Oleh: Oscar A.
Dunia adalah samudra kesulitan, di seberangnya samudra kemudahan. Dalam kesulitan, semuanya terlihat buram. Lampu-lampu temaram, langit berwajah muram, tak ada senyuman selain wajah-wajah penuh rintihan dan meringis. Apa yang kau ingat tatkala kesedihan itu datang? Sakit hati yang sudah berkarat? Kekasih yang seenaknya meninggalkanmu dan menyayatmu perlahan-lahan? Apa yang kau lihat? Air hujan [...]
Oleh: Oscar Arumi
Otak tengah saya kosong. Otak kiri pincang, otak kanan tersumbat. Bukan, saya bukan salah satu dari makhluk jenius yang turun ke bumi. IQ saya pas-pasan, apalagi EQ dan SQ, beugh. Itulah sebabnya, mengapa saya gak suka berdebat, mendebat dan didebat. Yah, apa untungnya, hanya membuat leher belakang menjadi tegang, saraf tak beraturan.
Sejujurnya, [...]
Oleh: Oscar A.
Sejenak saya merenung jawaban atas pertanyaan yang menjadi judul tulisan ini. Pertanyaan itu dilontarkan melalui welcome note dalam ponsel adik saya yang baru saja berulang tahun ketujuh belas. Menjawabnya tak perlu bernada seperti bunyi ponsel, cukup dalam hati saja. Namun, saya masih bingung bagaimana menjawabnya. Apakah kamu bahagia? Apakah saya bahagia? Beugh, bagaimana mengukur [...]
Oleh: Oscar Arumi
Bus itu melaju lambat, bukan karena bobotnya yang kebesaran tetapi jalan berkelok-kelok yang harus dilaluinya. Berapa tikungan yang sudah dilampauinya, pak supir tetap tenang menjaga keseimbangan geraknya bus, plus kestabilan emosi penumpangnya. Saya hampir mual mengikuti perjalanan ini. Mengitari gunung yang berliku-liku, barulah sampai kepada tujuan. Liburan koordinasi istilahnya, antara pejabat-pejabat kampus dengan [...]
Oleh: Oscar Arumi
Bagaimana kau mampu menulis tanpa membaca? Bagaimana kau mampu bertanding tanpa berlatih? Bagaimana kau mampu berhasil tanpa pernah merasa gagal? Bagaimana kau bisa naik ke atas tanpa beranjak dari bawah? Bagaimana ada dua tanpa satu sebagai pembuka? Bagaimana tercipta luas tanpa ukuran panjang dan lebar? Bagaimana ada kita, kalau hanya ada aku? Ah, [...]
Oleh: Oscar Arumi
Betapa sibuknya saya akhir-akhir ini. Ibarat perkantoran, kubikel di dalam otak saya masing-masing penuh dengan jadwal dan rutinitas yang harus dilakukan setiap harinya. Ahh, seolah-olah menghela nafaspun sudah ada skedulnya. Penuh, isian yang tak bersisa. Bagaikan roda, berputar terus tiada henti. Sepertinya, tinggal nunggu ban nya aus, baru deh oleng bergelindingan tak karuan. [...]
Oleh: Oscar Arumi
Di kelas saya, mahasiswa dan mahasiswinya berasal dari beragam suku dan budaya, yah semacam kelas multi-etnislah namanya. Nggak usah saya sebut berasal dari daerah mana saja, yang pasti mulai dari berkulit hitam sampai putih lagi, dari yang nggak kedengaran suaranya sampai yang terbiasa ngomong dengan tekanan nada tinggi dan keras, dari yang bermata [...]