Home » Humaniora, Opini

Mata Ketiga

Submitted by on 31/12/2010 – 10:34 am5 Comments | 786 views

Oleh:  Tya Andriani

Terletak di antara kedua mata, di dahi, di atas hidung. Itulah tempat mata ketiga. Dulu aku tidak tahu apa-apa soal mata ketiga, pamanku yang mengajarkan hal itu. Paman percaya pada keberadaan mata ketiga. Setiap manusia yang terlahir pasti memiliki mata ketiga yang tak terlihat. Tidak ada manusia cacat yang tak mempunyai mata ketiga. Tapi seiring berjalannya waktu, mata ketiga sering diabaikan. Manusia lebih percaya pada mata kiri dan kanannya, sampai lama-lama mata ketiga malas memberitahu apa yang dilihatnya. Mata ketiga menutup diri sampai sering terlupakan.

Manusia, lanjut paman, harusnya tidak menyepelekan mata ketiga. Fungsi mata ketiga luar biasa. Dia bisa melihat segala sesuatu yang terlewatkan oleh kedua mata kita. Mata ketiga melihat hal-hal yang absurd, abstrak, dan tidak memiliki eksistensi dengan alam nyata. Mata ketiga terhubung langsung dengan suara nurani.

Sebagai pengusaha baju, paman menekankan perlunya seorang businessman untuk melihat transaksi bisnis dengan mata ketiga. Pergerakan bisnis yang tak terlihat secara jelas oleh kedua mata – misalnya niat-niat buruk klien – dapat dilihat oleh mata ketiga. Mata ketigalah yang menyelamatkan bisnis yang berbahaya, bisnis yang mencurigakan, dan bisnis yang negatif.

Aku memulai usaha bisnis baju karena belajar dari paman. Sekarang, aku juga sedang mengasah kemampuan penglihatan mata ketigaku, baik dalam bisnis maupun dalam pergaulan. Sejak aku biasa menggunakan mata ketiga, maka hal-hal yang dulu aku abai di dalam pertemananku, kini aku lebih bisa memperhatikan.

Pertemanan juga seperti pergerakan bisnis, kadang banyak hal-hal buruk yang berlalu lalang di sana. Teman yang berkhianat, teman yang berniat buruk, teman yang penuh kepura-puraan, teman yang hanya ingin memanfaatkan terlihat dengan jelas apabila aku memandang mereka semua dengan mata ketigaku. Beberapa hari ini, aku berusaha menasehati teman yang sedang mencari pacar. Menemukan pasangan yang tepat dimulai dengan usaha melakukan pendekatan dengan calon pacar melalui mata ketiga.

Begitu pentingnya keberadaan mata ketiga, sehingga aku tidak bisa membiarkan otakku berjalan begitu saja tanpa bantuan pendapat mata ketiga. Kombinasi mata ketiga dan pemikiran adalah duet kombo yang menghasilkan keputusan yang dashyat. Insting bisnisku semakin terarah dengan bantuan mata ketiga.

Kalau teman-teman masih bertanya, apaan sih mata ketiga, aku cuma bisa menasehati bahwa setiap diri kita, termasuk lesbian, memiliki berkah mata ketiga. Bagaimana cara menggunakannya itu tergantung setiap orang. Seperti pamanku, aku hanya mampu memberitahu untuk berjaga-jaga dan mengenali manusia lain lewat mata ketiga. Selebihnya, tiap orang sendirilah yang melatih kepekaan mata ketiga sebaik-baiknya.

Di dunia maya ini, banyak sekali hal-hal yang bisa saja menipu lesbian. Nick-nick aneh yang tidak diketahui siapa pemilik sesungguhnya. Nah, melalui obrolan dan pendekatan di chat, pemikiran yang rasional, ditambah penglihatan mata ketiga, maka para lesbian bisa lebih jelas menilai calon pacar atau calon teman lesbian. Jangan lagi ada penipuan atas nama lesbian. Mari kita lebih pandai berjaga-jaga.

Selamat tahun baru untuk seluruh redaksi SepociKopi dan teman-teman semuanya.

@Tya Andriani, SepociKopi, 2010

Tags:

5 Comments »

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.