Berita: Pencanangan untuk Mengakhiri Pelanggaran HAM berdasarkan Orientasi Seksual
Berita dari: Fridae
Gay rights are human rights, tapi di beberapa negara, kaum gay dan lesbian masih mengalami nasib tragis. Banyak gay dan lesbian yang disiksa, dipenjara, bahkan dilanggar haknya sebagai manusia. Maka dari itu 84 negara saat ini menandatangani pernyataan yang untuk mengakhiri kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia berdasarkan orientasi seksual dan identitas gender. Rencananya PBB akan menjadikan pernyataan ini sebagai resolusi pada akhir tahun dalam vote di sidang PBB.
Berita selengkapnya:
Gay rights groups around the world have hailed the development as a “stunning development” that has demonstrated “unprecedented support” for the Statement on Sexual Orientation and Gender Identity that calls on States to end violence, criminal sanctions and related human rights violations based on sexual orientation and gender identity.
Eighty-four countries signed a statement entitled “Ending Acts of Violence and Related Human Rights Violations Based on Sexual Orientation and Gender Identity” on Tuesday calling for an end to violence, criminal sanctions and other human rights violations against people based on their sexual orientation or gender identity.
The statement expresses “concern at continued evidence in every region of acts of violence and related human rights violations based on sexual orientation and gender identity” and calls on countries “to take steps to end acts of violence, criminal sanctions and related human rights violations committed against individuals because of their sexual orientation or gender identity.”
According to the International Lesbian, Gay, Bisexual, Trans, and Intersex Association (ILGA), 76 countries, including 19 of 48 countries in the Asia Pacific region, criminalise male-to-male sex. Eight countries – Iran, Mauritania, Saudi Arabia, Sudan, UAE and Yemen [plus some parts of Nigeria and Somalia] – prescribe death as punishment.
The declaration, which was heavily supported by the Obama Administration, has been praised by international LGBTI groups who point out growing support among UN member nations.
“It is clear that every time these issues are addressed there is measurable increase in state support,” said a joint press statement issued by the International Gay & Lesbian Human Rights Commission (ILGHRC) in association with Amnesty International, Human Rights Watch, Thailand’s Sexual Diversity Network and seven other LGBT rights groups on March 23.
It noted that the statement, which was delivered by the representative of Colombia on behalf of 84 countries at the United Nations Human Rights Council (UNHRC) in Geneva enjoyed the support of the largest group of countries to-date, on the topic of sexual orientation, gender identity and human rights. It builds on a similar statement delivered by Norway at the Human Rights Council in 2006 (on behalf of 54 States), and a joint statement delivered by Argentina at the General Assembly in 2008 (on behalf of 66 States). The new resolution now has support from Thailand, Rwanda, El Salvador, Honduras, and the Dominican Republic, which did not support the 2008 document.
The Obama administration’s expression of support for U.N. action on the issue also marks a reversal from years of ambiguity on the subject during the presidency of George W. Bush.
A resolution could be brought to a vote later this year.
The signatories to the joint statement are: Albania, Andorra, Argentina, Armenia, Australia, Austria, Belgium, Bolivia, Bosnia, Brazil, Bulgaria, Canada, the Central African Republic, Chile, Costa Rica, Croatia, Cuba, Cyprus, the Czech Republic, Denmark, Dominica, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, Estonia, Fiji, Finland, France, Georgia, Germany, Greece, Guatemala, Honduras, Hungary, Iceland, Ireland, Israel, Italy, Japan, Latvia, Lichtenstein, Lithuania, Luxembourg, the former-Yugoslav Republic of Macedonia, Malta, the Marshall Islands, Mexico, Micronesia, Monaco, Mongolia, Montenegro, Nauru, Nepal, Netherlands, New Zealand, Nicaragua, Norway, Palau, Panama, Paraguay, Poland, Portugal, Romania, Rwanda, Samoa, San Marino, Serbia, Seychelles, Sierra Leone, Slovakia, Slovenia, South Africa, Spain, Sweden, Switzerland, Thailand, Timor-Leste, Tuvalu, the United States of America, the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland, Ukraine, Uruguay, Vanautu and Venezuela.
@SepociKopi, 2011









Ada Timor Leste, Indonesia kaga ada. Hoho
Hemm….,
Masih susah u/ indonesia
Menerima perbedaan, yg sederhana
saja masi sulit.
Apalagi ni sangat mendasar dan prinsipil.
Baik dri segi budaya, agama.
One day for sure…?????????.
Indonesia ga ikut tdt neh? Bukannya bhineka tunggal ika,tapi ternyata perbedaan orientasi sexual tetep ga bisa diterima.. Tetap berharap..
I hope dreams comes true..:-)
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, kita kerap mendengar bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Pepatah bijak itu bahkan tegas mengatakan merugilah orang yang kualitas hari kemarinnya sama saja dengan hari ini dan celaka jika hari ini lebih buruk dari kemarin. Pernahkan kita bertemu teman lama yang rasanya dari zaman mIRC sampai era Whatsapp masih berkutat dengan masalah itu-itu saja? Atau justru orang tersebut adalah diri sendiri?
Lesbian, kehidupan yang berkualitas seharusnya ibarat meniti tangga, terus bergerak dan melangkah lebih tinggi. Pada posisi yang lebih tinggi seharusnyalah kita berhadapan dengan masalah yang lebih menantang. Itu sebabnya SepociKopi menganggat tema ini, untuk mengingatkan kita semua untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam bidang apa pun yang kita tekuni.
Lesbian, bulan ini juga kita memperingati hari Pendidikan Nasional. Pendidikan berarti proses pengubahan sikap dan tata laku untuk mendewasakan manusia. Tidak ada cara lain untuk meraih kehidupan yang lebih baik selain terus dan terus mendidik diri. Selamat menikmati didikan SepociKopi untuk seluruh pembaca setia. Peluk dan cium buat semuanya.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 63 queries. 1.000 seconds.