Articles in the Bumbu Rahasia Category
Bumbu Rahasia, Sepocikopiana »
Oleh: Arie Gere
Tetanggaku. Secara pribadi, aku tidak cukup mengenal tetangga-tetangga yang tinggal bersebelahan dengan rumah orang tuaku. Dicap sombong, entahlah, mungkin seperti itu. Pasalnya, tetangga-tetanggaku yang mayoritas masyarakat nomaden jarang sekali menetap di rumah sewaannya. Lingkunganku memuat pendatang dari berbagai kota dan berganti setiap tahunnya. Selesai masa kontrakan pindah ke kontrakan yang baru. Terjadi terus-menerus selama kurang lebih dua puluh tahun keluargaku menetap di lingkungan ini. Bagiku, datang dan perginya mereka merupakan kombinasi unik dari sebuah alur rantai makanan kehidupan bermasyarakat. Dimakan atau memakan.
Bumbu Rahasia, Partnership »
Oleh: Sebeningembun
Selain Pertanyaan-Aneh-Yang-Berulang-Ulang-Tapi-Menyenangkan semacam “Aa sayang ngga sih sama adik?” atau “Aa kangen ngga sih sama adik?” belakangan muncul pertanyaan baru yang kerap kuajukan pada Aa.
“Aa bosen nggak sih sama adik?”
Meski aku sudah tau jawabannya, namun tetap saja pertanyaan ini tercetus. Sepertinya sudah terprogram di dalam kepalaku.
“Nggak tuh” kata Aa, sambil menggelengkan kepala.
Ini jawaban jenis pertama. Biasa jawaban ini muncul dengan senyuman, pertanda aa lagi santai.
Atau,
“Ya-Nggak-laaah-sayaaaang”
Jawaban jenis ini muncul komplit dengan penekanan pada tiap kata, pertanda aa lagi enggan melayani pertanyaanku yang aneh-aneh.
Suatu malam, menjelang tidur dengan mata yang sudah …
Bumbu Rahasia, Partnership, Personal Life, Relationship »
Oleh : Bening
“Hallo, sayang” suara ceria Aa menyapaku lewat telepon.
“Hallo Aa” Spontan kulirik jam yang tergantung di dinding tepat di atas kusen pintu, sambil menjawab sapaannya. Hm, jam setengah 10 malam. Padahal ini hari pertama ia masuk kerja setelah sakit kemarin, sudah langsung lembur hingga jam segini. Haaah…aku menarik nafas, menjaga agar rasa kesal tidak naik ke kerongkongan.
“Lagi apa, Say? kok nggak ada cerita?” tanya Aa.
“Eh…eh…” aku gelagapan, Aa seperti bisa merasa diamku. “Lagi di depan kompi A, lagi nulis. Eh, Aa sudah di mana nih?” tanyaku, mengajak aa ngobrol.
“Sudah …
Bumbu Rahasia, Relationship »
Oleh : Bening
Kambuh Lagi
Kebiaasaan burukku kambuh lagi. Menginginkan sesuatu dan menggebu-gebu. Mengidamkan sesuatu dan melambungkan diri di awang-awang imajinasi. Awalnya menyenangkan, apalagi kalau kesampaian. Tapi kalau tidak, duuuhh sakitnya!
Tidak sekali dua kali aku kena batunya. Tersandung, memar, lebam, benjol, nggak kapok-kapok juga.
Saat aku masih sendiri, aku bebas punya keinginan apa saja, punya impian sejauh apa, punya hayalan setinggi apa. Dan rasanya aku lebih bisa terima kalau tidak tercapai.
Setelah bergabung dengan tim yang bernama keluarga, memiliki partner hidup pasangan jiwa, aku sempat berpikir bahwa akan ada banyak impian yang bisa aku …
Bumbu Rahasia, Humaniora »
Oleh: Ade Rain
Kami sudah lama saling mengenal, kerap bertemu di berbagai acara yang menyegarkan seperti seminar yang bisa menambahkan bumbu perasa ke dalam pikiran. Berkali-kali juga berjumpa saat sedang menyambut tamu penting. Ia kerap berada di sana dengan blazer hitam rapi, sepatu pantofel semi maskulin berwarna hitam, sapuan tipis lipstik berwarna bibir, sangat anggun dengan dandanan rambut pendek ditata wetlook style.
Kembali di awal puasa lalu kami bersua kembali, di antara riuh ramainya teman-teman yang sedang berbuka. Ia dengan hangat menghampiri, melingkarkan lengannya yang berkulit lembut putih bersih harum, awalnya …
Bumbu Rahasia, Humaniora, Your Story »
Oleh: Ade Rain
Fitnah, kata-kata ular berbisa tanpa dasar kebenaran, sesuatu hal yang ditafsirkan serampangan kemudian disebarluaskan untuk menodai nama baik serta kehormatan orang lain merupakan kejahatan sangat keji. Apalagi itu dilakukan oleh orang-orang yang kita anggap teman bahkan kekasih yang kemudian menjadi mantan. Sudah satu minggu inbox HP penuh dengan tangis kerabat dekat pasanganku, seluruh jiwanya remuk redam akibat fitnah yang dilakukan orang yang sangat dia cintai. Penoda kehormatan ini memang tak kenal nurani dan benar-benar menghancurkan harga diri.Sahabat hetero suatu kali meraung-raung sedih setelah diperawani oleh sang suami, …
Bumbu Rahasia, Humaniora »
Oleh: Lakhsmihttp://jejakartemis.blogspot.com/
“Lo mau ngikutin seminar jender gratis nggak?”
Plop. Pesan sebaris itu muncul di layar komputerku saat aku sedang meluruskan kaki hendak memulai pagiku di kantor.
Aku melotot membaca barisan tulisan YM dari teman, sebut aja namanya Margie. Pagi-pagi udah memulai pembicaraan yang aneh-aneh. Kalau diajak pergi jalan-jalan sih nggak apa-apa, tapi ini boo… diajak pergi ke seminar! Seminar jender pula!! Astaga naga, kurang kerjaan apa lagi? Terus terang, aku lebih tertarik menghadiri seminar pajak atau apalah, diskusi sastra juga lebih mendingan dibandingkan seminar jender. Gratis pun nggak minat deh!
Aku mengetik cepat, …
Bumbu Rahasia, Relationship »
Oleh: Nat
Sekali lagi, ini tentang KDRT. Tidak bosan-bosannya kita akan membahas tentang hal ini karena ini satu sisi yang paling perih dari hubungan kasih. Yaitu saat orang yang kita cintai memilih untuk menyakiti kita lebih dari dia menyayangi kita. Baik kekerasan fisik maupun verbal, keduanya sama merusaknya, atau bahkan banyak yang menggabungkan dua jenis kekerasan ini, amat menyakitkan.
Saya baru saja pulang dari luar kota, di mana saya menjadi saksi dari hal ini. Ada sepasang kekasih butchie dan femme, sebutlah namanya Miko dan Ani. Miko adalah teman lama saya sejak SMA, …
Bumbu Rahasia, Opini »
Oleh: Ade Rain
Suatu kali anakku kesal karena boneka Barbie yang dibelinya dengan harga mahal ternyata bukan buatan Mattel, dan ketika kakak ipar membeli jam tangan Elle dia sedih bukan main ternyata yang itu juga palsu. Seorang teman lain mengeluh kemeja CK-nya ternyata tidak asli. Dunia dengan kepalsuan menjadi barang yang lumrah di Indonesia, dan hal ini juga merasuki dunia para lesbian.Ini bukan gejala kejiwaan eidetik, di mana diri mampu melihat kembali secara jelas hal-hal yang terjadi di masa lampau, hanya sebuah edisi realitas yang masih sering ditemukan di sekeliling kita. …
Bumbu Rahasia, Humaniora »
Oleh: Ade Rain
“Femme yang tadi itu gusinya item, sok gaya, kecentilan, dia pasti perokok kelas berat tunggu aja tiga tahun lagi, raut wajah akan segera keriput di sekitar mata, dan kulitnya yang putih itu akan segera kelihatan menua akibat nikotin. Feminim sok laku, sok cantik, sok gemulai! Yang kita temui kemarin juga begitu, isunya aja jetset, biasaaa, mbok ya biasa aja kalau kita memang orang biasaaa. Yuri juga katanya berkelas, aduh gayanya aja nggak nunjukkin itu, siapa sih yang suka ngasih cap femme berkelas? Joana juga konon berkarier mantap, dengan …





