Articles in the Cuci Mata Category
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Januari sudah berakhir. Kita sudah masuk bulan Februari lho. 1-2-12. Tanggal bagus untuk kawinan tuh. Berapa banyak yang kondangan hari ini? Atau malah nggak ada yang mikir untuk kondangan karena lesbian dan kondangan itu bukan dua kata yang berdampingan. Kapan nyusul etc, blablabla… Eh, capek kali ya ngomongin kawinan nggak ada habisnya.
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Pada malam Tahun Baru, kami sekeluarga iseng ke mal untuk dinner, ceritanya. Tentu bisa membayangkan dong berapa juta manusia Jakarta yang ada di mal pada malam itu. Ratusan juta manusia berjubel berdesakan dorong-dorongan untuk cuci mata. Seperti nggak ada tempat lagi di dunia ini buat penduduk Jakarta menghabiskan Tahun Baru. Ini sebenarnya olok-olokan pada diri sendiri juga. Paham, kan?
Saking ramainya, kami terpaksa harus menunggu 1,5 jam untuk bisa makan malam di resto favorit. Daripada menunggu dengan muka manyun, tentunya aku dan Mom berkeliling dong. Ke mana lagi kalau bukan …
Cuci Mata »
Oleh: Sidney
Bukannya mau memberi kesan narsis atau egois tapi mencintai yang terpenting adalah mencintai diri sendiri. Siapa gitu pernah bilang, sebelum kita bisa membahagiakan orang lain, kita harus bahagaia lebih dulu. Sama dengan cinta. Sebelum kita mencintai diri orang lain, kita harus bisa mencintai diri sendiri. Sebelum bisa memanjakan orang lain, kita harus bisa memanjakan diri. I can go on and on about this, but I think you’ve got my point.
Tadi sore aku baru mendapat kabar tentang seorang teman yang sakit. Oleh dokter, dia diagnosis… kurang gizi dan kurang makan. …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Di acara kawinan kemarin… Wait. Bukan, bukan kawinan “itu” tapi kawinan adiknya kakak ipar yang berlangsung di taman – I never get pesta taman di Jakarta pada musim hujan ya…. Dengan keribetan perlunya pawang hujan de el el — aku lagi-lagi disadarkan dengan betapa batik sudah jadi pakaian resmi kenegaraan, eh, maksudnya kondangan.
Cuci Mata »
Oleh: Sidney
Membaca Tajuk 2 Juta Pengunjung dan Kita kemarin membuatku ternganga. Sungguhan lho, sampai mulutku terbuka dan bengong. Padahal lagi ngopi-ngopi cantik sama pacar, sempat-sempatnya buka iPad untuk membuka situs SepociKopi. Man, 2 juta gitu… Coba kalau itu rupiah, wuih dapat dompet Braun Buffel tuh, dompet ya bukan tas…. Tapi membandingkan SepociKopi dengan rupiah, menurutku sih itu seperti menjual diriku. Sejak awal para penulis tahu visi SepociKopi adalah berbagi dan kerelaan memberi.
November ini juga menandai sudah tiga tahun aku menulis di SepociKopi, ini membuatku menganga lebih lebar lagi. Tiga tahun. Ebuset, …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Tadi siang teman kantorku ditelepon oleh petugas penawaran kartu kredit. Setelah dua menit menolak dengan nada yang manis, temanku menutup telepon sambil menggerutu, “Nawarin kartu melulu. Sekali-sekali nawarin untuk bayarin tagihan gue dong.”
Coba lihat hampir setiap hari hape kita dijejali tawaran KTA dan betapa seringnya kita mendapat telepon yang menawari kita kartu kredit tambahan, pinjaman dengan bunga ringan, kartu kredit lain dari bank entah.
Cuci Mata »
Oleh: Sidney
Getaran Ping BBM mengagetkanku yang sedang kencan dengan partner.
“Sibuk?” Pertanyaan berikut muncul di layar BBM-ku. D’oh! Kenapa juga nge-Ping kalau setelahnya nanya apakah aku sibuk atau tidak. Menurutku Ping BBM itu tujuannya urgent. Ada yang penting yang harus disampaikan nggak perlu pakai basa-basi lagi. Sebal no. 2.
“Whatsup?” jawabku.
“Betul ya si X* nggak keterima di perusahaanmu?”
* X adalah pacar si pengirim BBM, kita sebut saja namanya Z.
“Ya, betul,” jawabku lagi.
“Nggak bisa kamu tolongin gitu? Ngomong sama siapa biar bisa diterima? Dia down banget. …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
Sudah dua hari terakhir ini aku ngantuk berat, pinggang juga ngilu. Setelah kupikir-pikir, penyebabnya ternyata aku gak… gak… gak… gak kuattt… begadang. Pada hari Sabtu kemarin aku dan beberapa teman lesbian yang sudah kukenal lebih dari sepuluh tahun lalu hang out gitu di club. Pulang ke rumah jam empat pagi… ya ampunnnn. Aku langsung tepar tidur sampai jam duabelas siang.
Hari Senin yang hellish karena jalanan Jakarta sudah kembali normal. Normal dengan kemacetan yang dimulai sejak mobilku masuk ke jalan raya bukanlah menjadi mobil satu-satunya di sana ketika berangkat kerja. Telapak …
Cuci Mata, Gaya Hidup »
Oleh: Sidney
“Sid, besok 17an kita lihat sale sandal yuk.” Demikian seorang teman lesbian mengirim BBM pada siang hari, mengajakku melihat sale up to 70% sandal/sepatu berlogo buaya di sebuah mal di Jakart Barat. Sedetik aku tergoda ingin mengiyakan ajakan sahabat lesbian yang kebetulan teman SMA-ku ini. Lucu juga sih, di hari kemerdekaan, diajak upacara di mal. Tapi membayangkan antreannya yang pasti mengular gila-gilaan, sejujurnya aku masih trauma sisa mengantre beli android bulan lalu. Yap, aku menolak ajakannya. Bayangkan, Sidney menolak ajakan melihat sale.
Cuci Mata »
Oleh: Sidney
Aku adalah perempuan yang lemah bujukan iklan. Bentangkan saja iklan se-billboard tentang sale tertentu, apa pun benda yang dijual, aku pasti tergoda… Yeah, I’m that weak.
Jadi wajar kan aku langsung menjadi lemah tak berdaya, meleleh melihat iklan billboard sepanjang jembatan penyeberangan yang menginformasikan bahwa ada sale gadget tertentu menyambut peluncuran perdananya, one day only di sebuah mal.
Iming-iming diskon sampai 1,5 juta rupiah dan plus-plus lain seperti betapa kerennya kita memiliki gadget terbaru yang belum dijual resmi, membuatku meradang. Iklan berwarna satu halaman di surat kabar satu hari sebelum peluncuran …





