<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>SepociKopi &#187; Buku</title>
	<atom:link href="http://sepocikopi.com/category/budaya/buku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sepocikopi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Feb 2012 10:52:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.3</generator>
		<item>
		<title>Buku: Segera Terbit Club Camilan 2!</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/01/09/buku-segera-terbit-club-camilan-2/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2012/01/09/buku-segera-terbit-club-camilan-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 09:13:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=17165</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Setelah ditunggu-tunggu selama setahun, dengan bangga SepociKopi mempersembahkan novel Club Camilan seri 2! Novel ini adalah cerita bersambung tak putus di situs www.camilan.sepocikopi.com yang dilahirkan sejak tahun 2008. Novel ini diluncurkan sebagai kado terindah ulang tahun SepociKopi kelima tanggal 11 Januari 2012.

Sangat bangga sekali bahwa satu per satu penulis-penulis SepociKopi berhasil menghasilkan karya yang menembus masyarakat umum, dimiliki pembaca lesbian maupun kaum straight, menjadi sumbangsih besar bagi sastra lesbian di Indonesia.
Novel Club Camilan seri 2 dengan judul 20, 30, 40 diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama akan hadir di ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/camilan.jpg"><img class="size-medium wp-image-17170 alignleft" title="camilan" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/camilan-219x300.jpg" alt="" width="219" height="300" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p>Setelah ditunggu-tunggu selama setahun, dengan bangga SepociKopi mempersembahkan novel Club Camilan seri 2! Novel ini adalah cerita bersambung tak putus di situs www.camilan.sepocikopi.com yang dilahirkan sejak tahun 2008. Novel ini diluncurkan sebagai kado terindah ulang tahun SepociKopi kelima tanggal 11 Januari 2012.</p>
<p><span id="more-17165"></span></p>
<p>Sangat bangga sekali bahwa satu per satu penulis-penulis SepociKopi berhasil menghasilkan karya yang menembus masyarakat umum, dimiliki pembaca lesbian maupun kaum <em>straight</em>, menjadi sumbangsih besar bagi sastra lesbian di Indonesia.</p>
<p>Novel Club Camilan seri 2 dengan judul <em>20, 30, 40</em> diterbitkan oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama akan hadir di rak toko-toko buku di bulan <strong>Februari 2012</strong>. Dengan membeli novel ini, kita mendukung industri buku bertema homoseksual di Indonesia agar tetap tumbuh. Hanya dengan kebersamaan kolektif kita, kita buktikan bahwa kita adalah kaum yang <em>ada </em>dan memiliki  kekuatan besar untuk terus menghidupkan bisnis buku bergenre gay di masa depan. Kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli untuk meneruskan obor terang sastra lokal LGBT bagi bangsa ini?</p>
<p>Yuk, kita ramai-ramai membeli!</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2012/01/09/buku-segera-terbit-club-camilan-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku: Boy Meets Boy – Cinta dan Galau Remaja</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2012/01/02/buku-boy-meets-boy-cinta-dan-galau-remaja/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2012/01/02/buku-boy-meets-boy-cinta-dan-galau-remaja/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 14:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Remaja]]></category>
		<category><![CDATA[Gay]]></category>
		<category><![CDATA[Novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=17044</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
Perkenalkan Paul. Anak kelas dua SMA dan gay. Gay yang sudah coming out ke keluarganya dan diterima baik hingga ke sepenjuru kota. Kota kecil di New Jersey, Amerika Serikat. Dan inilah hidupnya sebagai gay dan kisahnya dengan sahabat-sahabatnya.
Paul bersahabat dengan Joni, gadis yang menjadi sahabat baiknya sejak kanak-kanak. Juga Tony, yang sama-sama gay namun tidak seterbuka Paul dan tidak diterima dengan baik oleh orangtuanya yang amat religius. Lalu ada sahabatnya Infinite Darlene, yang aslinya lelaki tapi berpakaian perempuan, ratu homecoming yang juga bintang futbol. Semua tokoh dengan kepribadian beragam ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/poci.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-17045" title="poci" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2012/01/poci-194x300.jpg" alt="" width="194" height="300" /></a>Oleh: Alex</p>
<p>Perkenalkan Paul. Anak kelas dua SMA dan gay. Gay yang sudah coming out ke keluarganya dan diterima baik hingga ke sepenjuru kota. Kota kecil di New Jersey, Amerika Serikat. Dan inilah hidupnya sebagai gay dan kisahnya dengan sahabat-sahabatnya.</p>
<p>Paul bersahabat dengan Joni, gadis yang menjadi sahabat baiknya sejak kanak-kanak. Juga Tony, yang sama-sama gay namun tidak seterbuka Paul dan tidak diterima dengan baik oleh orangtuanya yang amat religius. Lalu ada sahabatnya Infinite Darlene, yang aslinya lelaki tapi berpakaian perempuan, ratu <em>homecoming </em>yang juga bintang futbol. Semua tokoh dengan kepribadian beragam dalam novel <em>Boy Meets Boy </em>ini dikisahkan masih remaja yang duduk di SMA.</p>
<p><span id="more-17044"></span>Ketika suatu malam sedang <em>hang out </em>bersama Joni dan Tony, Paul bertemu Noah untuk pertama kalinya padahal Noah bersekolah di sekolah yang sama dengannya. Lalu cinta pun bersemi di hati Paul. Namun ada Kyle, si mantan yang belum bisa <em>move on</em>, tampaknya masih mengintai Paul. Putusnya hubungan Kyle dan Paul berlangsung buruk, mereka berdua tidak saling bicara sejak putus. Apalagi karena Kyle menyebar isu bahwa Paul menjebaknya menjadi gay. Padahal sesungguhnya Paul biseksual yang bingung dengan orientasi seksualnya.</p>
<p>Noah juga memiliki masalahnya sendiri karena dia masih belum ingin memulai hubungan baru karena masih terluka akibat hubungan lamanya yang gagal.</p>
<blockquote><p>&#8216;“I liked this guy a lot. And I thought he liked me a lot, but in truth he didn’t really like me at all. He was my first boyfriend, and I made him my everything – he was my new life, my new love, my new compass point. I guess that’s the danger with first – you lose all sense of proportion. So I made a fool of myself, even though I didn’t realize it at the time. I was so devoted to him.” His “devoted” is italicized by sarcasm, underlined by hurt. “And he didn’t really care. He was a year older than me, and for a while I used that as an excuse for not knowing he was cheating on me with roughly half his grade. I thought I could see him so well. But I didn’t see him at all, really. And he didn’t even try to see me.”&#8217;</p></blockquote>
<p>Penjelasan Noah pada Paul di atas mengingatkan saya pada cinta pertama yang membabibuta, yang juga bisa dialami oleh lesbian, bahkan heteroseksual. Ketika kita menempatkan dia menjadi sosok yang dipuja dan ketika cinta itu menggores luka, rasanya luka itu tak kunjung sembuh.</p>
<p>David Levithan sepertinya dengan sengaja membuat tokoh tokoh dengan kepribadian ekstrem yang dimunculkan dengan interaksi Paul antara teman-temannya di sekolah. Novel ini ditulis dengan sudut pandang “aku” si Paul yang terasa hidup dalam dunia utopis. Yang bahkan sejak TK sudah menyadari dirinya gay. Yang tidak mendapat tekanan apa pun dalam kondisinya sebagai gay. Seakan seluruh dunia bersukacita menyambut ke-gay-annya sebagai sesuatu yang biasa.</p>
<p>Tentangan terhadap gay hanya terjadi pada diri Tony, yang pada akhirnya pun mendapat akhir bahagia dengan kompromi dari orangtua dan dukungan dari teman-temannya.  Utopia ini terasa mengganggu namun juga membuat saya mempertanyakan apakah sang pengarang sengaja membuat dunia semacam ini dalam novelnya.</p>
<p><em>Boy Meets Boy </em>adalah novel pertama karya David Levithan yang diterbitkan tahun 2003. Pria kelahiran tahun 1972 ini bekerja sebagai editorial director di Scholastic dan dia sendiri <em>openly gay</em>. Novel ini memenangkan Lambda Literary Award, juga mendapat banyak pujian dari kritikus. Novel setebal 192 halaman ini sayangnya belum ada terjemahan bahasa Indonesia-nya. Novel David Levithan yang baru diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah <em>The Lover&#8217;s Dictionary </em>(2011).</p>
<p>Konsep utopia yang mengganggu saya dalam novel <em>Boy Meets Boy</em>, ternyata juga menjadi kritik yang sering ditanyakan pada sang pengarang. Menanggapi hal ini, David Levithan menjawab, <em>“I’m often asked if the book is a work of fantasy or a work of reality, and the answer is right down the middle – it’s about where we’re going, and where we should be.”</em></p>
<p>Oh, oke, Mr. Levithan. Akhirnya saya paham.</p>
<p><strong>Boy Meets Boy<br />
David Levithan<br />
Bahasa: Inggris<br />
Penerbit: Knopf Books, 2003<br />
Halaman: 192</strong></p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2012</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2012/01/02/buku-boy-meets-boy-cinta-dan-galau-remaja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Coming Out Anak – Referensi dari Orangtua</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/10/16/mnm-coming-out-anak-referensi-dari-orangtua/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/10/16/mnm-coming-out-anak-referensi-dari-orangtua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2011 08:33:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Film]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[Coming Out]]></category>
		<category><![CDATA[referensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=15380</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Carmen
Akhir-akhir ini di SepociKopi, banyak tulisan bagus yang muncul tentang masalah coming out. Aku jadi pengin ikut-ikut ala anak bebek untuk ambil kail topik yang super seru ini. Nah gimana kalau bahas tema yang paling bikin banyak lesbian berdiri bulu roma-nya (halah kok jadi dangdut), yaituuuu&#8230; coming out pada&#8230; orangtua!
Ngacung yang sudah coming out sama mama papanya!

Seperti biasa, yang dilakukan pertama kali adalah mencari bahan. Setelah mengubek-ubek tumpukan buku dan film, majalah-majalah, buka-buka katalog, buka mata buka telinga, hingga buka jendela, akhirnya jidat pun ditepok tangan sendiri! Hei! Kenapa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Carmen</p>
<p>Akhir-akhir ini di SepociKopi, banyak tulisan bagus yang muncul tentang masalah <em>coming out</em>. Aku jadi pengin ikut-ikut ala anak bebek untuk ambil kail topik yang super seru ini. Nah gimana kalau bahas tema yang paling bikin banyak lesbian berdiri bulu roma-nya (halah kok jadi dangdut), yaituuuu&#8230; <em>coming out </em>pada&#8230; orangtua!</p>
<p>Ngacung yang sudah <em>coming out </em>sama mama papanya!<br />
<span id="more-15380"></span><br />
Seperti biasa, yang dilakukan pertama kali adalah mencari bahan. Setelah mengubek-ubek tumpukan buku dan film, majalah-majalah, buka-buka katalog, buka mata buka telinga, hingga buka jendela, akhirnya jidat pun ditepok tangan sendiri! Hei! Kenapa pusing, coba? Gimana kalau tanya orangtua langsung?</p>
<p>Aku sudah <em>coming out </em>ke orangtua. Bukan aku yang sengaja <em>coming out </em>atau bukan pula ketangkap basah, tapi mereka tahunya dari temanku yang keceplosan. Orangtuaku awalnya seperti kesamber petir dan menentang homoseksualitas secara keras. Singkat cerita, lewat drama yang berbukit-bukit dan berombak nyaris tsunami selama kurang lebih 6 bulan, akhirnya orangtua menerimaku apa adanya sebagai anaknya yang berorientasi seksual lesbian. Relatif singkat, ya? Tapi transformasinya nyata. Menerimanya tidak dengan berat hati lho, tapi dengan embel-embel tetap bangga dan sayang sama anaknya! Yipiii&#8230;!</p>
<p>Selama proses yang berat itu, apa sih yang membuat mama papaku menerima anaknya yang lesbian? Jawabannya mungkin adalah, selain karena elemen cinta, mereka juga mengedukasi diri! Terlepas perbedaan konteks orangtua yang lain, berikut adalah jawaban dari mama papaku waktu kutanya: “Bahan apa yang paling efektif waktu resolusi proses kemarin soal penerimaan anak yang lesbian?”</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/dimsum-terakhir.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-15381" title="dimsum terakhir" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/dimsum-terakhir.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a>1.<br />
Menurut Mama, sebelum anaknya yang lucu ini ketahuan lesbian, mama membaca novel fiksi yang tergeletak di pangkuanku waktu kami sama-sama di pesawat (sedikit mancing? mungkin saja, hihi). Ternyata novel ini dianggap mamaku sebagai persiapan sebelum babak-babak realitas anaknya yang nyaris bikin jantungan. Judulnya adalah <a href="http://inibuku.com/2602/dimsum-terakhir.html">&#8220;Dimsum Terakhir&#8221; </a>karya Clara Ng. Begini komentar Mama yang mungkin jadi kunci, setelah membaca novel (sambil tersenyum sumringah) tersebut: “Lucu ya, Nak. Pusing orangtuanya. Empat anak perempuannya kembar, lingkungan tumbuhnya sama, dididiknya mirip, tapi pas gede jadinya beda-beda, masalahnya juga masing-masing. Eh penyelesaiannya juga nggak terduga, tetap saja (mereka) nggak berubah, (tetap jadi) anak-anak orangtuanya.” Nah, cerita salah satu anak kembar itu menyerempet-nyerempet kisah sesama jenis dan akhirnya meliputi isu transgender.</p>
<p>“Ya. Akhirnya, seaneh apa pun anaknya, orangtua akan tetap sayang. Mama sayang kamu lho, Carmen.” Kalimat yang diucapkan sambil setengah bercanda ini membuatku tersenyum-senyum sepanjang minggu. Ada harapan, dan sekarang sudah terwujud! </p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/beyond-acceptanc.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-15382" title="beyond acceptanc" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/beyond-acceptanc.jpg" alt="" width="183" height="280" /></a>2.<br />
Salah satu bahan yang jadi titik tolak penting bagi mamaku setelah aku ketahuan lesbian adalah bacaan non-fiksi “Beyond Acceptance: Parents of Lesbians and Gays Talk about their Experiences” karya Griffin, Wirth, dan Wirth (1996) yang diambilnya dari ruang kerjaku. Si mami di rumah memang suka beres-beresin ruang kerjaku yang biasanya aujubile berantakan penuh kertas-kertas dan buku terbuka di mana-mana. Ternyata, berantakan membawa berkah (halah), karena ia jadi melahap buku itu.</p>
<p>Menurut Mama, buku yang bercerita tentang pengalaman para orangtua yang mempunyai anak lesbian dan gay ini menyadarkannya benar bahwa yang ia dan papaku alami juga dialami oleh orang nyata yang lain. Mamaku yang sebelumnya merasa terisolasi/lain dari lingkungan (karena gagal mendidik, perasaan teramat sedih dll) sekarang tidak merasa sendirian. Alur bab demi bab mengantarkan mamaku dengan lembut dan hati-hati ke level pemahaman baru tentang yang ia alami. Banyak pertanyaan yang terjawab, banyak deskripsi-deskripsi perasaan yang mirip dengan yang dialami. Semua itu diberikan oleh 23 orangtua yang memberikan kesaksian dalam proses penerimaannya terhadap anaknya yang lesbian atau gay, yang tergabung dalam suatu grup bernama P-FLAG (Parents, Families, and Friends of Lesbians and Gays) di Amerika.</p>
<p>Ia membagi isinya dengan Papa, dan dari informasi akurat yang diberikan para orangtua yang heteroseksual juga di sana, orangtuaku mulai melihat jalan alternatif&#8211;bahwa ada cara untuk membangun hubungan baru denganku yang dilandasi kejujuran dan kasih sayang. Seperti salah satu penulis buku katakan, transformasi yang ditunjukkan dari mendapatkan pengetahuan akurat adalah “an incredibly beautiful thing to witness”.</p>
<p>Sayangnya, bukunya berbahasa Inggris. Jadi kalau orangtuanya terbatas bahasa inggrisnya memang jadi sulit. Seandainya ada buku seperti ini yang edisi bahasa Indonesia, pasti sangat luar biasa&#8230;! *lirik LSM lesbian* Ayo dong bikin bahan-bahan yang seperti ini! Kemungkinan kontribusinya terhadap kebahagiaan keluarga yang mempunyai anak lesbian bisa sangat tinggi lhooo, dan sifatnya positif.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/Cover-I-Love-my-Parents.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-15383" title="Cover I Love my Parents" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/Cover-I-Love-my-Parents-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a>3.<br />
Berikutnya adalah referensi film terkait religi. Untuk kami keluarga Kristiani, di hari Minggu yang tenang dan damai, kami bertiga (aku + Papa + Mama) terkadang menonton bersama di ruang keluarga. Biasanya tayangan rohani, jadi kuselipin deh DVD keren ini  <a href="http://sepocikopi.com/2010/12/06/resensi-film-for-the-bible-tells-me-so/">For the Bible Tells Me So</a>. Lagi-lagi sayangnya aku belum nemu yang ada subtitle Bahasa Inggrisnya, apalagi Bahasa Indonesia. Hal ini krusial, karena seperti film dokumenter lainnya, dialog wawancara biasanya lebih penting dari aspek visual atau alur cerita.</p>
<p>Menurut Papa, film ini cukup membuatnya terkaget-kaget dan mulai membuka diri, terutama terhadap informasi-informasi baru yang berhubungan dengan homoseksualitas, tidak terbatas soal teologi. Masuknya elemen afeksi kasih tanpa syarat, dan lain-lain juga muncul setelah menonton film keluarga jenis ini. Untuk teman-teman yang non-Kristiani, mungkin bisa dicari film-film sejenis (contoh, untuk yang Muslim:  Jihad for Love atau Gay Muslims (2006); untuk yang Hindu: Anyone and Everyone (2007) atau I Am (2011); untuk yang Buddha: Friends in High Places (2001); untuk yang Yahudi Ortodoks: Trembling before G-D (2001).</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/psycotherapy-250x179.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-15384" title="psycotherapy-250x179" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/psycotherapy-250x179.jpg" alt="" width="250" height="179" /></a>4.<br />
Elemen berikut yang krusial setelah aku ketahuan lesbian, menurut papa-mamaku, adalah dibukanya dialog dengan psikolog, psikiater, tokoh agama, hingga ahli-ahli lain. Uniknya, bukan mereka lho yang mengajakku ke sana, tapi aku yang mengajak mereka ke ahli-ahli itu duluan! Hehehe. Dilandasi logika, jauuuhh sebelum ketahuan orangtua, aku sudah mempersiapkan diri bertahun-tahun dengan meraup informasi sebanyak-banyaknya tentang orientasi seksualku dan dampaknya bagi kehidupanku. Tak terkecuali mencari informasi pula sebanyak-banyaknya dari para pakar yang kupercaya dan yang kutahu bahwa para pakar itu sungguh-sungguh dalam profesinya. Setelah kupikir-pikir, mungkin informasi tentang memilih pakar dan melindungi diri sebagai klien dalam servis dari profesi-profesi ini penting bagi lesbian, jadi di artikelku berikutnya aku akan membahas lebih dalam soal hal ini.</p>
<p>5.<br />
Faktor yang juga krusial menurut papaku, yang membuat perasaanku berbunga-bunga dan agak melambung adalah si anak yang menunjukkan kemauan berdialog dan kompromi, teredukasi hal-hal homoseksual tapi dengan cara tetap sopan dan rendah hati. Bukan meledak-ledak marah, malah kabur dari rumah, atau menuntut orangtua untuk menerima secara membabibuta dalam waktu sekejap mata&#8230;! Ternyata benar kan yang kulakukan: Kalau ingin dihargai orangtua, junjunglah juga orangtua kita layaknya manusia heteroseksual biasa yang punya perasaan, dan punya keterbatasan informasi. Mau kan disayang orangtua? Sayangi juga mereka lewat perbuatanmu. Setelah papaku memujiku seperti itu, aku juga secara asertif bilang bahwa sikapku seperti itu kepada mereka karena aku percaya sepenuhnya pada kemampuan orangtua berproses dan berpikir, dan kemampuan mereka untuk mencintaiku seutuhnya. Memang terkadang aku sempat nyaris putus asa di masa-masa tersulit, namun itu bukan hal yang aneh karena, hei, namanya juga proses&#8230;! <em>Trust them more!</em></p>
<p>Semoga referensi dari mama papaku ini berguna untuk pembaca di sini. Artikel ini sifatnya rada personal dan sangat subjektif, tapi nulisnya pakai hati lhooo, dan semuanya dengan tujuan untuk berbagi dengan teman-teman. <em>Good luck!</em></p>
<p>@Carmen, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/10/16/mnm-coming-out-anak-referensi-dari-orangtua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mix n’ Match: Siapa Jagoanmu?</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/10/09/mix-n-match-siapa-jagoanmu/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/10/09/mix-n-match-siapa-jagoanmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Oct 2011 16:29:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Mix n' Match]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=15223</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex 
Setiap anak perempuan idealnya memiliki jagoan perempuan yang bisa jadi panutan. Bagi saya, yang dibesarkan ditemani dengan bacaan, tentu saya memiliki jagoan perempuan yang berasal dari buku. Salah satunya adalah dari buku bacaan favorit saya semasa kecil yaitu Lima Sekawan. Dulu saya amat menyukai tokoh George, yang awalnya saya kira adalah anak lelaki ternyata anak perempuan tomboi bernama Georgina. George adalah anak yang menjadi petualang cilik yang cerdas dan berani.
Pada era masa kini jagoan perempuan dalam buku pun makin beragam. Begitu banyak buku yang menampilkan tokoh jagoan perempuan, mulai dari ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Alex </p>
<p>Setiap anak perempuan idealnya memiliki jagoan perempuan yang bisa jadi panutan. Bagi saya, yang dibesarkan ditemani dengan bacaan, tentu saya memiliki jagoan perempuan yang berasal dari buku. Salah satunya adalah dari buku bacaan favorit saya semasa kecil yaitu <em>Lima Sekawan</em>. Dulu saya amat menyukai tokoh George, yang awalnya saya kira adalah anak lelaki ternyata anak perempuan tomboi bernama Georgina. George adalah anak yang menjadi petualang cilik yang cerdas dan berani.<span id="more-15223"></span></p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/jennifer-lawrence-as-katniss_369x492.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-15226" title="jennifer-lawrence-as-katniss_369x492" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/jennifer-lawrence-as-katniss_369x492.jpg" alt="" width="259" height="346" /></a>Pada era masa kini jagoan perempuan dalam buku pun makin beragam. Begitu banyak buku yang menampilkan tokoh jagoan perempuan, mulai dari novel drama hingga novel thriller, novel remaja fantasi hingga novel dewasa penuh aksi. Di antara buku yang sudah saya baca, saya memilihkan tiga nama ini: Katniss Everdeen, Hermione Granger, dan Lisbeth Salander.  Definisi tokoh perempuan yang layak disebut jagoan ini tentu luas. Tapi saya selalu menganggap jagoan yang baik dalam buku adalah mereka yang memiliki kekurangan. Saya tidak pernah menyukai tokoh yang sempurna. Sebagaimana manusia pada umumnya, kekurangan mereka justru menjadikan mereka manusiawi. Sikap tangguh dan keras kepala Katniss, sikap antososial Lisbeth, serta sok ngaturnya Hermione membuat mereka seperti manusia yang kita kenal.</p>
<p>Tiga perempuan ini merupakan jagoan perempuan dari buku-buku hebat yang menjadi favorit jutaan pembaca. Selain memiliki kekurangan di atas, terutama mereka memiliki sifat dan kepribadian yang, menurut saya, masuk karakteristik sebagai jagoan/pahlawan perempuan. Pandai, berani, percaya diri, memiliki tekad kuat, memiliki harga diri dan kehormatan, menjunjung tinggi kebenaran, dll. Gabungan dari keseluruhan itulah yang menjadikan mereka layak disebut pahlawan.</p>
<p><strong>Katniss Everdeen</strong> adalah tokoh utama dalam trilogi The <em>Hunger Games. </em>Ia adalah gadis berusia enam belas tahun dalam novel bertema <em>dystopia </em>ini yang harus menjadi kepala keluarga dengan berburu dan memancing untuk menghidupi ibu dan adik perempuannya setelah kematian ayahnya. Pada era ini, Panem yang menjadi negara pengganti Amerika Utara memiliki 12 distrik yang berpusat di Capitol. Distrik-distrik itu hidup dalam kemiskinan dan kelaparan agar setiap orang patuh pada kekuasaan Capitol. Setiap tahun, dua anak remaja lelaki dan perempuan dipilih untuk mewakili distrik mereka untuk bertarung sampai mati yang ditayangkan langsung lewat televisi. Katniss yang berasal dari Distrik 12 menggantikan adik perempuannya untuk terjun ke arena pertarungan.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/lisbethsalander.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-15227" title="lisbethsalander" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/lisbethsalander.jpg" alt="" width="173" height="224" /></a><strong>Lisbeth Salander</strong> adalah buah karya novelis Swedia, almarhum Stieg Larsson. Buku pertama dari trilogi <em>Millenium </em>ini adalah <em>The Girl With the Dragon Tattoo</em>. Berbeda dari <em>The Hunger Games</em>, novel ini lebih ditujukan untuk pembaca dewasa karena ceritanya yang penuh kekerasan dan seks. Lisbeth Salander adalah <em>hacker </em>penuntut balas yang berusia dua puluhan. Seperti halnya Katniss, Lisbeth memiliki masa kecil yang buruk. Jika Katniss mengalami kelaparan dan tekanan hidup di bawa pemerintah tiran, Lisbeth mengalami penyiksaan dan pemerkosaan. Jika Katniss memiliki busur dan panah sebagai senjata, Lisbeth memiliki kecerdasan dan kemampuan otak sebagai <em>hacker </em>yang bisa menyusup ke sistem komputer mana pun. <em>Milleniun Trilogy </em>banyak berkisah tentang kejahatan terhadap perempuan antara lain perdagangan perempuan dan KDRT. Oya, Lisbeth merupakan tokoh biseksual dari tiga tokoh jagoan pilihan dalam mix n match ini.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/Hermione_granger.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-15228" title="Hermione_granger" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/10/Hermione_granger-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><strong>Hermione Granger</strong>. Siapa yang tak pernah mendengar nama Hermione mungkin tinggal di kerak bumi selama sepuluh tahun terakhir. Dia adalah tokoh utama perempuan dalam novel legendaris abad ini<em>: Harry Potter</em>. Dalam banyak hal, Hermione menjadi otak dalam banyak tindak kepahlawanan seorang Harry Potter. Kecerdasan dan tekad Hermione untuk menjadi yang terbaik membuatnya layak menjadi tokoh jagoan favorit kita semua. Jika ada yang belum membaca novel fantastis karya J.K. Rowling ini, tak pernah ada kata terlambat untuk memulainya.</p>
<p>Sebagai lesbian, kita sering kali cuma mau membaca novel bertema “hidup kita” atau &#8220;pengalaman lesbian&#8221; sehingga tanpa sadar kita menutup diri kita dari wawasan lain yang seharusnya bisa memperkaya diri. Padahal banyak novel yang menampilkan tokoh perempuan hebat yang bisa mengajarkan kita tentang banyak hal yang tak bisa diberikan oleh didikan sekolah. Novel-novel di atas bisa mengajari kita tentang keberanian, ketekunan, kekerasan hati, pengorbanan diri, dan persamaan derajat. Dari Katniss, Hermione, dan Lisbeth kita bisa belajar mengembangkan diri menjadi perempuan yang berani dan percaya diri dalam kehidupan nyata.</p>
<p>Jadi, siapa jagoan favoritmu?</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/10/09/mix-n-match-siapa-jagoanmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku: Landing – Apa Yang Kaulakukan Jika Cintamu Terpisah Jarak?</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/08/15/buku-landing-apa-yang-kaulakukan-jika-cintamu-terpisah-jarak/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/08/15/buku-landing-apa-yang-kaulakukan-jika-cintamu-terpisah-jarak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Aug 2011 08:56:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=14297</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
Sebenarnya saya terlambat tahu tentang Emma Donoghue, jika bukan karena novel Room yang menjadi buku laris internasional dan menjadi finalis  penghargaan bergengsi Man Booker Prize 2010.  Dari novel tersebut, saya tahu bahwa dalam karya-karya sebelumnya, Emma Donoghue telah menulis beberapa buku bertema lesbian. Mengingat betapa seringnya kisah galau tentang LDR lesbian di SepociKopi, maka saya mengambil novel Landing untuk direview di sini.
Novel terbitan tahun 2007 ini bercerita tentang sepasang kekasih yang terpisah jarak ribuan kilometer antara Kanada dan Irlandia. Jude gadis muda berusia 25 tahun asal Kanada bertemu dengan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/landing.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/08/landing.jpg" alt="" title="landing" width="198" height="299" class="alignleft size-full wp-image-14298" /></a>Oleh: Alex</p>
<p>Sebenarnya saya terlambat tahu tentang <a href="http://sepocikopi.com/2011/05/23/persona-emma-donoghue/">Emma Donoghue</a>, jika bukan karena novel <em>Room </em>yang menjadi buku laris internasional dan menjadi finalis  penghargaan bergengsi Man Booker Prize 2010.  Dari novel tersebut, saya tahu bahwa dalam karya-karya sebelumnya, Emma Donoghue telah menulis beberapa buku bertema lesbian. Mengingat betapa seringnya kisah galau tentang LDR lesbian di SepociKopi, maka saya mengambil novel <em>Landing</em> untuk direview di sini.</p>
<p>Novel terbitan tahun 2007 ini bercerita tentang sepasang kekasih yang terpisah jarak ribuan kilometer antara Kanada dan Irlandia. Jude gadis muda berusia 25 tahun asal Kanada bertemu dengan Sile, pramugari 39 tahun berkebangsaan Irlandia dalam penerbangan ke Inggris. Dalam pertemuan yang diwarnai kebetulan tersebut,  dua perempuan itu menjalin perkenalan yang membawa mereka dalam hubungan jarak jauh yang terpisah jarak 3000 mil. Dan memunculkan premis, &#8220;Apa yang akan kaulakukan jika cintamu terpisah jarak?&#8221;</p>
<p>Sile, perempuan supel yang meletup-letup penuh semangat, campuran India/Irlandia sebenarnya punya kekasih tidak tetap di Irlandia, namun Jude yang bekerja sebagai pustakawan kuper di kota kecil membuatnya jatuh cinta dan rela memutuskan hubungan dengan sang kekasih. Sementara Jude yang pendiam dan tidak menyatakan diri secara gamblang bahwa dirinya lesbian ini lebih banyak menahan diri dan ragu meskipun dia tidak menyembunyikan hubungannya dengan lelaki atau perempuan. Dua tokoh utama yang memikat dan nyaman dengan diri mereka sendiri juga tidak gentar pada gagasan jatuh cinta dengan siapa pun tanpa memandang gendernya. Ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa mereka menyenangkan  untuk dibaca. Gabungan penggambaran karakter Sile dan Jude membuat novel ini bisa berfokus pada hubungan asmara mereka sendiri, bukan semata-mata sekadar hubungan lesbian.</p>
<p>Hubungan jarak jauh alias LDR sering kali digambarkan sebagai hubungan yang sulit, mahal, dan penuh dengan terkaan perasaan. Yang walaupun demikian, menjanjikan hubungan intim yang meledak-ledak setiap kali keduanya bertemu. Tapi novel <em>Landing</em> ini tidak semata-mata membahas soal pro dan kontra LDR tapi lebih menggarap tabrakan karakter antara Jude dan Sile juga dilema dalam benturan jarak dan visi terhadap masa depan. Apalagi secara sifat dan latar belakang, kedua perempuan ini, Jude dan Sile, amat sangat kontras dan bertolak belakang.</p>
<p>Secara penulisan, <em>Landing</em> adalah buku yang mudah dicerna dengan alur yang tidak bertele-tele. Saya menyukai cara Emma Donoghue menggambarkan dua karakter utama, Jude dan Sile. Akan tetapi banyaknya tokoh pembantu, terutama dari sisi Sile, dalam buku setebal  336 halaman ini terasa mengganggu. Banyaknya tokoh itu seakan membuat terlalu banyak elemen yang membuat sesak ruang yang sempit.</p>
<p>Namun secara keseluruhan,  <em>Landing </em>adalah novel yang layak dibaca dengan akhir yang melegakan. Sebagai novelis peraih penghargaan, Emma Donoghue berhasil membuktikan kepiawaiannya bercerita. Dia tidak terjeblos dalam kegiatan meratap atau menulis biografi hidupnya dalam <em>Landing. </em>Meskipun mau tidak mau pembaca akan menganggap novel ini merupakan potongan kecil pengalamannya sendiri.  Setelah sempat menjalin hubungan jarak jauh Irlandia – Kanada dengan partnernya sekarang, kini Emma Donoghue tinggal di Ontario bersama sang partner dan kedua anak mereka.</p>
<p>Judul: <em>Landing </em><br />
Pengarang: Emma Donoghue<br />
Tahun terbit: 2007<br />
Penerbit: Houghton Mifflin Harcourt<br />
Tebal: 336 halaman<br />
Bahasa: Inggris</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/08/15/buku-landing-apa-yang-kaulakukan-jika-cintamu-terpisah-jarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Club Camilan Kini Tersedia dalam Bentuk E-book</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/07/20/club-camilan-kini-tersedia-dalam-bentuk-e-book/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/07/20/club-camilan-kini-tersedia-dalam-bentuk-e-book/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2011 14:45:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Pengumuman]]></category>
		<category><![CDATA[camilan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=13792</guid>
		<description><![CDATA[Masih ingat cerita Bolu, Donat, dan Brownies yang sudah diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama menjadi novel metropop berjudul Club Camilan?
Kini ada kabar gembira bagi kita semua yang memiliki Samsung Galaxy Tab dan iPad. Novel yang pertama kali terbit Agustus 2009 ini sekarang bisa dibeli dalam bentuk e-book melalui aplikasi e-reading Samsung Galaxy Tab. Yeah! Ebook  (novel) lesbian lokal pertama di Indonesia yang dijual melalui aplikasi gadget. Sejarah akan mengingat ini.
Untuk pengguna iPad, menurut penerbit, novel Club Camilan juga dalam proses  konversi data. Rencananya e-book Club Camilan di iPad akan bisa ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2009/07/camilan.jpg" alt="" width="220" height="310" />Masih ingat cerita Bolu, Donat, dan Brownies yang sudah diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama menjadi novel metropop berjudul <em><a href="http://gramedia.com/buku-detail/82503/Club-Camilan">Club Camilan</a></em>?</p>
<p>Kini ada kabar gembira bagi kita semua yang memiliki Samsung Galaxy Tab dan iPad. Novel yang pertama kali terbit Agustus 2009 ini sekarang bisa dibeli dalam bentuk e-book melalui aplikasi e-reading Samsung Galaxy Tab. Yeah! <strong>Ebook  (novel) lesbian lokal pertama di Indonesia yang dijual melalui aplikasi <em>gadget</em>. </strong>Sejarah akan mengingat ini.</p>
<p><span id="more-13792"></span>Untuk pengguna iPad, menurut penerbit, novel<em> Club Camilan</em> juga dalam proses  konversi data. Rencananya e-book <em>Club Camilan </em>di iPad akan bisa dibeli  melalui aplikasi Gramedia.com di <a href="http://itunes.apple.com/us/app/gramedia-com-for-ipad/id438193464?mt=8">itunes</a> dalam tahun ini.</p>
<p>Saat ini, <em>Club Camilan, </em>novel yang mengisahkan kehidupan tiga perempuan lesbian  yang berawal dari blog www.camilansepocikopi.blogspot.com ini sudah terjual lebih dari 6.500 eksemplar dalam bentuk buku fisik.</p>
<p>Buat kamu yang lebih nyaman membaca e-book, segeralah membeli buku ini via aplikasi e-reading Samsung Galaxy Tab. Oya, harganya lebih murah lho dibanding buku fisik yang dibandrol dengan harga Rp43.000,-.</p>
<p>Untuk yang ingin membeli buku fisiknya secara online silakan klik:<a href="http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792248340/Club-Camilan">http://www.gramediashop.com/book/detail/9789792248340/Club-Camilan</a></p>
<p>Terima kasih atas dukungan teman-teman SepociKopi terhadap <em>Club Camilan</em>, dan menjadikannya sebagai novel seri lesbian pertama di Indonesia. Sungguh membanggakan dan terharu! Ebook lesbian lokal pertama di Indonesia&#8230; dari hati saya terdalam, <em>CONGRATULATIONS!</em></p>
<p>Tunggu ya kejutan terbitan kami selanjutnya&#8230;.</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/07/20/club-camilan-kini-tersedia-dalam-bentuk-e-book/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku: Sputnik Sweetheart – Segala yang Terasing dan Hilang</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/06/27/buku-sputnik-sweetheart-segala-yang-terasing-dan-hilang/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/06/27/buku-sputnik-sweetheart-segala-yang-terasing-dan-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 02:47:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi Sepocikopi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=13026</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Lakhsmi
Sebagai seorang fans berat dan pengagum Haruki Murakami, aku merasa malu ketika baru mengetahui bahwa di antara novel-novel karyanya, terselip satu novelnya yang memiliki tokoh lesbian dan bercerita tentang lesbianisme dan gairah seksual. Kaget, bersemangat, dan terharu ketika aku menemukan buku ini, Sputnik Sweetheart di toko buku Kinokuniya Jakarta &#8211; seperti menemukan harta karun berharga.
Siapakah Haruki Murakami? Dia adalah seorang penulis Jepang yang lahir tahun 1949. Karya-karyanya, baik non fiksi dan fiksi dianugrahkan penghargaan dan pujian, termasuk penghargaan bergengsi Franz Kafka Prize dan Jerusalem Prize. Dia termasuk sebagai salah ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/sputnik.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-13035" title="sputnik" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/sputnik-206x300.jpg" alt="" width="206" height="300" /></a>Oleh: Lakhsmi</p>
<p>Sebagai seorang fans berat dan pengagum Haruki Murakami, aku merasa malu ketika baru mengetahui bahwa di antara novel-novel karyanya, terselip satu novelnya yang memiliki tokoh lesbian dan bercerita tentang lesbianisme dan gairah seksual. Kaget, bersemangat, dan terharu ketika aku menemukan buku ini,<em> Sputnik Sweetheart</em> di toko buku Kinokuniya Jakarta &#8211; seperti menemukan harta karun berharga.</p>
<p><span id="more-13026"></span>Siapakah Haruki Murakami? Dia adalah seorang penulis Jepang yang lahir tahun 1949. Karya-karyanya, baik non fiksi dan fiksi dianugrahkan penghargaan dan pujian, termasuk penghargaan bergengsi Franz Kafka Prize dan Jerusalem Prize. Dia termasuk sebagai salah satu tokoh penting dalam sastra post-modern. The Guardian memujinya sebagai &#8220;salah satu novelis dunia yang hebat&#8221; atas seluruh karya dan penghargaan yang diraihnya.</p>
<p><em>&#8220;In the spring of her twenty second year, Sumire fell in love for the first time in her life. An intense love, a veritable tornado sweeping across the plains &#8211; flattening everything in its path, tossing things up in the air, ripping them to shreds, crushing them to bits. The tornado&#8217;s intensity doesn&#8217;t abate for a second as it blasts across the ocean, laying waste to Angkor Wat, incinerating an Indian jungle, tigers, and everything, tranforming itself into a Persian dessert sandstorm, burying an exotic fortress city under a sea of sand. In short, a love of truly monumental proportions. The person she fell in love to be 17 years older than Sumire. And was married. And, I should add, was a woman. This is where it all began, and where it all ended.&#8221;</em></p>
<p>Begitulah bagaimana Murakami membuka novelnya <em>Sputnik Sweetheart</em> pada paragraf pertama. Sebuah pembukaan yang sangat indah dan puitis.</p>
<p>Sebagai pembaca Murakami yang setia, aku tahu betul caranya bercerita. Karyanya berkisah tentang satu tema penting &#8211; suatu kesepian yang dimiliki oleh manusia dan bagaimana kesepian bisa membunuh manusia hidup-hidup dari dalam dan meninggalkan manusia menjadi sepotong cangkang kosong.<em> Sputnik Sweetheart</em> juga (masih) merambah di tema yang sama, membabarkan tentang rasa kehilangan yang manusia rasakan justru saat cinta telah ditemukan, termasuk perasaan-perasaan kesadaran bahwa kedekatan yang dimiliki bersama orang tersayang suatu hari akan berlalu dan takkan pernah kembali.</p>
<p>Buku ini tidak tebal, hanya 288 halaman. Plot cerita juga sederhana. K &#8211; tokoh lelaki dalam <em>Sputnik Sweetheart </em>jatuh cinta kepada sahabat terbaiknya, Sumire, gadis kutu buku yang sedang berjuang menyelesaikan novelnya. Sumire sendiri tidak pernah jatuh cinta dengan K, hanya memiliki perasaan persahabatan saja. Sumire jatuh cinta dan tergila-gila dengan Miu, seorang wanita yang sudah menikah, pengusaha anggur yang mengalami trauma percintaan sehingga membuat rambutnya menjadi putih dalam sehari. Sumire bekerja menjadi asistan Miu dan mereka berdua pergi ke Eropa untuk sebuah perjalanan bisnis. Mendadak Sumire menghilang dan Miu memanggil K untuk mencarinya.</p>
<p>Setiap karakter dalam novel ini pernah mengalami kesedihan dan kesakitan karena kehilangan. Sama seperti <em>Sputnik </em>- satelit yang diluncurkan oleh Rusia tahun 1957 dan hilang di lautan tata surya &#8211; K, Sumire, da Miu terisolasi di sekitar mereka dan &#8216;hilang&#8217; di dunia mereka. Kesepian Sumire bahkan lebih besar. Tanpa pernah merasakan dan mengerti arti cinta, dia jatuh cinta sepenuhnya kepada Miu yang tak pernah mampu membalas cintanya. Seperti dua satelit yang secara singkat bertemu di angkasa, takkan pernah saling berpapasan lagi, Sumire menyadari ketakutannya, jika dia semakin dekat dengan Miu, maka dia akan kehilangan Miu suatu hari nanti.</p>
<p>Miu yang pernah mengalami peristiwa tragis di masa lalu, merasa bahwa setengah jiwa dan cintanya terlempar di tempat yang tak pernah dimengertinya. Sumire membayangkan dunia yang lain itu, dan mencoba mencari sebagian cinta Miu yang lenyap dengan menghilang juga. Sementara K yang merasa terasingkan sejak Sumire dekat dengan Miu mencoba segenap tenaganya untuk melupakan gadis itu. Tapi rasa kehilangan itu, membuat K mencoba mencari dan bergabung dengan Sumire di suatu tempat, yang jauh dari mana-mana.</p>
<p>Pada halaman pertama, novel ini perlu memberikan informasi tentang apa arti Sputnik. Pada tanggal 4 Oktober 1957, Soviet meluncurkan satelit pertama buatan manusia ke langit, <em>Sputnik I</em>, yang mengorbit bumi selama 96 menit dan 12 detik. Selanjutnya, 3 November 1957, Soviet meluncurkan <em>Sputnik II</em> dengan satu penumpang seekor anjing yang bernama Laika. Laika adalah makhluk hidup dari bumi pertama kali yang meninggalkan atmosfer bumi menuju batas angkasa. Sejak satelit itu diluncurkan ke langit, Laika tidak pernah kembali ke bumi. <em>Sputnik II </em>- benda yang menerbangkannya, adalah pengorbanan Laika bagi ilmu pengetahuan manusia.</p>
<p>Jika kamu lesbian dan fans berat Murakami, jangan ragu-ragu mencari buku ini. Jika belum pernah membaca Murakami, novel ini akan memberimu pintu masuk untuk mengerti bagaimana karya-karya literatur Murakami lainnya. Adegan-adegan lesbian dalam novel ini terasa sangat puitis, lembut, dan halus, sehalus metafora tentang cerita<em> Sputnik II</em>, tentang bagaimana pengorbanan seekor anjing menghantui ilmu pengetahuan; tentang masa lalu yang selalu menghantui masa depan. Aku teringat Murakami pernah berkata di <em>Norwegian Wood</em>, salah satu novel karyanya yang brilyan, <em>Don&#8217;t feel sorry for yourself. Only assholes do that.</em> Seakan-akan, Murakami sungguh-sungguh mengerti tentang  perasaan-perasaan keterasingan dan kesepian yang dimiliki lesbian.</p>
<p>Membaca Murakami pada <em>Sputnik Sweetheart</em>, jangan berharap menemukan plot cerita yang cepat, tegang, atau rumit. Cerita berjalan tenang, sederhana, dan hening. Nikmati saja keindahan kalimat-kalimat puitis di sekujur novel ini. Beberapa hari setelah membaca <em>Sputnik Sweetheart,</em> aku masih bisa merasakan kesedihan dan kehilangan yang sangat menggigilkan.</p>
<p><em>&#8220;No mistake about it.  Ice is cold; roses are red; I&#8217;m in love.  And  this love is about to carry me off somewhere.  The current&#8217;s too  overpowering; I don&#8217;t have any choice.  It may very well be a special  place, some place I&#8217;ve never seen before.  Danger may be lurking there,  something that may end up wounding me deeply, fatally.  I might end up  losing everything.  But there&#8217;s no turning back.  I can only go with the  flow.  Even if it means I&#8217;ll be burned up, gone forever.&#8221;</em></p>
<p>Ya, hilang selamanya&#8230;. dalam cinta.</p>
<p>@Lakhsmi, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/06/27/buku-sputnik-sweetheart-segala-yang-terasing-dan-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku: Unbearable Lightness – Memoar Nyonya Ellen DeGeneres</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/06/20/buku-unbearable-lightness-memoar-nyonya-ellen-degeneres/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/06/20/buku-unbearable-lightness-memoar-nyonya-ellen-degeneres/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 16:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ellen]]></category>
		<category><![CDATA[memoar]]></category>
		<category><![CDATA[Portia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12914</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
“How could you ever be pretty enough to be a leading lady? You’re not even thin. You don’t have long, lean, limbs. You have ordinary looks and an ordinary body. You can’t play a leading lady in a movie. You’re gay. What a joke! Give it up, you stupid dyke.”
Unbearable Lightness: A Story of Loss and Gain adalah buku terbitan November 2010, memoar Portia De Rossi yang juga istri ikon lesbian Ellen DeGeneres. Kisah di buku ini dimulai pada awal karier Portia ketika dia bergabung dalam serial TV Ally ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/unberable.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12915" title="unberable" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/unberable.jpg" alt="" width="270" height="402" /></a>Oleh: Alex</p>
<p><em>“How could you ever be pretty enough to be a leading lady? You’re not even thin. You don’t have long, lean, limbs. You have ordinary looks and an ordinary body. You can’t play a leading lady in a movie. You’re gay. What a joke! Give it up, you stupid dyke.”</em></p>
<p><em>Unbearable Lightness: A Story of Loss and Gain </em>adalah buku terbitan November 2010, memoar Portia De Rossi yang juga istri ikon lesbian Ellen DeGeneres. Kisah di buku ini dimulai pada awal karier Portia ketika dia bergabung dalam serial TV <em>Ally McBeal </em>tahun 1998. Buku ini juga menceritakan awal mula karier Portia sebagai model di Australia yang dimulai pada usia 12 tahun, dan bagaimana perempuan kelahiran Melbourne, Australia bernama asli Amanda Lee Rogers berubah menjadi Portia De Rossi.</p>
<p>Dalam memoar ini, Portia menyebutkan bahwa dia sering tidak makan atau memuntahkan makanannya untuk mencapai berat badan ideal. Sebagai model, dia bahkan menjalani diet gila-gilaan hingga pernah cuma makan 300 kalori per hari. Bayangkan dia cuma makan kacang-kacangan dan buah dalam sehari. Tapi ada saat-saat ketika dia melahap segala makanan yang diinginkannya lalu memuntahkannya. Anoreksia/Bulimia yang diidapnya ketika berusia belasan tahun makin parah ketika Portia pindah ke Hollywood. Peran yang membuat namanya terkenal sebagai pengacara dingin Nelle Porter di <em>Ally McBeal </em>dengan para pemeran lainnya seperti Calista Flockhart dan Courtney Thorne-Smith yang superkurus membuat Portia makin tidak nyaman dengan tubuhnya sehingga dia ingin lebih kurus lagi. Dia juga makin tertekan karena dia juga lesbian dan bagaimana pada tahun 1997 Ellen yang <em>coming out </em>sebagai lesbian menghadapi keruntuhan kariernya (pada saat itu Portia belum bertemu Ellen).</p>
<p>Portia menggambarkan secara mendetail tentang anoreksia dan bulimia-nya. Bagaimana Portia menjelaskan perasaan-perasaannya juga tubuhnya yang makin tipis mengerikan hingga pernah mencapai berat 82 <em>pounds </em>alias 42 kilogram dengan tinggi tubuh 175 sentimeter. Namun penggambaran secara detail ini juga membuat <em>Unbearable Lightness </em>terasa lambat, apalagi jika niat membaca buku ini hanya ingin tahu gosip-gosip aktris yang pernah beradu akting bersama Portia karena buku ini miskin gosip. Tapi harus diingat bahwa buku ini adalah tentang perempuan yang punya masalah dengan makanan dan tubuhnya. Tentang perempuan yang kesepian dan tak merasa cukup baik meskipun memiliki gemerlap Hollywood. Tentang lesbian yang selalu dirundung ketakutan karena hidupnya dikejar papparazi.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/portia.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-12916" title="portia" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/06/portia.jpg" alt="" width="270" height="405" /></a>Dua ketakutan terbesar dalam hidup Portia adalah kegemukan dan ketahuan lesbian. Saking dia tersiksa dengan ketakutan tersebut, dia menyiksa tubuhnya terus-menerus. Portia mengaku lesbian pada ibunya ketika berusia remaja, tapi ibunya meminta Portia agar tidak menceritakannya pada orang lain. Dan rahasia itu mengoyak Portia sepanjang kariernya sebagai aktris. Tidak ada aktris yang sukses jika mengaku lesbian. Setengah dari buku ini makin terasa menyiksa bukan karena buku ini buruk, tapi karena kita masuk ke benak perempuan penderita anoreksia/bulimia yang menyiksa dirinya sendiri tanpa kita sanggup membantunya. Namun kita tahu bahwa di akhir buku ini ada kisah bahagia, karena kita tahu seperti apa hidup Nyonya DeGeneres belakangan ini.</p>
<p><em>Unbearable Lightness </em>adalah kisah seorang perempuan dengan impian-impian yang tak terbayangkan akan bisa dicapainya, mimpi-mimpi buruknya, rasa malu karena merasa dirinya menanggung aib sebagai lesbian, dan perbuatannya yang merusak diri sendiri. Namun setengah buku menjelang akhir kita bisa melihat ada kisah dongeng dengan akhir bahagia selamanya ketika si perempuan ini berhasil menyembuhkan dirinya, kembali sehat karena cinta, dan pada akhirnya dia bertemu dengan sang pangeran impian, eh putri impian.<br />
Buku ini akan sangat membantu kita memahami mereka yang punya masalah anoreksia/bulimia. Masuk ke dalam isi pikiran mereka. Saya selalu menyukai Ellen DeGeneres, dan pernikahannya dengan Portia menjadikan kisah ini bak dongeng.</p>
<p>Lesbianisme yang tadinya menyiksa Portia kini jadi hal yang membebaskannya. Menjadikan Portia sebagai manusia yang positif. Jika seorang lesbian yang tadinya hancur lebur merusak tubuhnya bisa menjadi manusia yang sehat, itu berarti ada cahaya di ujung terowongan sana. Dan kita, sebagai perempuan dan lesbian, bisa belajar dari memoar ini, menyadari bahwa meskipun kita tidak bisa memiliki segalanya tapi kita bisa memilih untuk menderita atau memandang dunia dengan lebih optimis, dan percaya bahwa (mungkin) ada akhir yang bahagia untuk kita.</p>
<p><em>“I met Ellen when I was 168 pounds and she loved me. She didn’t see that I was heavy; she only saw the person inside. My two greatest fears, being fat and being gay, when realized, led to my greatest joy.”</em><br />
<strong><br />
Detail Buku:</strong><br />
Hardcover: 320 halaman<br />
Publisher: Atria (November 1, 2010)<br />
Bahasa: English<br />
ISBN-13: 978-1439177785<br />
Edisi paperback akan terbit bulan Juli 2011.</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/06/20/buku-unbearable-lightness-memoar-nyonya-ellen-degeneres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persona: Emma Donoghue</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/23/persona-emma-donoghue/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/23/persona-emma-donoghue/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 May 2011 16:11:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Persona]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[persona]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12311</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
Tahun lalu jagat sastra dunia membicarakan novel Room karya Emma Donoghue. Novel ini menjadi bestseller internasional dan menjadi finalis Man Booker Prize. Meskipun tidak menang Man Booker Prize, novel Room memenangkan the Hughes &#38; Hughes Irish Novel of the Year, the Rogers Writers’ Trust Fiction Prize, dan Commonwealth Prize for Fiction (Canada &#38; Carribean) tahun 2011.
Novel terbitan 2010 yang dinarasikan oleh anak lelaki bernama Jack yang berumur lima tahun ini membuat banyak pembacanya merinding. Dikisahkan Jack dikurung dalam satu kamar bersama ibunya yang dipanggil Ma dan tak pernah diizinkan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/emma.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/emma-199x300.jpg" alt="" title="emma" width="199" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-12312" /></a>Oleh: Alex</p>
<p>Tahun lalu jagat sastra dunia membicarakan novel <em>Room</em> karya Emma Donoghue. Novel ini menjadi bestseller internasional dan menjadi finalis Man Booker Prize. Meskipun tidak menang Man Booker Prize, novel<em> Room </em>memenangkan the Hughes &amp; Hughes Irish Novel of the Year, the Rogers Writers’ Trust Fiction Prize, dan Commonwealth Prize for Fiction (Canada &amp; Carribean) tahun 2011.</p>
<p>Novel terbitan 2010 yang dinarasikan oleh anak lelaki bernama Jack yang berumur lima tahun ini membuat banyak pembacanya merinding. Dikisahkan Jack dikurung dalam satu kamar bersama ibunya yang dipanggil Ma dan tak pernah diizinkan keluar kamar. Ternyata Jack dan Ma dikurung oleh lelaki jahat yang menculik dan menyekap si ibu selama tujuh tahun lalu memerkosa ibunya secara rutin.<span id="more-12311"></span></p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Room.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/Room.jpg" alt="" title="Room" width="140" height="215" class="alignright size-full wp-image-12313" /></a>Namun saya tidak ingin bercerita tentang novel <em>Room </em>ini melainkan sang pengarang, Emma Donoghue. Pengarang kelahiran Dublin, Irlandia tahun 1969 ini bukan orang baru dalam bidang sastra. Ia sudah menghasilkan banyak novel, naskah drama, juga cerita pendek sejak tahun 1990-an. Dari Irlandia, Emma Donoghue pindah ke Inggris untuk memperoleh PhD di University of Cambridge dengan tesis mengenai konsep hubungan persahabatan antar lelaki-perempuan dalam fiksi Inggris abad ke-18). Cerita sejarah abad pertengahan ini menarik perhatian Emma Donoghue yang kemudian memberinya sebuah novel <em>bestseller </em>tahun 2000 berjudul <em>Slammerkin</em>. Sejak kecil Emma senang menulis puisi dan memulai karier menulisnya pada usia 23 tahun ketika novelnya diterbitkan pertama kali. Bahkan ia langsung mendapat kontrak untuk dua buku sekaligus. Ia selalu menganggap dirinya beruntung bisa memiliki karier sebagai penulis dan selalu ingin menulis topik yang ingin dibaginya kepada publik. Sebelum <em>Room</em>, Emma Donoghue gemar mengambil kisah sejarah&#8230; dan lesbian.</p>
<p>Novel-novelnya biasanya memiliki karakter kuat yang bernarasi. Saya sendiri baru membaca <em>Room, The Sealed Letter, </em>dan <em>Landing</em>, yang masing-masing novel memiliki tema cerita yang berbeda. Jika ingin membaca novel Emma Donoghue, saya sarankan mencari tema yang disukai dan memulainya dari sana. Ada tujuh novelnya yang sudah terbit sejauh ini, lainnya adalah nonfiksi dan drama.</p>
<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/sealed.jpg"><img src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/sealed-198x300.jpg" alt="" title="sealed" width="198" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-12315" /></a>Di antara puluhan buku yang sudah dihasilkan Emma Donoghue, beberapa buku yang ditulisnya bertema lesbian, antara lain <em>Landing, The Sealed Letter, Life Mask, Hood</em>. Pada tahun 2006, ia menerbitkan <em>The Sealed Letter </em>tentang janda pada era Victoria. Sementara <em>Landing </em>adalah kisah modern tentang dua perempuan yang menjalin hubungan jarak jauh, Irlandia-Kanada. Dua novel terlaris Emma Donoghue entah kebetulan atau tidak sama sekali bersih dari tema lesbian, yaitu <em>Room </em>dan <em>Slammerkin</em>.<em> Slammerkin </em>berkisah tentang pembunuhan pada tahun 1763 di perbatasan Welsh, yang secara mengejutkan novel ini lumayan laris di pasaran. Selain langganan meraih penghargaan, buku-buku Emma Donoghue diterjemahkan ke dalam lebih dari 40 bahasa. Tapi sayangnya saya tidak pernah melihat terbitan bahasa Indonesianya.</p>
<p>Sebagai penulis novel yang banyak mengambil tema lesbian, Emma Donoghue tidak pernah takut pada label. Baginya yang terpenting adalah menghasilkan karya yang bagus, dan pembaca akan datang dengan sendirinya. Ia mengaku bahwa ia menulis untuk dirinya sendiri, baru kemudian untuk pembacanya.  Namun ia tidak mengkotak-kotakkan pembacanya melalui buku yang dihasilkannya, apalagi bukunya diterbitkan oleh penerbit besar sehingga sulit memusatkan diri pada satu jenis pembaca saja.</p>
<p>Sejak tahun 1998, Emma Donoghue tinggal di Kanada dan menjadi warga negara di sana setelah menjalani hubungan jarak jauh Kanada-Irlandia selama bertahun-tahun dengan partnernya lesbiannya, Chris Roulston. Dalam satu sesi jumpa pengarang, Emma Donoghue ditanya kenapa ia memutuskan pindah ke Kanada, ia menjawab karena “Cinta”, tapi si penanya bertanya lagi, “Cinta pada Kanada?”. Sehingga ia harus mengatakannya dengan gamblang, “Bukan, cinta dengan orang Kanada.” Saat ini bersama sang partner, Emma Donoghue tinggal di rumah berbata kuning di London, Ontario bersama dua anak mereka, Finn yang lahir tahun 2003 dan Una yang lahir tahun 2007.</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/23/persona-emma-donoghue/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku: Sing You Home – Nyanyian Cinta Sepasang Ibu</title>
		<link>http://sepocikopi.com/2011/05/09/buku-sing-you-home-jodi-picoult/</link>
		<comments>http://sepocikopi.com/2011/05/09/buku-sing-you-home-jodi-picoult/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 May 2011 15:22:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alex</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sepocikopi.com/?p=12034</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Alex
It&#8217;s not gender that makes a family; it&#8217;s love. You don&#8217;t need a mother and a father; you don&#8217;t necessarily even need two parents. You just need someone who&#8217;s got your back.&#8221; -Jodi Picoult (Sing You Home)
Zoe dan Max sudah berusaha memiliki anak selama 10 tahun pernikahan mereka. Segala cara sudah dicoba hingga terakhir mereka mencoba dengan bayi tabung. Zoe akhirnya berhasil hamil namun bayinya lahir mati ketika berusia 28 minggu. Duka yang amat dalam menghantam Zoe dan Max akibat kehilangan sang bayi. Zoe masih ingin mencoba namun Max tak ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/sing-youhome.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-12035" title="sing youhome" src="http://sepocikopi.com/wp-content/uploads/2011/05/sing-youhome.jpg" alt="" width="243" height="370" /></a>Oleh: Alex</p>
<p><em>It&#8217;s not gender that makes a family; it&#8217;s love. You don&#8217;t need a mother and a father; you don&#8217;t necessarily even need two parents. You just need someone who&#8217;s got your back.&#8221; -Jodi Picoult (Sing You Home)</em></p>
<p>Zoe dan Max sudah berusaha memiliki anak selama 10 tahun pernikahan mereka. Segala cara sudah dicoba hingga terakhir mereka mencoba dengan bayi tabung. Zoe akhirnya berhasil hamil namun bayinya lahir mati ketika berusia 28 minggu. Duka yang amat dalam menghantam Zoe dan Max akibat kehilangan sang bayi. Zoe masih ingin mencoba namun Max tak sanggup jika harus mencoba punya anak lagi. Ia tak kuat menghadapi kesedihan jika harus mencoba dan&#8230; gagal.  Maka dari itu Max memutuskan untuk menceraikan Zoe.</p>
<p>Setelah bercerai Max menenggelamkan dirinya dalam minuman keras hingga Yesus menyelamatkan hidupnya dan ia pun lahir baru.  Pada saat yang sama, Zoe yang bekerja sebagai  terapis musik bertemu dengan Vanessa yang bekerja sebagai konselor.  Dua perempuan ini pun memulai persahabatan hingga kemudian mereka saling jatuh cinta. Lalu bola salju pun bergulir. Buat mereka yang pernah membaca novel karya Jodi Picoult, pasti tahu bahwa kisah ini akan penuh dengan <em>twist </em>dan tak terduga ke mana arahnya.</p>
<p>&#8220;Sing You Home&#8221; adalah novel ke-18 dari Jodi Picoult, yang langsung menduduki no.1 <em>bestseller </em>di Amerika Serikat saat terbit awal bulan April 2011. Sejak pertama kali membaca novel Jodi Picoult berjudul &#8220;My Sister’s Keeper&#8221;&#8212;yang merupakan novel ke-11&#8212;saya sudah jatuh cinta pada gaya menulisnya dan langsung mencari dan membaca hampir semua karyanya. Novel &#8220;My Sister&#8217;s Keeper&#8221; ini difilmkan dengan peran utama Cameron Diaz. Sejak novel tersebut, novel-novel Jodi Picoult terjual lebih dari lima juta eksemplar per judulnya di seluruh dunia dan diterjemahkan ke puluhan bahasa termasuk bahasa Indonesia. Dan novel-novel terbaru Jodi Picoult biasanya selalu langsung masuk ke daftar bacaan saya.</p>
<p>Jodi Picoult sering kali mengambil isu drama yang kontroversial, seperti pembunuhan remaja, pencangkokkan organ tubuh, pelecehan seksual, autisme, dan kini ia membahas isu pernikahan sesama jenis dan bayi tabung. Seperti &#8220;My Sister’s Keeper&#8221; yang ditulis dari sudut pandang berbeda-beda dari orang pertama, novel ini pun ditulis dengan cara serupa. Ada tiga sudut pandang di sini, yaitu Zoe, Max, dan Vanessa.</p>
<p>Berbeda dengan Zoe yang merupakan anak baru dalam dunia lesbian pada usia 40 tahun, Vanessa yang berusia 30-an sudah mengakui dirinya lesbian sejak SMA. Awalnya Vanessa enggan berhubungan dengan Zoe karena ia merasa Zoe bukan lesbian sungguhan, namun siapa yang bisa menolak jika cinta datang? Keduanya teguh saling mencintai dan memutuskan memiliki keluarga bersama. Zoe pun menikah dengan Vanessa walaupun harus ke negara bagian lain untuk mengesahkan hubungan mereka karena negara bagian Rhode Island yang jadi tempat tinggal mereka tidak mengakui pernikahan sesama jenis.</p>
<p>Setelah bersama Vanessa, Zoe tidak pernah pupus harapan untuk memiliki anak, dan kesempatan yang tersisa adalah meminta embrio yang dimilikinya bersama Max untuk ditanam di rahim Vanessa.  Max yang kini sudah menjadi Kristen taat, tidak memberi izin pelepaskan embrio mereka begitu saja. Ia tidak ingin mantan istrinya membesarkan anak mereka dalam limbah dosa, dan akhirnya gugatan atas hak kepemilikan embrio itu pun masuk ke pengadilan.</p>
<p>Saya selalu menyiapkan mental setiap kali membaca novel Jodi Picoult. Sekuat apa pun persiapan saya kali ini, saya tak bisa menahan tangis haru membaca halaman-halaman buku ini. Ini bukan karena bukunya bercerita tentang cerita cengeng penuh ratapan, tapi yah, ini karena kemampuan Jodi Picoult yang kurang ajarnya selalu mampu menekan tombol air mata saya dalam banyak novelnya.  Dan ini memang kehebatan teknis menulis pengarang favorit saya ini. Karakter-karakter novelnya sering kali abu-abu, tidak ada yang jadi penjahat atau pahlawan dalam novel ini. Saya tidak bisa membenci Max walaupun saya ingin.  Bahkan ketika Jodi Picoult menabrakkan aturan gereja vs homoseksual dalam pengadilan pun kita belajar memandang dari berbagai sudut.  Walaupun jelas di mana keberpihakan Jodi Picoult pada cinta homoseksual dan pernikahan sesama jenis. Debat-debat manusiawi tentang cinta, prasangka, ilmu kedokteran, hukum, agama, dan homoseksual bisa kita baca dalam novel yang tebalnya lebih dari 400 halaman ini.</p>
<p>Novel-novel Jodi Picoult tidak pernah memberi akhir yang mudah, <em>Sing You Home </em>juga tidak memberi akhir “lalu mereka hidup bersama selamanya” itu. Tapi yang pasti membaca novelnya berarti membaca kemungkinan bahwa pada dasarnya manusia itu bisa saja baik. Bahwa di atas semuanya, bukan hukum, orientasi seksual,  ilmu kedokteran, atau bahkan Tuhan yang menentukan kebaikan hati manusia.</p>
<p>@Alex, SepociKopi, 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sepocikopi.com/2011/05/09/buku-sing-you-home-jodi-picoult/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

