Bunga Terindah
Oleh: Arie Gere
Semuanya gara-gara Emak. Akhirnya, aku benar-benar jatuh cinta dengan bunga. Datanglah ke rumah Emak, akan kau temui beragam bunga di halaman rumah. Separuh halaman ditutupi bunga bermekaran dan diwarnai bermacam-macam cinta dan kehidupan. Dengan sabar dan telaten, Emak merawat mereka penuh kasih sayang. Disirami setiap pagi, dipupuki sebulan atau dua bulan sekali, dibersihkan dan dipangkas bila bentuknya mulai menutupi keindahannya. Antara Emak dan bunga, seperti ada cinta yang saling mengikat, ada cinta yang saling bergantungan. Emak tak tahan kalau tak melihat bunga-bunganya. Begitupun bunga, tak akan mekar kalau tak ada Emak.
Kupikir seperti itulah wujud cinta yang tak nampak dan kasat mata. Hanya kalau kau jeli, barulah kau bisa melihat ada cinta yang seperti itu. Cinta itu adalah kesabaran, ketelatenan, dan perawatan. Kalau lupa disirami, cinta melayu. Kalau tidak dipupuk, gejolak dan hasrat menjadi hambar dan standar. Kalau sampah-sampah tidak dibersihkan, kecurigaan dan ketidakpercayaan akan mengotori indahnya cinta. Kalau tak dipangkas, cinta bisa amblas dan bablas tanpa batasan. Cintaku tumbuh seperti bunga, bermekaran menghasilkan madu. Pernah kau cicipi madunya si bunga jarum? Rasanya persis madu, segar dan manis. Sewaktu kecil, aku paling suka memetiknya, tak tanggung-tanggung satu genggaman, lalu kuhisap madunya.
Emak tahu kalau aku sebenarnya tak tahan melihat manisnya si bunga, maka pada awalnya, dibiarkannya saja. Lama kelamaan, aku ketagihan menghisap si bunga, terus-menerus setiap pagi. Sampai-sampai, si bunga tak kelihatan lagi. Emak marah, aku dilarangnya mencicipi lagi si bunga jarum. Diam-diam kukurangi frekuensi cicipanku, kutunggu sampai mekar yang satu dulu, lalu kucicipi yang lainnya. Intinya, deretan si jarum harus tetap muncul dan tak boleh gundul.
Pernah suatu ketika, aku menyenggol pot bougenville si emak sampai pot-nya jatuh dan tanahnya berserakan di lantai halaman. Rantingnya pun ada yang patah. Emak terdiam melihat ulahku yang selalu tergesa-gesa. Dirapikannya bunga-bunga yang berserakan itu dalam kebisuan, dalam keheningan. Aku tahu, ada tetesan air mata yang tertahan di pelupuk mata. Seminggu sesudahnya, kulihat bougenville yang kupatahkan itu, sudah berganti tanah yang baru. Di ujung rantingnya ada bekas patahan, namun sudah bermunculan tunas-tunas baru di sana.
Aku terkenang, pada cinta-cintaku yang telah patah. Ternyata, aku memang benar-benar menyukai bunga. Aku masih bisa membayangkan, bagaimana berbinarnya hatiku saat pertama kali diberi bunga oleh mendiang kekasihku dulu. Diberikannya aku sekuntum bougenville dari dalam ranselnya, dan aku tak bergeming memandang indahnya sang bunga. Pada kenangan lainnya, aku melihat tanaman bunga di dalam kamar mantan yang kini menjadi sahabatku. Kutanyakan padanya, katanya khusus dipetik menyambut kedatanganku. Bermekaranlah senyumku, seindah bunga-bunga di halaman Emak.
Tiba-tiba, aku rindu menciumi bunga. Aku rindu menghisap madunya. Aku rindu memegang kuntumnya. Aku rindu melihat kelopak-kelopak bermekaran. Aku rindu melihat warna-warni dan keindahan.Ah bunga, apakah madumu hanya bisa kuhisap diam-diam saja? Bungaku sayang, diam saja di tempatmu, aku akan datang untuk merawatmu, menyiramimu dengan penuh cinta, memupukmu dengan segenap kasih, dan menghisap madumu dengan hasrat yang bergelora. Bunga, apakah proses penyerbukanmu terganggu karenaku? Mana serbuk sarimu, sudahkah melekat di kepala putikmu? Ah bunga, izinkan sebentar saja aku menjadi si serbuk sari, biarkan buahmu memenuhi halaman rumah Emak.
Bunga, kau mungkin tak pernah tahu, kalau aku begitu mengagumi. Baik-baiklah di atas tanahmu, tunggulah aku yang kan datang menyuburkanmu. Nantikan aku dengan sabar, sebab sabar adalah kekayaan terindah yang diberikan Tuhan. Bukan begitukan, bunga? Ah bunga idamanku, Bunga Citra Lestari.
@Arie Gere, SepociKopi, 2010
(Tulisan ini dibuat oleh pengagum berat BCL. Semoga tak pernah bosan mengagumimu)









Nice writing arie..^_^
Make my day,
u make me smile..
-________-”
Heu, aku kira apa
hoalaaaah…ternyata ini tentang BCL…
jadi emak ny Arie ngerawat BCL??
Nice job..
jiaaaaaaaaaaaaaah,
oh bunga , aq cemburu ktika suamimu menciummu…
Week
Arie seberat apa sih kagumnya ma BCL?
Jangan jwb “kira2 seberat gendong BCL pas lagi hamil 9 bln”
haha…
Jadi inget bunga-bunga yang dirawat Emak-ku…
Tulisan dengan tema yang lain, gak membosankan. Boleh juga Arie.
beruntung banget BCL pny penggemar spt kamu…
tulisanny bgus., ringan tp bermakna
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, kita kerap mendengar bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Pepatah bijak itu bahkan tegas mengatakan merugilah orang yang kualitas hari kemarinnya sama saja dengan hari ini dan celaka jika hari ini lebih buruk dari kemarin. Pernahkan kita bertemu teman lama yang rasanya dari zaman mIRC sampai era Whatsapp masih berkutat dengan masalah itu-itu saja? Atau justru orang tersebut adalah diri sendiri?
Lesbian, kehidupan yang berkualitas seharusnya ibarat meniti tangga, terus bergerak dan melangkah lebih tinggi. Pada posisi yang lebih tinggi seharusnyalah kita berhadapan dengan masalah yang lebih menantang. Itu sebabnya SepociKopi menganggat tema ini, untuk mengingatkan kita semua untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam bidang apa pun yang kita tekuni.
Lesbian, bulan ini juga kita memperingati hari Pendidikan Nasional. Pendidikan berarti proses pengubahan sikap dan tata laku untuk mendewasakan manusia. Tidak ada cara lain untuk meraih kehidupan yang lebih baik selain terus dan terus mendidik diri. Selamat menikmati didikan SepociKopi untuk seluruh pembaca setia. Peluk dan cium buat semuanya.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 66 queries. 3.335 seconds.