Articles in the Cuci Mata Category
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Bear with me, di awal tahun 2011 aku mau serius mode on dulu. Menurut data BPS, dari 83,6 juta pekerja yang mempunyai pendapatan di Indonesia, sebanyak 30 persen atau 25,08 juta jiwa merupakan kelas menengah mempunyai pendapatan Rp48,25 juta per tahun atau termasuk golongan menengah. Sedangkan untuk golongan pekerja atas sebesar 10 persen atau 8,36 juta jiwa rata-rata penghasilannya Rp127,9 juta per tahun.
How I love statistics! Maklum urusan pekerjaanku berkaitan dengan statistik macam gini. Negara akan stabil jika golongan pekerja kelas menengah dan atas ini menjadi tulang pungung …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Ada yang tahu bahwa ada pekerjaan yang bernama personal shopper? Yap, kamu dibayar untuk berbelanja. Dapat gaji untuk berbelanja. Apa artinya? Artinya, kamu harus hapal barang-barang jetset dan benda-benda bermerek. Tanggungjawabmu adalah membeli benda-benda itu. Sebelum ada lesbian yang supersensi menuduh si personal shopper sebagai orang yang tidak peduli dengan orang-orang miskin, kuingatkan ya personal shopper itu bukan kaum borjuis. Mereka hanya orang-orang biasa yang dibayar karena bekerja. Titik. Sama seperti sekretaris, sama seperti orang yang buka warung, sama seperti manager. Hanya saja bos mereka adalah manusia-manusia creme de …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Apakah kamu terbayang bagaimana caranya membeli barang-barang bagus? Apa? Korupsi? Kasian deh, kalau masih memiliki mental “harus korupsi” untuk mempunyai uang. Aduh, lesbian yang mempunyai pikiran seperti itu mending ke laut aja.
Lalu apa? Hah, apa? Kaya dari lahir? Memangnya itu jaminan? Yang kaya raya saja bisa bangkrut lalu jatuh miskin. Lihat saja sekeliling, banyak sekali anak-anak orang kaya yang memboroskan uang ayahnya sampai nol. Lalu apa artinya? Kebalikannya dong! Artinya, yang lahir miskin bisa saja menjadi orang-orang kaya. Silakan baca biografi pengusaha-pengusaha sukses yang menapaki jalan menuju puncak dengan …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Seorang sahabat heteroku bercerai. Reaksi pertamaku adalah, Why? How? When? WHY? Aku tahu aku memang agak lebay dalam hal ini. Semua orang bisa bercerai, nggak perlu segitunya, kali? Tapi… tapi… mereka ini pasangan yang kelihatan sempurna. Si perempuannya cantik dan pintar. Si lelakinya kaya dan tampan. Jadi wajar aja kalau aku jadi bertanya-tanya, meskipun aku tahu tak ada yang sempurna di dunia ini.
Jadi ingat tujuh tahun lalu waktu mereka menikah dalam gala wedding yang wah banget. Aku jadi ketua panitia acaranya waktu itu. Dalam hati aku iri, seandainya aku …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Agak bingung mau nulis apa sebenarnya, tapi setelah kupikir-pikir, baiknya aku cerita aja waktu aku ke Surabaya di acara diskusi Un Soir du Paris bulan lalu. Awalnya aku agak enggan datang karena ngeri-ngeri gimana gitu ya. Di Jakarta aja sampai sempat heboh tralala, kupikir Surabaya yang sempat ada demo ramai anti LGBT bisa-bisa lebih trilili hebohnya. Walaupun terlihat sejumlah petugas kepolisian yang berjaga-jaga di venue, acara tetap berlangsung sesuai jadwal.
Kebetulan pas acara berlangsung di Surabaya, aku sedang berada di kota itu. Aku datang bersama teman straight yang merupakan salah …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Orang yang tinggal di Jakarta pasti mau gila rasanya pada hari Senin sore tanggal 25 Oktober 2010 ketika kota ini lumpuh karena macet dan banjir.
Yang namanya sumpah serapah karena macet itu beragam bentuknya di Facebook dan Twitter. Mulai dari sindiran halus sampai ejekan. Gerutuan sampai omelan yang membawa penghuni kebun binatang.
Aku? Tentulah. Seperti kebanyakan warga kelas menengah, karyawan di perusahaan multinasional, tentu aku terjebak macet pada hari Jakarta lumpuh total itu. Foto-foto genangan yang sempat kupotret ketika melewati genangan juga kupasang di FB-ku. (Sambil ngomel juga dong)
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Lama nggak di Indonesia, pulang-pulang aku mendapat kabar gembira. SepociKopi bekerja sama dengan penerbit, kurator seni, dan para sastrawan menghasilkan buku kumpulan cerpen! Wow! A.M.A.Z.I.N.G! Yeah, memang sih bukan tulisan dari para penulis SepociKopi, tapi… tapi ini… wow!
Bayangkan sebuah situs “kecil” lesbian di Indonesia berhasil membentuk kerjasama yang baik dengan raksasa-raksasa penting di kalangan sastra/seni sehingga sebuah buku dapat dikonsepkan dan diluncurkan oleh penerbit papan atas. Apa artinya? Artinya SepociKopi–baik sebagai situs lesbian termasuk seluruh artikel-artikelnya di dalamnya maupun para lesbian yang berada di lingkarannya–diakui keberadaannya. Bukan itu saja, …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Sering nggak mendengar pernyataan, “Kalau sudah di luar negeri kita baru sadar betapa kita mencintai negeri kita.”? Ya begitulah yang juga terjadi pada diriku. Walaupun ini bukan pertama kalinya aku berada lama di luar negeri, tapi keberadaanku di Bangkok yang sudah memasuki minggu kedua membuatku merasakan cinta yang menggebu. Apalagi dalam situasi bangsa yang dilanda berbagai isu negatif, kita memasuki hari kemerdekaan yang ke-65.
Pada tanggal 17 Agustus kemarin aku tidak libur, tapi masih mengikuti training di Thailand ini. Aku bahkan lupa hari itu HUT RI kalau pacar tidak mengirimiku …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Sebelumnya aku mau minta maaf kepada redaksi dan pembaca SepociKopi karena telat menyetor naskah. Beginilah nasib gadget freak. Kenapa bisa telat? Ceritanya begini….
Beberapa jam sebelum mengirim naskah, saat sedang meeting BlackBerry-ku mendadak matot alias mati total. Kucoba menyalakannya. Tidak ada reaksi. Kulepas baterainya. Kupasang lagi. Tidak mau hidup juga.
Aku mulai panik.
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Orangtua sering menyarankan anaknya untuk sarapan. Biar nggak sakit, biar ada tenaga untuk menghadapi hari, dan katanya, “Breakfast is the most important meal of the day.” Tanpa perlu diingatkan orangtuaku, aku adalah manusia penggemar sarapan. Terutama sarapan di hotel-hotel berbintang yang menyajikan sarapan buffet lengkap dengan jejeran makanan yang siap dipilih sampai mengitari seluruh area ruang makan.
Setiap kali menginap di hotel, aku takkan pernah melewatkan kesempatan untuk menikmati sarapan. Kalau sampai lewat mungkin karena kecapekan karena semalaman … (isi titik-titiknya sendiri ya, aku senang kalau pembaca di sini menggunakan …





