Home » FabuLezlyCool

FabuLezlyCool: Hidup tanpa Kerja Keras

Submitted by on 23/05/2012 – 6:19 pm6 Comments | 870 views

Oleh: bE

Adakah cara menjalani hidup yang nyaman tanpa usaha? Tanpa harus melalui segala kesulitan, mulus tanpa halangan? Tanpa ada masalah sekecil apa pun? Pokoknya semuanya serba dimudahkan. Eits, jangan langsung sinis. Ada kok jenis kehidupan seperti itu. Jangan-jangan kita sedang mengalaminya setiap hari. Cekidot.

1. The only job you start at the top is when you dig a grave.

Siapa yang pernah melihat  penggali kubuaran menggali tanah dari bawah ke atas? Mana bisa. Jadi memang benar, satu-satunya pekerjaan yang memulainya dari puncak adalah si penggali kuburan.

Siapa di antara kita yang pernah mengkhayal begitu lulus sekolah mendadak jadi CEO perusahaan multinasional ternama? Atau mendadak punya bisnis konglomerat? Menjadi penulis best-seller untuk tulisan yang pertama kali dikirimkan? Atau menginginkan hubungan percintaan yang bebas hambatan, damai, sejahtera, sampai tua?

Kita pasti sudah sering membaca buku-buku biografi para tokoh ternama. Di sana tidak pernah ada kejadian bahwa si tokoh sudah langsung menduduki posisi puncak begitu dia memulai. Semua pasti diawali dari posisi terendah, sarat dengan tantangan, cobaan, kejatuhan, bahkan tidak sedikit yang pengalamannya seperti kisah di dunia fiksi, misalnya: memulai dari tukang sapu, sopir, office boy, pembagi brosur, dan lain-lain sebelum akhirnya sukses mencapai apa yang selalu diimpikannya. Sederhananya saja, kita tidak langsung menjadi dewasa begitu kita lahir.

Sama halnya dengan situs SepociKopi, yang sekarang sudah besar dan semakin besar (baik situsnya maupun komunitasnya). Atas kerja kerasnya, SepociKopi sudah banyak memberi empowerment dan enlightment bagi kaum lesbian. Sejak didirikan, pastinya melalui tahap demi tahap yang sulit. Didukung usaha keras yang pantang menyerah, ditambah tantangan yang datang bertubi-tubi, akhirnya SepociKopi menjadi sebuah brand yang memiliki ciri khas di kalangan LGBT.

Oleh karenanya, kecuali jika kita semua memang ingin berprofesi sebagai penggali kuburan, maka sadarlah, bahwa semua yang kita lakukan, mulai dari pekerjaan, percintaan, sampai pilihan hidup, harus dipenuhi dengan tekad dan ketegaran agar bisa melalui segala rintangan. Puncak keberhasilan hanyalah destinasi, tapi yang membahagiakan adalah perjalanan dari ‘bawah’ menuju ke ‘atas’.

2. The only thing that comes to you without effort is old age

Bukan bermaksud menakut-nakuti, tapi selain kematian, menjadi tua juga adalah hal yang pasti terjadi di dunia ini. Yang membedakan hanyalah kecepatan prosesnya. Semua orang pasti akan mengalami penuaan. Banyak produk dan usaha yang ditawarkan sekedar untuk memperlambat proses penuaan, namun hal itu tetap terjadi. Tidak usah melakukan apa-apa, usia tua pasti datang menghampiri.

Yang menjadi pertanyaan one million dollar adalah, apa yang ingin kita capai sebelum kita benar-benar tua dan sudah terlalu terlambat untuk memperbaiki semuanya? Seperti yang sudah disebutkan di atas, menjadi tua adalah sesuatu yang tak dapat terelakkan, namun menjadi tua dan getir hidupnya adalah sebuah pilihan. Apakah kita mau menjadi perempuan tua yang berbahagia, tergenapi, dan dipenuhi dengan damai dan cinta kasih kepada sesama?

Banyak lesbian di komunitas SepociKopi yang jika diukur berdasarkan umur masih memiliki perjalanan yang cukup panjang. Masih memiliki cukup banyak waktu. Tapi tidak jarang yang mengisinya dengan hal-hal yang kurang produktif atau bahkan merusak perilaku. Ketimbang membangun atau memperluas wawasan, banyak kaum muda lesbian lebih memilih untuk bergalau ria dengan berbagai jenis percintaan yang tidak sehat dan tidak mau memotivasi diri agar bangkit ketika terjatuh.

3. Only those who do nothing, do not make mistakes

Jika kita hanya diam dan tidak mencoba apa-apa, maka hasilnya sudah pasti nol. Kalau lesbian muda tidak berani melakukan apa-apa agar terhindar dari segala kesalahan, maka tidak ada pencapaian apa-apa juga.  Kesalahan menciptakan pembelajaran dan peluang.

Mau tinggal bersama pacar di sebuah apartemen? Mau memiliki masa depan yang aman dan nyaman bersama kekasih? Bermimpi memiliki usaha/bisnis sendiri di masa depan? Bertekad ingin membahagiakan orangtua? Para penemu tidak pernah berdiam diri. Mereka terus bergerak, meski harus melakukan kesalahan yang tidak terhitung banyaknya. Thomas Alva Edison melakukan kesalahan sebanyak sepuluh ribu kali sebelum akhirnya berhasil.

***

Tiga ungkapan di atas hanyalah segelintir jika dibandingkan dengan nasehat-nasehat lain yang intinya tetap sama. Jangan berkecil hati ketika kita masih belum ada apa-apanya, baik sebagai pasangan lesbian maupun sebagai mahasiswa. Mulailah dari yang kecil. Dari bawah. Dari tangga pertama. Karena sebuah petualangan besar juga dimulai dari langkah pertama. Menjadi lesbian artinya bukan mengharapkan gelar karpet merah dan hujan rasa kasihan demi masa depan, tapi beranilah bekerja keras untuk menciptakan kesempatan dan masa depan bagi kita dan lesbian lain.

Kalau bukan kita yang melakukan kerja keras ini, siapa lagi?

@bE, SepociKopi, 2012

Tags: , , ,

6 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.