Articles in the Intermezzo Category
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Lakhsmihttp://jejakartemis.blogspot.com/
Mari berbicara soal mantan. Eh, bukan, ini bukan mantan-mantan kekasihku atau kekasihmu. Ini adalah mantan-mantan kekasih partnermu atau partnerku.
Aku tidak punya mantan. Partnerku sekarang adalah yang pertama dan semoga Tuhan menjadikannya sebagai yang terakhir. Hidupku tidak ribet atau memusingkan, seperti diganggu oleh mantan-mantan yang masih mengharapkan cintaku, atau mantan-mantan yang cemburuan, atau mantan-mantan yang mati-matian membenciku (karena sakit hati).
Urusan mantan-mantan ini dipicu oleh ucapan mantan partner kepada Alex: “Mungkinkah Lakhsmi tidak menyukaiku karena aku adalah mantanmu?” Ketika partner menyampaikan ucapan mantannya padaku, seribu reaksi berhamburan dari air mukaku. Mulanya …
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Lakhsmihttp://jejakartemis.blogspot.com
Banyak sahabat lesbian yang mengirim email kepadaku, bertanya cara bagaimana menulis yang baik dan benar. Melalui medium email, kami kemudian terlibat dalam beberapa aktifitas belajar menulis. Sementara itu, beberapa sahabat mengirimkan contoh tulisan kepada aku (dan Alex), bertanya-tanya bagaimana kualitas tulisan mereka. Di tengah-tengah kesibukanku mengurus keluarga dan bekerja, aku berakrobat dengan waktu memberikan komentar dan tips agar tulisan mereka menjadi lebih baik lagi.Dengan melakukan riset kecil-kecilan di internet ditambah ilmu yang aku (dan Alex) miliki dari latar belakang pendidikan serta panggung pekerjaan, aku hendak membagikan beberapa tips kepada …
Humaniora, Intermezzo, Perempuan »
Oleh: Ratri M.
Anting-anting ataupun giwang (suweng, orang Jawa bilang) secara sejak dulu memang tidak terpisahkan dari kehidupan para raja. Raja-raja Jawa baik laki-laki maupun perempuan dideskripsikan dalam berbagai relief candi selalu menggunakan anting-anting. Saat direkonstruksi dalam pakaian Wayang Orang, anting-anting ini digambarkan selalu berkilauan berupa emas dan sangat indah. Simbol kemewahan dan kemegahan. Penuh makna simbolis.
Demikian juga perempuan-perempuan suku Dayak yang suka menggunakan anting-anting yang berat, sehingga kulit telinganya memanjang sampai ke bawah. Semakin panjang kulit telinganya, semakin cantik perempuan itu dikategorikan. Demikian pula semakin banyak anting berat yang dipakainya, …
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Ratri M.
Beberapa teman di milis lesbian sibuk membicarakan soal kemampuan mendeteksi apakah perempuan itu lesbian atau tidak, apakah sebagai lesbian kita punya radar untuk mengetahui sesama lesbian. Lalu tersenyumlah diri ini, mengingatkan pada beberapa kisah lucu yang berkaitan dengan isu gaydar ini. Yup, kemampuan mengenal sesama gay memang sangat populer dengan sebutan gaydar. Beberapa orang memang sungguh beruntung memilikinya, meski tentu saja tidak akan pernah 100% benar. Namanya saja alat deteksi alam, yang tidak dilengkapi dengan radar supersonik, supercanggih kepunyaan NASA atau pun Pentagon. Jadi lucu juga ketika seorang …
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Alexhttp://rahasiabulan.blogspot.com/
Bagian IDi antara kalian berdua, siapa yang jadi cowoknya? Hayo, seberapa sering pertanyaan semacam itu kita dengar? Saya, yang bekerja di lingkungan yang didominasi perempuan, dan menjalin persahabatan dengan banyak perempuan hetero sampai hanya bisa memutar bola mata setiap kali mendengar pertanyaan seperti itu. Entah mengapa, konsep hubungan tanpa peran lelaki itu membuat mereka bingung, dan dalam pikiran mereka juga, lesbian yang cewek banget harus menjalin hubungan dengan lesbian macho bak laki-laki. Biasanya pertanyaan itu hanya saya jawab dengan senyum manis, dan, “Mbak, ini nggak ada cowoknya gitu …
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Bening
Bukan. Bukan…!Sumpah bukan!Aku bukan orang yang sabar. Setidaknya kurang sabar dan tidak sabaran. Tapi kali ini aku mengajak diriku untuk belajar tentang sabar.
Setiap aku mengadu pada Aa atau mengeluhkan tentang sesuatu hal, kata pertama yang dia ucapkan adalah, “Sabar ya, say….” Ucapannya mampu membuatku menahan diri, menguatkan diri dan menghidupkan tombol pikiran positifku. Tanpa sadar, ucapan untuk sabar ini menjadi obat pertama dalam suatu masalah. Buatku dan buat Aa. Ketika suatu hari ia menyampaikan keluhnya, ucapan spontan yang terucap dari bibirku ternyata, “Sabar ya, A’…”
Buat kami kata “sabar” ternyata …
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Nat
Aku pernah mempunyai kekasih di kota yang indah. Mungkin bukan sekadar kota, tetapi semua wilayah tempat kota itu berada tampak indah. Banyak orang menyukai kota itu, pokoknya penerbangan ke kota itu selalu ”rute gemuk”. Dalam beberapa hari ini aku akan ke kota itu untuk menghadiri konferensi. Setelah sekian lama selalu sukses berkelit dan berhasil menghindari segala bentuk kewajiban untuk mengunjungi kota itu, akhirnya kali ini aku tidak bisa lari.
”Mbak yakin mau berangkat jam 11 malam dan pulang jam 5 sore keesokan harinya?” Sekretarisku yang sedang memesankan tiket pesawat …
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Ratri M.
Istilah gaul anak muda yang kerap disebut dengan ill feel biasanya sering digunakan ketika pasangan dalam proses PDKT alias pendekatan. ”Dia sih cantik, tapi begitu mulai berdekatan bau tubuhnya langsung bikin ill feel,” ”Yang bikin ill feel tuh perempuan ayu, anggun, tapi ketika bersuara, nadanya ternyata cempreng, menghilangkan selera.” Berderet persoalan ringan lainnya pun biasanya mengiringi istilah ill feel dari seseorang pada pihak lainnya, terutama ya tadi itu, ketika tahap-tahap awal pendekatan. Hanya pada proses awal pendekatan.
Karena belum pernah ada kejadian seseorang minta pisah dari pasangannya setelah 7 …
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Ratri M.
“Mbak gimana sih sifat and perilaku Pisces?”“Kalo Capricon dan Scorpio cocok, ga?”“Aquarius bakal dapat rejeki bulan ini? Perjodohannya gimana pula?”
Deretan pertanyaan itu sudah sangat biasa beredar di telinga baik lewat SMS, obrolan langsung, maupun chatting. Secara diri ini dulunya hampir dua tahun mengurusi rubrik perbintangan di sebuah majalah. Percaya ga percaya, begitulah zodiak selalu jadi bahan pembicaraan yang mengasyikkan. Bagi yang percaya, harap-harap cemas mendengar kalimat yang keluar dari pencetan jari ini di layar SMS atau di layar komputer mereka, bagi yang suka membuka halaman zodiak di web …
Humaniora, Intermezzo »
Oleh: Cassey
Suatu hari aku mendapat SMS dari seorang kenalan yang ingin memperkenalkan aku pada sahabatnya. Aku pikir tidak ada salahnya. Sebagai orang Timur, kerap aku tidak bisa berkata “tidak”. Tidak lama sesudahnya aku mendapat SMS dari “teman baru” tersebut, katakanlah namanya Helen. Dari kata-kata di SMS-nya, dia cerdas dan bersahabat. Tentu tidak sungkan mulai menanyakan statusku. Statusku bisa floating atau sinking. Aku bukan anak remaja kemarin sore yang baru kenal dunia lesbian walaupun aku tidak sepopuler lesbian yang proud and loud. Dan bintangku mengatakan aku terlalu curious untuk tidak bertanya, …





