Home » Friendship, Humaniora

Dasyatnya Kopdar Kedua Jakarta

Submitted by on 04/02/2012 – 3:39 pm7 Comments | 778 views

Oleh: Samuel Steffany

Dasyat! Itulah kata yang mewakili ekspresiku saat pertemuan Kopdar ke-2  anggota milis SepociKopi Jakarta yang dilaksanakan Minggu, 29 Januari 2012 lalu.

Seperti rentetan dari keberhasilan Kopdar pertama, Kopdar kedua ini pun mendapat animo besar dari anggota milis. Membludaknya jumlah peserta menunjukkan antusiasme yang positif dari anggota milis SepociKopi. Bayangkan saja pengumuman pertama jumlah peserta yang mendaftar mencapai 36 orang. Wow! saya saja terkaget-kaget. Tangan keringatan dan degup jantung tak beraturan. Bagi saya pribadi yang pemalu ini, jelas membutuhkan keberanian ekstra bertemu dengan lesbian sebanyak itu. Haduh! nggak bisa tidur nyenyak deh memikirkan pertemuan itu.

Upss… sebelum keterusan curhat, saya lanjutkan ya. Koordinator Kopdar 2 Jakarta sekaligus moderator milis SepociKopi menjelaskan, total keseluruhan jumlah pendaftar 47 orang, tapi yang hadir 34 orang. Beberapa orang mengabarkan pembatalannya pada hari H karena berbagai alasan. Kebanyakan karena kebetulan ada acara mendadak, walau sebetulnya sangat ingin menghadiri Kopdar. Ini berarti jumlah peserta hampir tiga kali lipat dari Kopdar pertama. Dengan jumlah sebanyak ini, para peserta berbisik-bisik mesra sambil senyum-senyum manis, “Sepertinya Kopdar ke-3 kita harus menyewa Balai Kartini. deh. He he he.”

Acara Kopdar dimulai molor dari waktu yang ditetapkan, pukul 14.00 WIB karena menunggu peserta lain yang datang terlambat. Salah satunya saya. Yaa… maklumlah, saya harus mengumpulkan keberanian dulu beberapa saat sebelum masuk ke tempat pertemuan, mengingat ini adalah ajang ketemuan dengan lesbian-lesbian keren dan manis-manis. Ngarep juga sih ada yang kecantol sama saya… hi hi hi.

Awalnya memang agak susah untuk mulai bersosialiasi karena meja peserta terpisah-pisah. Atas inisiatif kami sendiri, meja dan kursi kafe kami berantakin dan kami tata ulang. Kami menggabungkan meja dengan meja, menyejajarkan kursi dengan kursi hingga membentuk lingkaran. Tujuannya agar seluruh peserta bisa saling memandang, hingga memudahkan perkenalan dan aktivitas berbagi cerita, tentunya dengan segudang candaan yang benar-benar membuat mulut pegal, ketawa terus!

Akhirnya acara dimulai. Diawali dengan sambutan kecil dari Koordinator, dilanjutkan pengisian kuesioner. Loh, kok jadi serius gitu sih Kak Momod? Menurut Momod, kuesioner bertujuan untuk melihat tanggapan peserta tentang Kopdar dan untuk mendapatkan masukan tentang bentuk penyelenggaraan Kopdar berikutnya yang diinginkan peserta. Setelah diberi waktu beberapa saat untuk mengisi kuesioner, dilanjutkan dengan membahas hasil kuesioner tersebut secara terbuka.

Ada tiga pertanyaan sederhana. Pertama, bagaimana sebaiknya penyelenggaran Kopdar? Hampir seluruh peserta berpendapat, sebaiknya Kopdar juga diisi dengan diskusi-diskusi ringan. Ada juga yang ingin ada kegiatan lain seperti aktivitas outbond bersama, hingga aktivitas amal/sosial. Pertanyaan kedua, bagaimana frekuensi Kopdar? Jawaban peserta bervariasi, tapi lebih banyak memilih 2 bulan sekali. Ketiga, pertanyaan apakah mau datang ke Kopdar berikutnya? Dan semua peserta menjawab ya! Dengan harapan, Kopdar berikutnya bisa lebih seru lagi.

Yang membuat peserta jingkrak-jingkrak kegirangan di Kopdar ke-2 Jakarta ini adalah kehadiran salah satu pentolan SepociKopi, Kak Alex! Ya benar, Kak Alex hadir di antara kami! Sesuatu banget nggak sih? Dengan kehadiran Kak Alex kami mendapat gambaran yang jelas tentang SepociKopi, termasuk bagaimana SepociKopi dikelola, serta trik supaya tulisan bisa dimuat di SepociKopi.

Selain itu, Kak Alex yang ternyata kocak, sibuk memperhatikan jari-jari para peserta Kopdar, kemudian menimbang dan memutuskan kami lesbian atau bukan. Ha ha ha. Konon katanya ciri lesbian terlihat dari panjang jari-jari tertentu. Dan ternyata, jika dilihat dari teori jari, saya bukan lesbian tulen, saudara-saudara! Oh no! Padahal rasanya di jidat saya sudah ada logo “L”-nya loh. Ha ha ha…

Sungguh, berjalannya waktu tak terasa. Tahu-tahu sudah menjelang malam. Para peserta Kopdar satu per satu berpamitan pulang. Saling berjabatan tangan memberikan senyum persahabatan, namun ada juga beberapa yang masih tinggal, berbincang asyik dengan kenalan barunya.

Kak Momod pun merasa senang dan lega karena acara Kopdar ke-2 bisa berlangsung lancar dan sukses. Harapan Kak Momod semua peserta senang, bukan cuma jawaban senang ketika ditanya, tapi betul-betul senang dari hati yang paling dalam. Semoga Kopdar berikutnya bisa terwujud dengan berbagai kegiatan seru seperti yang diinginkan peserta Kopdar yang tertulis dalam kuesioner. Amin.

@Samuel Steffany, SepociKopi, 2012

  

Tags: ,

7 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.