Home » Archive

Articles in the Have Your Say Category

Have Your Say »

[13 Nov 2009 | 22 Comments | 207 views]

Pengalaman pertama sebagai lesbian sering kali membuat bingung, pastinya. Pernah mengalaminya? Ingat dong bagaimana kejadiannya? Dengarkan kita sahabat lesbian kita, Magenta, bercerita tentang pengalaman hidupnya sebagai lesbian.
Sebenarnya aku tidak memiliki ketertarikan terhadap perempuan sejak kukecil. Rasanya masa kecilkuku berjalan biasa-biasa saja. Orangtuaku menjaga aku dan adik-adikku dengan baik. Kami tumbuh besar tanpa terhalang dengan problema.

Have Your Say »

[6 Nov 2009 | 25 Comments | 342 views]

Aseksual, apakah itu? Jika kamu tertarik dengan perempuan tapi tidak memiliki rasa seksual yang berlebihan, mungkin kamu dapat dimasukkan sebagai kategori lesbian aseksual. Coba telusuri lagi seksualitasmu, benarkah? Dengarkan cerita sahabat kita, Tempe, yang mengaku dirinya sebagai biseksual aseksual.

Awalnya saya tidak menyadari bahwa saya masuk dalam kategori aseksual. Saya hanya tahu bahwa sex drive saya ‘rendah’, kalau tidak bisa dibilang nol. Namun sejalan waktu, saya pun bisa menerima bahwa saya termasuk golongan aseksual.

Have Your Say »

[30 Oct 2009 | 19 Comments | 623 views]

Mencintai tapi tak balas dicintai? Atau tak mencintai tapi dicintai habis-habisan? Bagaimana menerima kenyataan itu? Apakah cinta lesbian memang sekadar ilusi yang memiliki racun di baliknya? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Valiant, yang mengalami pusingnya dunia percintaan.
Cinta itu menyesatkkan, begitu SMS yang aku terima dari seorang sahabat yang beberapa minggu lalu curhat habis-habisan denganku tentang urusan mantannya. Aku setuju, langsung kubalas SMS itu dengan tanda emoticon senyum. Gara-gara curhat semalam suntuk dengannya, paginya aku terlambat berangkat ke kantor.

Have Your Say »

[23 Oct 2009 | 15 Comments | 100 views]

Punyakah masa lalu yang buruk? Atau masa muda yang menggebu-gebu? Percayalah, hal buruk selalu dapat kesempatan kedua; kesalahan selalu dapat diperbaiki. Dengarkan kisah sahabat lesbian kita Dede yang memiliki masa lalu kelam.
Perkenalkan para pembaca SepociKopi, nama saya Dede dan saya berusia 25 tahun. Saya menjadi lesbian bukan karena trauma dengan siksaan lelaki, tapi saya memang terlahir seperti itu. Sepanjang hidup saya, saya tidak mengenal yang namanya cinta kasih. Keluarga saya berasal dari keluarga yang berantakan. Ayah saya meninggalkan saya ketika saya berusia empat tahun ke kota lain untuk menikah lagi. …

Have Your Say »

[16 Oct 2009 | 16 Comments | 347 views]

Jatuh cinta pada pandangan pertama? Betapa indahnya terdengar di telinga. Tapi mungkin juga cinta pada pandangan pertama tidak seindah itu. Teman lesbian kita, Velvet akan bercerita tentang cinta pada pandangan pertamanya yang ia alami
Selama ini aku tidak percaya dengan yang namanya love at first sight, tapi memang cinta itu sulit diduga. Pertama kalinya aku mengalami cinta seperti itu sekitar akhir Juni yang lalu. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama seperti layaknya film Bollywood,  di mana sang wanita luluh oleh tatapan dahsyat sang pangeran cinta dalam waktu sepersekian detik, yang kemudian …

Have Your Say »

[2 Oct 2009 | 16 Comments | 204 views]

Terpaksa mengakui lesbian karena ketahuan? Astaga, sungguh mengerikan. Kalau mengakui diri sebagai lesbian karena keinginan pribadi sih berbeda. Tapi karena ketahuan? Dengarka kisah Lusiana sahabat lesbian kita yang bercerita tentang orientasi seksualnya yang ketahuan ibunya.
Tidak pernah terlintas sedikit pun di kepalaku untuk coming out kepada orangtua. Beberapa temanku berbicara tentang coming out, tapi mereka tidak pernah melakukannya. Aku juga tidak pernah ingin ketahuan oleh ibuku.

Have Your Say »

[25 Sep 2009 | 23 Comments | 382 views]

Dikhianati teman? Seperti apa rasanya apabila ada teman yang menikam di belakang? Pasti sakitnya tak terbayangkan. Teman lesbian kita, Lily akan bercerita tentang perbuatan teman lesbiannya yang mencelakakan dirinya.
Dulu aku tidak kenal satu orang sahabat lesbian mana pun. Maklum, aku takut berkenalan dengan siapa saja. Aku menutup rapat-rapat identitas seksualitasku sehingga tidak ada yang tahu. Tapi ternyata sendirian itu tidak menyenangkan, aku rindu ingin mengenal seorang teman yang seperti diriku.

Have Your Say »

[18 Sep 2009 | 6 Comments | 131 views]

Naksir perempuan yang sudah memiliki pasangan? Dengan ketiadaan pernikahan, tentu mudah bagi seorang lesbian untuk merebut perempuan milik yang lain. Tapi benarkah demikian? Dengarkan sahabat lesbian kita Flower yang berkisah tentang perasaan sukanya kepada seseorang.
Dulu kami bersahabat, tidak terlalu akrab tapi aku mengenalnya dengan cukup baik. Kami tidak pernah bepergian bareng sebab aku hanya mengenalnya melalui chat room. Kadang-kadang kami mengobrol dan saling cerita. Tidak pernah sedikit pun aku tertarik padanya.

Have Your Say »

[11 Sep 2009 | 15 Comments | 68 views]

Sebagai lesbian, bagaimana kita menempatkan Tuhan dalam hubungan relasi percintaan dan hidup kita? Tuhan selalu ada di setiap tarikan napas yang kita hela. Tuhan selalu menunggu kita menghampiriNya. Jangan jadikan Tuhan sebagai tembok di antara kekasih. Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Wina yang bercerita tentang hubungannya dengan Tuhan.
Ini kisah bersama pacarku yang pertama. Pacarku yang mengenalkanku pada dunia yang baru. Pacarku yang mengajari bagaimana cara mencintai dengan sepenuh jiwa. Pacarku yang menghadirkan tawa sekaligus luka, juga yang selalu membuatku berada dalam kungkungan pilihan.

Have Your Say »

[4 Sep 2009 | 22 Comments | 114 views]

Ibu adalah sosok yang dicintai oleh anak. Sembilan bulan pertama, semua manusia hidup di dalam perut seorang ibu. Bagaimana mungkin kita melupakan ibu? Kenangan menjadi janin dan tumbuh di dalam kehangatan rahim tersimpan di alam bawah sadar seorang manusia. Itulah yang membuat seorang anak selalu terikat dengan bundanya. Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, LigX yang bercerita tentang ibunya.
Hubunganku dan ibu memang terjalin baik. Tak pernah ada perdebatan antara kami. Aku selalu mencoba mengerti setiap keputusan ibu. Bahkan aku belajar memahami ibu ketika beliau meninggalkanku saat umurku tujuh tahun. Ibu beserta …