Headline »

Tajuk: Gadai SK dan Kita

23/09/2014 – 6:49 pm | 54 views

Oleh: Nuha Guwa
“Sudah pasti Tajuk tidak berniat menggadaikan SepociKopi,” kata Ade Rain.
“Gadai SK ini terkait dengan kerakusan,” sahut Lakhsmi.
“Ini masalah ekonomi sampai merembet ke  SK?” celetuk Carmen.
Demikian komentar para anggota redaksi sebelum menentukan tema Tajuk minggu ini; terkait keprihatinan banyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat diketahui ramai-ramai menggadaikan surat keputusan (SK, bukan SepociKopi) pengangkatannya.
Bayangkan, dengan menggadai SK, para anggota dewan terhormat dapat plafon pinjaman dari bank maksimal …

Read the full story »

Browse Categories

Sepocikopiana

Pelukan hangat dari segenap keluarga SepociKopi.

Gaya Hidup

Obrolan santai di beranda, milik kita

Humaniora

Bukalah jendela pemikiran, melangkahlah keluar.

Seni Budaya

Mari jatuh cinta pada estetika

Reportase

Segala yang paling aktual dari pelosok dunia.

Headline, Keuangan, Tajuk »

Tajuk: Gadai SK dan Kita

23/09/2014 – 6:49 pm | 54 views

Oleh: Nuha Guwa

“Sudah pasti Tajuk tidak berniat menggadaikan SepociKopi,” kata Ade Rain.
“Gadai SK ini terkait dengan kerakusan,” sahut Lakhsmi.
“Ini masalah ekonomi sampai merembet ke  SK?” celetuk Carmen.

Demikian komentar para anggota redaksi sebelum menentukan tema Tajuk minggu ini; terkait keprihatinan banyaknya anggota Dewan Perwakilan Rakyat diketahui ramai-ramai menggadaikan surat keputusan (SK, bukan SepociKopi) pengangkatannya.

Bayangkan, dengan menggadai SK, para anggota dewan terhormat dapat plafon pinjaman dari bank maksimal Rp 300 juta, dengan masa cicilan maksimal lima tahun atau selama menjabat. Hal serupa juga bertahun-tahun telah dilakukan para Pegawai Negeri Sipil. Bedanya dengan yang dilakukan para PNS hanyalah masalah jangka waktunya saja. Jika PNS maksimal 12 tahun-lah angsuran hingga pensiun jangka kredit, kalau dewan adalah sesuai masa bakti.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menuturkan bahwa ia tidak keberatan jika Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang kerap kali menggadaikan Surat Keputusan (SK) kepada pihak perbankan dimahfumkan. Alasannya? Karena  tidak ada aturan yang melarang.  Namun gadai Surat Keputusan (SK) anggota DPRD kini menjadi sorotan. Sejumlah pihak menilai, gadai SK itu adalah bentuk pelecehan sekaligus memalukan. Apalagi jika hanya untuk membayar utang saat kampanye. Anggota DPRD seharusnya bukan menggadaikan SK, tapi justru harus melaporkan harta kekayaannya pejabat negara (LHKPN). Dengan demikian bisa diketahui, berapa besar harta kekayaannya saat ini dan lima tahun ke depan.

Bagaimana dengan kita? Apakah  kita juga turut serta menjalankan praktek seperti yang dilakukan oleh anggota dewan yang disebutkan di atas? Atau jika pun bukan anggota dewan, apakah kita melakukan hal yang sama – dengan menjadi pelaku gadai utang demi solusi terbaik mengatasi keuangan?

Karena sudah pasti, berutang bisa menguras pikiran. Perjuangan mengatasi utang bisa membuat kehidupan lain yang lebih penting terbengkalai.  Gara-gara utang, kita potensial untuk menjadi mudah tersinggung dan marah. Utang juga bisa membuat  minder, bersalah, atau malu. Gara-gara utang, rumah tangga dapat menjadi tegang, bahkan berantakan.

Permasalahan utang bisa disebabkan banyak faktor:  boros, atau tak memiliki pekerjaan tetap. Utang memang pelik – jangan sampai malah karena utang, kita malah menyerang teman hidup, atau memusuhi sahabat yang tidak mau memberikan pinjaman. Jika memiliki pasangan hidup, bahas masalah keuangan dengan terus terang, lalu bertindak bijak dan kompakmengatur keuangan. Siapa yang membayar apa, atau jika salah satu tidak bekerja, ia bisa membantu penghematan sana sini sehingga tidak terjadi over kredit.

Seorang sahabat di redaksi mengaku bersama pasangannya melakukan penghematan dengan ketat agar mereka bisa liburan, sehingga solusi naik mobil pribadi ke kantor pun diganti dengan moda kereta api. Jalan-jalan kuliner mingguan diganti dengan piknik santai ke alam. Memang tak ada jalan lain dalam mengatasi utang kecuali mengendalikan keuangan.  Beberapa tips lain: Kita bisa catat semua uang yang keluar dan masuk selama dua minggu atau sebulan (bahkan, jika mingguan bisa lebih praktis), serta lakukan dengan teliti dan cermat. Catat pengeluaran yang tidak sering,  pajak, asuransi, atau  kebutuhan sandang seperti sepatu, pakaian, dan hitung rata-rata per bulannya.

Tingkatkan pendapatan dengan mencari peluang sesuai dengan keahlian, memberi les tambahan, lembur, atau hobi bisnis yang tak banyak mengeluarkan modal. Kita juga bisa membeli barang yang dibutuhkan, bukan hanya karena barang sedang didiskon. Menunggu sebelum membeli sangat perlu dilakukan; karena hal ini akan membantu kita melihat apakah barang itu memang diperlukan atau hanya keinginan. Tips lain lagi, misalnya, kita bisa menjual barang-barang elektronik yang tidak diperlukan, kamera, sepeda motor, dan gadget. Atau jika jarak terjangkau dengan berjalan kaki, upayakan tidak  menggunakan kendaraan. Bawa bekal ke kantor juga merupakan solusi hemat.

Bagaiman jika terlanjur berutang? Beberapa tips keuangan menganjurkan beberapa hal berikut. Setiap utang pastikan dengan cermat tentang suku bunga, biaya tambahan, penalti akibat terlambat atau gagal membayar, dan kemungkinan adanya tagihan yang sudah jatuh tempo. Cermati pernyataan pada dokumen pinjaman atau tagihan, karena kreditor adakalanya licik. Misalnya, salah satu jasa pinjaman jangka-pendek di Amerika Serikat menyatakan bahwa suku bunganya 24 persen, padahal sebenarnya lebih dari 400 persen.

Untuk pembayaran utang, dahulukan membayar utang yang bunganya paling tinggi. Cara lain adalah dengan melunasi utang yang lebih kecil, karena akan lebih sedikit tagihan yang datang setiap bulan. Namun jika utang dengan suku bunga tinggi, mungkin bisa memanfaatkan pinjaman baru yang suku bunganya lebih rendah untuk melunasi utang yang ada.

Jika tak sanggup membayar kewajiban, coba bernegosiasi dengan kreditor mengenai rencana pembayaran yang baru. Minta perpanjangan waktu atau suku bunga yang lebih rendah. Beberapa kreditor mungkin mau mengurangi jumlah utang, jika  mau melunasinya sekaligus sekarang. Bersikaplah jujur dan sopan saat menjelaskan keadaan keuangan kita.

Sekali lagi evaluasi dan diskusikan keuangan mulai dari  pengeluaran, atau bagaimana meningkatkan penghasilan. Dengan melihat pengorbanan yang dibuat oleh setiap anggota keluarga, hubungan akan lebih bersatu untuk melawan utang. Buat daftar hal-hal yang paling berharga barangkali ada yang bisa didapatkan tanpa uang, dengan barter sesama teman, misalnya.

Masalah utang kadangkala menimbulkan stres, dan untuk mengatasinya terkadang dituntut pengorbanan. Namun walau sudah berusaha sebisanya, kita mungkin  masih terlilit utang selama bertahun-tahun. Usaha spiritual barangkali satu jalan paling ampuh – Minta bantuanNya melalui ritual doa dan permintaan maaf yang tulus atas keteledoran mengatur diri tersebut,  sehingga Dia memberikan jalan agar kiat bisa lolos dan keluar dari rantai piutang.

Satu hal barangkali yang patut diingat – jika memilih untuk tidak berutang: Bahwa rasa bersyukur begitu mudah membawa kita dalam rengkuh kebahagiaan; karena merasa cukup dengan yang ada merupakan hal sederhana  yang tidak dapat dibeli dengan kekayaan apapun. Mulai dari mensyukuri keadaan kita saat ini, sehingga kita bisa  berdamai memperbaiki kondisi yang ada. Semoga  kita para wakil rakyat ikut membaca ini, sehingga bisa berjuang menghindarkan kita dari lingkaran utang. Diharapkan tanpa gadai SK, para wakil rakyat bisa bekerja dengan tenang dan penuh dedikasi, khusunya memperbaiki nasib rakyat yang hidupnya dibelenggu utang.

@Nuha, SepociKopi, 2014

Headline

Tarian Kematian

22/09/2014 – 7:00 am | 3 Comments | 282 views

Oleh: Melvin Hashimoto
Dia mengambang di antara kesadaran dan khayalan. Senyumnya mengembang bahagia. Wajah kuyup dan mata nyalang menatap curiga pada siapa saja yang mencoba meraihnya kembali. Kadang tertawa tanpa alasan. Setiap hari botol penguap itu terus dihisapnya dengan kerakusan yang tak pernah bisa dipuaskan. Kadang menyuntik pun dilakukan ketika serbuk putih itu tak bisa lagi memuaskan hanya dengan mengisapnya saja. Ilusinya terus saja mengembang tak …

Headline, Musik, Obrolan Cewek, Opini

LezLounge: Yasmin Aladdin Alibaba

21/09/2014 – 10:34 am | 4 Comments | 445 views

Oleh: Carmen
Kecupan hangat untuk Mei & Miss yang manis, karena bersedia untuk swap kolom juga sama saya. Saya bayangkan dunia lesbian seperti itu, yang mana individu-individunya saling menolong satu sama lain. Artikel ini dikhususkan untuk my bestie di SepociKopi, yaitu kak Yasmin – yang akhir-akhir ini melangsungkan anniversary-nya menulis bersama SepociKopi. Mudah-mudahan kelangsungannya bersama webzine ini bisa mencapai puluhan tahun. You know what they say: …

Headline, Mix n' Match, Seni Budaya, Teater/play

Mix n’ Match: Queer Cirque Art

21/09/2014 – 6:00 am | 247 views

Oleh: Mei & Miss
Terimakasih kepada kak Carmen yang berkenan untuk swap kolom bersama kami berdua. Mudah-mudahan kami bisa berkontribusi dengan baik di kolom ini, lewat ulasan hasil karya seni inovatif sirkus queer dari berbagai penjuru.
Mei sama Miss merasa beruntung, karena beberapa kali menemui bentuk-bentuk seni yang mengandung unsur queer secara tidak sengaja.

Headline

The Most Wanted Gathering In The World

20/09/2014 – 11:00 am | 5 Comments | 601 views

Oleh: Frizzy Jo
Saya terpaksa menghentikan laju kendaraan, tersendat untuk mengantre di antara mobil-mobil yang membuat saya merasa salut atas kesabaran sangat luar biasa yang mereka tunjukkan. Bahkan ketika akhirnya mobil saya mencapai pos keamanan di gerbang masuk, saya masih terkesima dengan banyaknya kendaraan yang melebihi kapasitas parkir. Para tamu bahkan sudah banyak yang mengantre masuk gedung.

Have Your Say, Headline, Personal Life, Sepocikopiana

Have Your Say: Straight/Lesbian?

19/09/2014 – 6:00 am | 4 Comments | 979 views

Manusia bisa berubah, namun identitas orientasi seksual – bisakah berubah? Jangan-jangan bisa. Jangan-jangan tidak. Aku lesbian. Aku bukan lesbian. Pertanyaan dan pernyataan ini bisa saja mengusik perempuan-perempuan seperti kita. Tak terduga, tak direncanakan. Sebut saja Red Velvet, yang menuturkan kisahnya saat menyerempet jalur pelangi.

Headline, Telezkop, Tentang Cinta

te.Lez.kop: Falling Hard, in Love

18/09/2014 – 3:14 pm | 4 Comments | 834 views

Oleh: Lakhsmi
Pertanyaan yang paling sering mampir di SepociKopi, baik di Twitter maupun di situs, adalah “Kak, cariin pacar dong, kesepian nih.” Kalau hanya sekali mendengarnya, mungkin terdengar lucu. Tapi kalau nyaris setiap hari mendengar permintaan yang kurang lebih sama seperti itu, maaf saja kalau tidak pernah dilayani. Aku tidak mau mengeluarkan makanan yang sudah kutelan di toilet dengan sia-sia.

FabuLezlyCool, Headline

FabuLezlyCool: Jangan Jadi Lesbian Lebay

17/09/2014 – 5:30 pm | One Comment | 782 views

Oleh: Muse
“Kak, kakak tahu nggak kenapa hubungan lesbian itu kebanyakan berumur jagung?” tanya Tuan Putri tiba-tiba.
“Hmmm… Pertanyaan yang menarik, menurut kakak sih ada banyak faktor yang memengaruhi, tapi kakak ingin mendengar pendapatmu. Menurutmu kenapa, Dek?” aku balik bertanya.

Dari Redaksi, Headline, Tajuk

Tajuk: Perploncoan dan Kita

17/09/2014 – 4:40 pm | 5 Comments | 438 views

Oleh: Nuha
Sebuah rekaman video amatir perploncoan di sebuah universitas di Lampung beredar. Mahasiswa baru dibotaki ala militer, dibentak, dipisahkan per lima orang, kemudian disiksa dalam ruangan, diinjak, dan dipukuli.  Mereka disuruh merentangkan kedua tangan. Kemudian tangan mereka ditampar menggunakan sepatu. Di tempat lain, para perempuan dipaksa berpakaian serba hitam dan diberi sebuah karton besar di bagian dada berisi identitas beserta foto. Setiap melewati para senior, …

Berita, Headline

Flambe Club Camilan: Terbit 9 Oktober 2014

16/09/2014 – 6:00 am | 6 Comments | 702 views

Segera terbit, novel berjudul Flambe Club Camilan. Tepatnya 9 Oktober 2014 nanti. Novel yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini, sangat ditunggu-tunggu oleh para pembaca SepociKopi. Merupakan cerita bersambung di yang dimuat di Camilan SepociKopi setiap hari pada 2011 hingga 2012.

Headline, L'Amour

L’Amour: Cinta Bermula di Kedai Kopi

14/09/2014 – 11:15 pm | 6 Comments | 1,353 views

Oleh: MJ
Aku tidak pernah menduga sebelumnya bahwa aku bisa menyukai seorang wanita. Kupikir itu hanya sebatas perasaan mengagumi, terutama pada wanita dewasa yang usianya bahkan hampir satu setengah kali lipat dari usiaku. Dia mapan, cantik, berkharisma, sudah menikah dan mempunyai seorang anak.