Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: 1, 2

Submitted by on 02/07/2012 – 8:00 pm2 Comments | 721 views

Oleh: Tears Angel

1.
Kudapati awan gelap meraung-raung,
penuh luka rasa
Perlahan menangis,
tangis jatuh berhempas ke sudut ruang bumi

Perlahan menyayat luka begitu lembut
Yang tak kusangka perih tak terkira
Taukah kamu harusnya tak memeluk hatiku,
jika kamu akhirnya melepasnya?

Kamu mengukir begitu indah
manis bersatu dengan luka
Aku di sini mencintaimu
tapi membiarkan kamu memeluk hati yang lain

Sudah lelah kurasa namun aku masih mampu tersenyum untukmu
karena kamu, aku belajar bagaimana rasa cinta itu

2.
Tak ada lagi
serpihan cahaya
Redup kelam
Menguasai hati di
dalamnya
Menjadikan gelap
sebagai parasnya
Tersenyum pahit
di setiap matanya menoreh

Pohon-pohon
ketakutan menangis
Daunnya bergetar
tak berucap
Menyisakan seribu
tanya
Mengapa?

Tak ada lagi
langkah-langkah kaki kecil
Semua terdiam
karenanya
Tak ada lagi
nayanyian riang
Hanya kebisuan
yang menyapa

Sampai saatnya
datang malaikat berbisik
Berbisik
kerinduan di hatinya
Menyapa penuh
cinta,
Membuat hari
penuh kehangatan
Engkaulah redaksi Sepoci kopi kami.

@Tears Angel, SepociKopi, 2012

Tags: ,

2 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.