Home » Humaniora, Tajuk

Tajuk: Hubungan Percintaan Langgeng dan Kita

7 February 2012 355 views 6 Comments

Oleh: Nuha Guwa

Apa ada cinta lesbian yang hubungannya langgeng dan lama? Bagi yang merasa frustrasi melihat hubungan lesbian yang kelihatan jarang langgeng, jangan cepat putus asa. Banyak kok di antara kita yang hubungannya bertahun-tahun. Ketika kita bertemu dia tahun lalu, pacarnya A, bertemu lagi di tahun berikutnya pasangannya masih sama.

Memang, rata-rata pasangan lesbian langgeng seperti ini tampaknya tidak begitu banyak berinteraksi di dunia maya. Mereka lebih memfokuskan diri pada kehidupan asli. Jadi, data tentang mereka sangat minim ditemukan. Alangkah senangnya jika ada rekan-rekan lesbian yang mau melakukan riset tentang hal ini sehingga data akurat tentang pasangan lesbian berumur panjang bisa mengimbangi kisah drama Oh Mama Oh Papa yang banyak kita dengar dari curhat-curhat selama ini.

Benar, banyak kisah yang membuat kita bergidik. Baru saja kita bertemu teman lesbian itu dengan pacar barunya, beberapa bulan kemudian kita sudah dikenalkan dengan pasangan terkininya yang lain. Tahun berikutnya, ternyata sudah yang lain lagi. Aduh!

Banyak faktor yang dapat membuat hubungan kita dengan pasangan awet. Berjuta ragam tips di internet mengajarkan manusia bagaimana memelihara hubungan cinta dengan pasangan. Memiliki hubungan harmonis dan sanggup menjalani suka duka hidup bersama-sama merupakan impian setiap pasangan. Cinta menjadi bagian penting dari tema hidup. Tanpa cinta, kehidupan ini seperti gadget canggih tanpa sinyal, seperti sayur tanpa garam. Sepanjang peradaban manusia, cinta selalu menjadi legenda paling menyenangkan untuk diketahui. Hubungan cinta abadi selalu menjadi tolak ukur kebahagiaan seseorang.

Psikolog asal Swiss, Jerman dan Amerika Serikat melakukan riset menarik soal hubungan langgeng. Penelitian itu mengatakan bahwa pasangan yang baru mengenal dan hidup bersama selama satu hingga dua tahun ternyata lebih saling mengerti satu sama lain dibandingkan yang telah hidup bersama selama empat puluh tahun. Konon, hal ini bisa terjadi karena pada awal hubungan, mereka benar-benar mencoba untuk saling mengenal. Lalu ketika usia hubungan berjalan lama, mereka berpikir sudah tahu segala sesuatu tentang pasangannya.

Para peneliti ini melakukan pengamatan pada dua kelompok pasangan, yang tua dan muda. Mereka diberikan pertanyaan kesukaan pasangan terkait tiga hal yaitu film, makanan, dan furniture dapur. Dari hasil jawaban, 38 pasangan muda yang berusia antara 19 hingga 32 tahun dan baru hidup bersama rata-rata dua tahun satu bulan memiliki jawaban yang lebih tepat. Hal itu dibandingkan dengan dua puluh pasangan tua, berusia antara 62 hingga 78 tahun yang telah hidup bersama selama empat puluh tahun sebelas bulan. Para peneliti memperkirakan, pasangan muda memang lebih termotivasi untuk mengenal dan mengerti pasangan ketika memulai hidup bersama. Tetapi sayangnya, motivasi tersebut menurun seiring berjalannya waktu.

Berdasarkan riset di atas, seperti halnya tanaman, ternyata cinta perlu dipupuk dan disiram sepanjang hari. Cinta memerlukan proses setiap waktu untuk bisa mengerti terhadap keinginan dan perubahan yang ada dalam pasangan. Cinta membutuhkan adaptasi, cinta butuh ilmu, cinta butuh materi, cinta butuh seluruh potensi hidup untuk mempertahankannya.

Membangun cinta dengan pasangan perlu modal perhatian dan ekstra keras setiap saat, seperti usaha kita di saat baru berkenalan. Analoginya mungkin bisa seperti ini, dalam cinta perlu tawar menawar, mirip transaksi jual beli. Keduanya bisa sama-sama untung ketika kesepakatan tercapai. Bentuk jual beli dalam cinta tentu saja bukan seperti jual-beli yang nyata. Jual beli dalam cinta terjadi dalam makna spiritual, emosional, pengetahuan, pengalaman, dan banyak faktor lain.

Biasanya di awal pertemuan, cinta yang benar-benar kuat akan mendorong seseorang mengatakan dalam hatinya, oh perempuan inilah pilihan saya, kehidupan saya akan diisinya sampai akhir. Didukung dengan pupuk yang hebat yakni tingkat pendidikan, pengetahuan, dan pengalaman yang cukup maka cinta akan selamat meskipun godaan datang silih berganti.

Saya adalah salah satu yang begitu percaya dengan pomeo bahwa “sifat seseorang tidak jauh-jauh dari pasangannya”. Secara sederhana, kalau saya lihat teman saya baik, maka dengan segera saya akan mengatakan bahwa pasangannya juga baik dan menyenangkan. Kalau tidak, pasti sudah lama mereka berpisah. Namun, sudah pasti faktor penentu seperti kepercayaan diri, tingkat pendidikan atau pengetahuan, serta pengalaman menjadi sumber kelanggengan dalam sebuah hubungan yang harus selalu dipupuk.

Tips berpasangan langgeng bisa saja bertebaran dan dengan mudah didapatkan. Cinta bisa saja tumbuh subur dan menghilang di antara kedua manusia. Kesetaraan dalam pasangan bisa saja terjadi. Riset ilmiah tentang dunia percintaan bisa saja terus menerus dilakukan oleh para ilmuwan. Tapi yang harus diingat, hubungan percintaan bukan sekadar ilmu atau tips, tapi hubungan percintaan yang langgeng adalah sebuah seni, yang bukan hanya harus dipelajari seumur hidup, tapi juga dihayati sepenuh jiwa raga.

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2012

6 Comments »

  • eng said:

    aku pernah ngobrol dengan pasangan lesbian yang sudah tinggal bersama selama 25 tahun. mereka sangat kelihatan saling mencintai. dari cara saling tatap sampai mengelus punggung pasangan. hmm

  • keeny said:

    ada,saya punya teman yang berpasangan, dan mereka lesbian dan mereka sudah 11tahun hidup bersama :)

  • M said:

    Cinta dipupuk, cinta harus dengan logika
    Belajar mencintai lebih baik daripada Jatuh cinta
    Karena jatuh cinta bisa jadi emosi sesaat tetapi belajar mencintai, memupuk cinta harusnya lebih langgeng

  • gadiz said:

    bener bngt tuh,,

  • Ch ! said:

    hubungan yang langgeng butuh kemauan untuk membinanya dari kedua pihak.. kalo mnurut gw, pengertian dan toleransi jd peran utama tp jgn berlebihan kadarnya (mksdnya jgn kelewat gila kasih toleransi) supaya akhirnya gak nyesel..

  • whiteyl said:

    hubungan yang langgeng sama seperti merasakan apakah partner kita benar jodoh kita sampai tua atau bukan alias gambling.kita g akan pernah tau jodoh kita.blm tentu partner yang sekarang adalah jodoh kita even sudah lama berhubungan, tp bisa jd juga partner yang sekarang adalah memang jodoh kita.semua hal tentang kelanggengan hubungan kembali kepada satu kalimat “NYAMAN” antara satu sama lain :) …Nyaman secara lahir batin, nyaman secara hubungan dan nyaman dengan perlakuan yang diberikan oleh partner masing-masing :)

Leave your response!

Ruang komentar adalah ruang yang memberikan perhormatan tinggi kepada kaum lesbian. Silakan gunakan kata "lesbian" atau "lesbi" dengan tepat, bukan dengan kata-kata lain yang melecehkan. Komentar dengan bahasa alay, singkatan, dll, tidak diperkenankan. Terima kasih.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.