Articles in the Lagak Lajang Category
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Pelukan Ibu masih terasa hangat sampai sekarang, begitu juga lengan kekar Bapak saat membelai kepala saya ketika sungkeman Idul Fitri kemarin. Tawa manis keluarga besar masih melekat di dalam ingatan saat berkumpul beberapa jam yang lalu. Tanpa diperintah mata, tiba-tiba air dipelupuk sudah menggenangi wajah saya. Inilah yang membuat saya sering dijuluki dengan si Mellow oleh sahabat-sahabat lesbian. Sedikit-sedikit menangis, apa-apa selalu diakhiri dengan air mata. Sedih dan senang, terharu akan kebersamaan barusan, dan terkenang akan kesendirian yang beberapa jam lagi menyambar paksa semuanya. Itu semua adalah tuntutan …
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Sengatan matahari masih sangat dahsyat ketika sepeda motor saya berbaris rapi di garasi pondok kos. Peluh mulai menyeruak di balik jaket hitam yang saya kenakan. Tebakan saya, nanti malam pasti hujan deras. Status kamar dosen nge-kost seperti saya sebenarnya gak jauh beda dengan status kamar mahasiswa nge-kost kebanyakan. Buku yang berserakan di lantai, atas lemari, di kolong meja, sampai di bawah tempat tidur. Kemudian, kusutnya seprai tempat tidur yang meskipun ditarik dari atas dan bawah tetap saja berdimensi zig-zag alias berantakan.
“Oz, gue mau bubar!” Tebak suara siapa? Mari …
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Semenjak Ramadhan menyapa, saya menjadi ramah menyapa sahabat-sahabat lesbian di dunia maya, yang sering online sehabis bersahur. Sapaan silaturrahmi yang hangat, terkadang blak-blakan namun tetap saja sangat bersahabat. Sebenarnya saya masih sangat mengantuk dan pengin cepat-cepat dibelai sang bantal dan guling. Rasa kantuk ini bisa sedikit tertahan setelah mengobrol dengan teman atau sehabis bolak-balik mengecek profil Facebook. Mata masih bisa terganjal sampai azan subuh berkumandang. Sambil berselancar di dunia maya, saya sibuk memperhatikan foto-foto para sahabat yang menampilkan foto asli wajahnya dengan pasangannya. Dalam hati saya berkata, “Beruntungnya …
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
“Kenapa belum menikah?’’ tanya seorang dosen lelaki yang akhir-akhir ini mulai cerewet membuntutui dan menanyai ini-itu kepada saya.
“Penting banget ya jawabannya buat kamu?’’
“Belum punya pacar ya?’’
“Bye, sampai jumpa besok!’’
Helm sudah terpasang, tak ada alasan yang menahan saya untuk segera enyah dari lokasi parkir yang mulai sesak. Ditambah lagi, pertanyaan-pertanyaan membosankan dari Bapak Dosen yang terhormat. Kenapa sih selalu saja ada orang usil bertanya tentang pernikahan saya yang ‘tertunda’?
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Pukul 11.00 siang. Hari ini adalah jadwal konsultasi mahasiswi bimbingan saya. Kegagalan sidang skripsinya sebulan lalu memang pahit, mengingat kerja keras kami berdua selama ini. Namun demikian, saya percaya semua ada hikmahnya. Itu yang sering saya tekankan padanya berulang-ulang agar tak terus-menerus menyesali kegagalannya di waktu lalu. Saya melirik jam di tangan dan pukul sebelas berlalu begitu saja, tetapi yang saya tunggu-tunggu belum juga tiba. Serupa dengan penantian cinta yang sering tak sopan memusuhi waktu, kekasih impian belum juga menyahut panggilan hati saya. Lamunan saya tiba-tiba terhenti. …
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Tubuh saya melemas dan pegal-pegal ketika mengetahui salah seorang mahasiswi bimbingan saya mengalami kegagalan dalam menempuh ujian sarjananya. Gagalnya mahasiswa itu tentu saja merupakan kegagalan saya juga. Kegagalan yang terletak pada kesalahan alur konsep yang seharusnya saya cermati sejak awal penulisan skripsinya. Mahasiswi itu terisak di depan saya. Sambil menepuk-nepuk bahunya saya menghibur, “Kita coba lagi bulan depan. Pasti kamu sudah lulus dari kampus ini.”
Mahasiswi itu mengangguk, memandang saya penuh harapan, seolah ada tulisan besar di jidat saya, “Kamu pasti bisa! Kamu pasti lulus!”
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Musim liburan telah tiba, aktivitas kampus mulai mereda. Hanya beberapa mahasiswa bimbingan saja yang mengundang saya untuk menghadiri jadwal seminar proposal skripsi dan sidang akhir. Selebihnya, saya mencium aroma liburan untuk beberapa minggu. Sepupu-sepupu mulai berdatangan silih berganti ke kota saya, dan tentu saja, saya menjadi guide dan driver yang setia. Ternyata, sepupu-sepupu yang centil berhasil membuat diri terlupa akan masalah-masalah yang belakangan ini sering mampir dalam kehidupan.
Setelah sepupu-sepupu saya pulang ke kotanya masing-masing, salah seorang sahabat lesbian yang saya kenal baik kembali mengajak saya berlibur di daerah …
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Beberapa waktu lalu, semua media sibuk memberitakan prahara Prita dan Manohara yang bisa mengalahkan berita pemilihan presiden negara ini. Tidak, saya tak akan lagi membahas kedua perkara yang mulai basi itu. Sekadar mengingatkan, masih banyak kasus lain yang belum terjamah hukum, gelandangan dan fakir miskin yang perlu perhatian dan uluran tangan kita, kasus-kasus KDRT yang tak tersorot oleh media, dan masih banyak nasib para pembantu rumah tangga dan TKI yang disiksa majikan dan begitu saja dibiarkan menderita.
Membaca semua berita ini saya jadi ingat, sekitar tiga tahun lalu saya …
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Sejak dulu, dompet yang saya pakai hanya satu macam jenisnya. Dompet kulit berwarna gelap dengan ritsleting sebagai penutupnya. Ritsleting? Bagian itulah yang memiliki fungsi utama untuk menyimpan isi dompet. Tanpa ritsleting, semuanya mungkin sudah berceceran ke lantai. Tanpa ritsleting, saya mungkin akan kehilangan barang dan kenangan berharga yang tersimpan di dalamnya.
Entah kenapa, saya tak betah berlama-lama dengan dompet model kancing. Gampang putus karena bolak-balik ditutup dan dibuka. Terlalu sederhana dan terlalu sepele. Faktor keamanan membuat dompet dengan risleting tertutup rapat tanpa ada celah menjadi pilihan saya. Faktor kenyamanan …
Lagak Lajang »
Oleh: Oscar Arumi
Perempuan adalah sumber keindahahan. Mata, kening, dagu, pipi, pantat, dada (ups!), lengan, kaki, jari-jari, semuanya benar-benar indah. Selain itu, yang melekat di tubuh seorang perempuan juga menjadi pemadangan menawan mata. Sepatu boots, rok sepinggul, tali pinggang, anting-anting, kalung, bahkan untuk yang satu ini, cincin yang dipakainya. Cincin? Ya, itu aksesoris menarik yang melekat di jemari perempuan.
Kalau saya berpapasan dengan seorang perempuan, hal pertama yang saya lakukan tersenyum dan kemudian melirik pada jari-jari tangannya. Untuk apa? Jelas, saya sedang mengincar cincin yang bertahta di jarinya. Hei, jangan salah sangka, …





