Home » Archive

Articles in the God Category

God, Humaniora, Ibu, Keluarga, Spiritualisme, Twilight Zone »

[24 Dec 2011 | 6 Comments | 372 views]
Malam Natal Kita

Oleh: Deni Melisa

Malam Natal selalu mengingatkanku padamu, Ibu. Cengkeh yang biasa kau tusukkan di atas kue nastar kita, aromanya menyerebak di dapurmu. Aroma cengkeh itu sudah lama tak mampir ke hidungku. Sudah lama sekali, sejak kau meninggalkanku bergelut di dunia yang fana ini.

Sekarang, yang ada bukan aroma cengkeh, tapi aroma gurihnya ayam panggang. Hidup telah berubah Ibu, masa telah berganti. Meski di malam Natal ini aku tetap bersama orang-orang terkasih, tapi itu bukan kau, bukan Papa, bukan Cici, bukan Koko. Mereka adalah orang-orang yang berbeda dengan cinta yang sama. Mereka …

God, Humaniora, Spiritualisme, Twilight Zone »

[24 Dec 2011 | 13 Comments | 343 views]
Kado Natal

Oleh: Frizzy Jo
Aku tak pernah suka tempat ini, sejak dulu, kemarin, mau pun esok. Tempat ini terlalu ramai dan memusingkan. Terlalu banyak orang di sini. Tua dan muda, pria dan wanita, bahkan abang-abang yang memajang dagangan beraneka produk kelas menengah ke bawah semakin memperparah sakit kepalaku.
Aku terus berjalan dengan wajah lurus menatap ke depan. Seperti zombie, kata teman-temanku yang sering menemaniku melewati tempat ini. Sedikit pun aku tak mengurangi kecepatan langkahku, hingga orang-orang yang memperhatikanku bisa saja menduga kalau aku sedang mengejar copet yang mengambil isi tasku. Aku tak peduli. …

God, Humaniora »

[25 Aug 2009 | 15 Comments | 87 views]

Oleh: Bening
Seorang sahabat mengirimkan pesan singkat berupa pertanyaan yang sangat singkat. Hanya empat kata. “Apakah puasa itu, Kak?”
Aku tercenung. Pertanyaan itu seharusnya sangat mudah untuk dijawab. Tapi entah mengapa aku yakin bahwa “puasa itu adalah menahan haus dan lapar” bukanlah jawaban yang ingin dia dengarkan.
Percaya atau tidak bahwa tidak ada hal yang kebetulan? Aku percaya bahwa selalu ada tangan Tuhan dalam setiap kejadian membuat aku meyakini bahwa SMS yang baru saja kuterima adalah hasil campur tangan Tuhan. Tuhan jualah yang menggerakkan jemari sahabat yang kusayang untuk mengirimkan SMS tersebut. …

God, Spiritualisme »

[22 Jan 2009 | 8 Comments | 222 views]

Oleh: Grey Sebastian
Seandainya aku boleh memilih, aku ingin menjadi heteroseksual. Aku bisa jatuh cinta dengan lelaki, menikah dengannya, mempunya anak, dan membuat orangtuaku bahagia. Aku tidak perlu membuat kebohongan publik dengan mengatakan pacarku sebagai teman biasa. Dan aku tidak perlu takut orientasi seksualku ketahuan orang lain.
Seandainya aku boleh memilih, aku ingin terlahir sebagai laki-laki. Aku bisa jatuh cinta dengan perempuan, menikahinya secara sah, menjadi ayah, dan tidak mengecewakan keluargaku. Aku tidak perlu membuat kebohongan publik dengan mengatakan “aku sayang dia tidak lebih sebagai seorang sahabat atau saudara”, pada perempuan yang …

God, Renungan, Spiritualisme, Tentang Cinta »

[7 Jan 2009 | 6 Comments | 358 views]

Oleh: De Ni
Apa yang akan kau lakukan saat kau tahu bahwa ternyata hidupmu tidak akan lama lagi? Oke, mungkin kau sulit membayangkannya. Rambutmu belum memutih, kulitmu belum mengkriput, jantungmu masih sehat memompa, dan gigimu masih rapih pada tempatnya. Intinya kau belum bau tanah. Tapi marilah berpikir sejenak, kematian bukan hanya milik para lansia, kematian adalah milik semua orang. Sahabatku Hanry berusia 23 tahun. Sorenya masih asyik bernyanyi denganku, namun malamnya meninggal hanya karena sakit kepala. Mas Barno berusia 30 tahun. Paginya masih cekikikan sambil ngopi denganku, siangnya meninggal …

God, Spiritualisme »

[20 Nov 2008 | 20 Comments | 104 views]

Oleh: Bening
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram” (Ar-Ra’d : 28)
Jika menyadari kelesbianmu membuat kamu merasakan kegelisahan yang luar biasa, percayalah… kamu tidak sendiri. Aku juga merasakan kegelisahan yang sama. Gelisah karena rasa bersalah, gelisah karena ketakutan, atau gelisah akan rasa yang berbeda.
Tidak peduli sejauh mana aku berlari, ke penjuru mana aku berpaling, kegelisahan itu terus menghantui. Semakin getol aku mencari pembenaran, semakin kuat rasa bersalah mendera jiwa. Semakin bersalah semakin gundah, semakin takut semakin berlari, tapi …

God, Spiritualisme »

[6 Nov 2008 | 7 Comments | 131 views]

Oleh: De Ni
Di hadapanku berdiri bangunan putih nan megah, rumah duka. Pekarangannya dipenuhi ratusan karangan bunga. Mawar putih, kesukaanku. Kutapaki satu demi satu anak tangga teras rumah duka yang terbuat dari marmer cokelat muda. Deru tangis dan air mata mulai terdengar jelas di telinga. Entah mengapa hatiku menjadi begitu pilu.
Aku menoleh ketika BMW silver parkir tepat di depan rumah duka. Seorang pria muda nan gagah turun dari mobilnya. Matanya memerah karena air mata. Ia memasuki rumah duka sambil berlari dan tersungkur di depan peti mati berwarna putih yang masih berada …

God, Humaniora, Renungan, Spiritualisme »

[18 Oct 2008 | 13 Comments | 322 views]
Surat kepada Tuhan

Oleh: De Ni
Sudah kami lewati lorong-lorong becek yang berbau busuk. Sebentar kami harus belok ke kiri. Di sudut jalan sampah menggunung ditabur belatung dan cacing. Kali ini baunya lebih menyengat tapi kami tidak menutup hidung, kami sudah terbiasa. Ini adalah rumah kedua bagi kami.
Di ujung mata kupandang rumah Anton, yang berdiri di pinggir aliran kali mati yang penuh sampah. Warna airnya hitam. Rumah itu terbuat dari seng-seng berkarat di bagian kiri dan kanan, triplek rusak dibagian muka dan belakang, dan terpal yang sudah lapuk sebagai atap. Besarnya 2 x 2 …

God, Humaniora, Spiritualisme »

[15 Oct 2008 | 10 Comments | 450 views]

Oleh: AlexJanganlah berbuat jahat. Berbuatlah kebaikan. Sucikan hati dan pikiran. (Sang Buddha)
“Berdosakah saya dengan menjadi lesbian?” Pertanyaan itu nyaris tidak pernah singgah dalam benak saja. Jika ada pun, pertanyaan tersebut hanya lewat sekelebat. Mungkin saya termasuk yang beruntung karena saya melewati pergumulan batin semacam ini nyaris tanpa kesulitan. Mungkin karena dalam agama yang saya anut, homoseksual tidak dianggap sebagai bentuk dosa atau kejahatan.Kaum homoseksual (gay/lesbian/transeksual) sudah ada pada masa Sang Buddha. Dalam sutta pitaka (khotbah-khotbah Sang Buddha) dan vinaya pitaka (kitab peraturan) keberadaan kaum homoseksual ini tidak pernah dianggap sebagai …

God, Humaniora, Spiritualisme, Twilight Zone »

[1 Oct 2008 | 2 Comments | 66 views]

Oleh: Lakhsmi…mungkin jarum jam bosan bergerak ke arah yang sama terus menerus setiap tahun sehingga suatu hari mereka mendadak memutuskan bergerak ke arah sebaliknya… (*)
Kadang aku ingin bus yang kutumpangi bergerak mundur, pulang ke rumah, membayangkan meninggalkan senja yang sedang kusongsong menjadi semakin menjauh, menuju subuh yang berada di belakang punggungku, mencari-cari wajah seseorang dari masa lampau ketika bus yang kutumpangi melewati halte-halte sangkala lalu. Ada begitu banyak halte yang kulewati sepanjang perjalananku, halte yang mempunyai kisah yang berbeda di tiap-tiapnya, beberapa halte terlihat sangat familiar sebab pernah kutiduri emperannya, …