Home » Puisi, Seni Budaya

Puisi: Perempuan Empat Musim

6 September 2010 100 views 4 Comments

Perempuan Empat Musim
Oleh: Bakiak Langgar

Roncean melati
hiasan sanggul perawan,
Mahkota bunganya
rontok menaburi rahim,
Kau bukan lagi
perempuan karbitan,
Saat getah buahmu
terasa legit di lidah.


*kado kecil untuk mombian

Tentang Bakiak Langgar:
Tinggal di Semarang

4 Comments »

  • keke said:

    pilihan kata yg cantik

  • Bakiak said:

    Terima kasih SK,
    Terima kasih Shinigami.

    Sifat kebahagiaan bukan mengorbankan tetapi,
    sifat kebahagiaan adalah membagikan.
    Pertanyaannya siapkah anda membagi/terbagi?
    Pelajaran yg saya peroleh dari lesbian yg berkeluarga.
    Mohon Maaf Lahir dan Batin.

    *relax910*

  • MommyVey said:

    Im a mombian
    . .
    So tq bakiak langgar
    . .

  • Bakiak said:

    @keke: terima kasih, kata bapakku kalo ngasih sesuatu buat ibu mesti spesial, tpi sepertinya puisinya masih terbilang sederhana.
    @mommy vey: my pleasure :)

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.