Home » Archive

Articles in the Intermezzo Category

Humaniora, Intermezzo »

[22 May 2011 | 14 Comments | 773 views]
Kota Kita Punya

Oleh: Bening
Dua bulan sudah Milis Sepocikopi hadir menjadi tempat untuk bersosialisasi yang lebih akrab dan lebih intim. Diskusi mengalir ringan dan santai, mulai dari topik LDR, Living Together, Kiat-kiat Hubungan Langgeng, Menekan Nafsu Belanja sampai ngobrolin Safe Sex. Kadang topik-topik yang lagi hangat di Web Sepocikopi.com dibahas dengan lebih seru di Milis. Apalagi beberapa pendapat yang paling menarik akan diposting di kolom Say It Out Loud yang setiap bulan memiliki tema asyik dan menarik.
Salah satu yang paling ditunggu-tunggu adalah chatting bersama setiap malam minggu. Mulanya masih malu-malu, makin malam makin …

Berita, Humaniora, Intermezzo, Tentang Cinta »

[17 Sep 2009 | 14 Comments | 108 views]

Oleh: Jeng Asih
17 Agustus 2009, tepat tiga tahun usiamu, Sayangku. Ah, kau memang belum tahu apa arti bertambah umur. Kau bersemangat melihatku membuat beberapa bingkisan alat tulis dan memasak nasi kuning untuk kakak-kakakmu di Panti Asuhan dekat rumah kita. Kau menggunting selotip, memadukan pinsil, penggaris, penghapus, alat raut, dan memasukkannya ke dalam kotak. Tak lupa dua buku tulis dan tas ransel bergambar Sponge Bob. Mari sini, aku yang membungkusnya dengan plastik bermotif hati kecil-kecil. Tinggal kupasang pita, selesai sudah. Eits, jangan diacak-acak lagi. Walah, kamu sudah mengantuk, ya? Ayo, bobo …

Intermezzo, Tentang Cinta »

[26 Aug 2009 | 12 Comments | 218 views]
The Day I Met Her

Oleh: Justine Ht
Udara kebebasan membelaiku lembut saat kuinjakkan kaki di universitas. Masa aku menjadi terpidana berat telah berakhir. Jadwal sekolah yang ketat, pekerjaan rumah yang segerobak, tas punggung yang isinya lebih berat dari tas para pencinta alam, terpaksa berdiri di depan kelas jika tidak membawa buku teks atau tidak bisa mengerjakan soal. Tidak ketinggalan upacara bendera setiap hari Senin. Bahkan saat ada pelajaran yang gurunya berhalangan hadir pun pasti diisi oleh kepala sekolah yang tidak pernah bosan membahas Pancasila dan UUD45.
Cupid memang anak nakal. Di hari pertama aku di kampus …

Humaniora, Intermezzo »

[11 Apr 2009 | 24 Comments | 195 views]

Oleh: Ade Rain
Sebagai sesama lesbian, aku memang harus siap-siap nyengir jelek menjawab pertanyaan ketika berkenalan dengan lesbian lain, khususnya di dunia maya. Tentu jawaban yang diberikan juga bergantung pada niat-niat pertanyaan tadi, apakah masih dalam koridor kesopanan atau tidak. Jangan sampai jidatku makin jenong sehabis ditanyai macam-macam. Yah, setidaknya pemberi pertanyan juga tak melakukannya seperti sebuah wawancara kriminal yang siap menggiring badan ini dengan tangan terborgol masuk pada sebuah kesimpulan menurut versinya sendiri.
Secara usiaku masuk kepala tiga, sudah pasti dianggap bimo alias biang homo. Apalagi aku lesbian mom, yah pertanyaan …

Humaniora, Intermezzo »

[25 Mar 2009 | 12 Comments | 54 views]

Oleh: Ade Rain
Semua pasti kenal yang namanya telepon genggam. Penjajahan handphone (HP) kini juga sudah sampai ke daerah sawah menyawah, dari tengah belantara sampai pulau-pulau terpencil yang banyak malarianya. Jadi jangan heran kalau Pak Tani juga bisa bergaya di depan padi menguning sambil menggengam Communicator.
Bentuk dan pilihan HP pun macam-macam, mau yang kecil bisa ditaruh antara selipan beha, mau yang memanjang sehingga bisa disembunyikan di selangkangan, atau bulat membundar canggih berdesain futuristik. Yang baterenya liquid, yang ada peta GPS, yang media hiburannya segede bagong, sehingga bisa ngilangi sedih-sedih ala film …

Humaniora, Intermezzo, Perempuan »

[16 Feb 2009 | 4 Comments | 49 views]

Oleh: Bibiy
Saya jatuh sakit. Fisik dan terlebih hati. Ternyata hujan dan angin kencang belakangan ini tokcer merobohkan saya. Puncaknya terjadi kemarin. Tubuh saya sempoyongan, badan saya menggigil. Mata saya terasa panas dan mulai berair. Entah itu air mata atau efek tubuh saya yang menghangat terserang demam. Tenggorokan saya gatal seperti ada yang mengganjal. Di tengah kondisi seperti ini, saya malah memutuskan kabur saat jam kantor sudah selesai. Saya tepis bayangan hangatnya bergelung dibawah selimut.
Di bawah teror mendung yang setiap detik bisa melepaskan hujan dari sangkarnya, saya mulai berjalan. Tidak peduli …

Humaniora, Intermezzo »

[11 Feb 2009 | 6 Comments | 135 views]

Oleh: Ade Rain
Sudah beberapa hari aku merasa seperti dodol, badan dibaluri krim yang amat sangat tebal, lalu dibungkus lengan panjang tipis, pullover, ditambah jaket yang juga sungguh berukuran selimut. Dikemas seperti dodol tradisional memang unik rasanya. Seperti didandani secara komplet, tinggal dibaluri minyak goreng, daun pisang, plastik, baru bungkusan kulit Aren yang diikat ketat sehingga dodol tampak cantik dan apik.
Dengan pakaian robot dodol berlapis-lapis itu tentu saja jalan agak sulit untuk terlihat anggun. Tapi siapa juga peduli, lagi dalam keadaan dingin begitu ngga mikir lagi mau cantik-cantik ria. …

Humaniora, Intermezzo »

[28 Dec 2008 | 17 Comments | 128 views]

Oleh: Ade Rain
Pukul enam. Pagi itu mataku masih merem-melek. Hari itu aku membayar utang. Menepati janji pada Dily sahabat straight dengan membantunya menjadi sopir wira-wiri, kliwar-kliwer menemani dia yang sibuk menjadi panitia Futsal Girls Open Tournament. Ketika sampai di lapangan, mataku masih sepet, kulihat Dily sedang menuliskan nama-nama tim di papan pengumuman. Tercatat di kepanitiaan ada sekitar 18 tim yang harus lolos seleksi pertama hari ini agar bisa masuk ke semifinal besok. Duh bakalan telat pulang nih, kataku dalam hati.
Iseng kubuka lembaran pendaftaran para tim …

Humaniora, Intermezzo »

[30 Aug 2008 | 5 Comments | 83 views]

Oleh: Ade Rain
Terkait pertemuanku dengan lesbian Arab beberapa waktu lalu, aku jadi teringat beberapa pertemuan ‘mengagetkan’ dengan lesbian lain di tempat yang tak disangka-sangka. Dalam perjalanan menuju New Jersey, pesawat badan besar EVA Air yang membawaku dari Kuala Lumpur menurunkanku di bandara Tacoma, Seattle. Penerbangan selanjutnya menggunakan pesawat lebih kecil milik maskapai penerbangan American Airlines. Akibatnya aku harus pindah terminal menunggu di gate C5.
Ketika berada di tempat yang indah, biasanya aku kerap memilih menjadi bisu, enggan berbicara dengan siapa pun. Memilih tempat duduk yang agak kosong, menikmati pemandangan yang jarang-jarang …

Humaniora, Intermezzo »

[21 May 2008 | 7 Comments | 256 views]

Oleh: Ade Rain
Mata tertuju pada bayangan dari balik jendela kamar milik seorang teman. Di balik vitrage putih bercorak daun, tepat di tempat cahaya mentari datang, sebuah siluet hitam berbentuk segitiga yang biasa dipakai menutupi selangkangan tergantung menantang. Setiap kali menumpang solat di tempatnya, ia dengan segera memindahkan barang keramat tersebut ke tempat lain agar tak merusak konsentrasi ibadah.
“Maaf ya, aku memang senang menjemur pakaian dalam di jendela.”
“Ngga risi kalau tiba-tiba orang ngeliat ada siluet celana dalam dari luar?”“Kan ngga apa-apa biar tetangga pada tau yang berada di rumah ini …