Articles in the Friendship Category
Friendship, Humaniora »
Oleh: Lotus
Saya teringat ketika dikenalkan dengan sahabat partner. Sebut saja namanya Mbak Ajeng, ibu rumah tangga yang sudah beranak dua. Sahabat yang sudah sudah mengenal partner bertahun-tahun, sahabat dalam suka dan duka dan sudah seperti keluarga. Ketika itu saya dan partner baru beberapa bulan tinggal bersama, dan dikenalkan sebagai house mate-nya. Saat partner sedang keluar untuk membeli makanan, saya ditinggal di rumah Mbak Ajeng. Setelah pertanyaan basa-basi selesai, topik obrolan mulai mengarah ke “ngomongin” partner.
“Kamu belum lama kan kenal sama X?” Saya tersenyum sambil mengangguk dan menjelaskan berapa bulan perkenalan …
Friendship, Sepocikopiana »
Oleh: Lo
Awalnya gue tidak bisa menerima ketika gue menyadari gue merupakan bagian dari kaum yang sering disebut-sebut dalam perkuliahan gue. Yap, kaum yang mengalami disorientasi seksual. Sebelumnya, gue pernah mencoba bergabung dengan komunitas LGBT, namun tidak mendapatkan respon yang begitu baik, dan gue akhirnya tetep merasa sendiri dan terasing. Hingga sekitar sebulan lalu, iseng iseng gue mencari komunitas lesbian di hape baru gue, dan menemukan SepociKopi. And the story begins.
Friendship, Humaniora, Sepocikopiana, Tentang Cinta »
Oleh: Deni Melisa
Pada langit biru, Sonia telah menggantungkan jutaan harapan. Awan-awan yang menggumpal di sana adalah kisah, perjuangan, harapan, cita dan cinta tulus yang ingin dirajutnya menjadi gumpalan kebahagiaan.
Di bawah kepakan langit biru, Sonia merebahkan kepalanya di bahuku. Mulutnya menuturkan semua kejujuran yang selama ini berkarat di mulutnya. Isi kejujuran ini bukan sebuah aib, tak ada yang salah, tak ada yang perlu persoalkan. Ini hanya sebuah pilihan pada cara memaknai cinta. Tapi entah mengapa, ada yang bergejolak di dadaku, yaitu segumpal resah dan segurat ragu. Aku tahu, aku …
Friendship, Humaniora »
Oleh: Frizzy Jo
Sebagai lesbian yang “masih ngumpet di balik kloset”, aku sering kali mengalami hal-hal yang membuatku hampir membuka jubah heteroku dan sambil menepuk-nepuk dada bak gorila mengamuk berteriak “Hey, gue juga lesbian tauk!”. Namun setelah memikirkan resikonya, lebih baik aku tetap diam dan tersenyum dalam menanggapinya. Toh, lesbian atau bukan, aku yang menjalani hidup ini, bukan mereka.
Friendship, Humaniora, Tentang Cinta »
Oleh: Violet
Dari dulu aku selalu penasaran seperti apa rasanya cinta dan jatuh cinta. Ya, cinta…aku ingin merasakan jantung yang berdebar, perut mual, terpana dan hal lainnya. Aku selalu merasa cepat tertarik dan cepat bosan, tidak pernah ada satu individu yang membuatku bertahan bersama mereka. Sebuah kesalahan bisa memberiku sejuta alasan untuk meninggalkan mereka.
Para mantanku adalah tipikal wanita cantik, seksi, berambut panjang, memiliki senyum yang menarik, penurut, dan semua tipe idaman pria lainnya. Tapi aku tidak tertarik pada wajah cantik para wanita yang kudekati. Mereka kupaksa mencintaiku dan ketika aku bosan, …
Friendship, Humaniora, L'Amour, Sepocikopiana, Tentang Cinta »
Oleh: Bening
Apa betul berlian yang paling berharga? Mungkin benar, buat orang yang tidak punya duit dan tidak sanggup membeli berlian (membayangkannya saja susah). Tapi buat pengelana yang kehausan ditengah padang tandus, air tentu lebih berharga dari pada berlian. Jadi, seperti apa perumpamaan yang tepat? Seperti menemukan berlian atau seperti menemukan air? Mungkin seperti keduanya.
Friendship, Humaniora, Perempuan, Your Story »
Oleh: Violet
Di kantor banyak istilahnya: “Oh, anaknya si ini ya?”, “Cucunya si itu ya?” dan masih banyak komentar soal anak-bapak-ibu-kakek-nenek sampe emak. Aku masuk dan diterima di kantor waktu itu dibawa oleh teman yang tidak begitu akrab, tapi karena aku menyukai suasana kantornya jadi kuturuti saja kemauan sang kepala unit.
Friendship, Humaniora »
Oleh: Ade Rain
Adalah laptop markotop. Meskipun namanya laptop yang berarti diletakkan di pangkuan, jangan pernah meletakkan laptop pribadi di pangkuan orang lain, terutama jika isinya mengandung wues wues wues. Tebak saja sendiri. Tenggorokanku agak soak kalau menyebut dunia les….. ah, begitulah pokoknya. Ini cerita tentang laptop yang memang berarti benda yang diletakkan di atas pangkuan… tapi bukan di pangkuan orang lain, apalagi teman kerja.
“Sam, tolong periksa jangan-jangan ada mouse tertelan di lambungku! Trus ekornya nyangkut di kerongkongan. Aku nggak bisa napas, lebih baik matikan aja aku sekarang, disuntik …
Friendship, Humaniora »
Oleh: Regizta
Sejak kecil aku selalu merasa ada yang aneh dalam diriku. Dulu aku terbilang sangat tomboy dan lebih tertarik melihat cewek daripada cowok, tapi aku belum mengerti apa itu lesbian. Dan saat SMP-lah aku baru benar-benar tahu siapa aku sebenarnya. Aku bertemu dengan seorang cewek namanya Tasya. Awalnya aku cuma iseng-iseng mendekati dirinya. Walaupun kita berbeda kelas, kita selalu pulang bareng.
Tapi mulai dari situ, aku dan dia malah jadi lebih dekat. Setiap hari aku dan dia telpon-telponan. Aku pernah bolos masuk kelas karena melihat dia menangis di luar kelas. Aku …
Friendship, Humaniora »
Oleh: Sebeningembun
“Ning, maafin aku ya,” katanya tiba-tiba.
Hah? Keningku langsung berkerut, kebingungan.
“Kenapa? Kok tiba-tiba minta maaf?” tanyaku. Antara penasaran dan panik. Jelas saja panik. Otakku menyimpan berbagai cerita-cerita “kehilangan” atau kepergian seseorang yang diawali dengan permintaan maaf mendadak. Lebay, sih. Salahkan saja otakku yang terlalu berimajinasi!
Cepat-cepat aku mengetikkan emoticon bingung.
“Aku tuh kurang berterima kasih sama kamu, karena telah menjadi teman yang asik…”
Kerutan di keningku kini sepertinya berlipat dua. Tidak sabar menunggu lanjutan kalimatnya muncul di layar ponselku.
“Baru kerasa setelah dapat teman ngobrol yang nggak asik. Maafin ya,” lanjutnya.





