Articles in the Humaniora Category
Friendship, Headline, Humaniora »
Oleh: Samuel Steffany
Dasyat! Itulah kata yang mewakili ekspresiku saat pertemuan Kopdar ke-2 anggota milis SepociKopi Jakarta yang dilaksanakan Minggu, 29 Januari 2012 lalu.
Seperti rentetan dari keberhasilan Kopdar pertama, Kopdar kedua ini pun mendapat animo besar dari anggota milis. Membludaknya jumlah peserta menunjukkan antusiasme yang positif dari anggota milis SepociKopi. Bayangkan saja pengumuman pertama jumlah peserta yang mendaftar mencapai 36 orang. Wow! saya saja terkaget-kaget. Tangan keringatan dan degup jantung tak beraturan. Bagi saya pribadi yang pemalu ini, jelas membutuhkan keberanian ekstra bertemu dengan lesbian sebanyak itu. Haduh! nggak bisa tidur …
Headline, Humaniora, Noktah Merah »
Oleh: Lakhsmi
Apa yang terjadi ketika sepasang kepala sekolah/guru perempuan dituduh memiliki hubungan yang tidak alamiah oleh seorang murid? Cerita yang benar-benar terjadi pada tahun 1810 di Skotlandia diangkat menjadi pentas teater dan pembuatan film Hollywood selama dua kali, termasuk remake-nya. Pentas teaternya dipertunjukkan di Broadway pada tahun 1934, ditulis oleh penulis teater/screenplay Amerika yang sangat terkenal Lillian Hellman. Pertunjukkan ini berjalan selama dua tahun sebelum bergerak ke London dan Dublin. Sepanjang sejarah teater Amerika, inilah salah satu pentas pertama yang mengangkat isu lesbianisme.
Humaniora, Telezkop »
Oleh: Alex
Seorang sahabat straight bertanya pada saya tentang mekanisme nickname lesbian. “Jadi semua orang punya nickname?”
“Iya,” jawab saya.
“Jadi kalau ketemuan atau ngobrol semuanya akan saling memanggil dengan nickname?”
“Iya,” jawab saya lagi.
“Hm, kok jadi seperti secret agent dengan code name rahasia gitu?” tanyanya. “Repot ya jadi lesbian,” katanya lagi setelah diam sejenak.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Chossy Tan
Setiap tahun di hutan digelar kontes menyanyi antar binatang. Semua binatang boleh mengikuti audisi di wilayah masing-masing. Di pinggiran hutan nampak seekor babi yang lugu dan ndeso ikut mendaftar. Babi berhasil lolos audisi dan masuk ke babak duapuluh besar. Maka dia berangkat ke hutan. Babi menunjukkan kemampuan menyanyinya di depan para juri. Para juri kagum dengannya. Mereka tidak menyangka Babi yang udik ini mampu memikat mereka dengan suaranya yang indah. Pujian tak henti-henti mengalir untuk Babi. Tentu saja Babi senang bukan main.
Humaniora, Tajuk »
Oleh: Nuha Guwa
Sultan Muhammad al-Fatih Murrad atau Sultan Muhammad II menjelang usianya yang ke-22 tahun harus menggantikan ayahnya. Waktu itu 18 Februari 1451 M. Dalam catatan sejarah Ad-Daulah al-Utsmaniyyah menceritakan bahwa sejak muda Sultan Muhammad II yang gemar menyerap dan menangkap ilmu pengetahuan ini merupakan orang muda yang sangat aktif, masa mudanya tidak sedikit pun dibiarkan sia-sia. Semangat belajarnya tinggi, keinginannya menyatukan banyak wilayah di sekitar kerajaan ayahnya sangat kuat. Satu hasratnya yang terbesar adalah menaklukkan Konstantinopel.
Humaniora, Opini »
Oleh: Adette Curly
Suatu hari, seorang kawan lesbian bertanya mengenai hal-hal pribadi. Misalnya, bagaimana rupa kekasih saya, siapa namanya, apa nama samarannya, mana akun jejaring sosialnya, mengapa dia tak pernah memberi komentar pada status-status Facebook saya, dan lain sebagainya. Anda pernah mengalami kejadian semacam ini? Jika ya, Anda tidak sendirian.
Humaniora, Opini »
Oleh: Frizzy Jo
Siapa di antara pengunjung Sepocikopi yang masih bergidik mendengar orang di sebelah kita mengucapkan kata lesbian? Atau jangan-jangan masih ada yang langsung lari terbirit-birit ketika ada yang dengan gamblangnya berkata, “Jalan kamu macho banget sih. Jangan-jangan kamu lesbian ya?!”
Beberapa minggu lalu seorang teman bercerita kepadaku. Jantungnya hampir saja jatuh lepas dari pengaitnya (memangnya ada ya pengait jantung?). Awalnya ia menyapaku dan menanyakan hal-hal yang sampai sekarang masih menjadi tanda tanya besar di dunia lesbian.
Humaniora, Telezkop »
Oleh: Tya Andriani
“Saya kesepian. Kenalan dong.”
Selalu ada kata-kata “kesepian” dan ajakan “kenalan” di nyaris semua Facebook atau situs lesbian. Menurut kakak-kakak redaksi SepociKopi, Guestbook, komentar, mention Twitter, dan wall Facebook SepociKopi juga dihajar oleh puluhan (atau ratusan?) lesbian yang mengatakan kesepian dan mengajak kenalan. Menurut SepociKopi, media ini memiliki aturan main bagi setiap postingan, sehingga pesan-pesan “kesepian” dan “kenalan” itu sebagian dihapus jika tidak sesuai dengan rules dan regulation SepociKopi.
FabuLezlyCool, Humaniora »
Oleh: Lo
Ada satu filosofi yang kusuka tentang lilin. Dunia telah memberi sosok-sosok lilin yang setia menerangi sekelilingnya, sekali pun api perlahan akan menghabisinya. Bagi mereka yang hidup dalam terang, lilin tak begitu berarti. Tapi bagi hening dan gelapnya malam, lilin menjadi hadiah tak terkira.
Humaniora, Opini »
Oleh: Appu
Pada awal tahun, teman saya, seorang perempuan heteroseksual yang gay-friendly, bercerita tentang keluh-kesah sahabat gaynya. Sahabatnya berkata bahwa ia memutuskan untuk berhenti berkomentar di beberapa forum gay Indonesia di dunia maya. Capek, jelasnya, karena di antara kaum homoseksual sendiri terdapat perbedaan pandangan-pandangan yang justru saling menjatuhkan.





