Home » Archive

Articles in the Lagak Lajang Category

Lagak Lajang, Sepocikopiana »

[20 Mar 2010 | 16 Comments | 185 views]

Oleh: Oscar Arumi
Andai punya delapan jempol, saya akan acungkan ke delapan-delapannya buat mereka yang berhasil terikat dalam sebuah ikatan perkawinan. Baik pernikahan hetero, atau pernikahan lesbian sekalipun. Yeah, pernikahan lesbian sih masih mimpi-mimpinya kaum lesbian yang entah kapan terjadi di Indonesia. Hanya saja, katakanlah pernikahan lesbian itu benar-benar legal di Indonesia, benarkah kamu masih mau menikah dengan lesbian?. Benaran deh, saya kasih delapan jempol buat yang jawab ‘’masih’’.
Saya pesimis? Enggak juga kok. Apakah saya iri sama pasangan yang sukses menikah? Engga kok. Lalu, kenapa ya saya begini gak antusiasnya …

Lagak Lajang, Sepocikopiana »

[6 Mar 2010 | 16 Comments | 218 views]

Oleh: Oscar Arumi
Hati saya hampir berkarat, kelamaan nggak digosok, kelamaan nggak diasah. Jangan-jangan, ada lumut penuh kerak yang sedang tumbuh di dalamnya. Kulit saya mengering, bukan karna gak pernah ditaruh lotion, tapi karena terlalu lama nganggur, dan gak ada yang mengelusnya. Kepala juga semakin membatu, sebab sudah lama gak ada yang membelainya. Udah lama, lamaaaaaaa banget, hampir 3 atau 4 tahun sudah menjomblo. Iya iya iya, kita lagi membicarakan tentang diri saya, si Lajang Lapuk.
Ngaku deh, gue jablay! Hiks. Pengen dibelai, pengen! Mulai ngawur deh kalau saya sudah mulai menulis …

Lagak Lajang, Sepocikopiana »

[20 Feb 2010 | 12 Comments | 190 views]

Oleh: Oscar Arumi
Saya tersinggung, tersinggung dengan tulisan Lakshmi “Because, I am the Boss”. Seenak udelnya dia bisa ngomong gitu, toh nggak semua orang punya kemampuan sim salabim jadi Super Boss dalam hidupnya. Ada kok orang yang pada kenyataannya memang benaran nggak bisa mengelola sesuatu sendirian dengan baik dan benar. Banyak kok dari kita yang emang dari sononya bermentalkan pegawai. Mau gimana lagi? Emang dari sononya!
Kata orang bijak, masa depanmu, kaulah yang menentukan. Maunya sih jadi bos besar kayak yang Lakshmi bilang, tapi, tapi, tapi…  banyak deh tapinya. Contohnya aja, …

Lagak Lajang, Sepocikopiana »

[30 Jan 2010 | 16 Comments | 177 views]

Oleh: Oscar Arumi
Kampus libur semesteran. Pastinya, saya lebih banyak berkocol di kos-kosan kalau sudah begini. Yang paling enak sebenarnya yah pulang ke kampung. Tetapi, niat mulia itu terpaksa diurungkan lagi. Pasalnya, ada perbuatan mulia lain yang nggak kalah pentingnya. Hm, begini lho, sepupu saya mendadak masuk rumah sakit. Ketika istrinya menjaga di rumah sakit, anaknya dititipkan pada saya.
Tenang, hohoho, tenang. Siapa bilang mengurusi anak kecil itu repot? Nggak kok! Buktinya, saya sendiri bisa. Tanpa ada pendamping, tanpa ada partner. Anak kecil itu sering dipanggil Dipsy. Umurnya sekitar 6-7 tahun, kalau …

Lagak Lajang, Sepocikopiana »

[9 Jan 2010 | 17 Comments | 168 views]

Oleh: Oscar Arumi
Lembar soal beserta jawabannya bertumpuk dan berserakan di lantai kamar kos. Beragam soal yang saya lontarkan, beragam jawaban yang saya dapatkan. Nilai UAS pun terpaksa beragama warna-warninya. Dari A sampai E. Mata kuliah dasar adalah yang terpenting dari setiap penjurusan. Saya nggak mau memanjakan mahasiswa dengan santainya menenteng nilai A tanpa perjuangan. Omong kosong, No Pain, No Gain. Boleh jadi saya adalah dosen muda yang akrab bergaul dengan mahasiswanya, tetapi untuk urusan nilai, tak ada kompromi sama sekali. Mau anak raja, anak presiden, anak rektor, anak dekan, anaknya …

Lagak Lajang »

[20 Dec 2009 | 21 Comments | 44 views]

Oleh: Oscar Arumi
Kalau ada yang mengatakan saya jomblo kesepian, rasanya terlalu berlebihan. Maksudnya begini, memang benar ada saat ketika saya merasakan sunyi yang teramat dalam. Tetapi kemudian rasa itu hilang, mengalir ikut jarum jam, lalu akhirnya terlupakan. Mungkin, saya tidak terlalu memikirkannya bila yang mengatakan hal itu adalah dosen-dosen di kampus, mahasiswa-mahasiswi yang belum tahu dengan arti kerasnya kehidupan, ataupun sahabat lesbian yang lalu-lalang datang dan pergi. Mungkin tidak terlalu sulit bila kata-kata itu keluar dari mulut orang lain, tetapi pasti akan sangat menyesakkan dada bila kalimat kesepian itu justru …

Lagak Lajang »

[28 Nov 2009 | 17 Comments | 87 views]

Oleh: Oscar Arumi
Kalau mau pake label-labelan, saya tidak keberatan bila dikategorikan sebagai bagian dari andro-butch. Yah, kalau kata anak-anak sekarang sih, memang rada macho tapi gak kelihatan cowok banget kok. Ketika semasa kuliah dulu, saya selalu menggunakan kaos dan jins belel plus sepatu kets yang talinya gak pernah nyambung dengan warna sepatu. Dengan sekali pandang, lesbian mana pun yang bertatapan dengan saya pasti bisa menerka-nerka bagaimana saya. Beranjak tamat kuliah dan mulai dewasa, saya terbiasa menggunakan celana bahan kain dibalut kemeja plus sepatu kulit perempuan tanpa hak yang modelnya …

Lagak Lajang »

[8 Nov 2009 | 10 Comments | 203 views]

Oleh: Oscar Arumi
Perjalanan cinta hampir selalu diawali dengan rasa bahagia yang melambung tinggi, meski akhirnya sebagian cinta itu menjelma menjadi barang rongsokan yang dicampakkan begitu saja. Lalu, apakah berarti tidak cinta yang berakhir bahagia seperti kisah di dalam dongeng pengantar tidur? Ataukah pangeran tampan berhati malaikat itu hanya sebatas bualan belaka? Hmm, mungkin benar, mungkin salah. Sebatas ingatan dan pengalaman bercinta saya, tidak ada yang benar-benar dikategorikan sebagai romantika sukses dalam bercinta. Semuanya hampir menyerupai belantara yang gelap, tak tahu kemana arah, dan dipenuhi dendang-dendang satwa liar yang menyeramkan. Andai …

Lagak Lajang »

[25 Oct 2009 | 21 Comments | 165 views]

Oleh: Oscar Arumi
Usai mengajar, saya singgah ke Bagian Pendidikan di kampus. Melihat sertifikat ijazah dan transkrip nilai mahasiswa berserakan di mana-mana, naluri ingin tahu mendorong saya menyapa pegawai kampus berseragam di sebelah pojok.
“Banyak amat yang legalisir ijazah, Bu?’’ sapaku halus.
“Biasalah Bu Oscar, lagi musim-musimnya cari kerja nih.”
Dalam hati saya hanya mengucap “Oouhh” bernada panjang. Lalu, saya duduk bersantai sambil membaca surat kabar yang bertengger di barisan depan.
Tok, tok, tok! Konsentrasi saya mulai terganggu sesaat setelah membaca headline pelantikan presiden. Tok, tok, tok, tok lagi! Kedua kalinya pikiran saya hampir hilang …

Lagak Lajang »

[11 Oct 2009 | 21 Comments | 213 views]

Oleh: Oscar Arumi
Dada perempuan atau payudara perempuan? Cari sendiri apa perbedaanya. Yang saya tahu sih cuma satu, empuk. Bagaimana rasanya menyentuh bagian empuk itu? Kalau dada sendiri sih nggak terasa apa-apa, tapi kalau menyentuh bagian kepunyaan pacar? Anggap aja saya nggak jomblo, mari kita bayangkan sejenak. Kamu dan pasanganmu sedang duduk manja berdua, menonton televisi (film horror mungkin). Ada adegan menyeramkan, lalu si dia memegang kuat lengan kananmu, dan hei…. bagian empuk di dadanya menempel di lengan dan rasakan kelembutannya Hm… Hmmm… Sudah selesai dengan lamunannya? Sekarang, berhenti membayangkannya, …