Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: Takut

30 January 2012 183 views 6 Comments

Oleh: Dhea

Hujan dan kesendirian
Keduanya bahan baku
Yang mampu membangun ketakutanku
Dalam hitungan detik

Kegelapan menjadi atap
Menambah penderitaanku
Tiap detiknya begitu menyiksa

Matahari tak ingin membantuku
Untuk tinggal lebih lama
Tugasnya tlah selesai
Berganti bulan

@Dhea, SepociKopi, 2012

Tentang Dhea:
Harap kirimkan data diri kepada redaksi.

6 Comments »

  • Aya said:

    singkat tapi menyentuh….like this :)

  • she said:

    habis gelap terbitlah terang. Takut adl tantangan u/ belajar berani.

  • Chunkrinkz said:

    nice poem :)

  • Dava Sadewa said:

    like this oiii, , , :)

  • Dejiro said:

    tapi ku yakin…. hujan dan kesendirian akan membangunkan dirimu pada sebuah renungan betapa lamanya waktu terbuang dalam penderitaan yang sebenarnya bukanlah sebuah penderitaan, tapi sebuah rahasia tentang cinta. #wkwkwk geje yaa… gak conect dahh gua….

  • Gea said:

    bguss,,,mngingatkan qu pd sesorang ^^

Leave your response!

Ruang komentar adalah ruang yang memberikan perhormatan tinggi kepada kaum lesbian. Silakan gunakan kata "lesbian" atau "lesbi" dengan tepat, bukan dengan kata-kata lain yang melecehkan. Komentar dengan bahasa alay, singkatan, dll, tidak diperkenankan. Terima kasih.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.