Home » Humaniora, Kesehatan dan Seksualitas

Alienisasi

Submitted by on 12/07/2012 – 9:08 amOne Comment | 910 views

Oleh: Samuel Steffani

Mengakui diri sendiri sebagai lesbian bukanlah langkah sok hebat dan sok berani untuk menentang agama, budaya dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Mengakui diri sebagai lesbian hanyalah cara paling sederhana dan fundamental untuk berdamai dengan diri sendiri.

Rasanya seperti sebuah ledakan ekspresi ketika saya membaca banyak slogan-slogan tentang konsep diri ditebar luas di masyarakat, “Be yourself” dan “Dare to be different” ini seperti  propaganda untuk mengembalikan manusia menjadi dirinya sendiri. Tidak perlu menyangkal kita memang terkadang begitu asing dengan diri sendiri, kita hanya hidup antara tugas dan kewajiban.

Lalu pertanyaannya adalah sebegitu pentingkah untuk menjadi diri sendiri? Sebegitu pentingkah untuk mengakui orientasi seksual kita? Bukankah kita sudah cukup aman dengan yang ada saat ini, kita tidak melanggar apa pun dalam masyarakat, kita sudah memenuhi tugas dan tanggungjawab kita sebagai keluarga, sebagai karyawan atau sebagai warga negara yang baik. Kita punya banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan, bagaimana supaya kehidupan ini berjalan seperti sebagaimana adanya. Bahkan juga kita terlalu repot untuk memikirkan supaya orang lain merasa bangga terhadap diri kita sendiri walaupun kita harus mengorbankan diri sendiri untuk kebanggaan itu.

Tentu saja hal ini sangat penting untuk dibicarakan karena pada dasarnya salah satu motivasi manusia yang paling utama adalah ekspresi diri sendiri atau para psikologi menyebutnya self expression. Manusia pada dasarnya selalu ingin mengungkapkan apa yang diinginkannya, manusia pada dasarnya selalu ingin menjadi dirinya sendiri. Bayangkan jika kita meredam ekspresi dari diri kita sendiri, kita hidup untuk menyangkal diri sendiri maka kita akan kehilangan diri kita, kita menjadi terasing dengan hati dan ide dari pemikiran sendiri. Dan yang paling mengerikan adalah kita bisa saja membenci diri sendiri.

Saya ingin meminjam konsep keterasingan menurut teori Karl Marx, salah satu konsep alienasi bapak marxisme ini adalah manusia teralienasi dengan dirinya sendiri. Konsepnya jelas, seorang manusia tidak lagi menjadi dirinya sendiri dalam menjalani kehidupannya, manusia bekerja bukan untuk aktualisasi dirinya sendiri namun kepentingan pemilik modal.

Jika kita menginterpretasikan konsep keterasingan dengan diri sendiri dengan pengembangan pribadi maka benarlah yang dikatakan Marx. Bahwa manusia tidak mengenal dirinya sendiri lagi, ada proses dehumanisasi bahwa manusia hanya hidup pada aturan-aturan yang sudah dibakukan, manusia kehilangan pikirannya sendiri, kehilangan emosi, persepsi, motivasi dan sikap. Bisa dikatakan manusia hampir sama dengan robot yang hanya bekerja jika ada yang memencet tombolnya.

Seram sekali jika kita sudah menjadi terasing dengan diri sendiri, setidaknya dengan mengakui diri sendiri sebagaimana adanya atau dengan mengakui diri sebagai lesbian kita tidak kehilangan diri sendiri, walaupun dan bagaimanapun saya selalu percaya menjadi lesbian adalah keputusan politik yang secara pribadi diputuskan oleh diri sendiri untuk kepentingan dan kebijaksanaan pribadi dalam menjalani kehidupan.

Menjadi lesbian bukan hanya masalah orientasi seksual semata karena banyak kaum homoseksual yang memutuskan untuk hidup sebagai hoteroseksual. Ya, mungkin kita sama-sama terlahir dengan dengan hormon yang yang berbeda yang menyebabkan perbedaan orientasi seksual namun berada dalam masyarakat heteroseksual dengan ikatan budaya agama dan norma-norma menjadi lesbian tampaknya merupakan pilihan yang berat dan berisiko.

Namun semua itu kembali lagi pada diri sendiri, kita punya kebebasan untuk memilih semua ada risikonya masing-masing. Menjalani kehidupan dengan ekspresi diri sendiri dan menjadi diri sendiri atau menjadi orang lain dalam dirimu sendiri, kita bebas merdeka untuk memilih.

Saya tetap memutuskan menjadi seorang lesbian kerena saya mencintai perempuan, debar-debar jantung saya tidak bisa tertahankan ketika perempuan yang saya taksir membalas senyuman, rasanya aduhai, amboi indahnya. Tak pernah terpikirkan untuk menghentikan debaran jantung, karena jika saya menghentikannya maka tamatlah riwayat saya.

Orientasi seksual saya menjadi sangat berbeda dengan kebanyakan masyarakat, namun itu tidak akan membuat saya teralienisasi dengan masyarakat dan lingkungan. Untuk saat ini orientasi akan saya simpan di lemari brankas dengan kode-kode tertentu untuk membukanya. Tidak perlu gembar-gembor memamerkan perbedaan itu walaupun memang terkadang begitu inginnya saya dengan lantang dan terang-terangan mengungkapkannya setidaknya pada beberapa orang sahabat bahwa saya adalah lesbian dan behentilah menjadi agen perjodohan kecuali yang dijodohkan pada saya adalah perempuan.

Saya menjadi lesbian bukan karena aksi sok jagoan untuk menentang aturan dalam masyarakat. Bukan juga aksi egois untuk mementingkan diri sendiri lalu berjalan seenaknya meninggalkan keluarga dan kehormatan keluarga saya di belakang. Karena menjadi lesbian tidak akan mengurangi sedikitpun sisi kemanusiaan saya. Kita tidak akan menjadi perempuan perempuan tanpa emosi dan mempunyai kelainan jiwa atau menjadi perempuan kriminal karena kelesbianan yang melekat pada diri saya.

Penting saya garis bawahi bahwa justru di saat kita menjadi diri sendiri di situlah kita benar-benar menghargai kehidupan. Orang yang menghargai kehidupan akan menjadi warna yang indah di mana pun dia berada. Lebih mengerti arti mencintai karena dia juga mencintai dirinya sendiri, merasa bebas dengan dirinya sendiri walaupun kehidupan lesbian itu begitu mengkerutkan dahi.

Jangan pernah berpikir untuk mendustai dirimu sendiri. Jadilah manusia seutuhnya yang memiliki ekspresi, passion, emosi dan beraktualisasi, jangan mau teralienisasi dengan dirimu sendiri. Menjadi dirimu sendiri, bebaskan dirimu dan lakukanlah yang terbaik.

@Samuel Steffani, SepociKopi. 2012

Tags: , ,

One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.