Home » Film, Gaya Hidup, Mix n' Match, Seni Budaya

Mix n’ Match: 10 Lesbian Movies YMWBYD

Submitted by on 25/09/2011 – 3:26 pm42 Comments | 52,872 views

Oleh: Carmen dan Alex

Berikut ini kami, Alex dan Carmen, bakal memberi rekomendasi 10 film lesbian yang harus kudu mesti ditonton. Apa yang membuat film-film ini yang jadi pilihan? Ada beberapa kriteria.

Pertama, segi kenikmatan mata, telinga, dan otak. Bye bye deh sama film-film kecuprit yang gambarnya goyang-goyang, atau yang dialognya bikin si penonton pengen adu gulat sama penulis skenario, atau yang musiknya bernuansa pocong pas adegan romantis lesbian, atau yang alurnya pusing sehingga berisiko bikin IQ penonton turun 20 poin.

Kedua, segi amanat non-heteronormativitas. Terutama film-film yang me”manusia”kan lesbian: lesbian punya perasaan, punya hati, bisa sedih, bisa senang juga, bisa tertawa, bisa sehat, bisa punya kisah cinta dahsyat, atau bisa berkomitmen tidak kalah hebat. Jadi tendang jauh-jauh film yang ada tokoh lesbi yang mau bunuh pasangannya karena cemburu atau mau bunuh diri karena ditolak cintanya. Tokoh-tokoh fiktif menghina yang jumlahnya overdosis itu tidak layak ditempatkan di daftar film-film waras.

Ketiga, diutamakan film-film yang memberi gambaran positif pada sosok lesbian. Alasannya, sebagai jenis manusia normal yang sama dengan manusia lain, selayaknya diberi porsi informasi positif dan negatif yang seimbang dari lingkungan. Banyaknya elemen aura negatif yang ditempel di label “lesbian” membuat kami menjerit-jerit kepanasan akibat gemas untuk mendaraskan informasi dan ide-ide positif tentang lesbianisme yang sejatinya super sekseh dan slurpy sekaligus yummy.

Temanya beragam; ada yang rom-com, noir, komedi, hingga era victorian. Mulai dari film yang diproduksi ketika saluran TV cuma ada TVRI aja hingga era internet. Pilihan film pasti subjektif, tapi hei… setelah sekian tahun mendedikasikan waktu kami untuk menonton segala macam film lesbian dan menuliskan reviewnya di sini, tega banget masa sih nggak dipercaya…?

Film-film yang mendapat rating tinggi dalam penilaian kami adalah….

1. Bound (1996)

Film debutan Wachowski bersaudara–sutradara Matrix Trilogy ini–merupakan film noir-thriller terbaik tahun 1990-an. Bound berkisah tentang dua perempuan,Violet (Jennifer Tilly) dan Corky (Gina Gershon) yang berupaya mencuri uang 2 juta dolar milik mafia. Saat membuat rencana pencurian, kedua perempuan ini terlibat dalam hubungan asmara, meskipun Violet adalah kekasih Caesar, sang anggota mafia.

Film ini hanya bersetting di apartemen namun memiliki unsur ketegangan yang tinggi dengan nuansa thriller ala Alfred Hitchcock. Plot cerita dan karakter yang kuat membuat penonton tegang menanti adegan demi adegan hingga akhir film. Bound sendiri tidak memberi penekanan pada kisah lesbiannya melainkan lebih berfokus pada jalan cerita yang menegangkan ketika sepasang lesbian ini harus saling mempercayai satu sama lain dalam rencana pencurian mereka, yang jika gagal akan membuat mereka dihabisi oleh para mafia. Plus bikin penontonnya pengen pakai jaket kulit dan merasa panassss ala makhluk khatulistiwa.

2.Fingersmith (2005)

Film produksi BBC, Inggris, ini merupakan film yang diangkat dari novel historical lesbian fiction karya Sarah Waters yang berjudul sama. Film Fingersmith bersetting di Inggris pada tahun 1800an. Film berdurasi 3 jam ini terbagi menjadi dua bagian yang menampilkan dua sudut pandang dari tokoh utamanya. Bagian pertama dimulai ketika gadis yatim piatu bernama Sue yang dibesarkan kelompok pencuri di London menyamar menjadi pembantu pribadi gadis lugu bernama Maud agar bisa menipu hartanya.

Lambat laun di antara Sue dan Maud terbentuk persahabatan dan Sue mulai jatuh cinta pada Maud. Ia jadi tidak enak hati mengingat dia bertujuan menipu Maud. Pada akhir bagian pertama, penonton akan diberi akhir dengan twist yang mengagetkan. Lalu berlanjut ke bagian kedua dengan sudut pandang Maud.

Kalau suka film bersetting abad lampau alias historical fiction, boleh juga mencoba menonton film Tipping the Velvet (2002), yang juga diangkat dari novel karya Sarah Waters bersetting pada abad ke-18 berkisah tentang gadis lugu bernama Nancy yang bekerja di restoran ayahnya. Suatu hari dia menonton teater yang menampilkan male impersonator bernama Kitty Butler. Jatuh cinta, Nancy kabur dari rumah dan mengikuti Kitty. Penonton dibuat mengikuti Nancy yang melakukan perjalanan panjang jatuh-bangun mencari jati dirinya sebagai lesbian.

Secara keseluruhan, dua film yang bersetting dan plot menarik ini menyuguhkan pula akting yang tidak asal-asalan, sehingga mampu membuat penonton (lesbi ataupun bukan) bisa mengapresiasi kisah indah dua perempuan yang hidup di abad yang berbeda.

3. Yes or No (2010)

Yes or No adalah film lesbian komedi romantis tentang sepasang mahasiswi Thailand, Pie (Sucharat Manaying) dan Kim (Supanart Jittaleela). Keduanya merupakan mahasiswa baru yang harus tinggal sekamar di asrama. Awalnya Pie tidak menyukai Kim yang tomboi, namun lambat laun Kim dan Pie pun makin dekat dan akhirnya jatuh cinta. Secara cerita, alur film romantic comedy ini menargetkan penonton muda dengan tokoh anak kuliahan dengan femme yang manis dan butch yang cool yang dijamin akan membuat penonton lesbian deg-degan teringat masa cinta pertama kita. Dengan segala kekurangannya, Yes or No adalah film yang menyenangkan dan menampilkan sosok lesbian dengan karakter yang enak dilihat. Paling tidak film ini mampu membuat salah satu penulis memajang salah satu foto pemain di wallpaper dinding komputer.

4. Saving Face (2004)

Saving Face adalah film tentang “menjadi lesbian” dalam keluarga keturunan Asia di Amerika. Dalam budaya Cina, menjaga muka keluarga dari aib dianggap hal yang mesti dijunjung tinggi. Tokoh utama film ini adalah Wil (Michelle Krusiec), dokter muda berusia 28 tahun yang bekerja di rumah sakit di Manhattan, New York. Kemudian Wil bertemu dengan Vivian (Lynn Chen), yang juga putri atasan Wil di rumah sakit, lalu keduanya saling jatuh cinta.

Hidup Wil yang tenang jadi ruwet ketika ibunya, Ma (Joan Chen) tinggal bersama Wil karena sang ibu yang sudah janda kedapatan hamil di luar nikah. Karena tidak mau membuat aib, Ma memutuskan mengungsi sementara ke rumah Wil dan membuat hubungan Wil dan Vivian jadi berantakan. Namun lebih dari sekadar film lesbian, Saving Face adalah film drama komedi tentang hubungan ibu dan anak yang berusaha saling memahami dalam mencari cinta di masyarakat yang punya banyak hal yang ditabukan. Salah satu contoh film bagus yang me”manusia”kan lesbian. A pleasant watch.

5. If These Walls Could Talk 2 (2000)

Film produksi HBO  ini terbagi dalam tiga segmen cerita, yang disutradari oleh tiga sutradara berbeda yang semuanya perempuan. Benang merah yang menghubungkan ketiga cerita yang berlangsung selama hampir setengah abad adalah rumah yang sama yang jadi setting tempat cerita lesbian ini.

Pada tahun 1961, rumah itu dihuni pasangan lesbian manula bernama Edith (Vanessa Redgrave) dan Abby (Marian Seldes). Ketika Abby meninggal dunia, keluarga Abby yang tidak memahami hubungan Abby dan Edith malah berencana menjual rumah tempat tinggal pasangan itu. Edith yang tak berdaya hanya bisa pasrah karena rumah itu memang terdaftar atas nama Abby dan tidak ada ikatan legal antara mereka meskipun mereka sudah berpasangan selama puluhan tahun. Pada tahun 1972, rumah itu jadi tempat tinggal anak kuliahan yang feminis lesbian.  Linda (Michelle Williams)  jatuh cinta pada Amy (Chloe Sevigny), butch yang menjurus ke transeksual. Bagi sahabat-sahabatnya, Amy adalah sosok yang tidak sesuai bagi perjuangan feminis/lesbian yang mereka perjuangkan selama ini, karena Amy dianggap sosok yang tidak perempuan dan juga tidak laki-laki. Pada tahun 2000, Fran (Sharon Stone) and Kal (Ellen DeGeneres), pasangan yang sudah hidup bersama selama beberapa tahun di rumah itu memutuskan untuk memiliki anak untuk melengkapi ikatan mereka melalui sumbangan sperma dari sahabat gay mereka.

If These Walls Could Talk 2 menampilkan semacam realita perubahan yang terjadi pada kehidupan kaum lesbian dari beberapa generasi ke belakang.  Semacam catatan sejarah tentang  perjuangan yang mungkin  masih dijalani oleh kaum lesbian masa kini.

6. Desert Hearts (1985)

Film drama berbudget minim yang disutradarai pembuat film dokumenter Donna Deitch ini bersetting pada tahun 1959. Vivian (Helen Shaver), seorang profesor English Literature datang ke kota Reno untuk menceraikan suaminya. Ia bertemu dengan Cay, gadis muda yang di waktu malam bekerja di salah satu kasino dan tinggal di studio kecil yang ada di peternakan milik Frances, selir dari ayah Cay yang sudah meninggal. Frances menyayangi Cay yang independen, tapi tidak setuju dengan Cay yang tidak malu dengan preferensi seksualnya yang lesbian dan yang sedang mencari pasangan hidup secara terbuka. Vivian yang menginap di tempat Frances untuk “menemukan” dirinya banyak berinteraksi dengan Cay, yang juga sedang berjuang mengatasi masalahnya sendiri. Frances mencurigai hubungan keduanya sehingga Vivian diusir dari penginapan, sehingga harus ke hotel di kota terdekat. Cay pun mengejar Vivian.

Film yang beradegan di peternakan dan gurun ini menampilkan perilaku-perilaku lesbian yang tanpa pretensi; dan interaksi kedua tokoh utama sangat intens dengan kadar yang cukup. Untuk film yang dibuat tahun 1985, film ini bisa dibilang sebagai pelopor kisah lesbian dengan ending yang memuaskan namun realistis.

7. Intimates (1997)

Film drama Hong Kong ini berkisah tentang Wai (Theresa Lee) yang menemani tantenya Foon (Qua Ah Leh) ke tanah kelahirannya. Wai yang mengalami masalah dengan pacarnya ditolong oleh tantenya itu yang juga mengalami kehilangan cinta di masa lalu. Flashback cerita di abad 19, Foon masa muda (Charlie Yeung) yang dulu hidup selibat, ditolong berkali-kali oleh penyanyi klub populer perempuan Wan (Carina Lau), termasuk saat Foon melakukan aborsi hingga hampir mati. Foon terkesan dengan cinta yang ditunjukkan Wan dan sadar bahwa cinta sejati itulah yang ia cari selama ini. Penjajahan Jepang dan perang yang memisahkan keduanya tidak mampu memudarkan cinta kedua perempuan yang begitu dahsyat tersebut; sampai di masa tua si Foon tetap mencari Wan sampai ke kampung halamannya. Ending yang mengharukan sanggup membuat kedua penulis berkaca-kaca mengambil tissue dan menarik kekasih untuk dipeluk dan dibisikkan kata-kata cinta.

8. Room in Rome (2010)

Film drama erotis ini melibatkan dua perempuan dari negara berbeda, Alba (Elena Anaya) seorang lesbian dari Spanyol dan Natasha (Natasha Yarovenko) dari Rusia yang baru bertemu dan bermalam bersama di sebuah hotel di kota Roma. Diawali resistensi Natasha yang mengaku straight, akhirnya keduanya bercinta di malam musim panas di hari yang paling singkat kota itu. Budget kostumnya relatif minim karena di sebagian besar adegan, kedua pemainnya telanjang… hihihi. Yang mengesankan adalah, seiring berjalannya waktu, penonton bisa lupa akan fakta telanjang itu karena eksplorasi mendalam dari perkembangan karakter pemain. Awalnya kedua perempuan berusaha untuk menjaga jarak, tidak memberikan nama asli, mengarang cerita tempat tinggal dan peristiwa; namun sepanjang malam, mereka menjadi bertambah dekat. Aktivitas seks menjadi sarana komunikasi yang paling jujur. Kebohongan-kebohongan mulai terkuak, dan keterlibatan emosi makin bercampur menjadi kisah cinta yang manis. Metafora-metafora subtle tentang karya seni dan sejarah yang menyelimuti film ini tidak bisa dianggap enteng dan melengkapi ambiens film.

Disutradarai oleh Julio Medem, seorang laki-laki, memberi pesan tertentu untuk penulis: Untuk tidak pernah lagi meremehkan sutradara dari gender tertentu untuk bikin film lesbian. Dukung siapa pun juga untuk membuat film lesbian yang apik!

9. But I’m A Cheerleader (1999)

Bercerita tentang Megan (Natasha Lyonne), ketua cheerleader yang dicurigai lesbian oleh teman-temannya karena misalnya suka makan tofu, vegetarian, dan tidak suka ciuman sama pacar cowoknya. Ia dikirim ke sekolah terapi konversi True Directions (yang mengklaim bisa bikin yang gay menjadi tidak gay lagi) oleh orangtuanya. Di sana, lesbian dilatih pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak, berdoa, dan hal-hal aneh lain yang diklaim bisa membuat seseorang menjadi hetero. Di sana, Megan bertemu Graham (Clea Duvall), cewek tomboi yang tidak suka hal-hal berbau feminin dan suka merokok.

Film ini cocok ditonton untuk yang lelah dengan film berisi stereotipe-stereotipe lesbian yang bikin enek. But I’m a Cheerleader adalah film yang memberikan sensasi satirikal humor dengan menggunakan stereotipe-stereotipe tersebut. Hehe jadi bukannya dilawan secara langsung, stereotipe tersebut malah dibikin lucu yang maksa-maksa gitu. Kocak deh, pinter karena ada elemen kritis utama tentang jaminan ketidakberhasilan terapi konversi dan dampak buruknya bagi kesehatan mental kaum LGBT.

10. Aimee and Jaguar (1999)

Siapa bilang kami tidak suka cerita tragedi dan kisah cinta lesbian layaknya obsesi? Dengan skenario yang apik dan believable, Aimee and Jaguar adalah salah satu film yang terbaik dari Jerman untuk genre ini. Diangkat dari kisah nyata, kita mengikuti Ilse (Johanna Wokalek), seorang lesbian muda Yahudi yang menyamar menjadi orang non-Yahudi dan tinggal di pusat kota Berlin. Ia bekerja sebagai baby sitter untuk Lilly Wust (Juliane Kohler), ibu tiga anak. Pacar Ilse, Felice (Maria Schrader) berkenalan dengan Lilly dan dari situlah kisah cinta antara Felice, seorang mata-mata Yahudi yang cantik dan pintar dan tak takut mati, dan Lilly, seorang istri perwira tinggi Nazi yang suka berselingkuh karena mencari cinta, dimulai. Lilly kemudian jatuh cinta secara mendalam dengan Felice sang pengambil risiko tinggi (bergaul dengan perwira-perwira dan wartawan-wartawan utama propaganda Nazi; melihat teman baiknya dibunuh di jalan dengan mata kepala sendiri; pura-pura tidak peduli dengan keluarganya yang dibawa pergi ke penjara siksaan karena ketahuan sebagai orang Yahudi, dll parah!) dan Felice membalas cinta Lilly dengan konsekuensi yang tragis.

Secara umum, Aimee and Jaguar merupakan film dengan perhatian ke detail di jaman yang penuh dengan tensi perang; sungguh luar biasa bahwa ada kisah cinta dua perempuan yang seharusnya merupakan musuh bebuyutan itu bisa tumbuh di kondisi demikian. Menyenangkan melihat komunitas queer yang glamor di kota Berlin jaman itu; adanya pesta-pesta dan konser sebagai pelarian stress bahwa di luar terjadi perang dan opresi dahsyat dari sekitar. Simak salah satu dialog cinta Felice waktu kumpul-kumpul komunitas queer; sesaat sebelum beberapa di antara mereka mati dibunuh: “I want… Perhaps everything. But I’d be satisfied with one single moment. So perfect, it would last a lifetime.”

Bagaimana, lesbian? Selamat menonton ya…!

*You Must Watch Before You Die

@Carmen,Alex/SepociKopi, 2011

Tags: ,

42 Comments »

  • er aja says:

    coba aja the purple of the sea …… di youtube download deh …trus nilai…

  • koky says:

    Hi ….

    gue mau recommend nie tentang film lesbi yg berkesan tp ending na sedih banget, karna salah satu mereka mati. dg judul filem Crisabel.
    selamat menonton.

  • imaswm says:

    I can’t think straight, pemainnya, Lisa Ray dan Sheetal Sheth, matanya bagus *ngiler*
    Imagine Me and You, ceritanya ringan. Ada Lena Headey yang aww banget.
    A Perfect Ending, ga gitu suka sama ceritanya sih. Tapi siapa yg nolak nonton Jessica Clark :D
    Bloomington, poorest version of Loving Annabelle (menurut saya). Lagi-lagi karena Alison McAtee yang gorgeous minta ampun film ini jadi enak banget ditonton.
    Itty Bitty Titty Committee, lumayan.
    The Kids are Alright, lupa gimana isinya. Ada Julianne Moore di situ :D
    Elena Undone, nggak tau kenapa saya ikut kebawa emosi pemainnya.
    DEBS, film lamaa. Jordana Brewster masih unyu-unyu. Enak ditonton lah pokoknya.
    Without Men, kocak nih.

    itu beberapa film yang akhir-akhir ini sering saya tonton. googling deh, banyak kok yang jual online film Lesbian.
    salam kenal, anyway :))

  • Naru says:

    dimana saya bisa mendapatkan atau membeli film2 tersebut yang anda recomendasikan? anyone know?

  • Verena says:

    nggak pernah nonton semua kecuali yes or no TT^TT
    Seringnya nonton film/anime gay.
    pengen punya semua terutama Aimee and Jaguar
    makasih banget infonya ^^

  • jo says:

    untuk yg belum pernah nonton,semua ada di youtube koq full movienya,mulai dari yang super jadul sampai yg paling baru.
    http://www.youtube.com/watch?v=_GdIvTeSAU4
    http://www.youtube.com/watch?v=cgOLFaNS09A
    http://www.youtube.com/watch?v=dlSVE8mOLH0
    http://www.youtube.com/watch?v=M9KX46cHAb0
    kalau udah buka satu,nanti juga nge-link ke film yg lain.cheers

  • Shanezation says:

    Sempet nonton circumstance, kisah dua cewe arab yg awalnya sahabatan trus jatuh cinta. Sayang mereka ketauan sama kaka cowo salah satu cewe itu. Endingnya sad ending sih. Terus ada juga film jadul judulnya maid in uniform. Nonton yg versi german dhe. Mirip sama loving annabelle. Trus chinese botanist’ daughter tapi yg terakhir belom nonton sampe selesai.

    Oiyaaaa….. Kenapa spider lilies ga masuk? Keren tuh film. Ngiri liat tatonya ????

  • arie says:

    If these walls could talk 2, Aku belum pernah nonton, keknya seru. Yes or No alur ceritanya kurang bagus. Untuk para lesbi cobadeh Film ” GIA ” ,menarik kisahnya.

  • chriss says:

    dari semua film yg disebutin, aq baru 1film yg ditonton TT__TT .. aq newbie nih jd kurang tau film2 Lesbi yg bagus, ada yg bersedia berteman atau mgkin jd partnerku hehe email ya

  • jr. says:

    Loving Annabelle menurutku pantes buat dimasukin loh.. :D ceritanya kasian gitu.. *hiks*
    barusan nonton Room in Rome, gara2 lagu pengiringnya sering dimainin aku sampe takut2 kalo jangan2 ini film horor hahahaa.. :P pembangunan karakternya luar biasa hebat, tp bikin sebel karena open-ending :(

  • kina says:

    Hi semua,

    Aku belum pernah nonton semua film2 diatas kecuali tipping the velvet…Untuk pertama kalinya aku dikenalin dgn film lesbian oleh mantanku, kami nonton di rmhnya wkt itu..Suka siy, malah nontonnya sambil deg2an haha..

  • mmt48 says:

    the butterfly (Hu die) itu film taiwan(ato mungkin cina) juga bagus. Yes or no 2 kaka2 udah pada ntn? bgus cuma ga seseru yg pertama,

  • lenzy says:

    a perfect ending best lesbian movies 2013
    imdb rank : 8.5

  • adrii says:

    dari sekian banyaknya film lesbian, baru Yes Or No aja yg udah ditonton -.-

    pengennya itu pesan online tp gak berani dikirim ke alamat rumah , huhuhu :(

  • byby says:

    arrggh !
    sampe skrang nyesal, knp waktu itu ga aku sewa aja ya film saving face d rental kaset, bisa jd hak milik pula tu #belumberaninyewanya :D
    pas udah brani , eh ksetnya udah raib pula. haha .. nasib..sib..

  • Eri says:

    Trims Alex & Carmen,
    Judul2 film di atas dan foto covernya membuat saya tersenyum-senyum mengingat kembali film2nya.

    Saya belum sempet lihat Room in Rome, tapi dari sinopsis nya saya percaya itu film yg bagus n menyenangkan untuk di tonton.

    Anyway, saya mau recommend “The World Unseen” diantara judul2 yang wajib di tonton, menurut saya itu film membuat penonton merenungkan kembali masalah ketidakadilan yang diakibatkan oleh unsur etnis, dan sexist.
    Dimana wanita sedemikian tidak berharga diwaktu itu…

    Semoga yang lain dapat menemukan film2 yang sudah direkomendasikan semua teman2 diatas. Yang pasti saya sangat menikmatinya.

  • siri claiborne says:

    baru nonton…: Circumstances, and then came lola, kyss mig, miao miao, my summer of love, saving face, secret things, tomboy, elena undone, yes or no, cracks, french twist, joe and belle, rome in rome, the perfect family, the world unseen, therese and isabelle, true love dan favorit aku i can’t think straight, high art sama bloomington,

    semuanya dapet donlot dr toren, asal pake provider yg kenceng lumayan cepet kok, untuk 1 film paling lama 3 jam, paling stabil mungkin kalo internet nya pake fes media yg sayangnya cuma ad d Jkt.

  • aletta says:

    And then came Lola….

  • iyas says:

    saving face adalah salah satu film lesbians yang tersaji sangat lembut dan menarik, ditambah alunan jazz ringan yang mengiringi sepanjang film..smooth combination…one of my fave movie

  • el says:

    ada yang punya rekomendasi film tpi yang sejenis sma yes or no..
    kurang suka klo dua2 cwenya masih keliatan kyak cwe..
    pngen nonton yg ad butch sma femme nya
    :(

  • Chunkrinkz says:

    aku udah nonton smuanya n favorit aku sepanjang masa ttp saving face :D ga pernah bosen nonton tu film mpe saat ini

  • somi says:

    Art movie with lesbian theme? Room in Rome ini rekomendasi banget. Gara-gara film ini saya merasa seperti orang bodoh. Karena saya iri sama orang-orang barat, mereka tahu dengan baik sejarah mereka sedangkan kita? Saya tidak bisa jamin. Karena selama ini saya menonton film-film Indonesia saya belum pernah mendengar dialog tentang sejarah Indonesia itu sendiri.
    Marilah kita menghargai sejarah kita. Sejarah bukan hanya tentang perang, tapi banyak kisah yang dapat membuat kita terhanyut.

  • krishna says:

    puas deh nontonnya… meski harus bergadang untuk searching and downloading… :))

    btw, Elena Undone juga keren lhoh, pemeran utamanya cakep and feel nya OK

  • B says:

    nambahin yah : Love my life << film jepang, and im so in love with this movie, ceritanya asik dan g terlalu beribet..

    mungkin kl yg ngefans sama kate moennig bisa nonton series the L word :p

  • Rene says:

    Dear All,
    ini link kaskus yang nyediain film2 bertema lesbian.
    gak usah capek2 download ..silahkan dicek
    http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3537931

  • Lo says:

    gw udah nonton saving face,gila keren!

  • sf says:

    viva Room in Room, aja deh. ada kok kalau mau pesen filmnya, di jual di kotaku, di jogja. iiih… ini baru film-film papan atas. :)

  • NitNat says:

    Sumpah, dri dlu aqu pngen bgt ntn fingersmith n tipping the velvet.
    Tp nyari dvd na susah bgt! Udh hunting sana sini…
    Mngkn tmen2 disini ad yg tau cri dvd 2 film itu dmn, di jakarta ya. Thx b4.

    Tp klo ga da, trpksa ngubek2 intrnet tuk download!

  • Cumi says:

    Yeah..
    I must watch it before i die..:)

  • echi says:

    aiihh aiihh makasi saran dan kritik anda semua
    aq sih tau donlod….cuma males aja
    udh lama, sub nya juga ancur bgt
    lagian aq dah mikir mo pake cara mafia alias nodong buat minjem dvd kamar sebelah
    hehehe

  • Akapela V. says:

    wah, thx buat rekomendasi film2nya ya alex + carmen :D

    @echi: haloo gue juga anak kost yang ga punya dvd film2 itu juga tapiii tetep bisa nonton kok..download aja dr internet, googling dulu, yah walopun agak susah nemunya tapi pasti ada kok.. selamat mencari dan menonton :)

  • Reiteradamente says:

    @echi,
    you can always get it from the internet, there’s a lot of material there :D
    udah banyak tuh sarana dan media yang menawarkan download gratis, yeah i know…it’s piracy, tapi mau gimana lagi, dari sanalah saya bisa nonton film yang ada di list ini, hehehe… (oh lord, please forgive me)

  • Samuel says:

    Suerrr gw rada2 kecewa ama Carmen dan Alex..masa sih film kesukaan gw ngak masuk list.. Hiksss *lebayy deh.. Hehehe

    Utk daftar film termanis lesbian, Imagine Me and You juga bisa masuk urutan dunk. Filmnya bagus, dua tokoh utama bening2 abiss, buat gw kebayang2 ampe dua bulan. Kisah cinta Rachel (Piper perabo) dan Luce (Lena Heady) yg ketemuan pertama kali waktu acara pernihakan Rachel, yg saat itu Luce adalah perangkai bunga pernikahannya.. Hingga sampai akhrny mereka bertmu kembali dan menjadi dekat sampai pada akhirnya jatuh cinta. Romantis dan happy ending.. Hmm..mash kebayang2 waktu Rachel, teriak2 panggil Luce di macetnya jalanan, trus akhrnya ketemu dan endingnya kissing.. Huehehe..

    Thanks utk Carmen dan Alex utk referensinya.. Hmm..smua filmnya hampir dah gw tonton walau hny bisa dr youtube..soale cr dvd-nya susaahhhh sangattt.. :(

  • Kaori says:

    By the way, movie Miao Miao gak termasuk ya?
    padahal menurutku cute banget lho, mgkin setara dgn Yes or No atau malah lebih, sdh itu lagunya bagus, tp itu cuma pendapatku sih

  • Kaori says:

    Kalau susah, download lwt torrent aja kayak aku
    memang lama sih, tp sabar

    Sudah nonton Yes or No dengan subtitle yg sangat buruk, tp memang film ini bagus

  • ananda says:

    @Echi_ dunlud aj sist… yes or no sub englishnya ada di 4shared.

  • she says:

    nontonlah kl bisa,kl ga, mainkan peran protagonisnya sehari2 versi masing2. Iklim kan beda2, yg penting bahagia dl hidup tercapai. Film u/ hiburan & informasi

  • echi says:

    sumpah samber portia de rossi deh
    aq sih pgn nonton smua film tuh
    tapiiiiiiiiiiiiiiiii……
    masalahnya…aq ga punya dvd !!
    *nasib anak kost T_T

  • ananda says:

    Yes or No… ceritanya lepas, kocak dgn bintang2 yg eye candy…
    tapi koq I can’t think straight g masuk nominasi, lex?

  • Reiteradamente says:

    Yeay…Bound!
    Senengnya ngeliat film ini diurutan pertama dalam daftar must watch before die, karena well jalan ceritanya emang keren abiesss dan mostly karena every scene of violet and corky are believable and extremely hhhaaawwwttt!!! :)

    I like all of your movie choices, Alex, Carmen. :)
    They’re all good movie, indeed.

    Dibikin list juga dong untuk genre tv series / webisode dong nextnya :D

  • Monica says:

    Mungkin sebagian susah dicari ya,, yg udah lama2 gt..tp bkin pnasaran :D

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.