Articles in the Keluarga Category
God, Humaniora, Ibu, Keluarga, Spiritualisme, Twilight Zone »
Oleh: Deni Melisa
Malam Natal selalu mengingatkanku padamu, Ibu. Cengkeh yang biasa kau tusukkan di atas kue nastar kita, aromanya menyerebak di dapurmu. Aroma cengkeh itu sudah lama tak mampir ke hidungku. Sudah lama sekali, sejak kau meninggalkanku bergelut di dunia yang fana ini.
Sekarang, yang ada bukan aroma cengkeh, tapi aroma gurihnya ayam panggang. Hidup telah berubah Ibu, masa telah berganti. Meski di malam Natal ini aku tetap bersama orang-orang terkasih, tapi itu bukan kau, bukan Papa, bukan Cici, bukan Koko. Mereka adalah orang-orang yang berbeda dengan cinta yang sama. Mereka …
Humaniora, Keluarga, Sepocikopiana, Your Story »
Oleh: Deni Melisa
Sejak 1 November 2011, aku dan Mel resmi menjadi orangtua angkat dari anak-anak kami. Anak-anak? Yups, anak-anak, karena hebatnya jumlah anak yang kami adopsi bukan cuma satu, melainkan dua, jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan. Tapi, please jangan tanya bagaimana kami mengadopsi kedua anak kami tersebut. Karena aku khawatir kalian akan kaget dan menganggap kami penjahat besar kalau aku sampai jujur bahwa kedua anak itu kami beli dari sebuah toko.
Ups! Sabar bos. Mereka memang bukan anak manusia, mereka adalah hamster. Sebenarnya niat mengadopsi anak hamster adalah bentuk manifestasi …
Humaniora, Ibu, Keluarga, Twilight Zone »
Oleh: Frizzy Jo
Mama…
Masih ingatkah Mama saat mengikat tanganku pada kaki mesin jahit yang setiap hari Mama gunakan untuk mencari tambahan penghasilan bagi keluarga kita? Tangan yang Mama ikat itu sebelumnya telah kugunakan untuk memukul kawanku. Saat itu aku begitu marah pada Mama karena Mama bukannya membelaku dan memarahi temanku tapi malah menghukumku. Bahkan semua orang yang melihatku menangis pilu saat itu marah kepada Mama yang begitu tega menyakitiku, anakmu sendiri.
Masih ingatkah Mama saat tidak mengijinkan aku untuk menyentuh makan malamku? Saat itu aku begitu kelaparan dan tidak memiliki tenaga untuk …
Humaniora, Keluarga »
Oleh: Regina
“After a girl is grown, her little brothers – now her protectors – seem like big brothers.”
Saat sedang browsing, tanpa sengaja saya membaca kutipan di atas, yang kemudian menjadi inspirasi untuk tulisan saya kali ini. Sebuah senyum terukir di wajah saya ketika membaca kutipan itu, karena memang seperti itulah hubungan saya dengan kedua adik saya yang usianya terpaut 2 dan 9 tahun. Seketika memori-memori tentang masa kecil kami berputar di kepala saya dan sukses membuat saya tersenyum geli sampai-sampai adik saya yang pertama, yang tengah duduk tidak jauh dari …
Humaniora, Keluarga »
Banyak yang mengatakan bahwa menjadi lesbian adalah pengaruh masa lalu. Banyak pula lesbian yang bilang masa lalunya biasa-biasa bahkan baik-baik saja sehingga menjadi lesbian bukanlah karena pengaruh masa lalunya. Bagaimana dengan lesbian yang benar-benar mengalami masa lalu buruk? Kita punya teman namanya Harwit Z., yang berani bercerita tentang kelam masa lalunya.
Sepertinya saya adalah anak yang tidak diinginkan oleh orangtua saya. Ibu saya bekerja mati-matian dari pagi sampai malam sejak ayah di-PHK dan tidak berhasil menemukan pekerjaan lagi selama 20 tahun kemudian. Alhamdullilah kakak-kakak saya lumayan besar sehingga saya ditinggalkan dalam …
Keluarga, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Liburan memang menyenangkan. Inilah saatnya kita bisa melakukan hal-hal gila dan konyol, aktivitas gokil dan menyegarkan yang tentu saja berupa sesuatu yang disukai. Bagi yang memiliki dana cukup sudah jelas perencanaan liburan tidak perlu dilakukan jauh-jauh hari. Malah kegiatan berlibur bisa diskenariokan dengan kreatif. Misalnya, bagaimana menjelajahi Bali hanya dengan dua pasang pakaian dalam, ups! Namun diharuskan selalu bersih dan higienis. Atau keliling Jogja dengan berjalan kaki membawa boneka Teddy Bear kesayangan. Atau juga bersepeda keluar masuk gang yang nama-nama jalan utamanya dari huruf awal nama sendiri, well… …
Humaniora, Keluarga »
Oleh: Amalia
Tiga hari yang lalu,saya berangkat menuju Jakarta. Keinginan yang tertunda beberapa minggu yang lalu karena satu dan lain hal. Alasan keberangkatan ini sederhana, kangen pulang. Meski tidak pulang ke rumah tempat saya lahir dan dibesarkan (gila aja pulang ke Bukit Tinggi, Sumatra Barat cuma dua hari! Ongkosnya aja ngabisin gaji dua bulan)
Dengan persiapan seadanya, hanya dengan bawaan tas samping berukuran kecil, begitu selesai jam kantor, saya langsung menggenjot si Ireng, sepeda kesayangan saya berangkat ke stasiun kereta Tugu Jogjakarta. Begitu sampai di Tugu, mencari-cari tempat parkir sepeda, dan bertanya …
Humaniora, Keluarga »
Oleh: Velvet Rose
“Kata Gaby, ada kartun Mao yang tukang masak itu nanti jam 8 di Spacetoon. Nonton ya, oke deh, GBU.”
Begitulah sepenggal sms singkat dari kakakku yang bilang Gaby sedang bersemangat dan ngotot minta meng-sms-ku untuk mengingatkan jangan sampai lupa nonton kelanjutan episode Mao, Master Cooking Boy yang Sabtu kemarin masih menggantung ceritanya. Persis di adegan si Mao yang hampir menyelesaikan masakan mie-nya.
Aku dan Gaby sampai tegang nontonnya berharap-harap cemas agar Mao dapat menyelesaikan masakan mie-nya sebelum hio yang ditancapkan sebagai penanda waktu habis terbakar. Nah di tengah-tengah itulah, lagu …
Humaniora, Keluarga »
Oleh: Lakhsmi
Pernahkah kita membungkuk di depan seorang anak dan menatap tepat ke bola matanya? Di sana ada semesta luas tak bertepi yang mampu meledakkan imajinasi dan inspirasi. Tanyakan sesuatu pada seorang anak tentang dunia dan dengarkan kebijaksanaannya yang bening tentang kehidupan. Atau dengarkan tuntutan dan pertanyaan polosnya mengapa hidup harus berjalan seperti ini, maka kita akan berjalan di labirin penuh dengan cahaya kunang-kunang.
Have Your Say, Keluarga »
Coming out kepada suami? Siapkah menanggung akibatnya nanti? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita yang mengisahkan pengalaman tragis coming out-nya.
Sebenarnya aku ragu menikah dengan lelaki pilihan orangtuaku. Kami berpacaran selama setahun sebelum dia meminangku. Aku berpacaran dengannya karena aku tidak punya alasan lain untuk berkelit lagi. Lelaki itu adalah lelaki baik, mapan, usianya tepat, dan beragama sama denganku.
Sebulan sebelum aku melangkah ke pelaminan, seorang perempuan yang dari dulu kucintai mengungkapkan perasaannya padaku. Alangkah kagetnya aku! Dari dulu aku selalu memikirkan dirinya dan bertanya-tanya apakah salah denganku menyukai perempuan.





