Home » FabuLezlyCool

FabuLezlyCool: Kebiasaan Buruk

Submitted by on 11/07/2012 – 9:00 pmOne Comment | 767 views

Oleh: Chossy Tan

Seekor kalajengking dengan penuh kesungguhan memohon pada seekor ikan, “Ikan, tolongin  aku dong. Aku mau mudik ke kampung nih. Aku harus menyeberangi sungai, tapi aku kan  nggak bisa berenang. Tolong seberangkan aku di atas pundakmu ya.”

Ikan itu menolak. “Nggak mau ah, nanti kamu menyengat aku. Kamu kan kalajengking berbisa.”

“Tentu saja tidak. Kalau aku menyengatmu, bisa-bisa aku nanti  ikut mati tenggelam,” jawab kalajengking.

Melihat kesungguhan di wajah kalajengking itu, akhirnya ikan mau menolong. Ketika mereka sedang menyeberangi sungai yang lebar itu tiba-tiba ikan mengaduh kesakitan, “Heh! Kenapa kamu menyengatku?!”

Kalajengking menjawab, “Ya mau bagaimana. Aku kan kalajengking! Menyengat itu kebiasaanku!”

Si ikan mulai menggelepar, lalu mati lemas  terkena bisa. Kalajengking terkejut. Ia meronta-ronta berusaha berenang ke seberang. Tetapi justru ia hanyut ditelan derasnya arus. Kalajengking pun mati tenggelam.

***

Tabiat, kebiasaan, atau tingkah laku merupakan hal yang selalu melekat pada setiap orang, entah baik atau buruk.  Disebut kebiasaan karena sudah dilakukan selama bertahun-tahun bahkan sangat sulit diubah. Biasanya hal buruk menjadi lumrah dan lalu menjadi kebiasaan buruk ketika kita sudah tidak mampu mendeteksi atau mengenali keburukannya lagi. Contohnya ketika suatu hari kita bangun kesiangan dan harus berangkat sekolah atau kerja. Karena takut telat, ada yang langsung bablas mengejar bus kota tanpa mandi terlebih dahulu, bahkan mungkin ada juga yang sampai lupa gosok gigi. Ups…! Awalnya berfikir, toh cuma sekali ini saja  tidak masalah, lagian  nggak ada yang cium ini.

Tetapi hari berikutnya ternyata kesiangan lagi, dan kembali melakukan hal yang sama seperti kemarin. Lalu mulailah terbiasa dengan rutinitas seperti itu. Pada akhirnya kesiangan bangun pagi dan tidak mandi ketika berangkat sekolah atau kerja  menjadi kebiasaan setiap harinya, dan tanpa disadari hal itu terus berulang hingga hitungan tahun. Bahkan mungkin sampai lupa mandi pagi rasanya seperti apa. Gawat nggak sih kalau sudah begitu?

Contoh lain, kebiasaan menjelek-jelekkan orang. Mungkin awalnya hanya sebagai lelucon saja. Tapi semakin hari kita justru menikmati bahkan sampai kecanduan karena merasa menjelek-jelekkan orang lain sebagai kegiatan seru dan mengasyikkan. Sampai-sampai  kalau sehari saja terlewatkan mulut rasanya asem, bibir kedutan dan perut rasanya mulas.  Waduh, kalau sudah begini tidak kalah bahaya dari narkoba lho. Syukur-syukur kalau masih berurusan dengan diri sendiri, kalau sudah membuat orang-orang di sekitar kita terganggu dengan kebiasaan buruk kita, bisa lebih gawat.

Kebiasaan buruk yang berawal dari hal sepele bisa berubah menjadi persoalan rumit. Selain kita sulit mengenalinya karena sudah menjadi bagian hidup dan mendarah daging, kebiasaan buruk menjadi sulit di ubah. Butuh keinginan dan tekad yang kuat karena sering kali ketika kita ingin berubah muncul konflik internal dalam diri sendiri, seperti ada dua kekuatan yang saling tarik supaya ke kanan atau ke kiri. Ujung-ujungnya bingung, karena menganggap kebiasaan buruk kita itu adalah sesuatu yang wajar saja.

Dari dua contoh di atas, teman-teman bisa membuat  sendiri  daftar introspeksi diri, mengecek hal-hal yang awalnya dianggap sepele yang berubah menjadi kebiasaan buruk yang melekat kuat. Hm, hanya satu atau dua saja?! Yang bener ah…, coba cek lagi dengan lebih teliti. Menunda pekerjaan, mengabaikan janji, lupa bayar utang, buang sampah sembarangan, dll. Atau jangan-jangan masih banyak hal lain hanya saja teman-teman tidak melihat lagi hal tersebut sebagai kebiasaan yang buruk. Kalau mau, coba libatkan sahabat untuk memberi masukan. Kalau daftarnya ternyata  banyak, mulailah satu per satu diubah. Tidak perlu buru-buru, yang penting konsisten untuk benar-benar berubah lebih baik.

Yuk sabahat lesbian, kenali kebiasaan buruk apa saja yang ada pada diri sebelum efek negatifnya  menyebar kemana-mana. Meskipun  tidak mudah untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, tetapi tidak ada yang mustahil kan dalam hidup ini jika kita mau berusaha?  Dan mulailah menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik saat ini juga, meskipun itu hanya kebaikan sepele, dan lihatlah perbedaannya sebelum dan sesudahnya. Saat berkaca kembali, teman-teman akan melihat sosok yang lebih berkilau, lesbian keren dengan kebiasaan atau tabiat yang baik dan terus berusaha untuk lebih baik lagi.

@Chossy Tan, SepociKopi, 2012

 

  

Tags: , ,

One Comment »

  • rendy says:

    patner saya punya kebiasaan buruk klo janji mau kmna2 ga bs tepat waktu& kebiasaan buruk nya 1lg yaitu ap yg dia ucapkan beda dgn ap yg dia lakukn,jdi saya lah yg hrus byk mengalah& jga hrus lbih byk lg ngertiin semua sikap dia ke saya.

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.