Home » L'Amour

L’Amour: Sleeping Kiss

15 July 2012 3,240 views 19 Comments

Oleh: Gitara

Matanya tampak terpejam, lampu kamar pun sudah ia matikan sejak satu jam yang lalu. Mataku pun terpejam, tapi aku belum tidur. Aku masih ingin merasakan keberadaannya di dekatku dengan sadar. Kumiringkan posisi tubuhku agar leluasa memperhatikan sosoknya di kegelapan kamar. Kubetulkan letak selimut yang menutupi tubuh kami berdua.

Meski ingin membelainya agar ia tahu aku masih menjaganya, tapi aku tidak berani menyentuhnya, entah kenapa. Aku hanya diam, berpura-pura tidur. Aku bisa menghirup aroma tubuhnya dan merasakan ketenangan. Paduan aroma sampo, sabun mandi, dan sabun muka yang kami pakai sebelum naik ke tempat tidur.

Mataku yang sudah beradaptasi dengan suasana gelap kini mampu melihat jelas  raut khas seseorang yang sedang berpetualang di dunia mimpi, walau aku harus mencuri-curi kesempatan dengan sedikit membuka kelopak mataku.

Lalu aku pura-pura terbangun dengan mimik lelah. Kuusahakan gerakan sehalus mungkin, agar ia tidak terganggu oleh pengamatan nggak penting yang kulakukan di tengah malam seperti ini. Kupikir-pikir, untuk apa aku membuat mimik seperti ini, toh dia sekarang sudah terlelap. Tapi aku takut ia juga berpura-pura tidur seperti yang kulakukan. Aku malu kalau sampai ketahuan diam-diam memandanginya.

Aku meraih handphone-ku yang terletak di meja lampu di balik punggungnya. Jam di handphone-ku menunjukkan pengamatanku sudah berlangsung selama 15 menit sejak ia memejamkan matanya. Perlahan kuletakkan handphone-ku kembali.

“Sayang, kamu belum tidur?” ucapnya lembut. Sontak tubuhku berhenti bergerak sebelum kepalaku sempat menyentuh ke bantal. Kanapa kataku? Ia masih belum benar-benar tertidur. Aku canggung dengan perasaan campur aduk. Aargh…

Belum sempat aku menjawab, tampaknya matanya sudah terpejam lagi. Sepertinya ia benar-benar tertidur, bukan berpura-pura sepertiku. Mungkin karena lelah bersenang-senang seharian bersamaku di Gelanggang Samudra tadi siang, memanfaatkan momen weekend setelah seminggu sibuk di kampus dengan urusan masing-masing. Aku pun kembali merebahkan tubuhku ke posisi semula dan kembali mengamatinya. Membiarkan tubuhnya beristirahat.

Sosok yang tengah terpejam di sebelahku, adalah perempuanku. Perempuan yang begitu sabar mencintai seorang andro yang manja sepertiku. Ia memang tidak pernah mengucapkan kata-kata cinta secara terbuka, tapi aku bisa merasakannya. Mungkin terkesan terlalu pedetapi sikap dan perlakuannya yang membuat aku berpikir seperti itu.

Jarak kami sudah begitu dekat sekarang, hanya berjarak beberapa sentimeter saja. Jantungku bahkan berdetak lebih kencang dari semenit yang lalu, saat tiba-tiba ia bergerak mengubah posisi tidurnya menghadapku. Aku bisa merasakan embusan nafasnya yang teratur membelai pori-pori wajahku, menyusup ke memoriku dan kusimpan rapi di sana. Rasanya aku terhipnotis irama nafasnya, benar-benar menenangkan. Ingin segera kutemui ia di alam mimpi.

Baru setengah kesadaranku terbuai, ketika ada gerakan yang kembali membuatku tersadar. Perempuan itu mengeser tubuhnya semakin dekat. Hidung kami bersentuhan. Meski tersadar aku tak membuka mata, dan kembali sibuk mengatur degupan jantungku. Ia menempelkan bibirnya di bibirku. Ya, hanya menempelkan, tapi bisa membuatku seperti terserang demam. Ah, harusnya tadi aku yang memulainya, bukan dia. Tapi kubiarkan ini berlangsung, aku tetap pura-pura tertidur.

Semenit berlalu, aku mulai merasakan embusan nafasnya menderu. Adrenalinku meningkat. Inilah ciuman pertama semenjak kami bersama-sama selama tiga bulan ini. Membuatku tak tahu harus berbuat apa. Aku tak berdaya. Bukankah seharusnya aku yang melakukannya? Menciumnya lebih dulu? Ah, sepertinya aku tidak harus memperdebatkannya di saat seperti yang justru bisa merusak mood-nya.

Aku menarik tanganku yang sejak tadi berada di antara tubuh kami, kuletakkan ke atas tubuhnya memeluknya seperti guling, seolah aku masih terlelap. Dia mendadak berhenti, tapi bibirnya masih menyentuh bibitku. Aku bisa merasakan kekesalannya aku bergeming, tidak bergerak dan merespons apa yang ia lakukan.

Memang di matanya aku sosok andro yang cuek, nyebelin,dan manja. Tapi aku bersikap begitu hanya karena ingin terus diperhatikan olehnya. Aku senang saat berhasil mempermainkan emosinya, melihatnya cemberut dan tiba-tiba tersenyum kembali saat aku mengusap kepalanya.

Belum sempat aku membalas perlakuan manisnya tadi, tiba-tiba ia menggigit lembut bibirku, membuatku bertingkah seperti seseorang yang kaget dalam tidur. Ternyata dia benar-benar kesal. “Yang, kamu ihh…” desisnya lirih.

“Ehmm, dari tadi aku belum tidur kok, Sayang.” Aku langsung memeluknya.

Ucapanku tampaknya membuat ia semakin kesal tapi ia tetap tenang di pelukanku. Aku berhasil memberanikan diri menyentuhnya malam itu, memeluknya, memberikan kenyamanan terhadapnya, menunjukkan rasa sayangku dengan sikap, bukan sekadar kalimat yang terucap, seperti yang ia tunjukkan dan ia lakukan terhadapku.

@Gitara, SepociKopi, 2012

19 Comments »

  • rendy nathan said:

    weitss mantap tu hehehehe

  • capella mireya said:

    aiih jadi kangen dipeluk partner :(

  • liena said:

    just that?? aaargh nanggung ceritanya :( tapi keren,bikin aku deg2an jg bacanya :p

  • vera said:

    Jadi mupeng ih :D

  • mel said:

    masih hangat2nya tuh, saya jg ma pacar sebelum tdr pasti ciuman dl sebelum tdr dan itu membuat makin nyenyak tdr..apalagi aksi kuda2an yg berikutnya terrealisasi, . .makin enak tdr. pacar mmg org yg plg mengerti aku.

  • Rainy Lie said:

    Walah.. Jadi pengen..
    Dag dig dug duer jantungku..
    Panas dingin bacanya, pengen di cup cup muach muach juga.. Hehe..

  • imGayforSoshi said:

    eaa berasa baca penggalan fanfic

  • keeke said:

    aaaiih… jadi kangen yayank ne…. :(
    nggak bisa dapat ciuman pengantar tidur

  • cha pheme said:

    duuuh so sweet bangetz jd kpengen dpeluk dbelai dcium

  • Yaya said:

    Hikz…jd kangen ang_ku… ;(

  • Alice Virgo said:

    Great writing! Enjoy sekali bacanya. Bener-bener membawa emosi dan memberi kehangatan di hati ;) Serasa baca preview novel.

  • raka said:

    ketika dulu dia sedang kesal padaku, sering diam-diam aku melihat parasnya dan mencuri kesempatan mengecup keningnya dan pura-pura tidur waktu Ndoro Putri (Tuan Putri) mengulet.

  • nia said:

    So sweet,jadi kangen kekasih ku yg mungkin sudah terlelap.crita nya romantis :)

  • Pippo said:

    Hiks.kangen mantan

  • Jekiy said:

    Two thumbs up :D

  • Gia said:

    Baca cerita ini aku malah tiba2 nangis sendiri, rasanya ada sesuatu yang hilang. Galau deh, keingetan masa yang menyenangkan sama dia walaupun sekarang (‘dipaksa’) terpisahkan oleh jarak.

  • gallu said:

    Keingat masa lalu yg gak mngkin terulang kembali

  • melyn_nono said:

    so sweet. . .

  • seiya said:

    debar jantung mnderu…manis…

Leave your response!

Ruang komentar adalah ruang yang memberikan perhormatan tinggi kepada kaum lesbian. Silakan gunakan kata "lesbian" atau "lesbi" dengan tepat, bukan dengan kata-kata lain yang melecehkan. Komentar dengan bahasa alay, singkatan, dll, tidak diperkenankan. Terima kasih.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.