Menunggumu (Bukan Lagunya Rhoma Irama)
Oleh: Nina Pasaribu
Nada- nada bertalu
Dalam untaian waktu
Masih kuingat gurih ciummu
Pada lidah nafsuku
Malam itu dingin merasuk sembilu
Hangatmu oh membungkus adaku
Satu
Demi satu
Biarkan waktu mengecup inginku
[Untitled]
Oleh: D Luminescence
Pergilah sejenak, mengalpa
Dan mencari tahu, jawaban beribu tanda tanya
Cobalah kau cium harum bunga
Agar sejenak jenuhmu terlupa
Karena sesungguhnya, jenuhku mengalpa
Ingin Ku Mendua
Oleh: Ip
Ingin ku mendua dengan yang muda
Tenang serasa berdua dengan si dia
Serasa awan memandang ku suka
Wahai yang muda, mari kita bercinta
[Untitled]
Oleh: Kenn Miroku
Aku…
Adalah perempuan yang tak pandai bercerita,
Aku…
Adalah perempuan yang sedih,
Aku…
Adalah perempuan dengan perasaan terkoyak dan takut,
Aku…
Adalah perempuan yang berjuang mengubur senyum dan tawanya,
Aku…
Adalah perempuan yang ingin melumat habis kelembutan dan kesabaran hati
selama ini.
Sebab aku bosan dan lelah untuk hidup.
Para Ibu
Oleh: Melinda Napitupulu
Seorang ibu bergumam
Kucoba wariskan senyumku
Di bibir anakku
Dan perahu kuparkirkan di pundaknya
Jika air bah memarah
Buah hatiku, lanjutkan hidup
Tepukan di Bahu dan Sebotol Bir Dingin untuk Seorang Kawan
Oleh: Bianca Timmerman
Patah hati dapat menonjolkan clavicula dan tulang rahang kita
Mata kita menyayu diterpa malam-malam berair-mata, asap rokok dan deru alkohol
Tiba-tiba kita jadi seksi dan siap berwisata di tengah lantai dansa
Tiba-tiba kacamata kuda kita lepas dan kilau senyum bidadari-bidadari di baliknya tampak pula
Bianglala berlampu kedap-kedip dan [...]
Merry dan Kelamin Baru
Oleh: Zetha Septina Abdu
Merry terkepung malam di lampu merah
saat usia mengumpulkan kecemasan
aspal jalan raya serupa lantai dansa
membetoti bibir-bibir lelaki dan janggut kasar
untuk menghisap ngilu
pada silikon yang mengelupasi tubuhnya