Di Sini, Manusia Tetap Setia
Izinkan aku membuka tulisan ini dengan sejengkal puisi karya Goenawan Mohammad: (*)
Tahun pun turun membuka sayapnya
Ke luas jauh benua-benua
Laut membias: warna biru langit tua
Zaman menderas: manusia tetap setia
Kata ‘setia’ mengelitiki telingaku dalam beberapa hari ini. Bukan, aku tidak mau berbicara tentang setia yang konteksnya berhubungan dengan urusan hubungan percintaan. Setia yang aku maksud di sini adalah sikap-sikap loyal, bakti, keteguhan jiwa, solidaritas pertemanan.
Kata setia dimulai dari seorang teman yang mempertanyakan tentang kesetiaan para penulis di sini. Apakah para penulis di sini saling mengenal dan saling memiliki komitmen atau ikatan pertemanan yang abadi? Aku menjelaskan bahwa tidak semua penulis SepociKopi saling mengenal satu sama lain. Ada yang bersahabat, tapi ada pula yang tidak.
Kata setia selanjutnya ketika aku menerima email dari salah satu penulis. Tentu saja, komunikasi terbaik yang terjadi antara aku dan teman-teman penulis di sini adalah lewat email, tidak ada yang lain lagi. Sesekali kami menyapa apa kabar lewat email, diakhir dengan pengingat lembut bahwa saatnya untuk mengumpulkan tulisan.
Setiap penulis memiliki gaya penulisan masing-masing, selera, dan tentu saja, pendekatan yang berbeda terhadap subyek-subyek tertentu . Ada yang humanis, ada yang pengalaman pribadi, ada yang filosofis, dan lain-lain. Nah, temanku yang satu ini menyukai menulis dengan menggunakan data empiris dan akal sehat dibandingkan menulis berdasarkan pengalaman atau bersifat opini.
“Tentu kamu tahu, tulisan-tulisan semacam itu tidak akan mendapat klik yang banyak, kan?” kataku mengingatkan. “Tulisan yang disukai di SepociKopi adalah tulisan dengan gaya sharing.”
Dengan tegas teman penulisku menjawab, “Lax, aku menulis bukan untuk mencari popularitas. Aku mengimani agar para lesbian mendapat pilihan menu yang semakin luas di situs SepociKopi.”
Ini adalah sebuah pernyataan yang humble, pernyataan kesetiaan dan kesetiakawanan yang luar biasa. Ini pernyataan yang sejajar dengan ideologi meletakkan manusia-manusia lain di atas dirinya, melewati sifat-sifat egoistik dan narsistik, obsesi menjadi lebih hebat dibanding dengan yang lain, atau gila dengan pujian, pemujaan, dan kehormatan. Penulis yang berjiwa ingin berbagi, mengubur seluruh ke-aku-annya dan menumbuhkan ke-kami-an, adalah penulis yang bertahan lama di SepociKopi.
Ada puluhan penulis yang setia menulis. Ada yang dari awal sejak SepociKopi didirikan bersama-sama, ada yang mulai dari tengah, ada pula yang baru-baru ini saja. Begitu banyak penulis yang berlalu lalang untuk SepociKopi dengan sejuta tujuan yang digenggam ketika menuliskan karyanya. Ada yang tulus ingin berbagi, ada yang mengisi waktu lowong, ada yang iseng, namun mungkin juga ada yang mengandung alasan-alasan lain yang bersifat negatif.
Kesetiaan menjadi berarti ketika dia langsung dikejawantahkan, bukan sekadar menjadi motto usang yang sering diangkat dalam sifat-sifat persaudarian lesbian. Kesetiaan adalah keping yang mengagumkan, sungguh menginspirasi. Kesetiaan adalah bagian paling primitif yang dimiliki manusia. Kita semua pasti tahu cerita tentang kesetiaan seekor anjing yang menunggu tuannya pulang. Kita juga tahu cerita tentang kesetiaan seorang ibu yang mencari anaknya yang hilang. Kita pasti pernah dengar tentang kesetiaan seorang manusia terbuang yang selalu rindu pulang ke tanah kelahirannya. Adakah yang pernah mengalami kesetiaan seperti ini?
Menjadi setia tidak memiliki harga. Bukan karena terlalu murah, tapi karena terlalu mahal. Sahabat yang setia adalah sahabat yang sangat berharga. Kesetiaan tidak pernah meminta bagiannya, menuntut kebutuhan, apalagi menusukkan duri di dalam daging. Loyalitas kepada perusahaan tempat bekerja, bakti kepada negara. Berbahagialah manusia yang memiliki sahabat-sahabat yang setia.
Pada tahun 1908, filsuf Josiah Royce mengeluarkan buku berjudul Filsafat Kesetiaan yang membagi konsep besar tentang arti kesetiaan. Kata Josiah, kesetiaan adalah hal-hal baik dan benar, tepatnya hal-hal terbaik dan terbenar. Jantung dari segala kebaikan, sumber tanggung jawab utama dari seluruh tanggung jawab manusia. Dalam konsepnya, Josiah berkata bahwa kesetiaan adalah kesanggupan dan sikap-sikap praktis manusia untuk mencapai satu tujuan. Jadi, kesetiaan bukan hanya tentang diri sendiri, tapi melibatkan hal-hal luar atau orang lain. Kesetiaan adalah keberadaan sosial, di mana seseorang menyerahkan segenap ke-aku-annya dan melebur menjadi bersama-sama dengan yang lain.
Saking yakinnya aku, izinkan aku menutup tulisan ini dengan sebuah bayangan yang absurd (adakah yang tidak absurd dari kesetiaan itu sendiri?). Semoga dalam seratus tahun lagi, kesetiaan akan membawa para penulis SeociKopi ke sebuah danau, tempat hujan dan kenangan berimpitan, sambil menyalakan lagi sumbu cinta, yang datang dengan sederhana.
Di sini kita ngungun berdiri, membangun abad ini
“Adakah sorga akan kemari?”
Lampu-lampu padam dan malam buta
Tapi manusia setia (*)
@Lakhsmi, SepociKopi, 2011
(*) Tahun pun Turun Membuka Sayapnya, dari kumpulan puisi Goenawan Mohammad Sajak-sajak Lengkap 1961-2001










Setuju.Kesetiaan emang mahal hrgnya,krn bth pengorbanan skaligus pengertian.
Bukan hanya tulisan yang indah, tapi juga menggugah
Izinkan kesetiaan itu menjalar, meski pelan namun memasuki setiap urat nadi dari manusia yang memiliki komitmen terhadap sesuatu (jadi ingat tulisan sebelumnya tentang komitmen)
Nice kakaq2 penulis SK
SaluD
Saya setia menjadi pembaca SK lho,mulai dr bocah sampai skrg
Yang saya tau tentang kesetiaan adalah ketika kita mencintai tanpa harus di cintai, memberi berharap utk di beri, menyakitkan memang, tapi itulah kesetiaan. Bukan hanya pada percintaan ataupun persahabatan, tapi segala aspek yg sudah di tulis lengkap oleh lakhsmi. Mahalnya kesetiaan mungkin karna sebuah alasan, padahal mencintai karna sebuah alasan sesungguhnya akan luntur seiring berjalannya waktu.
Aku tidak pernah setia sampai aku tahu hanya namamu yang ada dalam hatiku….
Lam kenal buat Mayo
Tiap baca tulisan lakhsmi selalu bikin hati berdesir.. Sis kamu sukses buat saya cinta mati sama SK.. (^;^) thx !!
Lakhsmi, aku hanya brhrap km pun akan setia slamanya brbagi apapn yg brhrga u/Sepoci Kopi.
Aku ingin setia .. Aku ingin berusaha tetap setia
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, apa kabar?
Mungkin banyak yang menganggap pertanyaan ini hanya basa-basi dan pemanis bibir saat bersua. Tapi pernahkah para lesbian merasa bahwa yang tersirat di baliknya adalah harapan untuk mendapatkan jawaban dengan dua kata: baik dan sehat?
Lesbian, kesehatan adalah modal utama dalam menjalani kehidupan. Kita bisa berkarya dan beraktivitas dengan maksimal jika didukung kesehatan yang prima. Kita bisa menikmati indah dan asyiknya kehidupan jika tidak terganggu oleh keluhan sakit ini dan itu.
Lesbian, jagalah kesehatan yang Tuhan karuniakan dengan membudayakan hidup sehat dan seimbang. Makan makanan sehat, olahraga dan olahjiwa secara teratur serta jauhi rokok dan alkohol. Jadilah lesbian sehat yang kece. Ajak teman dan partner untuk sama-sama sehat agar bisa berkarya hingga puluhan tahun lagi. Selamat menikmati kehidupan seimbang dan bahagia bersama SepociKopi untuk seluruh pembaca setia. Peluk dan cium buat semuanya.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 59 queries. 0.685 seconds.