Articles in the Film Category
Film, Mix n' Match »
Oleh: Alex
Menjelang Academy Award bulan Februari 2012, yuk kita lihat perempuan-perempuan yang beradu akting berusaha mendapat gelar aktris pemeran utama terbaik. Tahun ini persaingan antara lima aktris hebat ini lumayan berat. Bukan rahasia lagi jika mereka yang sukses memerankan tokoh nyata secara baik, akan mendapat nominasi Oscar. Dalam lima nama ini ada dua yang berperan sebagai tokoh nyata. Saya bakalan bingung memilih siapa yang harus menang karena semuanya memiliki kualitas tersendiri. Tapi jika saya harus memilih, saya menjagokan Meryl Streep dalam The Iron Lady. Siapa saja sih kandidatnya? Mari kita …
Film, Mix n' Match »
Oleh Alex
Hollywood konon kejam pada perempuan yang berumur, tapi bagaimana jika perempuan 64 tahun seperti Glenn Close bisa berperan sebagai laki-laki? Dalam Golden Globe tahun 2012, Glenn Close mendapat nominasi dengan perannya sebagai pria dalam film Albert Nobbs. Peran gender-bender seperti ini sebenarnya bukan hal baru, Barbra Streisand pernah melakukannya dalam film Yentl (1983) dan membuatnya menjadi perempuan pertama yang menjadi sutradara terbaik dalam Golden Globe. Jauh sebelum itu, Katharine Hepburn sudah menjadi lelaki dalam perannya di film Sylvia Scarlett pada tahun 1935.
Film, Mix n' Match »
Oleh: Carmen
Happy holiday, lesbian Indonesia! Menjelang Natal tahun ini, tradisi berbagi mestinya tetap dipertahankan dong. Bersama keluarga, biasanya bagi-bagi kado, atau memotong kalkun di meja makan rumah yang hangat bersama keluarga. Dekorasi rumah pun penuh nuansa kehebohan. Ada gemerlapan lampu warna-warni menari-nari, sekeliling melihat-lihat kado yang baru akan dibuka seminggu lagi di bawah pohon Natal, mendengar boneka Santa Claus sibuk bersuara-suara Ho Ho Ho, dan kerlingan kertas-kertas mengilat warna merah-hijau terang menghiasi seantero sudut rumah. Asyik ya, sekeluarga berkumpul seperti ini, saling bercerita tertawa meledek kekonyolan masing-masing, atau mungkin malah …
Film, Seni Budaya »
Oleh: Lo
Halo, sobat lesbian. Kabar baik, kan? Buat yang lagi sibuk kerja, sekolah, atau yang lagi stres ujian nih kayak aku (curcol), sini deh aku kasih beberapa sinopsis film-film Indonesia yang recommended dan tentunya masih mengangkat isu-isu homoseksual, kesetaraan gender, dan perempuan. Eits, jangan underestimate dulu, film Indonesia juga nggak kalah keren lho! Banyak yang patut diacungi jempol. Check it out!
Buku, Film, Mix n' Match »
Oleh: Carmen
Akhir-akhir ini di SepociKopi, banyak tulisan bagus yang muncul tentang masalah coming out. Aku jadi pengin ikut-ikut ala anak bebek untuk ambil kail topik yang super seru ini. Nah gimana kalau bahas tema yang paling bikin banyak lesbian berdiri bulu roma-nya (halah kok jadi dangdut), yaituuuu… coming out pada… orangtua!
Ngacung yang sudah coming out sama mama papanya!
Film, Gaya Hidup, Mix n' Match, Seni Budaya »
Oleh: Carmen
Seks. Lesbian.
Apa yang kaupikirkan pertama kali saat membaca dua kata tersebut?
Sebagai perempuan, tabu membicarakannya secara eksplisit? Merasa itu tidak layak diperbincangkan? Menjurus ke arah tidak sopan? Atau lebih jauh, merasa dikotori saat kutanya?
Aku tidak bermaksud mencetuskan perasaan-perasaan itu terhadap pembaca. Jadi jika semua pertanyaan itu dijawab “iya”, mungkin bisa dipertimbangkan untuk rekonstruksi perspektif tentang seksualitas perempuan. Atau jika jalan itu sangat tertutup, lebih baik stop membaca artikel ini. Bukan apa-apa, karena makin ke bawah, yang kubahas akan makin kental dengan nuansa dua kata tersebut. Contoh, resensi buku jenis “kamasutra” …
Film, Gaya Hidup, Mix n' Match, Seni Budaya »
Oleh: Carmen dan Alex
Berikut ini kami, Alex dan Carmen, bakal memberi rekomendasi 10 film lesbian yang harus kudu mesti ditonton. Apa yang membuat film-film ini yang jadi pilihan? Ada beberapa kriteria.
Pertama, segi kenikmatan mata, telinga, dan otak. Bye bye deh sama film-film kecuprit yang gambarnya goyang-goyang, atau yang dialognya bikin si penonton pengen adu gulat sama penulis skenario, atau yang musiknya bernuansa pocong pas adegan romantis lesbian, atau yang alurnya pusing sehingga berisiko bikin IQ penonton turun 20 poin.
Kedua, segi amanat non-heteronormativitas. Terutama film-film yang me”manusia”kan lesbian: lesbian punya perasaan, …
Film, Mix n' Match »
Oleh: Alex
Beberapa hari lalu pemenang Miss Universe 2011 resmi mengumumkan Leila Lopes dari Angola sebagai pemenang. Tadinya saya mau memilih beberapa perempuan tercantik di jagat raya ini untuk Mix n’ Match kali ini, tapi entah kenapa setelah dibrowsing kok semua perempuan ini kelihatan sama saja. Cantik dengan tubuh indah semampai dan otak yang cemerlang.
Saya cari-cari kok nggak ada yang mengena di hati dan nggak ada Miss Universe yang coming out sebagai lesbian juga. Paling-paling saya cuma ingat Sushmita Sen, pemenang tahun 1994 yang jadi aktris Bollywood karena saya penggemar film …
Film, Mix n' Match, TV »
Oleh: Carmen dan Alex
Media apa yang berkontribusi memupuk stereotipe bahwa lesbian merupakan makhluk predator pemangsa perempuan perawan (atau paling tidak, heteroseksual)? Sepertinya salah satu yang berperan adalah media film. Film-film tentang vampir lesbian banyak menggunakan stereotipe-stereotipe tentang mitos-mitos perilaku seksualitas lesbian sebagai predator. Menariknya, dinamika peran predator vs korban pun berubah seiring zaman, terkait gerakan perempuan di masanya.
Film, TV »
Oleh: Alex
Pada tanggal 7 Agustus 2011 penonton televisi Korea sempat heboh dengan diputarnya drama lesbian satu episode (semacam FTV) berjudul “Daughters of Club Bilitis”. Drama ini menceritakan tiga generasi lesbian berusia remaja, 30-an, dan 50-an. Tayangan ini diputar di KBS, yang merupakan televisi publik bukan kabel. Suatu langkah yang luar biasa, mengingat bahkan “The L Word” saja ditayangkan di televisi kabel di Amerika Serikat.
Inilah pertama kalinya Korea memutar drama yang menampilkan lesbian sebagai identitas seksual tokoh-tokohnya, bukan cuma tokoh-toko tambahan. Kisahnya terpusat pada enam perempuan. Dua remaja lesbian yang masih …





