa dicoba Cafe Freiraum atau Cafe Europa. Kalau yang rada-rada bikin gaydarnya nguing-nguing berjam-jam <em>(aku curiga ini kafe tempat ngumpul gay/lesbian)</em>, coba ke Cafe Berg di jalan Bergasse (dekat Museum Sigmund Freud). Selain kopi, kafe-kafe ini juga menyajikan makanan dan minuman lain.</p>
<p><strong><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/8_Stefansdom.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16335" title="8_Stefansdom" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/8_Stefansdom-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>5. Shopping<br />
</strong>Kencan budaya berikutnya termasuk budaya belanja, hehehe. Untuk yang tradisional plus sentuhan berkelas lainnya, bisa pergi ke daerah Graben atau Kohlmarkt di dekat kompleks museum istana Hofsburg, sambil foto-foto di katedral St Stephen yang gede banget dan beraroma gothic. Untuk yang berjiwa masih muda, bisa lanjut jalan beberapa menit ke arah Mariahilferstrasse (sebelahnya MuseumsQuartier) dan Neubaugasse. Dari yang barang biasa seperti baju, sepatu, sampai yang lucu-lucu seperti coklat dan alat-alat olahraga aneh juga ada; tempat-tempat yang akomodatif bagi dua insan bergenerasi berbeda adalah krusial bagi suksesnya kencan!<br />
<a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/9naschmarkt.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-16336" title="9naschmarkt" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/11/9naschmarkt-300x223.jpg" alt="" width="300" height="223" /></a><br />
Nah Vienna kan kota ideal versi SepociKopi, tujuannya hanya agar ilustrasi lima tempat kenlcan lebih jelas. Sambil membaca ini, bisakah kamu membayangkan paralelnya dengan tempat-tempat di daerahmu? Bikin rencana yang tepat dan kreatif sangat penting lho, apalagi menyangkut hajat hidup kebahagiaan lesbian *wink*. Selain itu, kalau ada rencana, si teman kencan lebih bisa menjawab “mau” lho kalo diajak kencan! Tinggal pede bilang, <em>“d&#8217;you want to be my date*?”</em></p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
<p>PS: Ini bukan ajang promosi kencan sama penulis. Kalau ada yang tertarik, anggap saja memang iya. <em>Keep smiling, be happy </em>:p</p>
<p><span style="color: #000000;">Informasi </span>situs tentang Vienna:</p>
<p><a href="http://www.wien.info">www.wien.info</a><br />
<a href="http://www.belvedere.at">www.belvedere.at</a><br />
<a href="http://www.schoenbrunn.at">www.schoenbrunn.at</a><br />
<a href="http://www.hofburgwien.at">www.hofburgwien.at</a><br />
<a href="http://www.kuntshallewien.at">www.kuntshallewien.at</a><br />
<a href="http://www.mumok.at">www.mumok.at</a><br />
<a href="http://www.konzerthaus.at">www.konzerthaus.at</a><br />
<a href="http://www.staatsoper.at">www.staatsoper.at</a><br />
<a href="http://www.volkstheater.at">www.volkstheater.at</a><br />
<a href="http://www.cafesperl.at">www.cafesperl.at</a><br />
<a href="http://www.cafe-berg.at">www.cafe-berg.at</a><br />
<a href="http://www.stephanskirche.at">www.stephanskirche.at</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/11/27/mix-n-match-kencan-tua-muda-di-vienna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

