Home » Humaniora, Tajuk

Tajuk: Count on Me dan Kita

Submitted by on 10/07/2012 – 9:21 pm2 Comments | 705 views

image

Oleh: Nuha Guwa

You can count on me like 1 2 3
I’ll be there
And I know when I need it I can count on you like 4 3 2
And you’ll be there
Cause that’s what friends are supposed to do, oh yeah

Lirik yang dinyanyikan Bruno Mars ini keren abis! Rasanya bersemangat ingin menjadi sosok yang bisa diandalkan persis bagian yahud lagu ini,

If you ever find yourself stuck in the middle of the sea,
I’ll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can’t see,
I’ll be the light to guide you

Find out what we’re made of
When we are called to help our friends in need

Seperti apa sih seseorang yang bisa diandalkan? Jika sebagai pribadi kita memiliki kualitas bintang, sudah tenar dari sananya karena kinerja cemerlang. Di kampus jadi jawara, di kantor juga masuk kategori cewek paling unggul. Tapi, untuk sukses dalam lingkungan pertemanan atau kehidupan sosial baik di kampus atau perusahaan, menjadi seorang idola atau bintang tadi saja belum cukup menjadikan kita sebagai extraordinary people…

Manusia adalah makhluk sosial, yang harus saling berkomunikasi dan berinteraksi langsung antar sesama, tapi jika melihat kehidupan sosial saat ini, manusia lebih sering online atau hidup dalam dunia maya, apakah istilah makhluk sosial yang isinya notabene interaksi dan komunikasi langsung masih dibutuhkan? Mengaku sajalah jika zaman dan teknologi telah mengubah pola dan sistem kehidupan sosial masyarakat kita saat ini. Teknologi yang kemajuannya demikian cepat memberi pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan sosial manusia.

Coba tengok bagaimana jejaring sosial dan alat -alat komunikasi canggih serba efektif dan efisien melahirkan manusia-manusia individualistis dan egois. Di ruang tunggu jarang adalagi yang ingin bertegur sapa, di tempat yang sebenarnya asyik untuk menemukan teman baru, manusia malah sibuk dan tersihir dengan screen gadget mereka. Yang paling ekstrem misalnya menolong orang yang kecelakaan di jalan raya, kita memilih terus melaju di dalam mobil yang nyaman tanpa memedulikan korban yang sesungguhnya dalam kondisi menderita dan sangat membutuhkan uluran tangan.

Kini banyak orang muda cenderung berkesimpulan berinteraksi sosial semacam ini sebagai sesuatu yang ribet dan ketinggalan zaman. Tidak mau menjadi saksi di polisi, atau nanti malah menjadi tumbal harus menanggung biaya ini itu si korban. Percayalah sedikit waktu dan bantuan seperti itu tidak akan menjadikan kita sakit parah atau jatuh miskin.

Benar dalam keadaan seperti ini, kecelakaan, musibah, bencana alam, teknologi memungkinkan untuk saling membantu dan bertemu di luar batas-batas ruang dan budaya sendiri, namun kontak virtual ini tidak bisa menggantikan hubungan manusiawi langsung dengan orang orang di sekitar kehidupan kita. Untuk memberi bantuan pun kita butuh survei, benarkan bantuan kita benar-benar tersalurkan? Apa betul mereka yang ditimpa bencana membutuhkan bantuan? Dialog dan interaksi langsung biasanya lebih meyakinkan daripada dialog-dialog virtual tadi. Lalu siapa sosok andalan yang disebut-sebut dalam lirik Bruno Mars tadi.

Kita. So pasti kita yang lesbian ini harus bisa diandalkan! Menjadi andalan keluarga, andalan di kantor, andalan di tengah masyarakat. Siapa pun yang meminta pertolongan, apa pun tugas yang dibebankan, selalu sukses melakukannya sesuai dengan target yang diinginkan. Bantuan apa pun yang diharapkan kita selalu di sana dan siap membantu, baik sebagai solo player maupun sebagai bagian dari team work yang ada.

Menjadi seseorang yang bisa dipegang setiap perkataan dan tindakannya, bisa diandalkan dan dipercaya mestinya sebuah keharusan. Lesbian adalah sosok yang berani mengatakan apa yang ingin dilakukan dan melakukan apa yang dikatakan. Bukan asal bicara dan membuat janji, padahal sejak awal sudah tahu pasti bahwa kita tidak dapat melakukan. Mengerjakan dan menyelesaikan hal-hal yang sudah diucapkan dan janji sampai tuntas. Inilah yang disebut bisa diandalkan dan bisa dipercaya.

Menjadi sosok yang bisa diandalkan juga membutuh kecerdikan, artinya setiap bantuan yang diberikan dapat diselesaikan dengan cepat, tepat dan benar berdasarkan norma-norma yang ada tanpa harus melanggar aturan yang ada. Pribadi yang bisa diandalkan akan mengakui secara terbuka jika melakukan kesalahan, ingat tidak ada seorang pun yang sempurna, yang dibutuhkan hanyalah memperbaiki dan minta maaf atas kesalahan yang diakukan. Jadi sebagai teman kamu bisa diandalkan nggak nih? Sudah ah, lanjutin nyanyi yuk…

If you toss and you turn and you just can’t fall asleep
I’ll sing a song beside you
And if you ever forget how much you really mean to me
Everyday I will remind you

You can count on me like 1 2 3
I’ll be there…

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2012

Tags: , ,

2 Comments »

  • lemon says:

    tapi, gimana ya caranya supaya terhindar dari kata “dimanfaatkan”?…..kita selalu ada buat mereka, kita care sama mereka, kita memberi yg terbaik buat mereka…..tapi nyatanya mereka ternyata cuma “memanfaatkan” kita tanpa peduli pada kita ketika kita butuh bantuan n ketika kita sedang kesusahan…..ke mana mereka? rrrgggghhhhh

  • F Shane says:

    Wanna somebody that i can count on her like 1 2 3 :-D

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.