Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Sahabatku Berkhianat dan Merebut Kekasihku

Submitted by on 13/07/2012 – 10:00 am9 Comments | 3,370 views

Sahabat adalah anugerah hidup, tempat kita berbagi suka-duka, meminta masukan juga dukungan. Tapi ada kalanya, seseorang yang pernah kita anggap sahabat, justru menikam dari belakang. Mengambil kesempatan dalam kesempitan, seperti yang dialami teman kita, Andro Uwouwo. Saat seperti inilah kita bisa mempertanyakan kembali arti sahabat, dan menilai kualitas sahabat yang telah kita pilih.

Aku memulai hubungan dengan perempuanku, Vaa, kira-kira dua tahun yang lalu. Meski kami menjalin hubungan jarak jauh atau LDR hubungan kami bisa dibilang adem-ayem saja. Masalah yang datang sebatas masalah komunikasi yang kurang begitu lancar karena kesibukan masing-masing.

Namun tidak lama hubungan kami diuji. Vaa dipaksa menikah dengan laki-laki pilihan orangtuanya. Aku bingung harus bagaimana, harus bercerita kepada siapa. Akhirnya aku putuskan bercerita kepada kedua sahabat lesbianku, Tata dan Nur. Walaupun mereka berada di kota yang berbeda denganku tapi aku senang bisa membagi suka dan duka dengan mereka, begitu pun sebaliknya.

Berkat dukungan mereka aku putuskan tetap mempertahankan hubunganku dengan Vaa meskipun kelak dia sudah berstatus menjadi istri orang. Sampai tanggal pernikahannya tiba aku hanya bisa diam menunggu kabar darinya. Rasanya terlalu sakit mendengar suaranya yang berbicara sambil menangis bahwa proses ijab-qabul-nya berjalan lancar.

Beberapa hari kami lalui seperti sedang kucing-kucingan dengan orangtua dan suaminya karena keadaan yang sangat susah untuk berkomunikasi.

Tiga hari setelah pernikahannya, aku mendapat kabar bahwa dia berencana melarikan diri ke kota tempat pertama kali kami bertemu, kota yang juga tempat salah satu sahabatku, Nur, menetap. Aku memberitahu Nur bahwa Vaa akan ke kotanya, dan aku pun meminta tolong pada Nur agar membantu Vaa saat berada di sana sebelum aku datang menjemput Vaa dan membawanya ke kotaku.

Setelah pertemuan Vaa dan Nur, ternyata nasib berkata lain. Mereka ternyata saling jatuh cinta. Aku tahu karena Vaa nenyampaikan sendiri kepadaku bahwa dia ingin menjalin hubungan dengan Nur tapi tidak ingin memutuskan hubungan cintanya denganku. Vaa menjelaskan padaku bahwa dia hanya ingin membuat Nur melupakan mantan pacarnya yang telah membuat Nur sakit. Dengan sangat terpaksa dan sakit hati yang luar biasa aku pasrah menerima semuanya.

Hari-hari berlalu, aku hanya bisa menghubunginya sesekali karena dia selalu bersama Nur. Aku hanya bisa menangis membayangkan apa yang mereka lakukan di sana. Selalu ada pikiran untuk memutuskan Vaa karena dorongan Tata yang mengatakan kalau mereka tak lebih dari musuh dalam selimut.

Suatu malam akhirnya aku memberanikan diri untuk menghubungi Vaa dan langsung meminta putus karena aku sudah tidak sanggup lagi dengan semua drama ini. Vaa memohon agar aku tidak memberikan keputusan seperti itu. Tapi aku sudah terlanjur sakit  dengan sikapnya. Terlebih kepada Nur, sahabatku sendiri, yang mengerti bagaimana hubunganku dengan Vaa sebelumnya tetapi tega merebut Vaa dariku.

Akhirnya kuputuskan untuk menjauhi Vaa, menghilang darinya dan mencoba melewati hari-hari tanpanya. Hampir sebulan kulalui hari-hari tanpa Vaa dan hampir setiap hari aku menangis jika mengingat kerjadian itu.

Sampai suatu hari ada SMS masuk dari Vaa. Aku tak tahu dari mana Vaa mendapatkan nomor baruku. Setelah menjalin komunikasi, akhirnya kami pun kembali bersama. Aku luluh karena aku masih sangat menyayangi Vaa begitu pun Vaa yang mengaku tidak bisa berhenti mengingatku selama dia bersama Nur.

Begitulah, sampai saat ini hubungan kami baik-baik saja, sudah tidak ada masalah seperti waktu itu. Sekarang kami sudah tinggal bersama walaupun masih sering kali aku menangis karena sakit hati jika mengingat kejadian yang dahulu. Vaa pun selalu meminta maaf karena pernah mengecewakanku.

Semoga aku bisa segera melupakan kejadian itu karena aku sudah tidak ingin lagi hidup dengan rasa sakit hati terhadap Vaa. Aku ingin melupakan yang dulu-dulu meskipun aku masih sangat membenci Nur. Entah sampai kapan aku akan terus membencinya. Kadang mendengar namanya atau pun melihat sekilas fotonya pun langsung terasa sangat sakit di dadaku. Aku tahu, tidak seharusnya aku begitu membenci Nur yang awalnya adalah sahabatku. Aku ingin seperti dulu bisa bercerita dengan Tata maupun Nur tapi sampai sekarang aku masih belum sanggup. Aku berharap suatu saat bisa memaafkan Nur dan melupakan pengkhianatannya.

@Andro Uwouwo, SepociKopi, 2012

Tags: , , ,

9 Comments »

  • androuwouwo says:

    @idhas , aq suka kata2 kamu :)

    @nia , aamiin smoga hub km jg tdk seperti hub aq yg dkisah ini ya :)

  • nia says:

    Kisah nya mengharukan,wlpn tersakiti tapi mampu memaafkan patner krna rasa sayang,semoga hubungan kalian awet tanpa ada orang ke-3 lagi ;)

  • idhas says:

    aku berkhianat maka aku ada
    demikian slogan yang paling oke untuk para pengkhianat yang merasa menemukan kebahagiaan dengan tanpa menimbang perasaan hati-hati lain. tetapi anyway, selamat dan makasih kepada para pengkhianat, karena dengan demikian jelas sudah siapa kalian. Seleksi kehidupanlah yang akan menyisakan siapa-siapa orang yang layak dicintai dengan terhormat, dan ternyata itu bukan kalian.

    namaste

  • androuwouwo says:

    thx to sepocikopi yg sudah mem-posting kisahku ini :*

    @louis , thx ya :)
    hub aq dgn kekasih lancar aja qo .
    Wlpn sakitnya gak akan hilang , tp smoga aja bisa brkurang .

    @mlehoy , jgn mnyalahkan diri sndiri shabat :)
    aq brharap qta bisa sperti dulu lg .

    @kalyto , aq slalu ingin mmaafkan dan mlupakan yg lalu tp masih berat , smoga aja scepatnya aq bisa :)

  • kalyto says:

    Cerita yg hampir mirip sama yg gw alami,bedanya gw bkn partnernya.sbnrnya selingkuh itu bukan krn ada rencana/sdh direncanakan tp krn semua mengalir apa adanya aja akirnya jd spt itu.idem sama @louisa tulis,dimana2 kl dah pernah ada hati yg terluka bekasnya akan tetep ada.gimana pun percaya lah Tuhan udah atur semua “peta” hubungan yang kita jalani dengan seseorg hrs gmn.tetep belajar utk maafin even itu berat….keep smile y :)

  • androuwouwo says:

    thx bwt redaksi sepocikopi yg udh mem-posting kisah aq :’)

    louis >> bner ap yg km blg klo sakitnya tu susah sembuhnya , smoga aj gak mpe slamanya :)

    mlehoy >> aq jg brharap qta bsa ktemu , smoga aj ber3 bahkan ber4 :’)

  • Mlehoy says:

    .GREAT
    .i’m so sorry i can’t be a perfect friend for you
    :’)
    .hope that we can meet together there
    .from Jember with Love :3

  • louisa.author says:

    pengkhianatan seorg sahabat itu seperti paku yg tertancap dikayu. kamu bisa blg kamu sudah melupakan pengkhianatan itu, tapi bekasnya akn tetap ada. smga aja hub km dgn kekasih berjalan lncr ya ndre.
    salam,
    louis

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.