Home » Humaniora, LezBiz

LezBiz: Merancang Anggaran

Submitted by on 25/04/2012 – 8:11 pmOne Comment | 505 views

Oleh: Seez Lim

Anggaran atau yang disebut sebagai budget memang kerap kita dengar, tapi apakah kita sebagai lesbian mengerti makna di balik kata ‘anggaran’? Apa pentingnya anggaran khususnya bagi kita seorang lesbian? Anggaran berarti perencanaan. Konteks ini artinya perencanaan dalam keuangan kita yaitu berapa yang ingin kita alokasikan selama periode tertentu, baik itu mengalokasikan pendapatan atau pengeluaran.

Saya sering mendengar kata anggaran, tapi saya baru tahu betapa pentingnya suatu anggaran ketika saya telah bekerja. Dulu saya selalu berpendapat bahwa yang seharusnya memiliki anggaran adalah perusahaan. Perusahaan yang memang sudah besar tentu harus dapat mengatur lalu lintas uang masuk dan keluar.

Tapi setelah bekerja, saya mulai membuat anggaran saya. Lalu seketika berpikir dengan takjub, “Kenapa sih saya tidak membuat anggaran dari dulu?” Semenjak kuliah, uang jajan saya selalu pas-pasan, malah saya harus mencari pekerjaan sambilan (mulai dari kerja di kampus sebagai asisten dosen sampai menjaga toko yang ada di sekitar kampus). Pekerjaan ini saya lakukan supaya saya bisa menikmati kesenangan-kesenangan saya tanpa perlu meminta uang kepada Ibu saya. Padahal, jika saya bisa mengatur anggaran sejak awal, maka pemasukan dan pengeluaran saya sejak kuliah pasti akan teralokasikan dengan sehat. Pengeluaran yang tidak perlu pun bisa diminimalisasi sebaik mungkin.

Setelah saya berkenalan dan semakin “dekat” dengan anggaran, begitu banyak pertanyaan yang bermunculan di otak saya. Kenapa negara kita harus memiliki APBN dan harus berhemat sesuai dengan anggaran itu? (baca tulisan saya sebelumnya tentang BBM). Kenapa perusahaan-perusahaan begitu ketat dengan anggarannya? Apa hanya perusahaan yang harus memiliki anggaran? Bagaimana jika kita lesbian juga memiliki anggaran untuk diri kita sendiri? Tidak perlu anggaran dalam setahun seperti yang dilakukan kebanyakan perusahaan, tapi jika kita bisa membuat anggaran untuk satu bulan saja, maka saya rasa kita juga bisa mengatur keuangan kita dalam satu tahun penuh.

Anggaran penting agar kita dapat mengalokasikan dan memonitor keuangan kita. Bukankah kita sebagai lesbian sudah seharusnya mempersiapkan anggaran? Apalagi kalau memang ingin hidup mandiri (dengan atau tanpa pasangan) dan tidak mau menyusahkan orang tua atau keluarga.

Mulailah dengan hal sederhana ini. Setiap bulan susunlah anggaran. Catat berapa penerimaan; baik dari uang jajan, gaji, atau pendapatan usaha. Alokasikan pemasukan dan catat setiap pengeluaran yang akan terjadi di bulan tersebut. Mulai dari pengeluaran untuk berinvestasi,  biaya tempat tinggal, biaya pengeluaran makan, biaya transportasi, belanja bulanan, dana darurat, dan lainnya. Jangan lupa untuk selalu sisihkan dana darurat setiap bulan dari pemasukan untuk ditabung. Kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di kemudian hari.

Tetapkan biaya-biaya tersebut selama sebulan. Pada saat bulan berjalan, jangan melebihi pengeluaran yang sudah kita rencanakan dari awal supaya tidak perlu berutang sebab tidak memiliki uang di tengah bulan. Jika pemasukan aktual ternyata melebihi anggaran, itu malah lebih bagus! Jika kebalikannya, ternyata biaya aktual melebihi dari apa yang sudah dianggarkan, siap-siap untuk mereview ulang semuanya. Usahakan menghemat dan menakan pengeluaran aktual agar tetap lebih kecil dari apa yang sudah dianggarkan.

Pertanyaannya, bagaimana bisa mengetahui biaya aktual yang sudah dikeluarkan? Apakah harus dicatat? Menyusahkan sekali kedengarannya! Pencatatan memang perlu, tapi ada triknya. Kita pasti punya tabungan di bank, kan? Dan pastinya punya kartu ATM (Automated Teller Machine). Coba deh menarik uang sesuai dengan anggaran secara sekaligus atau paling tidak dibagi menjadi dua kali. Misal, biaya makan sebesar satu juta rupiah, maka tariklah uang itu dan simpan di amplop dengan tulisan “Uang Makan”. Setiap saat melakukan pengeluaran untuk biaya makan, ambil uang secukupnya dari amplop tersebut. Lakukan hal yang sama dengan biaya-biaya lainnya.

Nah, sudah berpikir untuk mulai mengalokasikan dana? Mari mencoba untuk membuat anggaran agar dapat diinvestasikan dengan benar. Dengan anggaran yang baik, pengeluaran pun dapat dikendalikan dengan sehat.

@Seez Lim, SepociKopi, 2012

Tags: , , ,

One Comment »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.