Home » Friendship, Gay, Mix n' Match

Mix n’ Match: Sahabat Gay Lesbian

Submitted by on 27/05/2012 – 11:08 pm24 Comments | 2,375 views

Oleh: Carmen

Budaya populer menyebutkan bahwa perempuan yang mempunyai sahabat cowok gay secara ekslusif disebut “fag hag”. Di dekade saat ini, penggunaan julukan tersebut mempunyai konotasi positif. Ingat Carrie Bradshaw di serial TV Sex and the City? Nah, Carrie bisa dibilang sangat memuja hubungan persahabatannya dengan Stanford Blatch, seorang laki-laki gay, di luar tiga sahabat perempuannya (Charlotte, Samantha, Miranda). Buat si cowok gay sendiri, mempunyai sahabat perempuan lesbian bisa membuatnya dijuluki “fag rag” atau “lesbros”.

Kamu punya sahabat laki-laki gay?

Buatku pribadi, mempunyai sahabat seperti mereka adalah bonus super asyik, terutama saat sudah menerima 100% kelesbianan dalam diri dan nyaman sebagai lesbian.

Yuk kita lihat stereotipe-stereotipe dari lesbros:

1.Style police

Stereotipe paling umum yaitu bahwa cowok gay cenderung memperhatikan penampilan dan tren masa kini. Akibatnya, mereka adalah orang terpercaya jika ditanya soal gaya berbusana, tata rambut, dan makeup. Sebagai contoh, sahabat gay-ku, Jazz-lah yang bahkan memberi hadiah buku makeup, hihi. Thanks to him, makin hari aku semakin pede dengan penampilan sehari-hari yang konsisten dengan kepribadian. Jazz adalah orang yang mencereweti saat gayaku nggak matching atau terlalu bitchy/kurang elegan, yang memberi saran waktu sedang bad hair day, dan yang tak bosan spontan memuji dan mengingat-ingat fitur makeup yang pas buatku di acara pagi, siang, dan malam. Aku ingat saat ia membantu dan mengangguk tanda setuju saat aku yang femme mencoba-coba berpenampilan butchy yang kece saat merayakan hari ulang tahun. Bahkan mantan pun saat itu tak sesuportif dia :D . Sebagai contoh,

(saat jalan-jalan malam menuju tempat makan)
Carmen: Kenapa ya, sejak rambut gue pendek, gue jadi makin percaya diri?
Jazz: (berpikir sejenak sambil menyeruput bubble tea rasa stroberi pop soda) Mungkin karena elo sadar bahwa percaya diri itu lebih ditentukan oleh attitude. Mau pendek rambutnya pun nggak masalah asal pede. By the way, bagus potongan rambutnya… Cocok.
Carmen: Iya nih, jadi kayak Justin Bieber (menggoyang-goyang kepala).
Jazz: Sumpah bubble tea gue rasanya langsung hambar.

 

2.Teman sharing terpercaya

Stereotipe kedua ini juga jelas. Siapa coba yang nggak akan ikutan drama kalau melibatkan cewek-cewek yang penuh emosi cinta? Ya cowok gay-lah! Jazz akan memandangku dengan alis satu mata dikernyitkan ke atas, kepala menunduk, dan mulut dikerucutkan saat aku mulai tidak rasional dalam urusan cinta. Pandangannya seolah bilang, “yakin lu?” waktu aku pengin ambil keputusan nggak masuk akal. Plus, mereka nggak akan memanfaatkan kondisi kegalauan kita untuk PDKT, misalnya. Ada kan kemungkinan kalau curhat sama cewek, tau-taunya si cewek jadi suka karena empati, atau kita yang jadi suka sama si cewek karena merasa diperhatikan.

Gawat banget, kan? Drama satu memancing drama lainnya? No, no, no, curhat ke cowok gay kemungkinannya lebih kecil untuk jadi ke level suka-sukaan. Satu, mereka cowok, jadi kita yang lesbi nggak bakal suka; dan sebaliknya. Ya iyalah, kan gay, jadi nggak tertarik sama cewek. Jadi Jazz yang tidak punya motif lain bisa kasih saran-saran tanpa perlu kuatir ada motif romansa. Plus, kadang-kadang perspektif cowok itu rada beda dibanding cewek. All in all, sempurna!

(saat Jazz mampir dan bantuin cuci piring)
Jazz: Elo baik-baik deh habis putus. Gue yakin mantan lu masih sayang sama lu, jadi jangan sadis-sadislah.
Carmen: Iya sih, kepikiran juga dia nanti gimana sendirian. Gue masih care kok sama dia. Lu juga baik-baik ya Jazz, pas gue tinggal. Mampir-mampir kek ke Jakarta sekali-sekali.
Jazz: (sambil masih cuci piring) Iya tenang aja, kayak nggak ada temen aja gue. Aaaa I’ll miss you.
Carmen: Lu juga baik-baik ya, jaga hati, jaga pikiran, pas ke Jakarta jangan sampai hamil aja.
Jazz: Carmen! Gue cowok!
Carmen: Oh iya. (air pun masih mengucur di tempat cuci piring)

 

3. Cermin homominded

Faktor ini hanya berlaku bagi yang sudah menerima diri secara penuh sebagai lesbian. Akibatnya, terkadang ada kecenderungan bahwa dunia jadi sempit, jadi homominded. Contoh dari pikiran homominded: Pandangan tentang hanya hubungan antar perempuanlah yang mulia di dunia; yang lain nggak penting; dan perempuan adalah satu-satunya spesies di dunia (oke ini berlebihan). Nah dialog dengan lesbros bisa menetralisir hal tersebut. Contohnya,

Jazz: Carmen, liat gerombolan cowok-cowok yang tadi lewat itu? Ganteng-ganteng banget aduh.
Carmen: (bloon) Hah? Kagak. Yang mana sih? (celingak-celinguk)
Jazz: Ya ampun mereka gede-gede berotot pake seragam football ada selusin orang, masa nggak liat? (putus asa)
Carmen: Oh iya yang itu. Iya, iya ada gerombolan manusia. Gue terdistraksi tuh sama cewek-cewek cheerleaders yang tadi lewat dari sana tuh. Mini banget rok-roknya.
Jazz: Hah yang mana? (gantian celingukan). Oh itu. Hahaha ya ampun kok bisa sih lu liat cewek doang .
Carmen : Nah elu liatnya cowok doang. Kok bisa sih lu suka sama cowok?
Jazz: Elu kenapa sukanya sama cewek?
Carmen: (bengong) iya, ya. Nggak apa-apa, kita saling melengkapi.

Lihat kan, gimana Jazz bisa jadi cermin? Plus, kami nggak akan berantem soal romansa, karena target populasinya beda, hihihihi.

 

4. Pendukung hobi

Stereotipi selanjutnya adalah bahwa cowok gay bisa jadi pendukung hobi nomer satu! Untuk gay macho, bisa jadi teman yang asyik buat butch yang gahar, karena sama-sama suka mengutak-atik mesin atau pekerjaan-pekerjaan berat lainnya. Untuk gay yang lembut, bisa jadi teman yang asyik buat lesbian feminin, karena biasanya punya hobi yang sama seperti nyalon, spa, belanja, dan lain-lain. Contohnya, Jazz dan aku bisa sama-sama nyanyi bareng karena suaranya yang tinggi dan suaraku yang berat bisa membaur dengan sempurna. Karena aku suka makeup-in orang, Jazz bisa jadi kelinci percobaan, termasuk mencoba catok rambut baru. Dia tidak keberatan dikeriting hehehehe.

Carmen: Jazz, gue dapet diskon nih untuk beli catok baru.
Jazz: Ya ampun, catokan lagi?
Carmen: Yuk kukeriting lagi rambut pendekmu.
Jazz: Terakhir kali lu kayak mau bakar kepala gue… Inget?? Ogah! (langsung kabur)

 

5. Semangat olahraga

Ada stereotipe bahwa cowok gay wajib nge-gym untuk menjaga penampilan plus cari pacar. Bisa jadi kita ikutan diajak ke gym dan lebih semangat berolahraga.

(di pagi hari yang cerah selama libur panjang)
Jazz: Yuk nge-gym. Kemarin katanya mau bangun pagi olahraga.
Carmen: (ngulet di tempat tidur). Iya besok ya, pasti gue olahraga. Kemarin kan kita nyaris begadang, Jazz, ngantuk banget. Besok deh besok.
Jazz : Oke.

(hari besoknya)
Jazz: Carmen, fitnes ayo… Lama amat di kamar mandi.”
Carmen: (teriak dari kamar mandi) Iya nih Jazz… Sakit perut banget, nggak tahan. Lu duluan deh, gue juga mau beres-beres rumah nanti. Itu kan termasuk olahraga.
Jazz: Ya udah, bye.

(hari besoknya)
Jazz: Carmen, jadi nggak fitnesnya? Katanya mau beres-beres rumah kemarin, kok baru pagi ini?
Carmen: Iya ini, gue sibuk banget biar bersih rumahnya, harus beres-beres. Jadi kayaknya nggak sempat fitnes, say.
Jazz: Oi, gue tamu lu kan udah mau pulang, tapi baru beres-beres sekarang. Dasar… (sudah putus asa)
Carmen: (giggling)

Positif banget yah, adanya peran laki-laki gay di hidup lesbian. Tulisan ini dipersembahkan untuk sahabatku Jazz, the most fabulous, glamourous, and sophisticated man in the universe. We’ve been together for ten years, mate. Dia pembaca reguler SepociKopi. Tepatnya, mengaku pembaca setia artikel-artikel Carmen *blushed*.

I am all a fag hag for you, Jazz! ;)

 

@Carmen, SepociKopi, 2012

Tags: , ,

24 Comments »

  • Arashi says:

    sahabat gay-lesbian, asik tuh. seperti yg disebut di atas, saya dan sahabat lesbian saya jadi saling melengkapi. sahabat lesbian saya bisa bertindak sebagai style police pribadi yg selalu saya bawa ketika shopping, ke barber shop, bahkan membantu memilih facial foam saya :-p. dia juga teman sharing saya yg mungkin satu-satunya yg pernah melihat saya menangis. dan dia juga pengawal pribadi saya :-D

  • Kentang says:

    Orooh.. -_- *bacakomennyaDai-kun*
    Sebenernya gua suka manga/anime yuri* (*lesbi) #yaiyalah
    Tapi kekasih saya suka banget sama yaoi.. -_- maka dari itu saya ikut terkena virus yaoi.. Tiap liat cowok gitu beduaan (pdhl kayaknya temen biasa) mulai deh jiwa fujoshi*-nya bangkit (*cewek yg seneng liat yaoi)
    Bagi saya, hentai* (*straight), yaoi, dan yuri itu biasa*.. XD tapi lingkungan saya belum biasa..
    (*gegara suka Jepang nih)

  • kieki3 says:

    lucu lucu
    jdi kepengen pnya teman gay

  • wi says:

    Wah ngebaca artikel ini jd keingat gue yg sempat cemburu sama pacar gue yg jg punya teman gay. Arkhh they so close each other.

    Waktu pacar gue tau gue cemburu, dia cm blg, ‘how you can jealous with a gay?’

  • demas says:

    hahah fag hag ya namanya?? gw punya temen gay, dekeeet bgt sm gw, gw kmana2 sama dia, ke spa, ke gym, wara-wiri gajelas deh pokoknya. senengnya lagi temen gay gw itu cowok bgt jadinya bisa buat nutupin identitas ke keluarga gw deh.. hihihi sikasiiik :p ohya k sidney gym dmn? aku biasa gym di celfit.x aja bs bareng :D

  • SockoMumu says:

    nice writing.. ^^
    emang bener mengasyikan punya temen Gay tuh,,,
    aduhh jadi kangen Ryan, my gay mate in all bitter-sweet situation.

  • Poetri says:

    Walau ga semua tp rata-rata asyik dan helping a lot. Gay kan jg manusia biasa yg pny hati dan atitude msg2. My little brother is gay and he is my bestfriend :)

  • PM says:

    Gue bukan lesbian tapi gue punya temen gay yang deket banget. Baca tulisannya Carmen jadi ngebuat gue kangen banget sama temen gay gue itu. Dan memang bener, sahabatan sama temen gay itu emang menyenangkan banget. Mereka bisa ngomong sesuatu yang frontal banget yang gak akan mungkin pernah keluar dari mulut cowo-cowo straight. Awalnya agak menohok, but then you will realize that they tell you what’s actually good for you. The good part is that sedeket apa pun gue sama sahabat gue ini, dia gak bakalan ada rasa suka sama gue. The bad part is, I am deeply in love with him. *okay mari kita sudahi curcol ini*. Anyway, thank you Carmen for sharing this great story. Lucky you to have Jazz. :)

  • Aya Delova says:

    waahhhh…kngen bnget sm sahabat gay ku :(
    2 makhluk aneh yg selalu bkin aku nyaman ketika berbagi cerita…mereka mengadu nasib ke luar kota. hmmm..rasanya aku emang lebih nyaman bersahabat dgn cowo gay daripada cowo straight. soalnya ujung2nya pasti ditaksir…resiko orang cantik kali ya..(pede gilak :D)
    tulisan carmen ngena bnget deh bwt aku. cm cowo gay yg bisa ngertiin cewe lesbian :)

  • carmen says:

    @Padusi: Yes, I believe so. Gay = teman sharing terpercaya. My Jazz is one.

  • Padusi says:

    gay temen sharing terpecaya??..Really??..i dont think so,,!

  • DS says:

    Dear Carmen thanks for making my day. now its full with 100watts smiles. teman gay aku namanya GEYPA (aku GEYMA). membaca tulisanmu aku langsung telpon dia (its 4am at his place) dan bilang ‘geypa u r my carson kressley, u r my priceless diary, u r my da vinci mirror, u r my best cheerleader and last but not least u r the bestest coach of my life’. dia bilang ‘geyma u ruin my wet dream but u give me love lightning. i love u like the sunrise n now let me get back to sleep’…hehehhe.

  • marcell says:

    Betulll sekli carmen!:) memang shbt gay itu fabolous bgtt.Selain ada sisi perempuanny yg memahami qt dy jg pny sisi laki2 yg sangat rasional trus terpercaya hmm jd kangenn shbt gay satuu kampuss gue yg cerewet and trending abizzz

  • Ch ! says:

    waah kelihatan klop n nyambung banget ><
    pengen jg lebih tau ttg co gay tp apa semua co gay seperti dy haha

  • Nemo says:

    Hm….nice story….
    “seperti cermin” ??.

  • kiora says:

    Aku juga punya sahabat cowo yg gay. Memang lebih asyik bersahabat dg cowo. Ga rese and bs ngasih nasehat yg rasional. Trus ga perlu kuatir dia naksir aku.. ;-)

  • Dai-kun says:

    …entah kenapa jadi gatel buat ngasih komentar, padahal masih online di hape xD
    Rasanya menarik liat perspektif hubungan persahabatan gay-lesbian dari sudut pandang lesbian. Lucu-lucu juga, ya?
    Saya pribadi belum pernah punya teman lesbian, tapi kebetulan (hampir) semua teman dekat saya itu ya cewek. Karena mereka tahu kalau curhat sama saya tidak akan membuat mereka naksir saya ataupun sebaliknya (padahal sebenernya bisa aja sih, saya bi lol), mereka jadi sangat terbuka sama saya. Saya juga senang ngasih advice dari sudut pandang seorang cowok, dan bermain peran sebagai psikolog dadakan :D
    Dan karena kebetulan sobat-sobat saya ini sesama pecinta yaoi (manga tentang hubungan homoseks pria), saya juga jadi punya teman fanboying dan ber-kya-kya saat nemu hint yaoi di anime/manga/film tertentu lol. jadi, pepatah “gay is a woman’s best friend” itu benar adanya, dan saya sudah membuktikannya! xD

  • Chflog says:

    Lucu tulisan nya.. Sangat melengkapi deh..
    Senang nya pnya sahabat kaya’ gt.
    Seneng sekalian bisa sama sama creambath kali ya.. Hohoh
    Gud luck buat carmen.. :)

  • Superdee says:

    Wah seru ceritanya! Long last friendship yes :D

  • Frozen Shane says:

    Persahabatan yang keren d :-D b

    ngiri……

  • bE says:

    Haha lutchuuu…. :D.

  • vilinnz says:

    Suka sekali dengan tulisan Kak Carmen… Saya juga punya sahabat Gay, kisahnya sama seperti Kak Carmen… Kalau satu hari tidak jumpa rasanya seperti puluhan tahun dan karena saking dekatnya, kami sampai digosipin pacaran ;) hahaha… Dia bisa jadi penasehat yang baik, memang kadang-kadang pengen kujambak kalau dengar komentarnya yang gila dan kurasa hidupnya nggak akan tenang kalau tidak merepotkan saya. =.=’ But saya sayang sahabat gayku ini… Friendship Forever…
    *Makasi ya Kak untuk tulisan kali ini… Muahhh…

  • vierr says:

    Kereeeeennn!!
    Jadi kangen sama primie ku.. :’)

  • aureliaisme says:

    Hahaha asik bener ni bacany
    Sayangny temen gay cm atu dan itupun hanya skedar temen :p

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.