L’Amour: Mawar Empat Warna
Tahun 2012 adalah tahun yang “sesuatu” banget buat saya dan partner. Bagaimana tidak? Awal tahun saja saya telah mengukir kenangan yang indah bagi kami berdua.
Begini ceritanya…
Saya dan partner penganut LDR, Long Distance Relationship alias hubungan jarak jauh. Dia tinggal di Kota Kembang dan saya di Sumatra. Ternyata LDR itu sangat menyiksa. Saya tidak bisa memandang wajahnya, menyentuh tubuhnya atau mencium pipinya. Belum lagi siksaan rasa kangen yang membuat saya merasa nyaris meledak. Kami hanya bertemu sekali dalam dua atau tiga bulan. Walaupun pertemuan yang sekali itu biasanya berlangsung selama seminggu.
Liburan akhir tahun 2011 yang lalu saya berlibur ke Kota Kembang, mengunjungi partner. Kali ini saya akan menghabiskan waktu dua minggu bersama partner, merayakan Natal dan Tahun Baru bersama-sama. Kebetulan tanggal 1-1-2012 adalah hari jadian kami. Saya berencana menyiapkan kejutan kecil untuk sang partner tercinta. Dari Sumatra, saya sudah menyiapkan perlengkapan perang. Perang Romantis namanya. Sebenarnya, saya bukan orang yang kreatif atau romantis, dan terpikir untuk membuat kejutan kecil seperti ini saja sudah membuat saya senang sekali.
Inilah alat-alat perang yang saya siapkan:
1. Amplop berisi puisi untuk partner yang saya buat sendiri jauh-jauh hari. Judulnya “Dunia Harus Tahu”
2. Empat lembar kertas kecil berwarna biru yang bertuliskan makna mawar merah, putih, pink, dan oranye.
3. Dua puluh lilin kecil.
4. Lem dan korek api.
Bandung dijuluki Kota Kembang tentunya tak akan sulit mendapatkan bunga mawar, itu asumsi saya. Sebagai orang Sumatra saya tidak memiliki pengetahuan di mana tempat membeli bunga mawar di kota Bandung. Saat sedang ke Kampung Gajah menemani beberapa teman (tapi tanpa partner) saya sempatkan mencari mawar di daerah sana.
Singkat cerita saya menemukan kebun Teteh Nunung. Kebunnya berada di bukit yang agak tinggi, jalanannya pun terjal dan rusak. Sampai di sana, saya memesan empat tangkai mawar berbeda warna dan satu kodi mawar putih yang akan saya ambil pada tanggal 31 Desember 2011.
Sore itu, hujan mengguyur kota Bandung. Saya sengaja mengajak partner makan malam berdua di Kampung Daun agar saya bisa mengambil pesanan mawar tersebut. Tiba di dekat Kampung Gajah saya berkata kepada partner, “Yank, parkir di sini dulu ya. Saya mau naik ke sana sebentar, kamu tunggu di mobil sebentar saja.” Kemudian saya turun membawa tas ransel dan berjalan menerobos hujan. Awalnya saya kira menaiki bukit yang tak begitu jauh menuju kebun Teteh Nunung tidak akan membuat saya capek, tapi setelah saya coba… astaga! Dengan udara sedingin itu saya hampir tak bisa bernapas. Tapi saya terus berlari karena tak mau meninggalkan partner sendirian terlalu lama.
Setelah berhasil mengambil pesanan mawar, saya kembali menuruni bukit. Niatnya ingin berlari lagi, biar lebih cepat. Tapi jalanan licin dan berlumpur… Beberapa kali saya hampir terpeleset. Untung saja saya tiba di bawah dengan selamat.
Di dalam mobil, saya menyerahkan satu kodi mawar putih kepada partner. Dan kami melanjutkan perjalanan ke Kampung Daun. Setelah makan malam, kami kembali ke hotel tempat saya menginap. Dan malam itu partner akan menemani saya.
Tiba di hotel saya segera menganti pakaian dan lain-lain. Kemudian saat partner gantian masuk ke kamar mandi, saya membuka ransel dan mengeluarkan empat mawar yang lain. Saya mulai menempelkan kertas berbentuk love yang saya bawa dan meletakkan mawar itu di ranjang. Tak lupa saya mengeluarkan amplop berisi puisi dari koper dan menyalakan lilin di sekitar ranjang.
Setelah semua tertata rapi, lampu kamar saya matikan. Saya melakukan semua dengan terburu-buru takut partner keluar sebelum saya selesai. Tapi ternyata partner malah berlama-lama di kamar mandi.
“Yank, cepet keluar atuh, lama banget sih,” kata saya, agak tak sabar.
Setelah partner keluar, dia menyaksikan semua yang saya siapkan untuknya. Dia tersenyum membaca semua yang saya tulis. Sambil menangis haru, dia berkata, “Thanks, Sayang…”
Saya memeluknya dan mengucapkan, “Happy New Year and Happy Anniversary, Dear…”
Meski penuh perjuangan, tapi inilah kenangan yang tak terlupakan untuk kami.
Dear, I write directly for you,
I love you once, love you still, always have, always will. And there’s nothing more beautiful than imagine to against this world with you. Thanks for being such a good girlfriends for me. Hope each day you would passed will always bring happiness for you. I love you, SL.
@Octa Raymond, SepociKopi, 2012










Salut sm ceritany,terharu,ikut merasakan kebahagiaan yg mereka rasakan
so sweet………….
keren tulisannya..
sooo romantissss..
Romantis banget. .
Sungguh bikin iri.
Moga langgeng yaa.
how romantic,,smg langgeng octa. lets prepare for valentine’s romantic surprise..
semoga mkin erat ikatan di antara kalian,, amiinnn
so sweet bngt, ga tau knp ngebacanya merinding bgt, andai punya pacar seromantis itu
thanx ynk..that’s my love…hope u never repeat your mistake for the 4th times..
thanks buat semua maaf and kesempatan kamu, you’re precious dear…i love you ynk
keren dan romantis
pengen juga seperti itu, bila udah punya pacar.
romantis.. nyontek dikit bole yah ? he.he
iri aq nya…
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Mei ini adalah bulan yang sarat dengan perenungan atas hari besar perayaan Pendidikan Nasional dan Kebangkitan Nasional. Bertanyalah pada diri masing-masing: apa arti pendidikan? Apa arti kebangkitan? Dua elemen ini jika digabung, maka akan menjadi dua kata yang dasyat sekali: kebangkitan pendidikan. Jika pendidikan adalah hal yang sangat esensial untuk masa depan, maka apa fungsinya bagi kebangkitan lesbian?
Lesbian, era sekarang adalah era digital. Perubahan sistem pembelajaran dan pendidikan bergeser mengikuti teknologi yang terus bergerak. Demikian juga kesadaran akan penerimaan diri bagi kaum lesbian. Dulu, tubuh lemas dan tak memiliki kekuatan, kini tubuh perlahan-lahan mendapat asupan gizi sehingga menjadi kuat dan sanggup berdiri.
Lesbian, mari bangkitkan diri. Mari hilangkan rasa ketakutan, kesedihan, inferioritas, ketakberdayaan, dan seluruh perilaku negatif yang ujung-ujungnya akan menyeret lesbian menuju kehancuran masa depan. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kaum lesbian untuk berdamai dan berbahagia. Kuatkan hati, raih mimpi, teruskan perjuangan. Peluk cium untuk segenap pembaca setia SepociKopi.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 63 queries. 0.607 seconds.