FabuLezlyCool: Disayang Seumur Hidup
Pernah nggak sih kesel sama orang tua dan pengin kabur dari rumah? Pernahkah berpikir kalau hidup jauh dari orang tua pasti bakal lebih enak daripada hidup bersama mereka? Kalau jawabannya pernah, berarti kita sehati nih.
Orang tuaku baik banget. Yah, susah mencari orangtua yang jahat. Kalau pun acap kali mereka melakukan sesuatu yang kurang menyenangkan kepada anak-anaknya, itu semua semata-mata untuk kebaikan biasanya. Sayangnya, orang tuaku over protective. Ke sana-sini dilarang. Mau ini-itu dibatasi. Sedangkan aku masih tergolong remaja. Remaja kan tingkahnya macem-macem? Suka neko-neko. Nggak heran, hampir setiap minggu aku melihat urat-urat di sekitar leher mereka menonjol dan menegang.
Akhirnya kuputuskan untuk tinggal berjauhan dari mereka. Aku melanjutkan pendidikanku di luar kota. Wuih, mulanya bahagia! Tidak ada cuap-cuap apabila aku telat telat bangun pagi karena bergadang, telat makan, telat beribadah. Tidak ada yang melarangku pulang larut malam. Tidak ada yang merecokiku ketika aku sedang santai dan tak ingin diganggu. Dan, aku bisa mengunjungi kekasih perempuanku nan jauh di sana sesuka hati waktu.
Aku bahagia pada awalnya.
Lambat laun aku merasakan hidup berjauhan dari orang tua tidak semudah dan seenak seperti yang dibayangkan. Hidupku jadi tidak beraturan. Aku memakai seluruh waktu sesuka hati, melakukan kegiatan seenaknya. Aku mencurahkan perhatianku hanya untuk kekasihku. Aku menjadikannya sebagai prioritas numero uno. Sekolah pun terbengkalai. Padahal orangtua sudah susah-susah bekerja mencari nafkah untuk membiayai uang semesteran.
Setengah tahun kemudian, aku mendapat cobaan berat. Aku putus dengan kekasihku. Sekolahku semakin tidak beres, bahkan tak lagi aku pedulikan. Yang ada di pikiranku saat itu hanya si mantan. Aku menghabiskan setengah tahun lagi untuk mengemis kesempatan agar bisa balikan dengan mantan. Persetan dengan sekolah.
Ada satu hal aku selalu ingat. Entah ketika aku senang atau sedih, orangtua akan selalu ada untukku. Saat itu hatiku sedang tidak karuan. Akhirnya, aku mencoba menelepon ibu.
“Halo? Adek?” Aku mendengar suara ibu riang di sana. “Tumben telepon. Lagi di mana nih? Udah makan belom? Kuliahnya gimana?”
Kali ini air mataku menetes.
Orangtua akan selalu ada. Selalu menerima kita, seburuk apa pun kondisinya.
“Semester depan kurangi main-mainnya ya, biar nilainya bagus,” ucap ayah lembut begitu melihat transkrip nilaiku yang hancur. Beliau tidak marah, walau bisa kubaca guratan kecewa di wajahnya. Bagiku, di dunia ini hal yang paling menyakitkan adalah melihat orangtua kecewa.
Orangtua akan selalu mendoakanku di mana pun aku berada. Aku dan mereka berjarak ratusan kilometer, namun aku yakin mereka selalu mendoakanku. Aku masih sehat sekarang. Aku masih baik-baik saja di sini. Kuliahku juga semakin lancar. Semua itu tak lepas dari doa mereka.
Aku bukan tipe anak yang bisa terang-terangan ngomong sayang sama orang tua, tapi bukan berarti aku tidak sayang sama mereka. Sebutlah aku gengsian. Aku hanya mengucapkan sebaris kalimat selamat ulang tahun ketika aku memiliki ribuan doa dan harapan untuk mereka. Aku hanya diam tanpa mengucap maaf ketika aku sangat bersalah, menyesal, dan terluka karena telah menyakiti mereka. Aku bilang masakan ibu biasa saja ketika tak henti-hentinya aku bersyukur karena masih bisa menyantap makanan lezat ala ibu.
Aku kangen orangtuaku. Ingin rasanya bertemu mereka setiap hari seperti dulu sebelum aku pindah ke luar kota. Tapi tentu saja aku harus menyelesaikan dulu studiku di sini. Aku tidaak mau main-main lagi. Aku harus membuat mereka bangga. Kata ayah, “Yang bisa dibanggakan oleh orangtua itu cuma anak, bukan harta!”
Dan sahabatku berpesan, “Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, selagi mereka masih ada.”
Mom, Dad, I will make you proud! I promise you!
@Akapela Violinist, SepociKopi, 2011










Beruntunglah kamu punya ortu yg sebaik itu….
Dan memang mereka layak kamu bahagiakan, dah seharusnya kamu bahagiakan apapun alasannya….
Di saat2 tersulit, ingat saja… tdk semua org punya orang tua sepertimu…
Bersukurlah ayahmu tdk berkata “Selama kamu masih menerima uangku n tinggal di rumahku maka kamu harus tunduk pada perintahku”
Bersukurlah beliau tdk pernah melecehkanmu dgn kata2 bahwa kamu tdk berguna…
Bersukurlah kamu tidak pernah harus tinggal di negeri 4 musim yg asing sendirian dengan hanya bermodal nekad dan bbrp helai baju selama sepuluh tahun dengan hati miris dan tanpa bantuan siapapun, walau apapun yg terjadi, sebelum kesuksesan di tangan, pulang adalah kata yang tabu….
Been there, done that… I am glad you don’t have to go through that…
terima kasih vio
semangat vio, you can do it..
@ avantissimo: be good, be strong and be brave… make it happen bcoz you deserve to be happy though it’s by your own..
Menginspirasi banget deh.. kebetulan lagi berantem” sama kedua orangtua..
Thanks ya udah mau share cerita ini.
I do love my dad & mom. <3
knapa yah kenapaaa.. *icon air mata bercucuran*
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, kita kerap mendengar bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Pepatah bijak itu bahkan tegas mengatakan merugilah orang yang kualitas hari kemarinnya sama saja dengan hari ini dan celaka jika hari ini lebih buruk dari kemarin. Pernahkan kita bertemu teman lama yang rasanya dari zaman mIRC sampai era Whatsapp masih berkutat dengan masalah itu-itu saja? Atau justru orang tersebut adalah diri sendiri?
Lesbian, kehidupan yang berkualitas seharusnya ibarat meniti tangga, terus bergerak dan melangkah lebih tinggi. Pada posisi yang lebih tinggi seharusnyalah kita berhadapan dengan masalah yang lebih menantang. Itu sebabnya SepociKopi menganggat tema ini, untuk mengingatkan kita semua untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam bidang apa pun yang kita tekuni.
Lesbian, bulan ini juga kita memperingati hari Pendidikan Nasional. Pendidikan berarti proses pengubahan sikap dan tata laku untuk mendewasakan manusia. Tidak ada cara lain untuk meraih kehidupan yang lebih baik selain terus dan terus mendidik diri. Selamat menikmati didikan SepociKopi untuk seluruh pembaca setia. Peluk dan cium buat semuanya.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 65 queries. 0.628 seconds.