Home » Archive

Articles in the God Category

God, Humaniora, Spiritualisme, Tentang Cinta »

[27 Sep 2008 | 5 Comments | 59 views]

Oleh: Alex
Di saat menjelang lebaran begini, saya sering terkenang pada Umi. Buat saya, Umi ibarat ibu kedua. Dia adalah perempuan tua tetangga sebelah rumah, janda yang usianya lebih tua sedikit daripada usia ibu saya. Sejak saya jadi anak yatim ketika berusia lima tahun, ibu saya harus bekerja dari pagi hingga sore untuk menghidupi lima anaknya. Di rumah ada masanya ketika kami tidak punya televisi, sehingga akhirnya saya lebih sering main ke rumah Umi pada siang hari sepulang sekolah.
Umi memiliki usaha katering makanan Arab-Timur Tengah. Saya menikmati menonton kesibukan memasak diiringi …

God, Humaniora, Renungan, Spiritualisme »

[20 Sep 2008 | 8 Comments | 112 views]

Oleh: De Ni
Lebaran telah menjadi salah satu hari yang spesial untukku. Aku memang tidak merayakannya. Tapi ada banyak kenangan yang menggembirakan di hari Lebaran. Selain opor ayam dan sayur ketupat buatan Mama, Lebaran juga selalu mengingatkan tentang cita-citaku yang ingin menjadi orang kaya. Loh? Begini masalahnya, lingkungan tempat tinggalku mayoritas Muslim, sehingga kalau Lebaran tiba suasana kompleks menjadi sangat ramai, berbeda dengan lingkungan tempat tinggal partner yang mayoritas Cina dan akan meriah saat Imlek.Ketika aku kecil, malam sebelum Lebaran adalah salah satu malam yang membuat aku sulit tidur; selain malam …

God, Humaniora, Renungan, Spiritualisme »

[20 Sep 2008 | 9 Comments | 84 views]

Oleh: Bening
Kamu bertanya dengan ujung mata yang basah, “Apa gerangan maksud Tuhan menimpakan ujian seperti ini pada kita?”
Lalu kita bersama mengingat, apakah tangan kita semakin pendek terhulur untuk membantu orang lain? Adakah rejeki yang tidak halal tercampur dalam rupiah demi rupiah yang kita kumpulkan? Ataukah ingatan yang semakin sering lalai padaNya?
Pipiku semakin basah. Resah mencari jawab, karena kamu salah satu orang yang paling dermawan yang pernah kukenal. Kamu salah satu orang paling jujur yang pernah kukenal. Kamu salah satu orang yang paling takut melukai Tuhan.Kita berpelukan dalam isak yang sama. …

God, Humaniora, Spiritualisme »

[14 Sep 2008 | 10 Comments | 113 views]

Oleh: Audrey
Beberapa hari terakhir ini, saya merasa bahwa saya sedang berada dalam fase tersulit dan terberat dalam hidup saya. Saya berada di antara dua pilihan krusial yang harus saya pilih karena akan sangat menentukan masa depan saya: menikah atau tidak menikah. Konflik batin ini terus berkecamuk dalam hati saya dan semakin terasa berat ketika saya harus berhadapan dengan Tuhan. Iman saya terhadap-Nya yang terombang-ambing telah membuat saya plin-plan dalam mengambil keputusan. Ketidaksungguhan hati saya dalam mendekat pada-Nya dan mendengarkan suara-Nya telah membuat saya harus melalui fase sulit ini dengan jalan …

God, Humaniora, Spiritualisme »

[12 Sep 2008 | 16 Comments | 201 views]

Oleh: De Ni & Frizzy Jo
Waktu kita masih kecil dulu, pernahkah kita bertanya untuk apa kita hidup?
Dimulai sejak kita lahir, tengkurap, merangkak, berdiri, berjalan, makan, minum, mandi, main, sekolah dan bekerja. Semuanya kita lakukan tanpa tujuan. Semua dilakukan hanya sebatas pada pemahaman bahwa hidup kita harus dijalani dan diisi. Diisi dengan sejumlah teman, diisi dengan kebahagiaan, diisi dengan ilmu, diisi dengan beragam hal yang berguna.
Mama pernah bilang, “Kamu sekolah ya biar pintar!” maka kita sekolah. Papa pernah berkata, “Cari teman sebanyak-banyaknya karena mereka akan membantu kamu saat kamu susah.” Maka …

God, Humaniora, Relationship »

[9 Sep 2008 | 4 Comments | 81 views]

Oleh: Bening
Malam baru saja melepaskan pelukannya pada bumi. Suara dzikir yang tadi riuh rendah dari masjid di ujung komplek mulai hening. Para pengunjung rumah Tuhan satu demi satu pulang. Ada yang bergegas ke kamar meneruskan kembali tidur yang terjeda oleh sahur, ada pula yang bergegas bersiap menyongsong aktifitas pagi.
Seperti aku. Sahur telah selesai, tapi urusan dapur masih berlanjut untuk menyiapkan bekal makan siang Aa. Aku beharap Aa tidak repot dan bingung memikirkan urusan makan siang, ia tentu akan sangat sungkan menyuruh OB yang sedang puasa untuk membelikan makan siangnya.Udara dingin …

God, Humaniora, Renungan, Spiritualisme, Tentang Cinta »

[3 Aug 2008 | 8 Comments | 185 views]

Oleh: De Ni
Lama… Lama sekali menunggu waktu untuk berjumpa denganmu. Cepat… Cepat sekali waktu berjalan saat kita bersama. Aneh. Mengapa waktu begitu cepat? Apa karena kita tidak melihat jam? Apa karena jam tidak melihat kita?
Hai Waktu, mengapa kau begitu tidak adil? Ketika aku tidak bersamanya, kau berjalan sangat lambat. Tapi ketika aku bersamanya, kau berjalan begitu cepat. Tidakkah engkau mau menghadiahkan yang kuinginkan ketika bersamanya?
Tapi aku tahu tak mungkin. Tidak mungkin waktu bertambah menjadi 25 jam dalam satu hari. Waktu akan tetap sama, akan tetap kikir dan sombong pada …