Home » Archive

Articles in the Memory Category

Memory, Sepocikopiana, Ulang Tahun »

[17 Jan 2012 | No Comment | 95 views]
Metamorfosis SepociKopi

Januari 2007 – Maret 2009
www.sepocikopi.blogspot.com

Sub-blog Say It Out Loud!
http://kafesepocikopi.blogspot.com/

Sub-blog Community and Traveling
http://komunitassepocikopi.blogspot.com/

Sub-blog The Planet
http://planetsepocikopi.blogspot.com/

Sub-blog Camilan SepociKopi
http://camilansepocikopi.blogspot.com/

Maret 2009 – Februari 2011
www.sepocikopi.com

Sub-blog Camilan SepociKopi
http://camilansepocikopi.blogspot.com/

Maret 2011 – Januari 2012
www.sepocikopi.com

Sub-blog Camilan SepociKopi – Flambé
http://camilan.sepocikopi.com/

@Bening, SepociKopi, 2012

Memory, Sepocikopiana »

[25 Oct 2011 | 8 Comments | 279 views]
Sehari Melamun

Oleh: Velvet Rose
Aku senang melamun. Terlepas pro dan kontra kegiatan tersebut, melamun sudah sering kulakukan terutama ketika pekerjaanku tidak sesibuk sekarang. Di saat senggang – seperti siang ini, sambil memejamkan mata menikmati alunan musik, pikiranku melayang kepada peristiwa di masa laluku. Kubiarkan semua visualisasi itu muncul seperti layaknya menonton layar bioskop di mana aku sebagai sang lakon utama.

Memory, Partnership, Personal Life, Sepocikopiana »

[8 Oct 2011 | 8 Comments | 367 views]
Rumah Untuk Hatiku

Oleh: Violet
Terdengar sedikit egois? Mungkin ya, dan mungkin juga tidak. Tapi siapa sih yang tidak mau memiliki rumah untuk hatinya? Tempat di mana kita menemukan kenyamanan, kehangatan, kepercayaan, keamanan, cinta, dan kasih sayang.

Memory, Sepocikopiana »

[28 Sep 2011 | 4 Comments | 309 views]
(Not) Alone And (Not) Miserable

Oleh: Collins
Ada banyak manusia yang sehat secara fisik, mendapatkan makanan berkualitas tiga kali sehari tapi jiwanya sakit. Jiwanya tidak sehat. Jiwanya tidak mendapatkan makanan berkualitas. Banyak lesbian-lesbian yang seperti ini. Lesbian seperti ini mengalami masalah dengan kesendirian dan kesedihan yang tiada henti. Efeknya nanti berlanjut ke urusan self-esteem alias rasa pede. Ini cerita tentang diri saya.

Memory, Sepocikopiana »

[9 Jul 2011 | 17 Comments | 534 views]
Mimpi

Oleh: Violet
Orang bilang mimpi itu cuma bunga tidur, tidak mungkin bisa jadi kenyataan. Biasanya sih memang begitu, tapi Februari 2009 aku mengalami mimpi yang cukup aneh. Saat itu statusku kekasih dari seorang gadis labil bernama Ade. Ketika berpacaran dengan Ade aku bermimpi.

Memory, Relationship, Sepocikopiana »

[25 Dec 2010 | 4 Comments | 148 views]

Oleh: De Ni
Aku masih mengantuk saat suara tawa anak-anak melengking di ruang tamu rumah kami. Kulirik jam tangan, ah masih jam tujuh pagi. Sebenarnya aku masih ingin meneruskan tidur, tapi tawa anak-anak itu menciptakan misteri yang harus segera kupecahkan. Aku berjalan ke ruang tamu dengan langkah gontai, mendapati mereka berkerumun membentuk lingkaran tawa.
Mungkin kau tidak percaya, tapi inilah yang terjadi. Sejak pohon Natal di rumah kami rampung dihias, anak-anak datang ke rumah silih berganti untuk berpose di depan pohon Natal. Mel-lah orang yang paling gembira menyambut kedatangan mereka. …

Humaniora, Memory »

[1 Sep 2010 | 18 Comments | 180 views]

Oleh: Ayni
Tubuhku menyelinap lemas. Sekujur tubuhku dihinggapi rasa tak menentu. Perlahan keringat mulai bercucuran. Mata memuntahkan air ke dalam hati. Mata yang sama tertuju pada dua orang perempuan yang sedang masyuk dengan cinta. Mungkin karena jarak pertemuan yang jauh hingga saat bertemu mereka melepasnya tanpa beban seolah tak ada perempuan lain yang begitu perih melihat mereka bercengkrama.
Tubuh terasa kecut, nyali memudar menatap perempuanku. Sedikit penyesalan dengan pertanyaan: kenapa aku memberanikan diri di depan mereka? Mata ini semakin tersiksa melihatnya. Tak kuingkari, aku cemburu melihat perempuanku bersama perempuannya. Perempuanku menatap indah …

Humaniora, Memory »

[24 Jun 2010 | 14 Comments | 129 views]

Oleh: Rosallyn Tanoyo
Tidak, bukan cuman langit yang bercerita. Awan dan angin akan membantu untuk menyampaikan ketika hujan tiba. Saya, sampai di pulau itu bersama rintikan air dan ombak yang menderu. Luapan-luapan gembira dan lega mengradasikan sore. Saya dan kamu kali ini. Tidak, hanya saya. Tidak, hanya kamu. Kita, (mungkin)… Bergandeng tangan menuju dermaga. Menciumi ibu bumi dan lautan.
***
”Di mana letak semua harapan terkumpul?” ujarmu.
”Saya tidak mau meletakkan pesan di botol-botol picisan itu. Dangdut!” jawab saya.
”Kamu hanya takut terlihat manja dan lemah.”

Memory, Perempuan, Sepocikopiana »

[27 Apr 2010 | 24 Comments | 115 views]

Oleh: Indah Oji
Dua tahun yang lalu, saya menapakkan kaki di kota Jogjakarta. Niat awalnya adalah menepati janji kepada seseorang yang  saat itu menjadi partner saya, tapi sekarang sudah menjadi mantan, fiuuuuuh. Saya memutuskan datang ke kotanya karena dia tidak bisa menjalani LDR alias Long Distance Relationship. Saat datang ke Jogjakarta, dia adalah satu-satunya orang yang saya kenal. Waktu itu kami belum tinggal serumah, dan dia juga yang mencarikan kos-kosan sebagai tempat tinggal saya.
Saat itu saya sudah coming out kepada keluarga besar, dan ternyata mereka belum bisa menerima semua pilihan saya. …

Memory, Tentang Cinta »

[10 Nov 2009 | 10 Comments | 411 views]

Oleh: Rosallyn Tanoyo
Saya sering berpikir untuk mengoleksi sore. Satu sore ke sore yang lain, dengan satu rasa dengan rasa yang lain. Apalagi semenjak sering terkungkung dalam gedung bertingkat (meskipun secara logika semakin tinggi letak kantor saya, semakin dekat dengan sore) tembok-tembok beton berhiaskan kaca menahan sore masuk dalam ingatan saya. Dan sore menjadi mahal.
Saya lebih suka sore dibandingkan pagi. Pagi tercipta untuk terlalu optimis warnanya menjelang terang artinya akan banyak permulaan. Sore terbuat dari berpuluh-puluh ketergesaan, keringat, makian, amarah lama-lama menghitam artinya istirahatlah barang sejenak.