Home » Humaniora, Tajuk

Tajuk: Mudik dan Kita

7 September 2010 93 views 6 Comments

sumintar-selamat-mudik-2Oleh: Nuha Guwa

Liburan, eh lebaran sebentar lagi. Menjelang hari raya Idul Fitri aktivitas paling menonjol yang diramai-ramaikan media massa adalah mudik. Aksi pulang kampung ke rumah kerabat ini menjadi tradisi massal yang tak bisa dihindarkan sepekan sebelum hari raya. Aspek yang ditimbulkannya luar biasa besar. Hampir semua sektor ekonomi tersentuh oleh mudik: pasar yang bejubel, jasa pengiriman barang, bengkel, hotel sampai jasa tambal ban kecipratan rezeki. Sudah pasti gejolak perekonomian menurun untuk beberapa waktu. Sektor bisnis transportasi panen besar. Inilah waktunya semua orang bepergian. Yang tidak merayakan lebaran pun ikut-ikutan memilih jalan-jalan karena bisnis terhenti. Sebagian yang lain memutuskan mengajak anak-anaknya liburan karena pembantu rumah tangga latah mengambil cuti tahunan, mumpung lebaran!

Jika merencanakan mudik di tahun 2010 ini tentu banyak hal yang dipertimbangkan. Dana pulang kampung tersebut tentu saja sudah direncakan jauh-jauh hari. Dengan demikian tidak ada pengeluaran ekstra. Tunjangan Hari Raya bisa dialokasikan buat yang lain. Mari kita sepakat bahwa mudik tidak sama dengan pemborosan. Ini berarti harus dipikirkan bagaimana caranya menghemat perjalanan sehingga mudik nyaman dan tidak terjadi pembengkakan biaya. Bagi yang punya dana berlebih barangkali kenaikan harga tiket hingga 100% bukan masalah. Tapi buat yang berpenghasilan pas-pasan naiknya harga tiket mudik sama dengan pemerasan. Tidak ada pilihan selain membeli tiket tersebut dengan pasrah.

Jika memiliki kenderaan pribadi barangkali solusi jalan darat bisa dilakukan, namun semua ini bergantung dengan waktu cuti yang semakin berkurang tersita lamanya di perjalanan. Tapi sudah pasti mudik dengan kendaraan sendiri jauh lebih nyaman dan aman. Perhatikan kondisi badan, apakah cukup prima ketika membawa kenderaan berjalan jauh. Jika jarak yang ditempuh cukup jauh dan cuma mengandalkan sopir tunggal saja, berarti asupan gizi saat sahur harus pas. Intinya adalah cukup tidur. Jangan lupa membawa segala macam obat di dalam perjalanan, jika ada apa-apa di tengah jalan. Pokoknya pastikan kondisi badan dan sekeluarga fit.

Setelah menyiapkan diri tentu kenderaan menjadi satu-satunya bagian terpenting yang harus diperhatikan,pastikan kondisi kendaraan apakah sudah cukup baik untuk berjalan jauh. Konsultasi dengan teknisi langganan jangan kikir merogoh kocek jika diperlukan, mengingat jika rusak di tengah jalan, teknisi yang mendatangi mobil dalam keadaan rusak biasanya tidak murah. Cek kondisi semua ban, tekanan angin, urat ban, motifnya masih jelas atau tidak. Ban serap dan dongkrak pastikan bisa digunakan.

Jika harus meninggalkan rumah, periksa lagi kondisi rumah, aman dari dalam dan aman dari gangguan luar. Cek lagi apakah ada kabel listrik yang masih menempel di plug-nya. Air kran tidak terbuka. Serta melaporkan kekosongan rumah pada petugas jaga jika memang ada petugas yang rutin menjaga perumahan yang ditinggalkan pemudik. Jika memiliki hewan peliharaan, tidak ada cara lain kecuali menitipkannya pada kerabat atau teman dekat. Jika ditinggal di rumah pastikan bahwa selalu ada yang memberi makan mereka; ikan di aquarium, kucing, kelinci, burung dan sebagainya.

Baiklah bagaimana dengan teman lesbian yang akan melakukan perjalanan dengan kenderaan umum? Bukan rahasia umum lagi, jika perhiasan jadi magnet menarik tindak kriminal. So, jika ingin nyaman jangan pamer perhiasan sama sekali selama di kendaraan umum, meskipun itu hanya perhiasan imitasi. Apapun aksesori yang dipakai biasanya mengundang pelaku kriminal melirik. Kenakan pakaian yang tak mencolok, baik dalam warna maupun model. Celana panjang dengan berbahan denim dan atasan berbahan katun memudahkan ruang gerak. Pakailah sepatu sport yang nyaman dan ringan di kaki seperti yang biasa dipakai para andro atau butchi (eits…gender ya?). Eniwei hindari menggunakan sepatu hak tinggi. Ingat bahwa ini perjalana mudik, bukan pergi ke pesta.

Uang, ini yang paling krusial, untuk berjaga-jaga dari tindak kejahatan simpan uang di beberapa tempat yang sekiranya aman dan jauh dari jangkauan copet. Selain itu, seandainya terlanjur kena palak setidaknya masih ada sebagian uang yang diselamatkan. Hindarkan mengeluarkan dompet di depan umum, barang ini idola para pencopet. Lebih aman jika menyimpan sejumlah uang pas di saku celana dan menyimpan dompet di bagian terdalam tas. Mengingat akan berdesak-desakan dengan banyak orang jangan lupa bawa selalu uang receh di saku yang lain, setidaknya berbagi kasih pada pengemis atau pengamen.

O iya, Meski lama tak pulang kampung bukan berarti harus memborong semua oleh-oleh. Keselamatan dan kenyamanan jauh lebih penting, bepergian dengan transportasi umum, tentu kemudahan gerak jadi prioritas utama yang harus diperhatikan. Minimalkan barang, perkirakan berapa lama akan berlibur dan pilih tas pakaian berbahan tebal dan kuat, lebih bagus lagi jika dilengkapi pengunci bernomor kode otomatis.

Cobalah, tetap tenang dan waspada terhadap tukang ojek, calo, tukang becak yang berebutan penumpang. Meski berada dalam situasi yang tidak nyaman, berusaha tegas dengan mereka. Tarik nafas panjang bisa membantu mengembalikan ketenangan. Usahakan tetap bersikap wajar dan sopan meski teman seperjalanan menawarkan kebaikan. Jangan terlalu akrab dan jangan terlalu berlebihan mencurigai teman perjalanan. Bersikap hati-hati dan tolak dengan halus jika ada yang menawari makanan atau minuman. Jangan pula terlena dengan tampang cantik dan baik hati, siapa tahu itu hanya sebuah perangkap, carilah pembicaraan umum dan hindarkan percakapan pribadi.

Setelah semuanya siap. Rasakan keberadaan Tuhan di samping kita dalam setiap langkah Biasakanlah berdoa sebelum melakukan pekerjaan apapun termasuk selama dalam perjalanan. Selamat mudik ya, selamat menyambut Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2010

6 Comments »

  • Bontot kecil said:

    minalaidinwalfaizin moon mav lahir bathin …

  • keke said:

    pgn mudik, apa daya bbrp thn terakhir udah ga pny kampung halaman…
    mudik gratis yg lazim diselenggarakan perusahaan2 bsr itu utk umum ga, sih?

  • no_name said:

    Selamat Idul Fitri juga buat nuha, SK n para pembaca semua.Taqoballahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan bathin. Semoga Ramadhan penuh berkah melahirkan jiwa-jiwa baru pada diri kita. JIwa yang penuh semangat, kreatif, inovatif, dan pikiran positif berbalut kesantunan budi pekerti. Sehingga kehadiran kita penuh berkat dan manfaat bagi keluarga dan masyarakat, bagi dunia dan bumi yg mulai merapuh. Bravo!!!

  • say_czeka15 said:

    tiap hr dah mudik, lah wong rumahnya d kampung heheh..

  • Gl@_@m said:

    heeppiii iedul fitri yaaaa ^^ mudik mudikk prikitiww….

  • ANDIKA BUMI PRATAMA said:

    Pengen mudik tp g pernah mudik .

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.