Home » Archive

Articles in the Puisi Category

Puisi, Seni Budaya »

[31 Jan 2011 | 8 Comments | 371 views]

DAN BEGINILAH AKU MENCINTAIMU
Oleh: Ilka
Dan beginilah aku mencintaimu…
Tanpa suara
Atau kata
Hanya senyum
menetes lara dalam bait doa.
Dan beginilah aku mencintaimu…
Mengekang asa
Meredam ingin
Merajut tulus
berhias gelisah tak berujung.

Puisi, Seni Budaya »

[10 Jan 2011 | One Comment | 226 views]

Oleh: Andrea Gibson
The winter I told you I think icicles are magic
you stole an enormous icicle from a neighbors shingle
and gave it to me as a gift
I kept it in my freezer for seven months
until the day I hurt my foot
I needed something to reduce the swelling
love isn’t always magic
sometimes its just melting
or its black and blue
where it hurts the most

Puisi, Seni Budaya »

[27 Dec 2010 | One Comment | 102 views]

Her
By Jackie Kay
I had been told about her.
How she would always, always.
How she would never, never.
I’d watched and listened
but I still fell for her,
how she always, always.
How she would never, never

Puisi, Seni Budaya »

[13 Dec 2010 | 3 Comments | 88 views]

IT’S LIFE
Oleh d’ Luminescence
Time flies, people changed
Love never dies.
But the person just falls into another girls.
You died, once.
You move on, twice.
It’s life.

Puisi, Seni Budaya »

[15 Nov 2010 | 7 Comments | 168 views]

If
Oleh: Talitha Anaya
Jika detik kita berhenti
Yakinlah
Tidak detak jantungmu

Puisi, Seni Budaya »

[1 Nov 2010 | 2 Comments | 268 views]

Bernyanyi Di Radio
Oleh: Zetha Septina Abdu
sudah beberapa lama kau tidak beramah tamah dengan pagi
menghirupnya, lebih luka
bahkan dari Dewi Gandari yang disiksa seratus kematian Kurawa
karena lelaki merasa tulang rusuknya telah kau curi
kau memilih bernyanyi di radio saja di malam hari
serak, tentang dunia yang tersusun dari potongan dikotomi
sementara orang-orang cuma mendengar desah
atas tubuh yang merasa kalah
untuk luka yang membuatmu mabuk tak berkesudahan
kau memilih bernyanyi di radio saja
ketimbang membikin sajak-sajak menggerutu
menjelma bau busuk
terlalu lama dihurup, untuk kemudian menghidupi bau mulut

Puisi, Seni Budaya »

[27 Sep 2010 | 5 Comments | 55 views]

LIGHT
By Gumi Lotsy
The bloom of September
That is what I remember
Everything is like an ember
Ever again fills the chamber
I know everything or whatsoever
will soon uncover
Heart will recover

Puisi, Seni Budaya »

[6 Sep 2010 | 4 Comments | 100 views]

Perempuan Empat Musim
Oleh: Bakiak Langgar
Roncean melati
hiasan sanggul perawan,
Mahkota bunganya
rontok menaburi rahim,
Kau bukan lagi
perempuan karbitan,
Saat getah buahmu
terasa legit di lidah.

Puisi, Seni Budaya »

[23 Aug 2010 | 6 Comments | 96 views]

#11
Oleh: Talitha Anaya
Aku berdiri di ngarai ini
memandangmu jauh di bawah sana
Sakit. Harus melihatmu terberai,
rambutmu masai tercabik ilalang
dan karang tajam
Sakit. Mengingatmu, menepis ulurku
dan memilih keabadian yang tak pernah kita tahu
Angin berdesau di kaki kaku, membujukku melompat menujumu

Puisi, Seni Budaya »

[9 Aug 2010 | One Comment | 156 views]

Kepada Alm. Gesang
Oleh: Dee_sakura
Lukamu berlumut, berjamur hingga kisut
Matamu menerawang ke angkasa, merindu dia
yang sedang
bercinta…
Lalu lukamu terburai,
bersama anai-anai yang berai
Kisahmu mengalun bersama irama,yang perlahan meniti tangga surga..
Cinta cukup satu katamu,
Hingga ajal menuntunmu
Bergerak terbang bersama malaikatmu..