Home » Have Your Say, Sepocikopiana

Have Your Say: Pasanganku Intraseksual

27 January 2012 527 views 15 Comments

Intrakseksual adalah manusia yang memiliki kelamin ganda. Secara fisik, terkadang kelamin ganda itu terlihat, terkadang hanya tampak satu saja. Adakah lesbian yang merasa memiliki kelamin ganda? Dengarkan kisah sahabt lesbian kita, Ardita, yang mengaku memiliki pasangan intraseksual.

Ini adalah kedua kalinya saya memposting tulisan di SepociKopi. Tapi tulisan saya yang pertama tidak diterbitkan. But it’s okay, mungkin memang waktu itu tulisan saya belum memenuhi syarat penerbitan. Sekarang saya mencoba menulis lagi di SepociKopi. Saya hanya ingin berbagi pengalaman saya yang cukup unik.

Jadi begini. Sudah tiga tahun ini saya menjadi seorang lesbian. Benar-benar lesbian karena saya mempunyai pasangan dan dia adalah seorang perempuan. Setidaknya saat ini dia adalah seorang perempuan. Eh? Mengapa ada kata “saat ini”? Benar sekali. Ada kemungkinan status keperempuanan partner hanya sementara dan tinggal sebentar lagi. Kenapa? Partner saya bukanlah seorang perempuan seutuhnya. Setidaknya itulah yang dia rasakan. Dia merasa bahwa dia adalah seorang laki-laki yang terjebak di tubuh seorang perempuan.

Mungkin banyak perempuan yang merasakan apa yang partner saya rasakan. Terutama perempuan lesbian yang berlabel butch. Mereka pasti mengerti. Awalnya, saya berpikir kalau partner saya adalah seorang perempuan lesbian yang menyukai hal-hal yang berbau maskulin sehingga dia merasa dirinya seorang laki-laki.

Tapi ternyata saya salah. Setelah semakin lama saya mengenalnya, ada beberapa kejanggalan yang terjadi pada partner. Seperti misalnya, siklus menstruasinya yang tidak menentu. Suatu hari, partner mengatakan dia tanpa sengaja mengeluarkan cairan yang seharusnya hanya bisa dikeluarkan oleh seorang laki-laki dewasa. Itu cukup mengejutkan untuk saya, mengingat bahwa apa yang saya lihat dari fisik partner saya adalah seorang perempuan.

Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memeriksakan keanehan ini kepada dokter. Ternyata partner saya memiliki kemungkinan seorang hermaprodit atau intraseksual. Partner memiliki penyakit kelainan pada kromosom yang menyebabkan ambiguitas genital atau biasa disebut dengan kelamin ganda. Ada banyak sekali tes-tes yang harus dilakukan untuk memastikan ini semua secara medis, sementara kesibukan pada pekerjaam membuat partner memiliki waktu yang tidak luang.

Namun terlepas dari itu semua, ada satu hal yang sangat mengganjal di hati saya. Yaitu, apabila nanti partner dinyatakan secara medis memiliki kelamin ganda dan dia memutuskan menjadi seorang laki-laki seutuhnya, lalu yang terjadi dengan saya? Apakah saya akan ikut berubah menjadi heteroseksual? Atau saya terjebak menjadi biseksual atau malahan tetap sebagai lesbian? Sampai sekarang, sementara saya mencintainya sebagai seorang perempuan. Hal ini benar-benar menimbulkan kejanggalan dan kebingungan pada diri saya sendiri.

Tapi bukan berarti saya tidak menginginkan partner saya berubah. Saya akan menjadi orang pertama yang berbahagia untuknya jika suatu saat nanti dia telah benar-benar berubah menjadi seorang laki-laki. Saya tau persis seperti apa penderitaan yang dia rasakan saat terjebak di dalam ketidakpastian gender dan seksualitasnya. Saya juga tau persis bagaimana perjuangannya untuk mendapatkan kejelasan status gender dan mendapatkan pengakuan dari lingkungan dan keluarga.

Mungkin yang bisa saya lakukan saat ini hanyalah berharap jika nantinya dia adalah seorang laki-laki, dia tetap akan mencintai saya dengan caranya yang seperti sekarang ini. Caranya yang lembut dan penuh kasih. Caranya yang santun dan apa adanya. Caranya yang kuat dan tegas. Caranya yang selalu menjunjung tinggi prinsip kebersamaan, keterbukaan, dan kesetiaan. Caranya yang akan mampu membuat saya bertahan meski pun saya harus berjuang untuk menyesuaikan diri dengan fisiknya yang baru sebagai laki-laki. Hmm… Tak apa kan? Bukankah pada kenyataannya hati adalah penuntun setia untuk menuju apa yang benar-benar kita cari, inginkan, dan butuhkan?

@Ardita, SepociKopi, 2012

15 Comments »

  • RubenAlesha said:

    Ardita, kamu harus coba cari dokumentasi “Becoming Chaz”, mungkin pernah denger yah…Dokumentasi ini merupakan perjalanan Chastity Bono (Anak dari Cher dan Sonny Bono) menjadi seorang Pria. Disitu juga kita bisa lihat perjuangan Chaz dengan partner perempuannya mengatasi pergantian kelamin Chastity menjadi Chaz. Kasus nya sama banget sama kamu niy soalnya…jadi i think you should try to look for it…

  • gadiz said:

    mudah2 yg kamu alamin bisa kejadian dengn pasangn ku,,,,amin

  • dean said:

    cm mau bilang, saya tdk sk pernyataan ttg, “sudah tiga tahun ini saya menjadi menjadi seorang lesbian”
    Well, ketertarikan seksual gw rasa bkn hal yg bs ditarik ulur. pacaran sm cewek blm bs dikatakan lesbian. siapapun bs kalo mau. tanpa seksualitas.
    gw pribadi capek kalo ada yg nanya udah berapa lama jadi lesbian??
    Its a arrrggh.
    yak, itu cm emosi pribadi.
    mengenai pacar ardita yang intraseksual, saya mendoakan semoga dipermudah mendapat kejelasan status kelamin. baik secara kedokteran, maupun administrasi kependudukan. :)

  • Appu said:

    Ketika membaca karyamu, aku merasa kamu tulus ketika menulis ini. Terus terang, kegundahanmu sungguh manis.
    Semoga saja kamu bisa tetap mencintai pasanganmu apapun kelaminnya. Masalahnya bukan menjadi lesbian atau hetero, tapi kejujuran terhadap diri sendiri kalau yg kau cintai adalah dia.

  • Ardie said:

    hmmmmm,,, saya jadi tertawa sendiri membaca tulisan ini. Tulisan yang bisa membuat sebagian perempuan seperti pacar kamu punya harapan tuk berjuang mencari kejelasan gender. thanks ardita :)
    u were inspired vo us.

  • cloud said:

    Nice sharing… Follow your heart :)

  • trias said:

    kisah yg unik, cm bs ikut mendo’akan partner anda terlepas dr kesulitan pengakuan identitas seksual. jika benar kalian berdua disatukan oleh cinta, toh prubahan yg tjadi takkan bs mempengaruhi hub anda. karna cinta tumbuh dr hati, bukan kelamin.

  • Samantha Lee said:

    Ardita, ini ada forum FTM-nya Chaz Bono:
    http://www.chazbono.net/forum/

  • Luce said:

    Well, kuharap smua yg terbaik bagimu n pasanganmu.
    Masalahny skarang bkn statusmu sbg lesbian atau straight atau biseks, tp ap yg ad dlm hati jg pikiranmu.
    Jika cinta itu msh ada n bgitu jg dia, maka smuany akan baik2 aja. Smoga :)

  • Jacquier de vache said:

    Yup,sungguh baru kali ini tau soal intraseksual.
    Kemarin2 sempat dengar di berita, tapi gak gubris.
    Eh skarang baca cerita ini, baru ngeh kalo kayak gini beneran ada, dan real.
    Semoga partner kamu cepat mendapat kejelasan status kelaminnya.
    Dan kamu tetap menjadi dia yang mencintai hatinya bukan fisiknya.
    Jadi apapun yang nyata dari fisiknya nanti tidaklah menjadi penghalang untuk tetap meluapkan kasih sayang kamu untuknya.

  • ardita said:

    ruben n samantha : thanks so much buat informasinya, bermanfaat banget buat saya n partner :)

    gadiz : aminn :)

    dean : hehe beda kepala beda isinya ya dean :p but mksh buat doanya, amin :)

    appu n cloud : yup betul banget :)

    trias, luce, n jaqcquier : aminnnn, seneng banget ternyata banyak yang support :)

  • No Label said:

    pada akhirnya kembali pada cinta.
    krn cinta tidak mengenal jenis kelamin.

  • ardita said:

    ardie : yup semangat buat para intraseksual ya. Selama kita yakin ga ada yg ga mungkin. Termasuk mendapatkan kjelasan gender :) :*

    no label : tepat sekali :)

  • Ethan said:

    Dear Adita, coba anda browsing di”www.detikhealth.com/read/2012/01/19/115252/1819738/763/4/10-pria-tampan-dan-sukses-yang-semula-berkelamin-wanita|1102755

  • Iheng said:

    @ardita : Saya juga intersex. Tapi, saya tidak pernah punya niat untuk berganti organ reproduksi. Saya sudah nyaman dengan dengan kondisi saya yang sekarang.
    Bener kata si No Label. Cinta itu tidak memandang jenis kelamin. Semangat buat kalian berdua !

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.