Home » Mix n' Match, Traveling

Mix n’ Match: Kencan Tua-Muda di Vienna

Submitted by on 27/11/2011 – 8:54 pm7 Comments | 774 views

Oleh: Carmen

Artikel ini cocok untuk yang biasanya berelasi atau ingin menjalin relasi dengan lesbian yang jarak umurnya jauh berbeda. Jadi lesbian yang merasa tersentil, kumpul-kumpul sini. Aku mau bagi-bagi tips nih untuk kencan romantis.

Tahu sendiri kan, kalau jarak umur jauh suka disindir, “Eh ngomongin apaan sih lu berdua? Emang bisa nyambung?” Atau ada yang sinis, “Udah deh lupain aja, paling dia mikir kamu anak kecil, dan paling hubungannya nggak serius.” Lainnya, “Apaan sih sama anak kecil, kamu kan udah tante-tante, nanti dia nganggep kamu membosankan lho.”

Aih orang-orang skeptis itu, berhasil tidaknya relasi kan tidak bergantung umur. Plus, tahu apa mereka soal betapa menakjubkannya perempuan energik muda yang memandang kehidupan sebagai ladang berbunga, tahu apa pula mereka soal kerennya perempuan dewasa yang keibuan, seperti malaikat cantik jatuh dari langit. Mulai lebay deh, hihihihi.

Oke, back to kencan. Yang paling utama tentu saja soal tempat. Bagaimanapun juga, tempat akan memengaruhi kondisi suasana kencan, juga dalam perkenalan, hingga soal nyambung-nggak nyambungnya percakapan, sampai ke level kenyamanan kedua belah pihak pada saat kencan. Hal-hal ini agak tricky karena kedua perempuan bisa jadi hidup di generasi yang berbeda, misalnya. Biar penggambaran tipsnya maksimal, kuambil contoh ekstrem nih soal tempat dan kondisi kencan ideal. Menurutku, tempat sangat romantis untuk dua perempuan berjarak umur jauh tersebut adalah wisata di Vienna, ibukota negeri Austria. Di peta ada di tengah-tengah benua Eropa.

Kenapa di sana, bukan di kota-kota lain di Eropa yang juga indah? Well, Vienna bisa jadi tempat yang bagus karena gaya hidup dan tata kotanya yang menarik. Di sana penggabungan antara “budaya klasik/tua” dengan “budaya modern/muda” adalah sempurna. Aaawww…. Asyik, kan?

Kota Vienna tahun 2001 dinobatkan menjadi UNESCO World Heritage town. Artinya, seluruh kota itu dianggap sangat penting secara signifikan bagi kebudayaan manusia di dunia. Jadi di seluruh bagian kota, bangunan yang ada kaitannya dengan kultur dan tempat ibadah, dilindungi secara legal oleh Konvensi Jenewa. Akibatnya, kalau jalan-jalan, nyaris semua yang dilewati adalah bangunan yang cantik-cantik dari zaman dahulu kala, hanya bawahnya etalase toko, misalnya. Selain itu, yang kuperhatikan, masyarakat kota ini, tua maupun muda, punya gaya hidup yang sangat nyeni. Salah satunya, aktif berpartisipasi di acara-acara kesenian, misalnya mengunjungi konser musik, pertunjukan drama, opera, dan lain-lain. Sudah terbayang kencan seperti apa yang cocok untuk yang berjarak umur jauh? Kencan budaya, dong!

1. Museum
Kencan bisa dimulai dari jalan-jalan ke museum. Jadi nggak usah cari topik lagi, topiknya sudah dikasih sama museumnya. Jenis museumnya juga bisa macam-macam. Contoh, museum yang banyak benda-benda klasik, seperti di istana musim panas Belvedere di sana kita bisa melihat lukisan dari Gustav Klimt atau pelukis-pelukis utama lainnya, dan koleksi-koleksi kerajaan; atau di istana musim panas yang menakjubkan Schloss Schonbrunn di sana Ratu pertama di Eropa, Maria Theresia tinggal bersama keluarganya; atau di kompleks istana Hofsburg di tengah kota tempat Sisi (Princess Elizabeth) yang terkenal itu tinggal. (lihat link-link di bawah).

Setelah berjalan-jalan di museum yang klasik, kita bisa jalan 2 menit dari istana Hofsburg ke MuseumsQuartier, tempat kompleks museum-museum yang mengusung tema seni modern dan kontemporer. Contohnya, museum Kuntshalle mengkhususkan diri memamerkan eksibisi seni kontemporer dengan media fotografi, instalasi, video, film dan alat media baru lainnya. Dijamin akan terus ngobrol dan terkejut kalau memasuki museum Mumok dengan koleksi Viennese Actionism (bentuk seni ekstrem seni modern, seperti foto bayi yang meninggal atau foto badan telanjang dilumuri salad, sebagai bentuk aksi politik represi sosial dan seksual di kota ini tahun 1957-1968), dan koleksi lain bergaya pop art, photorealism, Nouveau Realisme, dan minimal art diperagakan.

Jadi sembari jalan, bisa sambil memperhatikan antusiasme kesukaan si teman kencan. Selain itu, bisa dikait-kaitkan sama topik yang personal. Misalnya, di Museum Kaiserappartements, aku menemukan piring kerajaan koleksi ratu yang bergambar dua perempuan berhubungan mesra. Jadilah langsung heboh ngobrol bahwa lesbi itu ada di mana-mana, sejak dulu kala.

2. Belanja Karya Seni
Kalau kira-kira lebih suka melihat-lihat karya seni sambil bisa belanja karya seninya (lukis, patung, porselen, dll), untuk yang klasik bisa jalan-jalan ke area sekitar Naschmarkt, tempat banyak chic cafes dan galeri-galeri seni (misalnya, Lichterloch di Gumpendorfer Strasse 17, the Vintagerie di Plosslgasse 11, atau Galerie Rauminhalt di Schleifmuhlgasse 13). Untuk yang karya seni modern dan kontemporer, bisa jalan-jalan ke sekitar jalan Eschenbachgasse (lihat galeri Mobel atau Galerie Martin Janda), atau di Friedrichstrasse (lihat galeri Secession).

3. Pertunjukan musik, drama
Ke Vienna tentu saja rugi kalau tidak ikut-ikut orang lokal berpartisipasi di pertunjukan seninya, sekalian kencan malam-malam. Mozart aja bilang, “Vienna is the best place for my profession!” Bisa dicoba melihat pertunjukan musik klasik, jazz, kontemporer, hingga musik rock di Konzerthaus. Setelah itu, untuk pengalaman unik dan berkelas, bisa dicoba ke pertunjukan opera di gedung utama Statsooper, tempat produksi opera terbaik. Kalau ragu, bisa dibaca panduan Terapi Opera untuk lesbian pemula penikmat opera. Untuk pertunjukan yang hip dan masa kini (halah!), bisa dilihat produksi-produksi di venue Volkstheater. Bisa nemuin lesbiankah di tempat-tempat ini? Ah dear, jangankan lesbian perorangan, ini banyak pasangan berkeliaran. Jadi, mari berjalan-jalan sambil menyantap kesenian tanpa ragu bersama komunitas lesbian di Vienna!

4. Dinner + Acara Ngopi
Kencan romantis pasti tidak jauh-jauh dari makan malam dong. Di sepanjang kota Vienna, tempat makan pun banyak yang tradisional maupun kontemporer, maupun yang gabungan. Ceritanya kan “gabungan yang tua dan muda = sempurna”, jadi pesan tersirat ini bisa diperpanjang juga ke elemen makanan. Konsistensi to the max! Untuk makanan tradisional Vienna, bisa dicoba beisln pub manapun yang menyajikan wienerschnitzel yang super yummy, dan dessert seperti kaiserschmarrn (pancake manis dengan raisin) atau applestruddle. Yum! Atau resto-resto Neo-beisln (yang versi lebih modern tapi tetap memakai resep tradisional ditambah inovasi) juga bisa jadi pengalaman yang berbeda. Contoh bisa dicoba resto Plachuttas Gasthaus zur Oper (di Walfischgasse 5, dekat gedung opera).

Sore-sore sebelum dinner, ngapain dong? Pengin tetep deket-deket sama teman kencan lebih lama, nih! No worries, teman. Untuk penyuka kopi, di Vienna, kopi adalah raja. Tradisi minum kopi sangat kental di sini. Banyak sekali kafe kopi bertebaran di penjuru kota. Untuk kafe tradisional yang melegenda, bisa dicoba Cafe Sperl, dekat MuseumsQuartier. Untuk kafe yang lebih modern di area sama, bisa dicoba Cafe Freiraum atau Cafe Europa. Kalau yang rada-rada bikin gaydarnya nguing-nguing berjam-jam (aku curiga ini kafe tempat ngumpul gay/lesbian), coba ke Cafe Berg di jalan Bergasse (dekat Museum Sigmund Freud). Selain kopi, kafe-kafe ini juga menyajikan makanan dan minuman lain.

5. Shopping
Kencan budaya berikutnya termasuk budaya belanja, hehehe. Untuk yang tradisional plus sentuhan berkelas lainnya, bisa pergi ke daerah Graben atau Kohlmarkt di dekat kompleks museum istana Hofsburg, sambil foto-foto di katedral St Stephen yang gede banget dan beraroma gothic. Untuk yang berjiwa masih muda, bisa lanjut jalan beberapa menit ke arah Mariahilferstrasse (sebelahnya MuseumsQuartier) dan Neubaugasse. Dari yang barang biasa seperti baju, sepatu, sampai yang lucu-lucu seperti coklat dan alat-alat olahraga aneh juga ada; tempat-tempat yang akomodatif bagi dua insan bergenerasi berbeda adalah krusial bagi suksesnya kencan!

Nah Vienna kan kota ideal versi SepociKopi, tujuannya hanya agar ilustrasi lima tempat kenlcan lebih jelas. Sambil membaca ini, bisakah kamu membayangkan paralelnya dengan tempat-tempat di daerahmu? Bikin rencana yang tepat dan kreatif sangat penting lho, apalagi menyangkut hajat hidup kebahagiaan lesbian *wink*. Selain itu, kalau ada rencana, si teman kencan lebih bisa menjawab “mau” lho kalo diajak kencan! Tinggal pede bilang, “d’you want to be my date*?”

@Carmen, SepociKopi, 2011

PS: Ini bukan ajang promosi kencan sama penulis. Kalau ada yang tertarik, anggap saja memang iya. Keep smiling, be happy :p

Informasi situs tentang Vienna:

www.wien.info
www.belvedere.at
www.schoenbrunn.at
www.hofburgwien.at
www.kuntshallewien.at
www.mumok.at
www.konzerthaus.at
www.staatsoper.at
www.volkstheater.at
www.cafesperl.at
www.cafe-berg.at
www.stephanskirche.at

  

Tags: , ,

7 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.