Home » FabuLezlyCool, Humaniora

FabuLezlyCool: Lesbi-Lesbi Kampus

22 June 2011 1,390 views 37 Comments

Oleh: Akapela Violinist

Wah, nggak kerasa, sudah dua tahun saya merantau di kota fesyen alias Bandung guna menuntut ilmu. Seluk beluk kampus tercinta pun mau nggak mau sudah saya ketahui, mulai dari sejarahnya, cerita horor serta makanan enak di sana, masalah kemahasiswaannya, sampai di mana bilik-bilik tempat para cewek kece bersemayam.

Tetapi kayaknya ada satu hal yang belum saya ketahui, yakni… lesbi-lesbi kampus.

***

“Dari sekian ratus cewek di sekolah ini, masa sih nggak ada yang lesbian selain gue?”

Yak, batin saya bergejolak saat itu. Tiga tahun lalu, ketika saya tengah panas-panasnya penasaran dengan dunia persilatan ini. Ehm, maksudnya dunia lesbian. Dan saya masih berstatus sebagai pelajar yang sangat identik dengan kelabilannya.

Akhirnya atas jasa Oom Google, saya menemukan sebuah forum lesbian Indonesia. Apa yang saya pikirkan ternyata benar loh! Ada ‘junior’ saya di forum itu. Junior tersebut juga merupakan sahabat sepupu saya. Oleh sebab itu, saya memilih untuk tidak banyak berurusan dengan sang junior. Saya hanya takut. Bisa berabe kalau sang junior bercerita macam-macam ke sepupu saya. Padahal, mungkin saja akan menjadi hal yang menyenangkan bila saya berteman baik dengannya. Mungkin dia sudah senior di dunia lesbian, kemudian mau sharing cerita dan pengalamannya kepada saya. Mungkin dia kenal cewek-cewek seorientasi di sekolah, atau mungkin kami memiliki ketertarikan di bidang yang sama. Mungkin saja. Ya sudah, setidaknya saya tahu bahwa saya bukan satu-satunya dan saya tidak sendirian.

Masuk ke bangku kuliah. Saya sudah mendengar bahwa anggota homoseksual di kampus saya menumpuk. Lesbian atau gay? Entahlah. Lagi-lagi saya tanyakan pada oom-oom tak berkumis alias Oom Google. Lalu saya menemukan sebuah artikel tentang homoseksual di kampus saya.

Di sana tertulis, “Homo di kampus banyak, gay maupun lesbian. Bedanya, gay lebih terbuka sedangkan lesbian lebih tertutup. Gay juga lebih mudah ditebak sedangkan lesbian terbilang sulit ditebak. Cewek tomboy tidak pasti lesbian sedangkan cowok ngondek hampir pasti gay.”

Wah, saya jadi makin penasaran. Saya pun menyelam semakin dalam masih bersama Oom Google. Teknologi memang memudahkan segalanya. Nggak kebayang deh kalau nggak ada internet!

Kembali ke topik. Tulisan di artikel tadi sepertinya terbukti. Info tentang lesbi-lesbi di kampus saya jarang sekali, ah, malah bisa dikatakan tidak ada. Setertutup inikah? Atau sayanya saja yang mencari dengan keyword kurang tepat? Maybe.

Di samping itu, saya punya seorang teman akrab bernama Just, modal boleh kenal di forum lesbian. Dia sekampus, senasib dengan saya. Kami sama-sama kurang pengetahuan tentang lesbi-lesbi kampus. Bedanya, dia nggak penasaran dan nggak mencoba untuk mencari tahu, yah, seperti yang saya lakukan.

Just pernah memberitahu saya dua nama cewek lesbian di kampus. Saya coba berkenalan dengan salah satunya. Nah, masalahnya, saya nggak tahu harus basa-basi atau berbicara apa. Saya kan juga ingin membicarakan seputar lesbi-lesbi kampus. Setelah perkenalan, langsung aja saya tembak, “Elo lesbian juga, yah?” Eh, cewek itu mendadak bungkam. Usut punya usut, dia nggak suka ditembak begitu. Waduh.

Saya pun mencoba berkenalan dengan yang satunya lagi. Belajar dari pengalaman, kali ini saya nggak langsung tabrak. Setelah saya merasa cukup dekat, mulailah saya angkat topik lesbi-lesbi kampus. Hm, saya merasa dia kurang berminat mengobrol topik tentang lesbian, malah cenderung tidak banyak berbicara dan kurang informatif. Entah. Mungkin hanya perasaan saya aja.

Omong-omong, berbeda dengan lesbian, dengan mudahnya saya temukan forum gay Indonesia dengan thread khusus gay di kampus saya. Terlihat sepuh-sepuhnya ramah sekaligus welcome dengan anggota baru atau biasa mereka sebut cong-cong baru meletek. Hihihihi. Tidak jarang pula mereka mengadakan gathering. Bahkan di sana juga disebutkan di mana tempat tongkrongan gay-gay kampus. Duh, senangnya!

Pada akhirnya, saya masih di sini – masih penasaran dengan lesbi-lesbi kampus, sambil sesekali mencari info. Saya percaya mereka ada di sekitar saya dan saya tidak sendiri! Anyway, mau terbuka atau tertutup kepada lingkungan sekitar, masing-masing memiliki kelebihan juga kekurangan. Mau terbuka atau tertutup, itu adalah pilihan. Berhati-hati ya, kakak-kakak, ketika memilih sesuatu. Ciao!

@Akapela Violinist, SepociKopi, 2011

37 Comments »

  • Violet said:

    Mencari lesbi-lesbi di kampus emang susah, tapi kalo gaydar nyala pasti ketemu kok. Lesbian emang jarang mau dituding lesbian, mereka lebih senang menyebut diri mereka ‘belok’. Emang mau belok kemana? Kiri? Kanan? Buat mereka lesbian itu masih kata tabu, dan gak sedikit yang mungkin menerima kelesbianan mereka tapi belum mampu untuk menerima omongan dari sekitar.

    Saya sendiri belum berani terbuka pada keluarga (mending mati rasanya) tapi di luar sana, saya gak perduli mereka mau bilang atau tuding apa. Sepuas hatilah mereka mau menuding. Bilang saya lesbian kek, sakit kek.. Dan kalopun saya ketemu teman seperti Anda yang langsung straight bilang ‘Kamu lesbian ya?’ Saya hanya akan tertawa dan bilang; ‘Menurutmu?’

    Terakhir kali saya diwawancara dalam salah satu acara talk show untuk buku yang saya tulis, mereka bertanya; “Apakah Anda lesbian? Atau straight?”
    Di depan kamera saya menjawab; “Menurut Anda? Tapi terakhir kali saya ingat pacar saya laki-laki kok.” Seluruh ruangan tertawa membahana, tapi memang saat itu pacar saya masih laki-laki.

    Saya lesbian? Menurut Anda? :)

  • lie said:

    hi selamat malam.
    wah saya juga sama seperti kamu yang penasaran dengan lesbian di sekitar saya,jujur saya merasa kok hanya saya ang lesbian di lingkungan saya,kata teman-teman lesbian saya di chat katanya kota aku penuh dengan lesbian dan merka suka berkumpul di suatu mall.walaupun saya sudah datangin mall tersebut tapi sialny sekalipun saya tidak pernah ketemu mereka.

  • Diana said:

    Lesbi kampus??? sy adalah slah satunya. mungkin orang akan miris kalo tau, tpi shabat dekat udah pada tau n mreka trima apa adanya diriku. hnya ktika ingin mencari pasangan L yang real, sy g brani.slama ni sy hnya mncari teman n brgabung di dunia maya kyak gini. boro2 punya pacar, punya teman L yg bisa dpandang langsung aja g ada.
    tpi itu g jd masalah, krn …… (^.^)
    mw d bilang Lesbi g msalah,,, tetp enjoy n konsisten dgn kputusan yg udah qt ambil ini.
    I’m a Lesbian and I’m Proud…
    salam
    Diana, Mkssr

  • Phi.Regna said:

    Sy jg lg penasaran, tp sama lezzies @ kantor tmp sy kerja. kira2 ada ngga ya L di kantor pemerintahan spt ini…? :D who knows. hanya dgr gossip kalau boss sdg affair sm cwe bule krn 1 kamar sewaktu workshop d luar. tp baru gosip saja, para staf udah heboh naudzubillah. hahaha. L d kantor pemerintahan jg lebih tertutup nampaknya. Privacy lebih maybe.. :D And again, the question is.. adakah lezzies d kantor ini..?

  • febby said:

    Ada yang bilang..semakin dicari semakin susah nemunya..
    Kalo gak dicari..eh malah nongol sendiri..

    Berdasarkan pengalaman..
    saya ketemu mereka yang lesbian bukan dari komunitas tertentu..
    tapi yaa..cuma ketemu gitu aja..
    terkadang kita menyadari kalau mahasiswi yang kita ajak ngobrol itu adalah lesbian..saat bahasa tubuh atau tatapan matanya terasa beda.

    Entah ini bakat ato anugrah yang Kuasa..?
    tapi setiap bertemu cewek yang usut punya usut ternyata lesbian, terasa ada hawa yang beda.
    (jiiiaahh…aura cenayangnya keluar)

    You can feel it when the first time you see her..
    (eits..ini beda lho dengan tebak-tebak buah manggis..)

  • Nanda said:

    Phi.Regna_ abdi negara jg ya mbak?

  • Phi.Regna said:

    Hi nanda_tmn seperjuangan kah? y. salam kenal :D

  • ken she said:

    hahahaha itulah dunia lesbian
    selalu menarik untuk dikupas dan dibahas
    yah dunia lesbian kita ini memang menarik ( setidaknya bagi kita) hehehe and im proud to be Lesbian

  • chiqa (menye2) said:

    eits.. jgn slh.. abdi ngra jg human?! la wong paz aq du2k2 prkir dpn pngdilan ngr aj d liatin dr dlm mobil sm ibu jksa.wkwkwk.. qw c pr2 g tw?! cuex be2k

  • Tie_Wie said:

    weh?
    Kalo di kampus gw gimana ya? kayaknya gaydar gw lumayan payah, ndak terasa apa2 soalnya, hehehe
    Kadang, gw-nya malah yg suka-suka panik pas mata para cewe2 imut dikampus itu suka-suka merhatiin gw.
    Jangan-jangan di kepala gw ada tulisan “I’m Lesbian” ??
    Gawaaattt…

    ato gw-nya aja yg suka-suka kege-eran yaa..??

    Untuk semua, salam kenal…

  • alle said:

    Heheheh lucuu jg yah…jd pada ngumpul disini hayuu saling kenalan aja xixixxi

  • corona said:

    dikampus gue jg gak berasa..ntah gue yang eror kali.. tapi cari pasangan yang L di kampus susah.. :(

  • Nanda said:

    Phi.Regna_salam kenal juga… Esselon brapa nih?? ^_^

  • just me said:

    di kampusku…
    Ada dua B.. Cakep and imut banged… Yang satu junior yang satu lagi seangkatan.. Nah, yang seangkatan itu partner saya… :)

  • pi said:

    q stuju bgt ma Violet. Susah-susah gampang. Gampang-gampang susah. Nah loh… Semua balik ma kemampuan kita melihat, merasakan, tp g pake diraba loh. Bisa ditabokin rame-rame nanti. Gaydar. Q jg lesbi kampus. Sempet beberapa kali ketemu ma cewek-cewek yg menurut gaydar q c, belok. Hahaha… kebanyakan anak kampus suka pake istilah belok. Q g tau knp, mngkin coz mereka jg masih enggan buat bilang, “y, aku lesbi”. Tp belakangan mereka smakin pinter memilah-milah dgn mnggunakan kata andro, butch, dan femme. Itu 3 kategorikan? tp mereka malah menggolongkanX menjadi 2. Andro butch dan andro femme. Nah loh… kenapa masih harus cari syp yg co syp yg ce? Enakan klo sama. Tinggal saling nyesuaiin aja.
    Dan sayangnya, beberapa lesbi kampus yang aku temuin malah kayak cuma pingin seneng-seneng ma statusX. Gaya bicara lebih vulgar, n g risih nunjukin semua didepan umum. Hmm… kalo kayak gitu gmn dunk? tp untunglah, g semua lesbi kampus kayak gtu…Jadi, emang harus pinter-pinter ngenalin ja

  • Cumi said:

    Yup..
    Bnr, klo gay kyk’a trbuka bgt n g’trlalu pduli ama cibiran org tp klo L msh rda trttup..
    Ngmg” L kmpus, d’kmpus q klo mw ng’dptin butch’a si byk tp klo bwt ng’dptin femme aduh ampun euy ssh’a..
    G’hrn klo q jd srig naksir femme straight..
    Tp gpp koq jd lbh trtntang..;-)

  • lan said:

    hahay,,,
    emang susah susah gampang cr ce lesbi di kampus tercintaku ini,, tapi knp y w slalu yakin pasti ada ce lesbia di suatu lingkungan tu meskipun cuma satu,,, meski g penah kenalan secara resmi ma mereka,, pa lagi low di kantin kadang ada fem yang suka liatin secara intens yang bkin risih wlo pngen kenalan,,, hehehehehe,,, n w cm bisa senyum ja krna kikuk,,,

    kota ne mang katanya banyak tempat nongkrong ce lesbi tapi w bru dapet 2 tempat aja,,, tatar parahiyangan memang selalu bikin penasaran,, hahaha mari mencari,,, heu

    (^_^)

  • Pi said:

    Q femme. Emang lebih susah ditemuin c.. Mngkin coz kita lebih flexibel ja kalo dandan. Rambut panjang, baju feminim, ato kalo mau tomboy tinggal pake jins, kaos, jaket, ma sneaker. Tapi, masih bisa dikenali ko. Liat aja matanya. Lagi ngeliatin ato nglirik k syp. Mata kn g bakal bohong.. Jadi kalo yg diliatin ce, dgn tatapan mata “eng ing eng”, bs jd. . . Coba aja ajak knalan..:-P

  • deslu said:

    Gw cewek 6 bulan ini gw punya tmen perempuan yang tomboi dan dia dket bgt sama gw, kemanamana kita ber2, dan gw nyaman klo d samping dia, kita share apapun, dan bisa ngabisin waktu cuma buat ngbrol, dan 2 minggu ini dia jd rada sensitif dia trmasuk tipikel ga gampang marah sama smua tmen cewenya, tp trnyata gw salah duga dia ngambek sama gw dia marah dia ga bales sms gw dia ga mau tatap muka gw dan lainlain, OH MY GOD otak gw berputar keras ada apa dgn gw dan dia ? Akhrnya stelah 4 hari dia ‘ngambek’ ke gw, gw coba buat minta maaf kaya cwe yang minta maaf sama pacarnya, dan ternyata jreng jreng dia maafin dan gw smakin ngerasa aneh sama dia, apa gw kaya lesbi sama dia ? Gmana solusinya ?

  • Cumi said:

    @Pi..
    Ooh..gtu y cra ngenalin’a..
    Ok laa klo bgtu ntar q cb prhtiin de..
    Mna tw..
    Oia,lam knal y..;-)

  • Jojo said:

    well, berdasarkan pengalaman gaydar adalah senjata utama untuk ‘hunting’ teman – teman sesama ‘belok’, baik yang ke kiri maupun ke kanan, berdasarkan pengalaman, gaydar butuh trial dan error, artinya siap – siap untuk tembakan yang meleset, tapi by the time, you will make use of it.. #practice makes it perfect… hehehehe…

    anyway, one thing, lesbians never as open as gay, emang bener toeh, jadi jangan harap ada cewe yang ngangguk klo ditanya, are you lesbian? :D tapi kerahasiaan adalah sesuatu yang menarik untuk diungkapkan..hehe, selamat berburu dear AV

  • bey said:

    baru baca nih, by the way kuliah dimana ya? saya juga kuliah di bandung, dan saya penasaran sama topik ini… dan salam kenal untuk semua..

  • pi said:

    @deslu..
    deslu sndri gmn. Cuma sekedar nyaman ato lebih dari nyaman? Klo menurut q c… klo sikap ngambek dia bisa digolongin jealous, yah bisa jadi dia sendiri ngeharapin hubungan yg lebih dari qm. Tapi, salah satu kelemahan wanita adalah GR. Catet baek-baek tuh, para cewek sering banget batin, “apa dia suka ma aku yah?”.. Hohoho… mending dipikirin positifnya aja. Mungkin saat nih kalian sama-sama bingung ama perasaan masing-masing. Tapi hati orang siapa yang tahu. Biar berjalan dengan waktu, kalo emang ada cinta, semua bakal keungkap dengan sendirinya. Coz rasa cinta nggak bisa ditutupi atau dibohongi. Berteman aja baek-baek dulu.Saling ngenal satu sama lain. Dari pada keburu nembak, eh ternyata salah paham..

  • Nanda said:

    Pi_ Betul..betul..betul….
    Stuju bgt sama kamu….

  • angelina said:

    ky’a aku bakal ssh nemuin soal’a krn kesibukan kuliah jd jarang main selain dgn tmn 1 fak. Tp prnh pas ikt pelatihan antar fakultas ada 1 ce,tatapan’a ke aku beda bgt. Apakh itu pertanda?

  • Nanda said:

    Angelina_ klo ditatapin kyk gitu coba kasih senyuman trmanis kamu… klo senyum maut kamu dbls senyuman malu2 dia, bisa jadi…..

  • angelina said:

    Nanda_kl ketemu ntar aku cb deh. Brng x bener hehe

  • Zie said:

    hmmm,,,,Q jg sama,,sisi psikologis 11 12 ma cow,,bhkn bsa d’bilang 100% sama,,tp sygnya q terjebak dalam fisik kaum hawa,,hehe,,kasian yach?????
    Bwt q,,kebahagiaan ato sakit diri kita sendiri yg rasain,jd g perlu kt publikasikan ma khalayak. Dunia kita sulit,terlalu byk kita hrz berjuang bwt diri sendiri dan org yg kt sayang. Slalu smangat y teman………!!!!!

  • Deeandra said:

    Benerrr bangedd…
    Aq sbenerny suka cow n sk cew, tp ga tw napa klo ma cew feelny lbh krasa.
    Aq jg msh kul,
    Bwt nemu d kampus kykanya ga mungkin d,
    Mreka pada tertutup smua
    Gimana bisa tw klo dy Lesbian?
    Susahh bgd,
    Hampir ga mungkin malah T.T

  • princesspetasse said:

    ih jadi inget waktu kul dulu, pernah 1 semester di U negeri di kota Kembang, Fakultas MIPA, saya yakin kalo saya 1-1nya lesbian di kampus tersebut yg terletak di jalan Dago, lalu kemudian pindah ke U swasta dan mendapati kakak senior yang butch abis berjalan kemana-mana dengan sang pacar, sepertinya ada mahasiswi2 lesbi yang saya tidak kenal, dan ada kakak senior yang suka memangggil saya dengan panggilan “butchiiii” dari jarak jauh yang membuat saya suka bertanya sendiri adakah yang ngerti dengan istilah ini selain saya dan kakak senior ini…

    masa2 menyenangkan tanpa beban cari uang gRRR.

  • owlnitelong said:

    hehehe… beruntung situ cari taunya lebih dini
    btw ini web apaan sih? sharing monolog ttg lezzy boleh ga?

  • aurelia said:

    haha betul banget ni
    kadang masi suka penasaran aja masa di satu lingkungan kampus yg gedenya segini cuma aq satu2nya yg lesbi.
    penah sekali nemu senior yg dandanannya tomboi abis tp entahlah dia pecinta wanita ato bukan :p
    susah emang buat membedakan mana yg lesbi mana yg bukan. apalagi kalo hanya lihat penampilan luar. banyak yg menipu. dan untuk nyari temen ‘seperjuangan’ bwt aq lbh susah lg. byk yg g percaya karena ap yg q kenakan. hmmm.. g tw ni gaydar bekerja dengan baik ato tdk. hanya menerka-nerka hahaha

  • febby said:

    pgn tw apa bedanya butchy, andro, femme?
    mohon bantuannya ya,,

  • killer said:

    keren,,,
    your story is so interesting,
    pembhasan kalian ttg lesbi membuat aku lupa daratan,
    kalo sudah baca,sepocikopi and coment” kalian membuat aku lupa sm masalah,
    ALL lam knl.

  • Ch ! said:

    pengen tau jg siapa2 aja ne yg L di kampusku hehehe

    Yg aku yakin hmpir pasti L (cuma dari kelakuannya sih ke aku) ada 2 cewe, yah karena aku gak ada prasaan jg ke mereka ya aku gak trlalu nanggepin (sbnrnya gak enak jg krn 2′a sama” bae ke aku tp drpd ntar bikin mereka brharap)..

  • Românezianca said:

    Aaahh…jadi ingat waktu kuliah. Ada masanya ketika aku suka dengan seorang asdos yang galak tapi manis. Kalau berhadapan hanya sama aku, dia ga galak. Bicaranya jadi manis gitu. Terlihat jelas bahwa sikap dia ke aku berbeda. Dan seringkali ketika aku tersenyum manis ke dia, dia jadi senyum malu2 gitu. Kangen deh sama dia.

  • Kyle said:

    Hahahahaha… Baca postingan temen-temen bikin senyum-senyum sendiri.
    Btw, salam kenal semuanya… :D

Leave your response!

Ruang komentar adalah ruang yang memberikan perhormatan tinggi kepada kaum lesbian. Silakan gunakan kata "lesbian" atau "lesbi" dengan tepat, bukan dengan kata-kata lain yang melecehkan. Komentar dengan bahasa alay, singkatan, dll, tidak diperkenankan. Terima kasih.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.