Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Submitted by on 15/06/2012 – 7:27 pm13 Comments | 4,029 views

Pernahkah bertepuk sebelah tangan? Ketika orang yang kita cintai tidak balas mencintai kita. Ketika orang yang kita duga memiliki perasaan yang sama ternyata tidak persis seperti itu. Ketika situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk bersatu dengan orang yang kita cintai. Dengarkan kisah sahabat lesbian kita, Uya, yang bercerita tentang cintanya kepada seseorang.


“Cinta ini kadang kadang tak ada logika…”

Begitulah kata Agnes Monica di lirik lagunya. Hal yang dirasakan olehku sekarang. Perasaan yang tidak wajar ketika dia masuk ke dalam kehidupanku. Sebut saja dia Ris, muncul begitu saja. Dia PKL di kantor tempat aku bekerja. Dandanannya sangat tomboy. Di benakku, yang berdandan tomboy pasti suka sama cewek.

Aku agak takut sama dia soalnya dia sepertinya suka sama aku. Karena aku memang orangnya suka bercanda. Saat itu aku ngebencadain dia dan akhirnya kami menjadi dekat. Kalau pulang bekerja, dia membawa mobil. Aku bersama teman-teman searah ikut nebeng mobilnya. Teman-temanku menyuruhku duduk di depan soalnya aku yang paling suka bercanda sama dia. Aku sih oke oke saja, walau saat itu masih ada perasaan risih dan takut.

Entahlah, perasaan sering datang. Lama-lama aku menjadi suka sama dia. Perasaan yang seperti perasaan suka ke seorang cowok. Aku berusaha menyembunyikan perasaan ini karena aku sudah punya pacar cowok. Lama-kelamaan aku tidak bisa mengontrol perasaan aneh ini. Setiap ada waktu kosong, aku selalu datang ke mejanya dan mengganggu dia. Dia terlihat senang dan selalu ingin ditemani olehku, bahkan pernah mengelus kepalaku. Hatiku melayang dibuatnya.

Setiap pulang kerja, aku mencoba memegang tanganya. Dia diam tidak bereaksi, tapi membiarkan aku menggenggam tangannya sambil menyusuri lorong kantor. Rasanya begitu indah. Dia tahu aku punya pacar dan dia pun punya teman kuliah cowok yang sebut saja bernama Apei. Cowok itu selalu mengirimkan SMS ke dia dan memberkan perhatian. Hal yang membuatku sangat cemburu. Tapi Ris bilang dia tidak menjalin hubungan dengan siapa pun. Kami dekat tapi tidak jadian. Aku pun bingung apakah Ris menyukaiku atau tidak denganku atau tidak. Aku menunjukan rasa sayangku dengan rajin mengirimkan SMS kepadanya kapan pun dan di mana pun.

Akhirnya saat itu tiba. Ris harus kuliah lagi karena masa PKL di kantornya berakhir. Aku benar-benar sedih karena akan ditinggalkan oleh Ris. Saat-saat terakhir dia pergi, aku bilang kalau aku akan kehilangannya. Ris berkata kalau aku harus tetap berjuang dan dia pun sama. Ris harus menyelesaikan kuliah dan minta doa dariku agar dia cepat lulus dan bekerja. Aku ingin Ris bekerja di kantor tempatku bekerja sekarang. Ris hanya senyum dan itu hal terindah yang pernah kulihat.

Akhirnya hari-hariku di kantor benar-benar sepi. Walaupun begitu, aku suka mengirimkan SMS dan Ris selalu membalasnya. Lama-kelamaan, dia tidak pernah membalas SMS-ku. Kami lose contact dan aku mencoba melupakan Ris. Akhirnya aku dan cowokku semakin dekat. Kami memutuskan untuk menikah dan tidak mengundangnya. Setahun kemudian aku hamil. Pada saat melahirkan di rumah sakit, teman-teman kerjaku menjengukku. Yang membuatku kaget ternyata Ris datang juga! Dia tersenyum dan mengatakan hebat kepadaku.

Aku tersenyum dan menganggapnya dia tidak seperti dulu lagi. Aku sudah menikah dan mempunyai anak sekarang. Ris ternyata bekerja di kantorku karena dia sudah lulus kuliah. Dia masuk saat aku cuti hamil. Setelah tiga bulan lamanya aku cuti, akhirnya aku bekerja lagi. Itu berarti aku bakalan ketemu Ris. Ada kecanggungan saat bertemu dengannya. Campur aduk antara senang, malu, dan aneh. Akhirnya seperti dulu, aku sering ikut pulang dengan mobilnya. Dia masih seperti dulu; tidak jauh berbeda. Masih tomboy dan cakep. Hanya sekarang dia jadian sama Apei. Sedikit ada cemburu dan bilang stupid dalam hati. Ris bukan lesbian. Kenapa dulu aku suka sama dia dan kenapa dia juga sepertinya suka kepadaku?

Seiring waktu berjalan, kami menjadi akrab lagi seperti yang dulu. Malah lebih parahnya, kami ber-SMS-an dengan kata panggilan “Bep”. Rasa suka itu muncul lagi. Ini membuatku merasa sangat bersalah. Di rumah, ada anakku yang sangat aku cintai, tak mungkin aku memberikan contoh yang tidak baik. Aku mencoba melupakan Ris dan menghindarinya, tapi dia tidak suka dengan sikapku yang berubah. Aku tidak tega dan kembali dekat dengannya.

Aku masih tidak mengakui perasaanku kepadanya walaupun kita selalu bersama. Makan siang bareng dan bahkan ke toilet pun harus janjian. Aku pun tidak tahu apakah perasaanya sama seperti yang kurasakan. Ris pernah berkata dia bersemangat kerja kalau ada aku. Tapi apakah itu menunjukan kalau dia juga menyukaiku? Entahlah, aku bingung.

Ketika aku mengajaknya ke toilet, aku memotretnya dengan hape dan tiba-tiba aku mencium pipinya. Ris hanya tersenyum dan berkata, “Pintar ya kamu mencuri-curi kesempatan.” Ris tidak marah atau berubah sikap. Aku malu dan meminta maaf. Dia hanya tersenyum manis. Aku semakin memikirkannya dan menebak-nebak isi hatinya kepadaku. Aku selalu memancingnya dengan SMS dengan mengatakan apa yang terjadi jikalau aku menyukainya. Ris menjawab, “Sulit.”

Aku tidak puas dengan jawaban itu. Akhirnya aku memberanikan diri mengatakan yang sejujurnya tentang perasaanku terhadapnya selama ini lewat SMS. Aku berdebar menunggu balasan darinya. Beberapa jam kemudian, Ris membalas SMS-ku. Ris mengatakan, “Terima kasih atas kejujuranmu. Kamu punya anak dan suami yang selalu mencintaimu. Aku nyaman denganmu, sama seperti dengan teman-teman yang lain. Aku hanya berdoa yang terbaik buatmu. Tuhan pasti akan memberikann yang terbaik untukmu.”

Tiba tiba air mataku meleleh setelah membaca SMS dari Ris. Baiklah, kalau memang harus begitu. Broken heart, itulah yang aku rasakan. Rasanya benar-benar hancur berkeping-keping. Aku menuruti perkataannya. Mungkin aku memang harus banyak berdoa kepadaNya. Tuhan, aku mohon berikanlah yang terbaik untukku dan tentu saja untuk dia yang kucinta, Ris.

@Uya, SepociKopi, 2012

Tags: ,

13 Comments »

  • Nessa says:

    .aq juga ngalamin hampir sama persis malah, bedanya aq blum nikah tapi dy tetap bersikap seperti itu,, hmmpp, kalau udah kayak gini, akhirnya hanya bisa semangatin diri sendiri,, :(

  • kalong says:

    sakit memang,,,tp mungkin itu yg terbaik,,,,
    jd pngen share kisah cinta brtpuk sblah tngan jg,,,
    *latah mode on

  • vera says:

    Bila, rasa ini rasa mu #letsingasong# sptnya lebih enak kalau kita jd sahabatan aja yah? Mungkin maksud nya bgitu ya? Ya ya ya, kadang, tidak setiap ada rasa suka harus slalu mjadi pasangan bisa saja dengan cukup menjdi sahabat, jika aku tidak bisa mendapatkan mu,aku sudah sangat bahagia dengan bisa melihat mu tertawa bahagia dan hati ku pun ikut tertawa bahagia dengan siapapun kamu dan apapun alasanmu tertawa :)

  • andrea says:

    @Uya semoga berhasil jeng….Aku doakan dari sini yah.Good Luck.GBU

  • doris says:

    semangkaaaa! hahaha, sptny kisah spt ini udh biasa y? *garuk2 kpala coz punya kisah yg sma jg

  • Uya says:

    @andrea.. chemistry itu memang gak bisa ilang begitu saja. memang butuh proses…tapi aku coba ikutin saranmu.tks ya doakan semoga berhasil..hehe

  • lifeishappi says:

    Coba ajah lagi , uya. Kalo gaydar saya sih bilang, dia cuma kepentok krn kamu nikah ajah. Sabar sabar ajah. #pedebangetguwahkasihopini .
    Baca cerita kamu, Jd inget, setiap pindah ke kantor baru, pasti punya kecengan, buat semangatin kerja. Ahay!

  • andrea says:

    @uya…lucu yah…giliran di cuekin malah ia rajin deketin kamu.Giliran
    kamu menyatakan perasaan ia malah menjaga jarak.Tentu sulit ya di
    posisi kamu untuk meredam perasaan itu,apalagi kamu satu
    kantor.Menurutku kamu fokus saja sama kehidupan keluargamu & karir.
    (kecuali kamu ga punya komitmen sama siapa pun).Lihatlah ia sebagai
    seorang sahabat (biasanya cara ini bisa loh untuk melunturkan
    getar-getar yang ada didalam hati kita..—-pengalaman pribadiku*).Jadi wanita bijaksana memang butuh proses yang ga mudah. Semua pilihan ada ditanganmu.Good Luck
    Thanks sepocikopi yang telah memuat tulisan-tulisan yang berkualitas dan bisa mensharingkan berbagai pengalaman hidup.Bravo

  • Uya says:

    tks sepocikopi udah published cerita cengeng aku..
    @andrea iya…wanita memang jinak2 merpati, saat mencoba melupakan dia dan mnghindari dia semnjak dia sms begitu…dia malah rajin deketin aku di kantor dan suka curi2 pandang gitu…keliatan bgt lah soalnya meja kita saling hadap2an..ah sulitt bawaanya jadi geer terusss *sory jadi curcol hehe

    @bon…aku jg confused apalagi kamu bon..

    @rainy lie…halo rainy yg tomboy…iya semoga kamu bisa jujur dgn perasaanmu sendiri jgn kecewakan dia klo memang dia mencintaimu..loh kok?

    @tries… love is not about logic it is about heart i think..

    last word makasiii lagi sepocikopi..
    bagi yg punya pengalaman yg sama aku hanya blg cemungudh ya!!!!

  • trias says:

    yeah, lbh baik begitu. kalo jg dilanjutkan malah akan memperumit keadaan. logika tkadang harus stahap diatas cinta.

  • Rainy Lie says:

    Ada kemungkinan ris juga suka sama kamu, tapi dia mikir, kamu udh punya family, dan gak mau hancurin itu semua..
    Soalnya aku jg begitu, aku suka dgn seseorang, dan aku harus menjaga sikapku krn aku gak mau hancurin dia n familynya.. Dia berencana mau nikah, dan aku hanya bisa mendukung rencananya..
    Itu menurut pandanganku yg tomboy ini loh ya, maaf kalo salah.. :)

  • bon says:

    it’s a confusing story for me..
    ris yg tomboy dan cakep tp trnyata bukan lesbian..
    tapi uya yg punya anak dan suami ternyata…?
    umm… apa ya..?hehe

    #berpikir keras

  • andrea says:

    wow ceritamu fantastis sekali,hampir mirip sedikit dengan kisah cintaku.Kadangkala hati orang ga bisa di duga loh jeng.Disaat kita sudah bergetar-getar & berpikir ia suka sama kita,ternyata malah sebaliknya ia ga ada rasa sama kita.Atau malah kita cuek aja,ia malah tertarik sama kita.Kalo lihat dari ceritamu,bisa jadi loh ia berusaha untuk bijaksana menanggapi perasaan tertarikmu kepadanya(yah walaupun mungkin saja ia sebenarnya ada rasa spesial untukmu).Karena ia tahu & menerima kondisimu sudah punya anak & suami,ia jadi berpikir untuk membuat keputusan yang bijaksana menanggapi ketertarikanmu kepadanya.GBU.Thanks to Sepocikopi.Bravo

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.