A-B-Che-De
Oleh: Talitha Anaya
Mbok, aku ingin pintar membaca
De-Che-Be-A
Nanti ya, Nduk. Kalau Bapak pulang,
kamu belajar membaca.
A-Be-Che-De
Pak, si Genduk pengen bisa mbaca
De-Che-B-A
Bu Ne, mau mbaca gimana, Genduk kan buta.
Gusti, nyuwun pangapuramu.
@Talitha Anaya, SepociKopi,2010
Tentang Talitha Anaya:
Karyawati yang hobi mencangkung, tinggal di Jakarta, 25 tahun.
9128
Oleh: Akapela Violinist
Kami datang ke ruang 9128 dengan satu tujuan
Demi kehidupan tenteram di masa depan
Atau demi menggapai tingginya bilangan
Kamu datang ke ruang 9128 dengan satu tujuan
Dengan serantang besar bekal yang hendak dibagikan
Bekal yang selalu menghangat dalam setiap pertemuan
Bulan Cokelat
Oleh: Bianca Timmerman
Lonte kecil lonte cokelat
Namamu artinya bulan. Apa wulan apa chandra
Napasmu dulu bau tahi burung camar kini wangi vodka
Kriwil-kriwil kena besi panas, tadinya rambutmu bebas berkibar angin
Bibirmu kasar sabut kelapa sekarang lembut rasa stroberi
Punggung dadamu tak terbalut kain
Kaku lidah itu bilang “blush on”
Kejang telunjuk dan jari tengahmu mengempit rokok
Memanjat naik naik naik
bersama dengan [...]
Adagio
Oleh: Morning Dew
Adagio yang mengalun pelan… mengalir
Mengguncang indra-indra
Menghasilkan kolam terdalam pada mataku
Adagio yang mengiris kalbu
Kala sakit tidak lagi teringat
Namun jejak luka terajah jelas…
di depan mata… setiap saat…
Membuatku merasakan kembali
Sebuah pilu terdalam… telah menahun
PENGUMUMAN!
Setelah tantangan TIDAK menulis puisi cinta, ternyata belum ada puisi bertema non-cinta yang bisa dimuat minggu ini.
Segeralah berpikir hal lain KECUALI cinta, jadikan ia puisi, lalu kirimkan kepada kami.
Karena kami masih percaya, lesbian bukan hanya zombie cinta.
Terima kasih.
Salam,
Redaktur Puisi SepociKopi
Melankoli Semesta
Oleh: Abmi Handayani
bangun aku dari segala mimpi
kutemukan diri bersemayam di peluk-Mu
bersama milyaran zat, warna, dan hembus napas
yang terus ada meski satu telah gugur
menyambut surya dan gejolak hari
menanti abyad langit dan gemulai kelip bintang
aku bukan hanya setitik debu, ya Khalik
melainkan nyaris tak ada
seakan bayu meniupterbangkanku menjadi serpihan
menghelaku ke segala penjuru-Mu
tuk memburas dengan ratusan wajah;
berliter muram; [...]
Alufiru
Oleh: Zetha Septina Abdu
kita melewati masa kecil dengan amat lucu
tanpa lolipop, balon warna-warni
dan tak pernah tahu bagaimana cara membuat gelembung dari permen karet
usia mengumpul dalam ketukan langkah berirama tango
dan kita mengenangnya
sebagaimana bunyi harmonika
yang dimainkan dengan leher kaku
berusaha melarikan senja dengan suara seserak mungkin
karena pagi hari selalu saja datang lebih cepat
sementara mimpi-mimpi diburu dan ditombaki
pada sebuah [...]