Home » biseksual, Humaniora

Bisexual: Do You Mind?

Submitted by on 26/06/2012 – 4:47 pm21 Comments | 3,717 views

Oleh: Vilinnz

“Biseksual? Serius kamu? Biseksual itu kan tidak jelas! Maunya apa juga tidak tau!” Sumpah, jawaban itu mengagetkan, bikin nyesek. Ini kejadian dalam diskusi dengan teman-teman lesbian di dunia maya ketika aku mengaku biseksual. Padahal kenyataannya, tak seorang pun dari kita yang dapat menyangkal keberadaan biseksual. Rasanya kok kejam sekali jika di tempat yang kita bisa merasa nyaman untuk menjadi bagian LGBT malah dikecilkan sedemikian?

Setiap orang pada suatu waktu memilih label dan identitas diri yang dirasakan paling cocok dan nyaman, termasuk biseksual, yan menggambarkan dirinya sebagai kaum yang tertarik kepada lelaki dan perempuan. Namun sayang banyak orang mempunyai sikap dan pandangan tersendiri tentang biseksual, hal ini dapat dilihat dari asumsi dan konotasi yang justru muncul dari komunitas para LGBT.

Secara umum bidang medis mengakui biseksual sebagai sebuah orientasi seksual tersendiri. Namun kurangnya penerimaan oleh kaum lesbian, gay, dan heteroseksual, akhirnya membuat penyusunan identitas biseksual sangat menantang dan rumit. Dalam banyak literatur menyebutkan orientasi seksual kaum biseksual dewasa tidak terlalu tergantung pada orientasi seksual mereka sebelum dewasa. Kebanyakan perempuan biseksual pada awalnya mengidentifikasi diri sebagai heteroseksual dan kemudian baru menyadari perasaan homoseksualnya, sementara kebanyakan lelaki biseksual justru sebaliknya, berangkat dari identitas homoseksual, baru menemukan identitas biseksualnya. Aku sendiri menyadari sebagai biseksual ketika berusia 22 tahun setelah menjalani kehidupan heteroseksual selama bertahun-tahun.

Menurut catatan lainnya, biseksual umumnya menyadari identitas dirinya dua atau tiga tahun lebih lama dari kaum gay atau lesbian. Kebanyakan kaum biseksual menyatakan mereka mengalami konflik dalam menyeimbangkan berbagai variabel yang terkait dengan ketertarikan dan perilaku seksual mereka, namun seiring dengan berjalannya waktu, biseksual secara perlahan-lahan akan mulai merasa aman dengan identitas biseksual tersebut.

Seorang biseksual cenderung memiliki citra diri positif. Mereka selalu melihat keadaan biseksual sebagai suatu kekurangan, tetapi mereka tidak pernah merasa terganggu dalam kehidupan sehari-hari terutama saat bekerja maupun kuliah. Kemampuan kerja mereka tidak pernah dianggap remeh oleh teman-temannya sehingga mereka bisa menjadi orang yang percaya diri. Biseksual juga menghargai diri sendiri, walaupun orang-orang di sekitar mereka berpandangan negatif. Terkadang biseksual dianggap sebagai kelebihan, karena pada saat yang sama dirinya bisa menyukai lawan jenis dan sesama jenis.

Dari segi penampilan, kaum biseksual lelaki cukup memperhatikan penampilannya sehingga dari hari ke hari mereka selalu berusaha untuk mengubah penampilannya agar terlihat lebih macho, misalnya dengan mengikuti kegiatan fitness. Demikian juga perempuan biseksual sangat perfectionist dalam penampilannya. Sebagai seorang biseksual, saya tidak pernah merasa tertekan dengan apa yang harus dikenakan, bahkan selama ini yang membuat diri tetap kuat adalah penerimaan diri.

Aku pernah menemukan curhatan para biseksual di dunia maya yang cenderung memiliki konsep diri negatif, yang selalu melihat banyak kekurangan dari dirinya, sehingga untuk berinteraksi dengan masyarakat menjadi sempit. Mereka ini belum bisa menghargai diri sendiri karena dari dalam dirinya masih ada penolakan, merasa gagal menjadi manusia yang baik untuk keluarga maupun dirinya sendiri dan kurangnya rasa percaya diri sehingga membuatnya menjadi minder saat ingin berkenalan dengan perempuan lain. Aku prihatin dengan biseksual yang masih mengalami hal seperti ini, karena sudah pasti akan menghambat kemajuan dirinya. Biseksual bisa berguna secara positif sebagai bagian dari masyarakat. Tidak ada yang salah dengan ini.

Ketika seseorang mengatakan biseksual adalah orang yang tidak jelas dan bimbang, mereka menyatakan apa yang mereka lihat, bukan apa yang kaum biseksual rasakan. Dalam pikiran mereka, biseksual tidak dapat memutuskan kepada siapa dirinya lebih tertarik. Apakah kepada lelaki atau perempuan? Sehingga biseksual kerap kali dicap setia alias ‘Setiap Tikungan Ada’. Sampai sekarang, tidak ada yang pernah melakukan survei atau menemukan perselingkuhan yang dilakukan oleh kaum biseksual. Ini berarti asumsi miring terhadap biseksual sebagai kaum yang tidak setia harusnya dihapuskan. Bukankah poligami di antara hetero jauh lebih terbuka dan dilegalkan.

Sama halnya, apakah seseorang yang menyukai musik lebih dari satu genre termasuk orang yang tidak setia? Biseksual tidak perlu membuktikan bahwa mereka tidak serakah dalam hal kecintaannya akan kaum Adam dan Hawa, akan tetapi orang-orang yang menyimpulkan biseksual sebagai AC/DC yang perlu belajar memahami dan mengenali kehidupan kaum biseksual sesungguhnya, baru membuat kesimpulan-kesimpulan yang sebenarnya. Janganlah hanya berdiri di posisi sendiri, berdirilah juga di posisi orang lain.

Well, kini di era metroseksual, publik modern ada yang mulai beranggapan bahwa seorang biseksual adalah seorang eksotis, gaul, dan penyimpangannya mempunyai daya tarik tersendiri. Menarik memang! Tapi bukan itu konteks penerimaan kaum biseksual yang sesungguhnya. Aku berharap pemikiran negatif, atau kesimpulan-kesimpulan karena ketidaktahuan tentang biseksual secepatnya dihentikan, apalagi jika pelakunya para lesbian yang seharusnya menjadi orang yang paling menerima keberadaan perempuan biseksual.

Nah, secara pribadi aku sangat ingin kaum Lesbian khususnya tidak keberatan untuk menyediakan lingkungan yang penuh kasih dan membuat kaum biseksual merasa diterima. Oh iya, aku teringat perkataan penyanyi dan penulis lagu yang berasal dari Inggris, Jessica Ellen Cornish yang lebih dikenal dengan panggilan Jessie J; bahwa ia tidak pernah menyesali perilaku biseksual yang telah menjadi bagian dalam hidupnya sejak lama.

“Bagiku, hubungan jangan mengutamakan seksualitas, melainkan harus lebih pada rasa nyaman yang kau dapatkan dari seseorang yang membuatmu jatuh cinta. Jika aku bertemu seseorang dan aku mencintainya, aku tak peduli dia lelaki atau perempuan. Jangan pernah merasa bersalah atas apa yang membuatmu bahagia.”

Yes, I’am a Bisexual? Do you mind?

@Vilinnz, SepociKopi, 2012

Tags: , ,

21 Comments »

  • gaga says:

    Jessie J memang sosok yang menginspirasi Juga lady gaga dengan dukungannya terhadap kaum LGBT

  • chloe says:

    Ikutan nimbrung ni, ya mau orientasi apapun kita harus hargai, toh itu adalah hak setiap orang. Tapi menurut saya yang tetap musti jadi catatan adalah… Apapun orientasi kita “kesetiaan” adalah hal yang musti di junjung tinggi dong, karna (menurut saya lagi) kesetiaan adalah penghormatan dan rasa terkasih kita yang paling besar terhadap pasangan, (seseorang yang kita cintai). HATI ataupun erasaan memang terkadang nakal dan tidak bisa di atur, tetapi bukan berarti di jadikan pembenaran untuk tidak setia terhadap pasangan. Kesetiaan itu adalah keputusan. Berbagai orientasi sexsual bagi saya adalah keberagaman semata yang satu dan lain nya harus saling menghormati. Tapi, Mari.. apapun orientasi kita, siapapun pasangan kita, alangkah indahnya jika kita menghormati hati dan perasaanny dengan kesetiaan. Trima kasih untuk ruang komenny.

  • Luce says:

    Aku seorang biseks, dan juga baru sadar saat umur 22 tahun. Selama ini sadar2 aja kalo diri ini suka wanita dan pria, tp aku merasa wajar kali ya kalo wanita juga suka pada wanita, secara wanita itu kan cantik. Tp yah, pada akhirnya aku menyadari bahwa ketertarikan aku bukan sekedar “suka”, tapi ya aku tertarik pada wanita seperti aku tertarik pada pria.
    Tapi syukurlah, aku bs menerima diriku seperti ini.
    Temanku pernah berkata “you’re a miracle. You can love both, no matter what its gender, because all the human are amazing. A perfect’s God created.”
    Yah, aku merasa istimewa karena dapat menyukai dan mencintai pria dan wanita. So, bisexual? I don’t mind :)

  • vilinnz says:

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak atas waktu dan komen kakak semua… Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, yang membedakan biseksual dengan Lesbian hanya masalah ketertarikan kepada lelaki dan perempuan. Kita disini bukan ingin memperdebatkan hal tersebut. Saya secara pribadi hanya ingin berbagi dan sharing kepada anda semua tentang dunia biseksual. Saya ingin sekali komunitas Lesbian khususnya bisa lebih mengenal kami (Biseksual) secara perlahan-lahan dan dapat membuka hati untuk menerima kami. Itu saja, biseksual tidak minta lebih dari itu…

    Mengenai ‘Bukankah Poligami diantara hetero lebih terbuka dan dilegalkan’, maksud kalimat tersebut itu sederhana saja. Itu menjelaskan bahwa sudah rahasia umum jika biseksual dijuluki AC/DC dalam arti bisa menyukai pria dan wanita, sehingga tidak menutup kemungkinan biseksual dapat memiliki pasangan lebih dari satu. Itu sama halnya dengan Poligami dikalangan hetero (memiliki lebih satu pasangan, bahkan bisa dua atau tiga, itu pun tergantung oknumnya)…

    Setia dan tidak gonta-ganti pasangan apalagi punya lebih dari satu? Maaf, saya pikir semua orang juga ingin setia kepada pasangannya termasuk kaum biseksual. Cinta itu datang tanpa kita sadari kok…

    Selalu ada pro dan kontra. Hehehehe… Saya sangat menghargai pendapat dan respon kalian semua. Itu artinya kalian tertarik untuk lebih mengenal biseksual. Jika ada yang ingin berbagi hal tentang biseksual, mari kirim tulisannya ke Sepocikopi. Terima kasih banyak…

  • Kinan says:

    Hmmmmmm…. kalimat “Bukankah poligami dikalangan hetero lebih terbuka dan dilegalkan”
    Jujur deh, aku gak ngerti apa hubungan kalimat ini dengan keberadaan teman-teman biseksual. Biseksualkan bukan berati punya pasangan lebih satu dan arti dari poligami kan punya pasangan lebih dari satu. maaf ya, kupikir jadi kurang nyambung.

    Kupikir sih mau lesbian, gay, hetero, ataupun biseksual, ya terserah aja yang penting mah setia, gak ganti-ganti pasangan apalagi punya lebih dari satu.

  • ryan says:

    Biseksual nggak ada bedanya dengan gay, lesbian, trans atau apapun namanya. Sama-sama manusia yang punya rasa, selera dan cinta. Yang membedakan kan hanya masalah seksual.

    So, menurutku tak perlu diperdebatkan kenapa dan mengapa bisa menjadi biseksual. Urusan ranjang kan urusan pribadi?

  • Stefanie says:

    Saya juga biseks and i am proud to say it. Selama ini pasangan saya juga tau saya biseks dan dia ga masalah toh saya setia sama dia :) so girl ….answer of ur question is I DON’T MIND AT ALL. Lets be friends

  • Madaharsa says:

    pria dan wanita memiliki keindahannya masing-masing.. so, kenapa mengagumi dan menyukai kedua keindahan itu menjadi hal yang salah? walaupun mencintai sorang biseksual memiliki tantangan yang lebih besar, karena kamu tidak hanya harus menjaga hatinya dari wanita lain, tetapi juga dari pria-pria tampan diluar sana..
    bukankah hidup adalah perjuangan?

    terimakasih untuk Vilinnz, artikelnya sangat menarik dan membukakan mata..
    semoga masyarakat (khususnya lesbian) dapat dengan bijaksana menerima kaum biseksual dan saya didalamnya..

  • clown says:

    love how this article is brought up :)

  • Senjaaa says:

    No, I don’t mind at all, Linnz…
    :)
    Kalau memang mencintai keduanya, why not? Benar, “we love the person, not the gender”.

    Nice article. Semoga membuka mata dan hati banyak pembaca yang masih memandang biseksual hanya dari satu sisi :)

  • x-ray says:

    aku mencintai seorang bisex selama 1 tahun, dulu. so, I don’t mind. :)

  • zhang says:

    Very well said…
    *standing applause*

  • Sam says:

    Aow! so interesting! Artikel yg sngt membngn, sbg pmbljrn utk tdk slalu memberkn stereotipe negatif kpd sluruh jenis orientasi seksual.. Btw, Jadi ingat Alice di l-word..tokh biseksual yg tampl lucu dan cerdas.. :)

  • ratu says:

    saya juga biseksual. Dari tulisan vilinnz saya berharap kawan kawan lesbian dapat lebih mengerti keberadaan kaum biseksual.

  • yu1 says:

    positif… !!! (sk bgd)
    Coz ni artikel bnr” beda dr smua artikel” yank pernah q baca

  • Eva says:

    Agree!!, ga ada yg salah dengan being Bisexual kok, yg penting nyamannya aja gimana

  • Jekiy says:

    U love the person not their gender. Hetero, homo, bi – sexual, who are we to judge?
    So, my answer .. “Yes, i am a bisexual. Do you mind?” … I dont mind :)

  • bE says:

    Villinz, bukan hanya pilihan orientasi seksual yang sering diperdebatkan. Label saja masih sering diributkan kok sampai sekarang.

    Intinya apapun itu yang terpenting adalah penerimaan pribadi terhadap diri kita secara penuh dan pastinya perluas selalu wawasan agar kita tidak serta merta ‘menghakimi’ orang lain yang pilihan hidupnya berbeda dari kita.

    Hidup sebagai pengikut aliran garis keras militan kayaknya udah gak zaman lagi deh. Dan terima kasih karena bersedia memberi ‘warna’ baru di komunitas ini yah.

    Trus satu lagi… SETIA= Setiap Tikungan Ada polisi Razia haha… :D

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.